
Di Sebuah Ruang Make Up di Stasiun Televisi di Hongkong
Terlihat Lu Chen yang sedang di rias oleh beberapa make up artis. Datanglah Xiao Feng bersama wanita cantik yang sepertinya host sebuah acara televisi.
“Lu, kamu sudah siap? Sebelumnya aku akan memperkenalkan Bao Yu, host acara Talk Show ini.” (bahasa mandarin) Xiao Feng memperkenal host acara yang akan di selenggarakan kepada Lu Chen.
“Oh. Hai! Apa kabar? Lu Chen. Bagaimana Bao?.” (bahasa mandarin) Lu Chen langsung saja menanyakan maksud dan kedatangan Bao Yu menghampirinya.
“Baiklah, aku langsung saja memberitahukan beberapa pertanyaan yang akan ku tanyakan kepadamu. Apakah bisa kita mulai?.” (bahasa mandarin) Bao Yu menjelaskan detail pertanyaan yang akan dirinya tanyakan kepada Lu Chen agar acara berjalan dengan lancar.
“Baiklah kalau memang seperti itu, pertanyaan apapun aku tidak masalah. Asalkan jangan pertanyaan menyangkut masalah pribadi saja. Aku tidak akan menjawabnya.” (bahasa mandarin) Lu Chen menegaskan bahwa dirinya tidak akan membahas masalah pribadi di setiap wawancara, karena baginya pribadi dan pekerjaan sangatlah jauh berbeda. Apalagi saat ini ia hanya ingin melindungi kekasihnya Zahra dari semua pihak termasuk keluarganya sendiri.
Acara bincang-bincang pun di mulai, dengan performa Single baru dari Lu Chen.
Setelah lagu selesai Lu Chenpun diperkenalkan oleh host kepada penonton di studio maupun yang ada di luar studio, karena siaran tidak hanya untuk di TV saja tapi streaming baik di digital dan juga sosial media.
Lu Chenpun memperkenalkan dirinya kepada penonton, dan kemudian host pun mulai menanyakan perihal lagu terbarunya.
Pertanyaan pun berkembang menjadi di mana inspirasi dalam membuat lagu tersebut. Sampai akhirnya pertanyaan beralih menjadi siapa wanita yang sudah berhasil menempati hati Lu Chen. Lagi-lagi Lu Chen disudutkan dengan pertanyaan ini kesekian kalinya.
Xiao Feng yang melihat itupun meminta produser acara untuk memberikan kode kepada host untuk mengganti pertanyaan. Namun lagi-lagi host tersebut berusaha untuk mengulik lebih dalam hal tersebut. Lu Chenpun terlihat geram, namun dirinya tahan karena acara tengah berlangsung. Akhirnya Lu Chen membuka suaranya dan mengatakan bahwa dirinya sedang fokus berkarir dan tidak ada waktu untuk urusan percintaan. Kemudian host pun mengalihkan pertanyaan lain setelah Lu Chen menjawab pertanyaannya.
Seolah seperti direncanakan sebelumnya hal tersebut, padahal perjanjian sebelumnya tidak ada pertanyaan pribadi yang terselip. Tapi Lu Chen seperti dibohongi oleh pihak penyelenggara, iapun tak bisa diam saja.
Acara pun berakhir dengan tepukan meriah dari seluruh penonton baik di dalam maupun diluar negeri. Acara tersebut memang di setting agar terlihat lebih hidup dengan menggunakan aplikasi yang dapat berinteraksi langsung dengan seluruh penonton. Karena teknologi canggih tersebutlah, Lu Chen tak dapat berkutik dirinya hanya bisa pasrah dengan semua pertanyaan yang dilemparkan host kepadanya.
__ADS_1
Selesai acara Lu Chen langsung menghampiri hostnya dengan wajah yang menahan amarah. Iapun berbisik ke arah telinga host tersebut.
“Puas kau!.” (bahasa mandarin) Lu Chen mengungkapkan kemarahannya kepada host tersebut, dengan kata-kata tajam darinya. Dan wajah host itupun seketika berubah seolah takut dengan kata-kata dari Lu Chen.
“Xiao Feng! Ayo kita pergi!.” Lu Chenpun meminta manajernya itu agar segera pergi dari acara tersebut.
Dengan langkah tergesa-gesa dan wajah yang masih menahan amarah Lu Chen pergi meninggalkan acara talk show tersebut tanpa pamit lagi. Xiao Feng pun tahu dengan gelagat dari sahabatnya itu, ia tahu kalau Lu Chen sedang marah.
