
Haripun berganti sudah dua hari Zahra menyandang status sebagai kekasih Lu Chen sang idol seantero Cina. Dan selama dua hari pula hatinya dipenuhi bunga-bunga, Lu Chen memenuhi setiap inci otaknya saat ini.
“Hey! Ra! Kok aku perhatiin semenjak kamu pulang dari apartemen Lu Chen. Senyum terus bawaannya? Hati-hati gigi kering nanti!.” Jessica curiga ada sesuatu antara Lu Chen dan Zahra karena Zahra belum menceritakan tentang hubungannya dengan Lu Chen.
“Ah kamu bisa aja? Gak bisa lihat orang senang? Apa yang salah Jess? Perasaan aku biasa aja?.” Zahra menampik tuduhan sahabatnya itu.
“Pasti ada yang kamu sembunyiin kan?. Udah ngaku aja! Kamu jadian ya?.” Jessica menembak Zahra dengan pertanyaan yang tepat pada sasarannya.
Dan dengan malu-malu Zahra mengangguk atas pertanyaan sahabatnya itu.
“Wah Ra! Gila kamu! Berita besar begini kamu bisa-bisanya ‘gak ngomong sama aku?.” Jessica marah sekaligus kaget dengan jawaban dari Zahra.
“Maaf, sejujurnya aku masih belum percaya dengan semua ini. Apalagi kamu tahu 'kan dia siapa? Kami bagai langit dan bumi, inginnya kurahasiakan saja dari semua orang.” Zahra menjelaskan seperti apa perasaannya saat ini, sehingga ia memilih untuk merahasiakannya. Tapi berbeda dengan Zahra, Jessica justru meminta agar sahabatnya itu berani dengan sikapnya dan tidak menutup-nutupi kebenaran apalagi dengan sahabatnya sendiri.
“Apa Amber sudah tahu?.” Jessica bertanya apa Amber mengetahui hubungannya dengan Lu Chen, namun Zahra menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Jessica.
***
Kurang lebih satu jam lamanya Zahra dan Jessica berbincang-bincang di kafe dekat kantornya.
Tiba-tiba suara ponsel Zahra berdering
Melihat di layar ponsel tertera nama Lu Chen, Zahra langsung bergegas mengangkat teleponnya
“Bunga, kurang lebih setengah jam lagi aku sampai di kantor.” Lu Chen memberitahu Zahra bahwa sebentar lagi dirinya akan sampai untuk janji hari ini. Sontak membuat Zahra mendadak kaget dan langsung menepuk jidatnya itu dengan kencang.
“A.. apa? Hadeuhh… aku lupa! Aku masih makan siang dengan Jessica. Baiklah aku akan segera ke sana!.” Zahra langsung meraih tas jinjingnya dan mengkodekan Jessica agar segera beranjak dari tempat duduknya dan bergegas kembali ke kantor.
“Kenapa kamu bisa lupa kalau kita ada janji?. Baru kemarin aku mengingatkanmu. Ku tunggu setengah jam lagi di kantormu! Dah!.” Lu Chen langsung menutup ponselnya dengan sepihak.
“Hadeuhh kenapa aku cepet banget lupanya sih?.” Zahra merutuki dirinya yang selalu lupa kalau soal Lu Chen. Dan merekapun akhirnya jalan dengan tergesa-gesa menuju ke kantor.
***
__ADS_1
Kantor GG Group
Jessica yang daritadi hanya diam dan mengikuti Zahrapun akhirnya memilih buka suara dan bertanya kepada sahabatnya itu.
“Kamu sebenarnya kenapa sih Ra? Kayak orang kesetanan gituh? Aku sampai 'gak jadi minum gara-gara kamu minta buru-buru! Lihat nih jadi seret kan!.” Jessica memegang tenggorokannya yang seret gara-gara tidak sempat minum sehabis makan.
“Lu… “ belum juga dirinya menyebutkan nama orang yang di maksud… Tiba-tiba..
Ting! Bunyi pintu lift terbuka
Terlihat sosok Lu Chen dengan tampilannya yang mempesona berada di dalam lift yang terbuka. Zahra dan Jessica seketika terperangah dengan kedatangan Lu Chen yang tak disangka-sangka itu.
Karena Jessica dan Zahra hanya diam terperangah dan tidak segera masuk lift membuat pintu lift hampir saja tertutup. Namun dengan cepatnya Lu Chen menahan tombol buka lift dan mempersilahkan ke dua insan itu untuk masuk lift bersamanya.
Dan di dalam lift tidak ada satupun diantara mereka yang bersuara, hingga akhirnya suara deheman Jessica membuyarkan kesunyian yang ada dalam lift tersebut.
“Ehemm!! Sepertinya kita sudah sampai. “ Jessica menatap ke arah Lu Chen dan Zahra secara bergantian seolah berusaha untuk mendeteksi kejanggalan.
Jessica dengan cepat meraih ponselnya dan mengabadikan moment tersebut dan mengirimkannya ke Amber dan juga Jiazhen suaminya. Zahra yang ditarik tangannya melirik ke segala arah sambil menunduk malu, karena sepanjang perjalanan seluruh karyawan yang ada di lorong lantai tersebut menatap ke arah mereka berdua.
