
“Apa yang kau katakan Xixi?. Kau tidak sedang bercanda kan?.” Tanya Jackson yang masih tak percaya.
“Aku serius dengan kata-kata ku barusan. Aku akan mewarisi perusahaan ku kepada Zahra.” Tegas Jiang Xi.
“Mommy. Mommy tak perlu melakukan hal itu.” Ucap Jason yang tak ingin membebani Mommy nya.
“Tenang, sayang. Aku tahu soal keputusan ku, aku sudah memikirkannya dengan matang.” Ucap Jiang Xi agar Jason percaya kepadanya.
“Lu, biarkan aku berbicara empat mata dengan Ayah mu!.” Pinta Jiang Xi agar Jason meninggalkan dirinya dan Jackson.
“Baiklah, My.” Jason yang kemudian pergi meninggalkan mereka berdua di taman.
Dan tinggallah Jackson dan Jiang Xi duduk saling berhadapan. Setelah sekian lama akhirnya waktu di mana mereka benar-benar berbicara dengan kepala dingin datang juga. Di mana sebelumnya Jackson tak pernah mau menatapnya sejak perceraian mereka yang ada hanya pertengkaran yang terjadi bila mereka berhadapan seperti saat acara peringatan kematian Mr. Zao Lu beberapa bulan lalu.
Kini Jackson yang memulai percakapan terlebih dahulu. Dengan nada santai ia mencoba berbicara sambil menatap Jiang Xi yang ada di hadapannya.
“Aku tahu kau hanya ingin membela Jason, anakmu. Katakanlah apa yang sebenarnya kau rencanakan?.” Ulang Jackson kepada Jiang Xi yang masih yakin bahwa dirinya berbohong.
“Aku tak akan mengulang semua ucapan ku. Kau hanya perlu menjawab YA atau TIDAK atas tawaran ku, karena aku yakin kau tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.” Ucap Jiang Xi yang tak ingin Jackson memutar balik perkataannya.
“Apa kau yakin kau sudah membuat kerjasama dengan Tuan Abel?.” Tanya Jackson memastikan.
“Kau tahu Abel menjalankan bisnis tidak sendirian. Ia memiliki anak pertamanya yang ia tempatkan di Beijing.” Ucap Jiang Xi.
“Oh!. Alex Josephine?.” Tanya Jackson menebak siapa anak dari Tuan Abel.
“Ya!. Alex sudah lama mengincar perusahaan ku untuk mengembangkan sayapnya di Cina. Dan aku menyetujui karena dengan ini aku bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan sayap ku hingga ke benua Eropa. Dan kini perusahaan ku yang di Prancis sedang di bangun dan mungkin beberapa bulan lagi sudah dapat beroperasi.” Ucap Jiang Xi yang langsung membuat Jackson terperangah, pasalnya ia tak pernah tahu bahwa mantan istrinya dapat se-sukses ini.
“Xixi, aku tak menyangka kau dapat membuat perusahaan mu berkembang sejauh ini.” Ungkapan bangga Jackson kepada Jiang Xi.
“Jackson sudahlah apa yang kau beratkan?. Biarlah Lu mengambil keputusannya sendiri, kita sudah banyak melakukan kesalahan terhadapnya. Aku rasa ini waktu yang tepat untuk kita menebusnya. Aku mohon!.” Ucap Jiang Xi yang kali ini merendahkan harga dirinya agar Jackson luluh.
“Xixi?.” Jackson yang mulai melunak dengan tatapan memohon Jiang Xi kepadanya.
Memang perasaan cintanya kepada mantan istrinya tak pernah hilang hingga saat ini. Ia masih menginginkan sosok cantik yang ada di hadapannya. Ingin rasanya ia memeluk mantan istrinya itu, namun apa daya rasa gengsi masih menyelimutinya saat ini.
“Aku tahu aku salah terhadap mu dan juga Lu anak kita. Tapi aku tak ingin mengandalkan diri mu dalam hal ini, sesulit apa pun diri ku aku masih bisa melakukannya sendiri.” Tegas Jackson yang masih teguh pada pendiriannya.
