Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Xiao Feng Yang Malang


__ADS_3

Di rooftop Light Entertainment terlihat Xiao Feng yang sedang termenung ke arah padatnya kota Beijing pabila dilihat dari atas gedung. Iapun mengambil satu batang rokok yang ada di sakunya kemudian mengambil pemantik api lalu menyalakan api tersebut untuk membakar rokok yang ada ditangannya. Xiao Feng mengebulkan asap rokoknya ke atas sambil menatap ke arah langit yang begitu indah di sore hari.


Xiao Feng seharian itu merasa sangat penat, ia merasa lelah karena harus bergelut dengan bos besarnya Aaron Lu karena masalah Lu Chen yang mendadak kabur. Namun iapun tak dapat menyalahkan keduanya karena bagaimanapun tetap dirinya lah yang salah, karena ia hanyalah seorang anak buah yang setia kepada majikannya. Di tengah lamunannya tiba-tiba kepalanya terantuk sesuatu hingga dirinya memekik kesakitan.


“Awww!!.” Dilihatnya sebuah sepatu heels yang terjatuh disamping dirinya setelah mengenai kepalanya.


“Woy! Siapa yang berani-berani melempar sepatu ke sini?.” (bahasa mandarin) Teriak Xiao Feng yang tidak terima dilempar sepatu.


Terlihatlah seorang wanita cantik yang datang ke arah Xiao Feng dan meminta maaf kepadanya.


“Ah! Maaf… maaf… maafkan aku!. Aku pikir tidak ada orang di sini. Aku sengaja membuang sepatuku karena sudah rusak terkilir hingga patah heelsnya saat aku jalan menaiki tangga. Sekali lagi maafkan aku!.” (bahasa mandarin) Wanita itu terus menerus menundukkan kepalanya sebagai tanda maaf kepada Xiao Feng yang terkena lemparannya. Namun saat tatapan matanya bertemu ternyata mereka menyadari bahwa mereka saling mengenal satu sama lain.


“Xiao Feng?. Sunny Chen?.” (bahasa mandarin) Mereka saling menyebutkan nama secara berbarengan. Dan merekapun berujung dengan saling tertawa saat menatap satu sama lain.


“Aku pikir siapa?.” (bahasa mandarin) Ucap Sunny yang seketika merubah perangainya yang sedikit jengkel ke arah Xiao Feng.


“Kau juga! Mau apa kau kemari?. Lu Chen sedang tidak ada di sini!.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng dengan wajah malasnya.


“Memang urusanku hanya Lu Chen saja di sini?. Kau tidak ingat aku adalah artis LE juga?.” (bahasa mandarin) Sunny yang menanggapi pertanyaan Xiao Feng dengan sedikit kesal.


“Oh aku lupa kau selalu mengekor Lu Chen ke manapun dia berada.” (bahasa mandarin) Masih dengan kata-kata pedasnya kepada wanita yang bernama Sunny.


“Sudahlah berapa kali aku jelaskanpun kau tidak akan pernah percaya kata-kataku. Aku tuh udah move on darinya!.” (bahasa mandarin) Tegas Sunny yang memang adalah penggila Lu Chen sedari dulu.

__ADS_1


Sunny adalah rekan artis wanita Lu Chen beberapa tahun lalu. Dulu karirnya sangat melejit bahkan sebelum mengenal Lu Chen, namun karirnya mulai meredup karena gosip yang dibuat-buat oleh Jia Li saat itu. Ia dituduh menggunakan obat-obatan terlarang dan memiliki sugar daddy. Walaupun sebagian ada benarnya bahwa dirinya sempat terjebak obat-obatan terlarang namun itu karena dirinya yang mengkonsumsi obat tidur ilegal. Dan saat itu dirinya sempat ditangkap dan dikurung selama 3 bulan lamanya karena hal tersebut. Sejak itu karirnya mulai mengalami hambatan, namun Lu Chen menawarkan pertolongan untuk membantunya meniti karir kembali. Sunnypun masuk dalam agency yang sama dengan Lu Chen, dan iapun merasa sangat berhutang budi kepada Lu Chen.


“Ngapain kamu ada di rooftop saat ini?. Bukannya kamu sedang sibuk dengan rutinitas Promo single Lu Chen? Apalagi dia sudah punya tawaran main film kan? Kenapa kau bisa santai?.” (bahasa mandarin) Tanya Sunny yang heran melihat Xiao Feng yang sedang senggang.