“Aduhh… mau ditaruh di mana mukaku ini?. Bathin Zahra.
Begitu sampai ke ruangan yang dituju, Lu Chen menatap ke arah Jessica yang mengikuti langkah mereka berdua. Seolah mengerti dengan maksud tatapan Lu Chen Jessicapun undur diri dengan dalih ada janji makan siang dengan suaminya. Padahal Zahra tahu kalau Jessica sudah selesai makan dengannya tadi.
Lu Chen yang melihat kepergian Jessicapun, langsung menarik Zahra hingga terjatuh ke pangkuannya. Zahra yang sudah duduk di kaki Lu Chen itu, menatap kesal ke arah Lu Chen.
“Kamu kenapa? Marahkah?.” Lu Chen menatap wajah Zahra yang terlihat kesal itu.
“Sudah tahu jawabannya masih tanya?.” Zahra melempar wajahnya ke samping dan tak mau menatap wajah Lu Chen.
“Bunga… coba kamu jelaskan aku salah apa?.” Lu Chen menarik kembali wajah Zahra ke arahnya.
“Kenapa kamu menarikku di depan banyak orang? Kamu ‘kan sudah janji Lu Chen!.” Zahra menegaskan perjanjian mereka untuk merahasiakan hubungan mereka. Namun nyatanya Lu Chen malah mengumbarnya di kantor.
__ADS_1
“Panggil aku Lu! Kalau tidak aku akan mengumumkan hubungan kita ke seluruh kantor ini hingga tak hanya lantai ini yang tahu tapi seluruh kantor.” Lu Chen mengerjai kekasihnya itu agar mau memanggilnya dengan akrab.
“Ok..!Ok! Iya Lu!!.” Zahra memanggilnya dengan nada kesal.
“Aku tidak dengar! Coba ulangi lagi! Seperti ini… Lu, sayang….!.” Lu Chen meminta Zahra agar memanggilnya dengan nada mesra yang seketika membuat Zahra merasa geli.
“Baiklah, Lu sayang…!.” Dengan nada dibuat-buat akhirnya Zahra dapat membungkam mulut kekasihnya itu.
“Kamu tenang saja, di kantor ini tidak ada yang berani menggosipkan aku. Karena ini perusahaan keluargaku, kalau gosip tersebar maka habis riwayat mereka.” Dengan tatapan mengintimidasi dari Lu Chen membuat Zahra yakin bahwa tidak akan ada yang macam-macam dengan Lu Chen dan keluarganya.
Hari itu hari yang seharusnya mereka habiskan dengan pembicaraan soal kostum menjadi arena bermesraan untuk kedua insan yang sedang di mabuk kepayang. Tak sesekali Zahra mencoba mengukur badan Lu Chen, namun yang terjadi mereka justru saling berpelukan, dan saat Zahra membuat sketsa kostum, Lu Chen selalu mencuri kecupan kecil di area wajah Zahra hingga Zahra tak bisa berkonsentrasi. Hingga kegiatan merekapun harus terganggu dengan suara ketukan di ruangan Zahra.
Tok! Tok! Tok…!
“Masuk!” Zahra mengizinkan tamunya untuk masuk ke ruangan.
Terlihat Xiao Feng dan Amber yang masuk ke dalam ruangan. Dan begitu kaget dengan pemandangan yang Xiao Feng dan Amber lihat, karena posisi Lu Chen dan Zahra yang sedang pangku-pangkuan itu. Dan Zahrapun yang lupa akan posisinya tersebut langsung berdiri dan membenarkan posisinya.
“Ehemm! Apa kami mengganggu?.” (bahasa inggris) Xiao Feng yang berusaha menetralkan suasana sembari merutuki dirinya yang selalu saja sial karena dirinya selalu salah timing. Terhitung sudah ke tiga kali dirinya mendapati artisnya itu sedang kepergok bermesraan dengan kekasihnya.
Amber yang ikut melihatnya pun tanpa berpikir panjang langsung melangkahkan kakinya menuju meja Zahra. Dan kemudian langkahnya diikuti oleh Xiao Feng dari belakang. Mereka memang saat ini harus segera menyelesaikan project kostum panggung konser Lu Chen, karena ini berhubungan dengan wajah perusahaan. Dengan terpilihnya Lu Chen sebagai Brand Ambassador GG Group, maka apa yang di pakai olehnya adalah wajah dari GG Group untuk itu mereka tidak bisa bersantai-santai soal ini.
Amber yang melihat Zahra yang sudah sedikit berantakan itu, kemudian mendekati telinga Zahra dan membisikkan sesuatu ditelinganya.
“Kerjakan ini dulu! Nanti kalau mau lanjut aku siapkan kamar khusus buat kamu di hotel sebelah.” Amber mengedipkan matanya ke arah Zahra, dan di tanggapi dengan pelototan dari Zahra.
Author
Baru juga dua hari udah nempel kayak perangko
__ADS_1