
Dua hari kemudian Beijing dikejutkan dengan berita kedekatan Lu Chen dengan rekan duetnya Sunny Chen. Terlihat beberapa foto duet Lu Chen dan Sunny Chen juga beberapa foto candid mereka yang sedang berada di backstage saat Launching GG Group.
Masyarakat mulai heboh dengan berita tersebut, dan pemburu beritapun mulai mencari klarifikasi dari berita yang ada. Dan lobby kantor Aaron Lu adalah sasaran pertama mereka, dan saat itu bertepatan dengan Van milik Lu Chen yang tepat datang memasuki lobby tersebut dan keluarlah Lu Chen beserta Sunny Chen yang datang bersama di dalam satu Van.
Para pemburu berita langsung mengarahkan kamera mereka ke arah Sunny dan Lu Chen yang terlihat berjalan bersama memasuki perusahaan.
Banyak fans yang kecewa dengan kedekatan mereka, namun banyak juga yang mendukung hubungan mereka. Bahkan hal ini membuat promo single duet mereka menjadi trending topik nomor satu di Cina.
“BRaakK!!.”
Lagi-lagi Aaron Lu yang masuk tanpa permisi ke ruangan Lu Chen.
“Paman, bisakah Paman masuk dengan mengetuk pintu?.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang merasa terganggu dengan kehadiran Pamannya itu, karena saat ini dirinya tengah disibukkan dalam pembuatan lagu baru.
“Lu, ini kemajuan!. Coba kamu lihat!. Promo single dirimu dan Sunny melesat menjadi trending topik!. Sekarang kamu bisa lega, akhirnya beritamu dengan Zahra tertutupi.” (bahasa mandarin) Ucap Aaron yang puas dengan hasil dari idenya.
“Tapi entah mengapa aku merasa khawatir dengan ini semua, ku harap ini keputusan yang tepat.” (bahasa mandarin) Lu Chen berkata sambil memainkan jarinya di tuts piano miliknya.
“Baiklah!. Aku akan pergi untuk menghadiri sebuah meeting. Kembalilah fokus pada pekerjaanmu!. Dan jangan lupa panggil Xiao Feng bila perlu apa-apa!.” (bahasa mandarin) Ucap Aaron yang berlalu dari hadapan Lu Chen dengan tergesa-gesa.
Tampaknya berita antara Lu Chen dan kekasih Indonesianya telah tertutup dengan rapih oleh berita kedekatan dirinya dengan Sunny Chen. Entah mengapa Lu Chen merasa ini semua tidak seharusnya terjadi, ia tetap merasa kejujuran tetaplah jalan terbaik. Namun dibalik itu semua dirinya tidak boleh hanya memikirkan keegoisannya saja, banyak pihak yang harus menanggungnya salah satunya agency yang membesarkannya. Karena dengan berita skandal dirinya dengan Zahra akan membuat karir cemerlangnya harus dipertaruhkan, dan itu akan membuat dampak yang buruk bagi semua. Walaupun Lu Chen sebenarnya sudah tidak terlalu peduli lagi dengan karirnya. Ia hanya ingin melepas semua beban yang ada di dirinya saat ini.
***
Siang hari di Jakarta, Jessica dan Zahra janjian di sebuah Cafe untuk menyantap makan siang bersama. Hari itu mereka bertemu untuk perpisahan, karena Jessica akan pergi lebih dulu ke Beijing untuk menyusul Jiazhen, suaminya.
“Ra, kamu gak lihat Amber?. Ke mana dia?. Akhir-akhir ini sikapnya aneh. Aku kirim pesan suka gak dijawab, kayaknya dia menyembunyikan sesuatu.” Tanya Jessica yang mulai mencurigai sikap sahabatnya Amber.
Zahra yang mendengar hal tersebut langsung mengingat kejadian di Sasana. Di mana Amber mulai bersikap aneh kepadanya.
“Ra!. Eh malah bengong!.” Panggil Jessica kepada Zahra yang terlihat melamun itu.
“Eh aku kurang tahu Jess, mungkin dia lelah karena seminggu aku membebaninya untuk mengecek stock setiap toko klien yang kita supply.” Jawab Zahra yang sedikit berbohong, karena tak ingin berasumsi sendiri. Karena bisa jadi terkaannya terhadap Amber salah.