“Hah! Bagaimana aku mau sibuk? Orangnya aja yang kamu bicarakan hilang entah ke mana!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng sambil menghisap rokoknya.


“Maksudmu hilang bagaimana?.” (bahasa mandarin) Tanya Sunny dengan wajah penasarannya.


“Kau tak perlu tahu dia ke mana yang jelas saat ini aku sangat frustasi!. Ke sini salah ke sana salah!.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang mulai mengacak rambutnya kasar karena stress dengan masalah Lu Chen yang menghilang.


Xiao Feng bingung dengan keadaan yang harus memilih bosnya Aaron Lu atau sahabatnya Lu Chen. Karena sejujurnya kalau harus memilih tentu saja dia akan memilih sahabatnya itu. Nasibnya sama dengan Sunny, Xiao Fengpun merasa berhutang budi dengan Lu Chen. Lantaran dulu saat dirinya SMA, Xiao Feng tak lebih dari siswa miskin yang hanya mengandalkan kepintarannya dalam belajar.


Di saat dirinya yang frustasi untuk melanjutkan kuliah padahal dirinya baru saja diterima di universitas ternama di Cina. Namun karena terpentok biaya iapun tak dapat melanjutkan kuliahnya. Dan Lu Chenpun saat itu memberinya bantuan dengan meminjamkan sejumlah uang untuk biaya kuliahnya sampai lulus.


Walaupun sampai sekarang Lu Chen tak pernah menagih hutangnya kepada Xiao Feng. Tapi Xiao Feng merasa terbebani dengan itu, iapun mulai mendampingi Lu Chen ke manapun Lu Chen melangkah dari dirinya yang mulai ikut audisi sampai dirinya sukses seperti sekarang. Semua juga berkat dukungan Xiao Feng yang tak kenal lelah membantunya sebagai asisten sekaligus manajernya.


“Kita sama-sama adalah orang yang berhutang budi kepada Lu Chen. Jadi untuk itu kita harus bisa membantunya sebisa mungkin, dan aku rasa hilangnya Lu Chen bisa jadi karena ia tidak ingin melibatkanmu dalam hal ini. Walaupun aku tak begitu mengenal Lu Chen tapi aku bisa menebaknya.” (bahasa mandarin) Ungkap Sunny yang mulai membuat Xiao Feng berpikir, bahwa perkataannya ada benarnya juga.


“Ternyata otakmu bisa berguna juga?. Aku pikir hanya ada Lu Chen di sana?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang memuji Sunny namun terdengar seperti sebuah sindiran baginya.


“Heh! Dari dulu otakku ini memang pintar! Gak mungkin dong aku jadi artis papan atas seperti sekarang!.” (bahasa mandarin) Ketus Sunny yang memilih untuk langsung pergi dari hadapan Xiao Feng saat itu juga. Dan Xiao Feng yang melihat kepergiannya hanya tersenyum seolah menggoda wanita cantik itu.


 

__ADS_1


Author


Xiao Feng kayaknya nemu lawannya nih


 


***


Ruang Presdir JF Group


“Apa benar dia sedang di sini?.” Tanya Jackson Lu pada Mr Lucas asistennya.


“Benar Tuan, Tuan Muda sedang berada di Indonesia sejak kemarin.” Jawab Mr Lucas.


“Aku tidak yakin dia akan menyapaku di sini. Biarkan saja dia dulu, aku tidak akan mengganggunya. Tapi tetap awasi dia!.” Pinta Jackson agar Mr Lucas tetap mengawasi keberadaan Lu Chen selama di Jakarta.


Tak lama Mr Lucaspun mengundurkan diri.


“Aku tahu kamu belum memaafkanku Lu, tapi apa sulitnya hanya sekedar menyapaku?.” Jackson Lu yang bermonolog sendiri.


Jackson Lu tahu bahwa Lu Chen sedang berada di Jakarta berkat bantuan Mr. Lucas asistennya. Walaupun hatinya sangat keras dan bahkan terlihat seperti tidak memiliki perasaan, namun untuk darah dagingnya sendiri tentu saja ia tetap perduli. Hanya saja ia sulit mengungkapkan perasaannya, karena didikan yang keras dari mendiang ayahnya hingga menciptakan dirinya yang berhati keras sekeras batu.


 

__ADS_1


***Author ***


Kisah Lu Chen dan Jackson Lu akan segera di mulai


__ADS_2