__ADS_1
“Dengan apa?. Dengan mengorbankan Lu?.” Tanya Jiang Xi yang kemudian meraih jemari Jackson yang nyaris tak pernah di sentuh olehnya.
“Aku tahu dulu aku bukan lah istri yang baik bagi mu hingga aku tak pernah mempedulikan diri mu. Aku tahu kau pernah mengalami hal sulit tapi kau tak pernah mengeluh pada ku. Aku tahu hal itu dari diri mu yang selalu mengurung diri di ruangan mu. Maafkan aku Jackson. Sungguh aku minta maaf.” Ucapan Jiang Xi yang saat itu membuat Jackson mengeluarkan bulir air mata yang seketika membasahi wajahnya.
Ia tak pernah menyangka ternyata selama ini istrinya sangat mempedulikan perasaannya. Namun karena sebuah keegoisan dirinya tak pernah mengetahui hal tersebut. Ia selalu menutup dirinya dari semua orang, karena tak ingin semua orang tahu kisahnya yang menyakitkan.
“Xixi, ternyata kau mengetahuinya. Aku minta maaf!.” Ucapan Jackson yang akhirnya ia lontarkan setelah sekian lama dirinya pendam.
“Percaya pada ku dan juga Lu, anak mu!.” Ucapan Jiang Xi sambil menatap lekat manik mata Jackson dan menggenggam erat jemarinya untuk meyakinkan mantan suaminya itu.
Jackson pun menganggukkan kepalanya tanda dirinya menyetujui permintaan Jiang Xi.
“Bawalah wanita itu ke Gala Dinner JF Group dua minggu lagi. Aku akan memperkenalkan Lu sebagai pewaris JF Group dan aku akan memperkenalkan wanita itu sebagai tunangannya di sana.” Ucap Jackson Lu yang langsung membuat Jiang Xi memeluk Jackson saat itu. Itu pertama kalinya mereka meluapkan semua perasaan, walau tak terucap kata cinta dari keduanya namun sudah cukup membuat sebuah moment haru diantara keduanya.
***
Light Entertainment
Di sebuah ruang latihan yang ada di gedung agency Light Entertainment, terlihat Sunny Chen yang sedang fokus dengan tariannya. Ia ditemani oleh Xiao Feng yang saat ini ditunjuk sebagai manajer langsung dirinya.
Sunny sedang fokus menghafal langkah demi langkah dari tarian lagunya. Ia tampak sangat bersemangat, pasalnya sebentar lagi adalah debut resmi dirinya sebagai penyanyi solo keluaran dari agency-nya. Sepeninggal Lu Chen Light Entertainment tidak memiliki artis andalannya, namun Aaron tak menyerah begitu saja. Ia melihat bakat terpendam dari Sunny Chen, dan memang Sunny merupakan artis yang pernah berada pada puncak enam tahun yang lalu.
Ya, Lu Chen memberikan beberapa lagu untuk penyanyi milik Aaron untuk mempermudah jalan mereka menuju kesuksesan. Lu Chen di saat-saat terakhir masih mempedulikan agency yang menaunginya ia tak ingin pergi begitu saja tanpa meninggalkan aset berharganya.
Namun di saat Sunny yang terlihat bahagia dengan debutnya, di sisi lain Xiao Feng tampak terlihat murung. Melihat hal itu membuat Sunny penasaran dan akhirnya menghampiri Xiao Feng.
“Ada apa dengan dirimu?.” (bahasa mandarin) Tanya Sunny sambil menepuk bahu Xiao Feng.
“Tidak aku hanya teringat Lu Chen.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang menatap loker milik Lu Chen yang berada di ruang latihan tersebut. Xiao Feng terlihat memegang handuk milik Lu Chen yang berada di dalam loker tersebut.
“Kau kangen dengannya?.” (bahasa mandarin) Tanya Sunny yang ikut merasakan hal yang sama dengan Xiao Feng.
