
Apartemen Lu Chen
Lu Chen tampak membaca beberapa naskah yang telah diberikan Xiao Feng untuk serial drama terbarunya musim depan. Ia harus memilih satu drama dari banyak Production House yang menawarkan peran kepadanya, ia tengah fokus dengan karakter dan plot cerita dari beberapa drama tersebut.
Berdasarkan karakter Lu Chen biasanya memilih drama kolosal, karena setting dan background cerita yang unik dan penuh fantasi. Dan biasanya ia mencari genre komedi di dalamnya karena ia tak perlu banyak melakukan adegan serius. Apalagi ia tahu kelemahannya yang kesulitan melakukan adegan intim dengan lawan jenis.
Di tengah dirinya yang sedang fokus memperhatikan salah satu naskah yang menarik perhatiannya. Ia pun dikejutkan dengan suara yang berasal dari saku tasnya. Lalu ia merogoh tas dan ternyata suara tersebut berasal dari ponselnya.
“Halo, ada apa Xiao Feng?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang merasa terganggu dengan panggilan Xiao Feng, karena hari ini sudah sangat larut untuk menerima panggilan.
“Lu!. Kamu harus ke penjara segera!. Urgent!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang seketika membuat Lu Chen terdiam.
“Apa ada sesuatu yang tidak beres?.” (bahasa mandarin)Tanya Lu Chen memastikan.
“Para penculik itu mati Lu!. Ini gawat!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng.
“Apa!.” (bahasa mandarin) Teriak Lu Chen yang tak sadar bahwa saat itu ia hanya berbicara melalui ponsel.
“Tenanglah!. Aku akan menjemputmu sekarang juga!. Jangan menyetir sendiri karena sangat berbahaya untukmu apalagi aku tahu seperti apa kalau kau sudah hilang akal. Tunggu aku!.” (bahasa mandarin) Pinta Xiao Feng yang ingin Lu Chen tetap tenang dan menunggunya.
Xiao Feng lalu memutuskan panggilannya dan bersiap untuk menjemput Lu Chen. Dan Lu Chen masih terdiam karena ucapan Xiao Feng, Lu Chen masih tak menyangka bagaimana hal itu bisa terjadi sepertinya kasus ini bukanlah kasus yang mudah. Dan pastinya ia tahu dengan adanya kejadian ini bisa saja nyawanya maupun nyawa orang-orang di sekitarnya dapat terancam.
“Apa yang harus aku lakukan?. Siapa mereka?. Ini gila!.” (bahasa mandarin) Batin Lu Chen yang masih shock atas apa yang terjadi.
Dan iapun memutuskan tidak menghubungi Zahra soal ini, Lu Chen dan Xiao Feng pagi itu juga pergi ke penjara tempat di mana ke empat penculik itu di tahan dan meregang nyawa.
***
__ADS_1
Lu Chen dan Xiao Feng menuju ke ruang kepala sipir yang bertanggung jawab di tempat kejadian. Di sana sudah ada beberapa petugas kepolisian yang tengah menyelidiki kasus tersebut. Petugas kepolisian pun melihat kedatangan Lu Chen dan Xiao Feng mengarahkan mereka ke tempat di mana Mayat ke empat penculik itu berada.
“Mereka telah teracuni saat makan malam, karena pada pukul 6 sore mereka masih terlihat baik-baik saja. Kami mencurigai petugas kami yang telah memberi mereka makan yang diberi racun.” (bahasa mandarin) Ungkap kepala Sipir.
“Apa racun itu memang hanya ditujukan kepada mereka, Pak?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng yang ingin mengetahui lebih detail kejadian.
“Ya!. Karena para tahanan kami memakan makanan yang sama dengan mereka dan hasilnya tidak ada yang bermasalah.” (bahasa mandarin) Ucap kepala sipir kembali.
“Dan untuk itu kalian tidak perlu khawatir mayat mereka akan kami otopsi terlebih dahulu. Dan untuk sipir yang bertugas tadi malam sedang kami cari keberadaan nya. karena setelah kejadian ia menghilang entah ke mana.” (bahasa mandarin) Ucap petugas kepolisian yang melaporkan hasil penyelidikkan nya kepada Lu Chen dan juga Xiao Feng.
Lu Chen masih terdiam seribu bahasa mendengar penjelasan dari kepala sipir dan petugas kepolisian. Ia menerka-nerka semua rangkaian kejadian yang menimpa dirinya dan juga Zahra. Ia melihat kondisi mayat yang ada di hadapannya, sepertinya kondisi tubuhnya sudah mulai membusuk dan bau menyengat sudah menguar di ruangan tersebut.