Di dalam mobil menuju ke hotel, Lu Chen terlihat menekuk wajahnya dan hanya diam seribu bahasa. Sampai Xiao Feng memberanikan diri untuk bertanya.
“Eem!! Apa kamu sedang marah?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng kepada Lu Chen.
“Apa kamu tidak tahu? Atau pura-pura tidak tahu?.” (bahasa mandarin) Lu Chen mengerti, kalau Xiao Feng hanya kepo saja.
“Apa kamu takut Zahra akan melihatnya?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng bertanya langsung tepat pada sasaran. Karena selama acara berlangsung dibenak Lu Chen hanya ada Zahra, Zahra dan Zahra. Ya walaupun kekasihnya itu ingin ia merahasiakan soal hubungan mereka, tapi tetap saja Lu Chen tidak bisa berbohong soal dirinya yang sudah punya kekasih.
“Mungkin dia tidak akan marah dengan ini, tapi aku yang tak bisa lagi menyembunyikannya. Kamu tahu ini sungguh menyakitkan, apalagi aku tahu saat ini wanita rubah itu sedang memata-matai. Sial!!." (bahasa mandarin) Teriak Lu Chen sambil memukul handle pintu mobil, membuat Xiao Feng yang sedang menyetir menjadi tidak fokus dan mengerem mendadak. Untung saja tidak ada mobil yang berada di belakang mereka.
“Lu! Apa yang kamu lakukan?. Lihat tanganmu sampai lebam! Ingat besok masih ada acara yang harus kita hadiri.” (bahasa mandarin) Xiao Feng memperingatkan Lu Chen untuk menjaga dirinya agar tidak terluka, karena itu sangat mempengaruhi karirnya. Apalagi kalau sampai ada gosip-gosip yang tidak enak beredar karena tangannya yang terluka itu.
Lu Chen tak menggubris omongan dari Xiao Feng dan tetap memperlihatkan wajah kesalnya.
***
Di sisi lain Zahra sedang sibuk dengan design barunya, iapun dikejutkan oleh suara ponsel miliknya. Ia melihat notifikasi pesan baru dari sahabatnya Amber.
__ADS_1
-Pesan-
Pengirim : Amber
“Ra, coba kamu buka channel you**** XXX. Ada Lu Chen lagi streaming. Jangan kerja terus! Ingat kamu udah punya pacar!!. Wkwkwk.”
Pesan yang diselingi canda dari Amber itupun membuat Zahra tersenyum simpul. Iapun menuruti perkataan Amber dan membuka aplikasi You**** dan masuk ke channel yang diberitahukan Amber. Dan benar saja ia melihat kekasihnya itu sedang tampil di sebuah acara talk show di salah satu stasiun TV di Hong Kong.
Untung saja di acara tersebut memiliki penterjemah sehingga ia dengan mudah mengerti apa saja yang mereka bicarakan. Termasuk saat-saat host melemparkan pertanyaan pribadi kepada Lu Chen.
Seketika jantung Zahra berdebar tak karuan saat host tersebut bertanya soal kekasih Lu Chen.
DEG
Zahra melihat ada perasaan tidak nyaman dari kekasihnya itu, walaupun hanya sekilas karena Zahra tahu Lu Chen sangat profesional dalam pekerjaan pastinya ia berusaha untuk menutupinya.
Begitu mendengar jawaban dari Lu chen, ada perasaan senang maupun sedih yang bersamaan di hati Zahra. Senang karena akhirnya Lu Chen tidak membongkar hubungannya dan sedih karena dalam hati yang sebenarnya ia ingin semua orang tahu kalau Lu Chen adalah kekasihnya tapi mau bagaimana lagi, dan tak bisa dipungkiri bahwa akan ada banyak mata yang menatapnya tidak suka jika hal itu diumbar.
Namun dalam hatinya juga ada perasaan sedih yang melihat rasa tak nyaman Lu Chen saat diwawancara.
“Kasihan Lu Chen. Apa aku perlu menghubunginya? Tapi aku tahu dia sedang sibuk.” Batin Zahra yang bimbang ingin menghubungi Lu Chen atau tidak. Akhirnya Zahra memilih untuk mendiamkan hal ini sampai Lu Chen yang menghubunginya terlebih dahulu.
Author
Tetap kasih dukungan othor dengan cara like, kasih gift dan comment karya ini ya!!
__ADS_1
Xie Xie!