“Tidak hanya saja ini terlalu tiba-tiba.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang matanya mulai berkaca-kaca.
“Sudahlah jangan menangisinya, ia sudah bahagia dengan pilihannya.” (bahasa mandarin) Sunny yang ikut bersedih dengan mengeluarkan air matanya.
“Loh, kenapa kamu menangis?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng yang heran melihat Sunny yang tiba-tiba mengeluarkan air mata.
__ADS_1
“Tidak tahu kenapa air mata ku tiba-tiba keluar seperti ini?.” (bahasa mandarin) Ucap Sunny sambil mengusap air matanya.
“Ini lucu!. Aku melihatmu menangis tapi seperti melihat mu tertawa. Hahaha!.” (bahasa mandarin) Akhirnya mereka menangis sambil tertawa.
“Aku rindu saat-saat di mana dia merepotkan ku. Orang yang tadinya hanya tahu bermusik itu. Tiba-tiba jatuh cinta seperti seorang anak kecil. Dialah Lu Chen. Dia selalu membuat ku khawatir karena hal itu.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang masih bercerita mengenai Lu Chen aka Jason Lu yang selalu membuatnya menderita.
Xiao Feng hari itu merasa kehilangan sahabat karibnya sejak SMA. Walaupun ia tahu Lu Chen sering membuat dirinya susah karena Moodnya yang selalu berubah-ubah. Kini dirinya menjadi rindu akan sosoknya yang seperti itu, biar bagaimana pun Lu Chen lah yang berjasa terhadapnya sedari SMA. Ia hari itu menangisi kepergian Lu Chen yang terkesan tiba-tiba.
“Aku juga merindukannya!.” (bahasa mandarin) Ucap Sunny sambil mengeluarkan cairan di hidungnya karena efek menangisnya.
“Jangan bilang kau rindu dengan wajahnya?.” (bahasa mandarin) Terka Xiao Feng yang memasang wajah kesal ke arah Sunny.
“Bukan!. Aku tahu dia sangat baik., kurasa tidak ada yang sebaik dirinya di dunia ini. Huhuhu!.” (bahasa mandarin) Ucap Sunny yang sekilas mengingat kebaikan Lu Chen terhadapnya.
“Memangnya selama ini aku tidak baik terhadap mu?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng yang merasa tak setuju dengan ucapan Sunny.
“Kamu kan teman ku pasti kamu baik.” (bahasa mandarin) Ucapan Sunny yang seketika membuat Xiao Feng jadi lesu.
Xiao Feng seakan tak terima jika Sunny hanya menganggapnya teman biasa.
“Teman?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng menegaskan.
“Iya, kau temanku yang baik Xiao Xiao!.” (bahasa mandarin) Ucap Sunny sambil merangkul bahu Xiao Feng.
Namun Xiao Feng tak terima dengan sikapnya. Ada perasaan aneh yang menjalar di sekujur tubuh Xiao Feng saat dirinya di rangkul seperti itu oleh Sunny Chen.
“Sudah ya, Xiao Xiao!. Aku harus segera pergi karena ada jadwal nge-date hari ini!. Bye!.” (bahasa mandarin) Sunny yang langsung undur diri selepas merangkul Xiao Feng.
“Eh!. Tunggu dulu!.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang merasa ada yang salah dengan pendengarannya.
Pasalnya mendengar ucapan Sunny yang akan bertemu janji dengan seorang pria. Tiba-tiba saja membuat hatinya panas, seakan tak terima bahwa Sunny telah memiliki lelaki lain.
“Sejak kapan dia punya, pacar?.” (bahasa mandarin) Gumam Xiao Feng sambil menerka-nerka lelaki yang akan bersama dengan Sunny Chen.
“Ada apa dengan ku?. Sepertinya ada yang salah!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng sambil menempeleng wajahnya seolah ia ingin dibangunkan dari mimpinya karena mulai memiliki perasaan dengan Sunny Chen.
Author
__ADS_1
Uhuy!. Xiao Feng mulai bergetar