Lu Chen meminta Xiao Feng agar melanjutkan percakapannya kembali di tempat lain karena ia sudah tidak tahan dengan bau dari ruangan tersebut.
“Xiao Feng, aku butuh waktu untuk berpikir. Bisakah kau mengantarku ke tempat Zahra?.” (bahasa mandarin) Pinta Lu Chen kepada Xiao Feng saat itu.
“Ini sudah terlalu larut ke sana Lu!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang tak ingin mengganggu penghuni Mansion.
“Halo!.” (bahasa mandarin) Sapa Jiazhen.
“Halo kawan!. Apa aku mengganggu?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang sedikit merasa tidak enak karena telah mengganggunya tengah malam.
“Oh tidak apa kawan!. Kamu bisa menghubungiku kapan saja. Ada apa ini?. Seperti ada sesuatu yang serius hingga kamu menghubungiku.” (bahasa mandarin) Tebak Jiazhen.
Dan Lu Chen pun akhirnya menceritakan tujuannya menelpon Jiazhen. Dia ingin tinggal di Mansion untuk sementara sampai kasus Zahra selesai dan itu di mulai hari ini. Ia pun menceritakan perihal para penculik yang telah mati terbunuh di penjara. Jiazhen pun yang mendengar itu langsung menyetujui permintaan Lu Chen.
Dengan di antar oleh Xiao Feng Lu Chen menginap di Mansion Jiazhen pagi itu. Iapun memilih tidak tidur dan berdiskusi sepanjang malam hingga menjelang fajar datang bersama Jiazhen.
__ADS_1
Zahra pun yang tak tahu bahwa kekasihnya menginap di Mansion Jessica dikejutkan dengan keberadaan Lu Chen yang tiba-tiba berada di meja makan.
“Lu?.” Panggil Zahra kepada Lu Chen.
“Bunga, duduklah di sampingku!." Pinta Lu Chen yang menginginkan Zahra agar berada di dekatnya. Entah kenapa Lu Chen berubah menjadi manja saat itu. Ia meminta Zahra untuk menyendok kan sarapan dan juga menuangkan minuman di mejanya. Dan ia tak ingin jauh dari Zahra sedikitpun.
“Waduh!. Lu lebih baik kamu nikahi Zahra secepatnya!. Kamu bisa dekat-dekat dengannya sepanjang waktu bahkan bisa tidur dan mandi bareng.” (bahasa inggris) Canda Jiazhen yang membuat wajah Zahra memerah karena malu.
“Apakah bisa seperti itu?. Kurasa ide itu tidak buruk, sayang. Bagaimana?. Soal restu kita bisa menyampaikannya melalui telepon ke orang tuamu.” Ide Lu Chen yang dijawab dengan injakan kaki oleh Zahra.
“Aww!!. Lu Chen yang kesakitan karena kakinya yang terinjak oleh Zahra.
“Kau tahu Jiazhen jangan pernah bertindak sesukamu di depan dia!. Kalau tidak nasibmu akan seperti aku. Kau tahu cubitannya saja bisa lama hilang bekasnya, apalagi injakan nya ini!.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang masih menahan sakit di kakinya akibat ulah Zahra.
“Ya Zahra kamu lawan!. Sudah banyak laki-laki yang jadi korbannya. Nih, mau aku sebutin?.” Ucapan Jessica yang langsung dihentikan Zahra dengan membekap mulut Jessica dengan tangannya.
“SStt!.” Ucap Zahra yang ingin Jessica tak lagi bersuara.
"Zahra!. Apalagi yang kalian tunggu kami siap jadi saksi kalian!. Sungguh!." (bahasa inggris) Jiazhen yang seratus persen mendukung keputusan Lu Chen.
"Hahaha!." Zahra yang hanya bisa tertawa menanggapi omongan serius teman-temannya.
Lu Chen hari itu terlihat tak mengatakan sepatah katapun mengenai kasus yang terjadi tengah malam. Ia memilih menyembunyikan hal itu dari Zahra.
Lu Chen bermaksud untuk melindungi kekasihnya itu apapun yang terjadi. Dan karena hal tersebut sikap Lu Chen menjadi sangat posesif kepada Zahra.
Ia tak mengizinkan Zahra bekerja melebihi 8 jam dan harus pulang sebelum malam tiba. Sampai waktu tidurpun diatur olehnya.
__ADS_1
Zahra menjadi frustasi di buatnya, untung saja Jiang Xi tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena ia tahu keadaan Zahra yang memang memerlukan perlindungan saat ini.
Jiang Xi bahkan tengah membantu Lu Chen dalam penyelidikkan kasus ini. Dengan dibantu orang kepercayaannya Jiang Xi mulai menyelidiki rentetan kasus yang terjadi kepada Lu Chen dan Zahra.