“Oh mungkin, tapi bener dia mulai aneh deh!. Beberapa kali dia sering minta parfum aku!. Kan aku tahunya dia sering pakai parfum cowok, tiba-tiba aja dia minta parfum aku yang wanginya girly abis itu. Ini bener deh ada yang gak beres sama dia!.” Curiga Jessica kembali.
“Masa sih?. Perasaan waktu ketemu dia masih pakai parfum cowok.” Ungkap Zahra yang memang masih merasakan parfum cowok di tubuh Amber saat mereka bertemu terakhir kali di Sasana.
__ADS_1
“Ah rasa-rasanya aku mencium bau-bau cinta, Ra!.” Tebak Jessica yang yakin sikap aneh Amber karena dirinya yang sedang jatuh cinta.
“Mungkin saja, tapi lebih baik kita tahu langsung dari orangnya. Daripada harus menerka-nerka yang tidak jelas.” Ucap Zahra sambil memainkan ponsel ditangannya dan mengetikkan beberapa pesan balasan untuk beberapa kliennya.
Namun saat Zahra sibuk dengan ponselnya tiba-tiba saja ponselnya itu terjatuh karena terdorong oleh anak kecil yang melewatinya. Dan ponselnya retak tak sengaja terinjak oleh anak kecil itu.
“Ponselku!. Tidakkk!!.” Bathin Zahra yang menangis melihat ponselnya yang retak dan mati total karena seorang anak kecil. Ingin rasanya marah, tapi apa daya yang melakukan adalah seorang anak kecil yang tidak berdosa.
Dan tak lama ibu dari anak tersebutpun datang dan meminta maaf kepada Zahra karena tak sengaja merusak ponselnya.
“Maaf ya mba anak saya gak sengaja, tapi saya bisa ganti kok!.” Ucap Ibu anak tersebut yang hendak bertanggung jawab atas perbuatan anaknya.
“Gak usah, Bu!. Lagipula ini cuma ponsel lama sudah seharusnya diganti.” Ucap Zahra sambil memberikan senyum ramahnya ke arah Ibu dari anak tersebut. Zahra yang memang memiliki sifat sungkan yang selalu merasa tidak enak itu, pastinya tidak akan meminta pertanggung jawaban sang Ibu. Apalagi dia tahu bahwa anaknya tidak sengaja melakukannya.
“Ra, mending kamu betulin aja dulu di tukang service biasanya gak lebih dari dua hari pengerjaannya.” Ucapan Jessica memberikan ide.
“Jess… mana aku lagi nunggu kabar Lu Chen lagi. Dan Sim Card aku juga rusak. Gimana nih?.” Zahra yang berucap sambil memanyunkan bibirnya.
“Udah lakuin aja yang aku saranin, cepat mumpung tokonya masih buka. Yuk aku antar!.” Akhirnya mereka meninggalkan Cafe dan bergegas pergi ke toko service hp.
***
“Ok!. Sudah selesai!.” Akhirnya pekerjaannya telah rampung dan iapun mulai mencari ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
Lu Chen mencoba menghubungi ponsel Zahra kala itu, namun ia tak berhasil. Akhirnya iapun mencoba mengirimkan sebuah pesan kepadanya.
Pengirim : Lu Chen
Pesan:
“Apa kamu sibuk?. Aku coba hubungi tapi ponselmu tidak aktif?.”
Namun lagi-lagi Lu Chen tak mendapatkan balasannya. Iapun mulai berpikir siapa tahu Zahra sibuk dengan urusannya sehingga tak dapat menjawab pesan maupun panggilan darinya. Di saat dirinya yang sedang berkutat dengan ponselnya datanglah Xiao Feng ke ruangannya dengan membawa kabar.
“Lu, bagaimana apa sudah selesai?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng.
“Iya sudah, apa Sunny sudah sampai?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang ingin segera menyelesaikan pekerjaannya bersama Sunny.
__ADS_1
“Ya, dia sudah ada di ruang rekaman. Kamu tinggal ke sana menemuinya!.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng yang ingin Lu Chen menghampiri sunny.
“Baiklah aku akan segera menyelesaikan urusanku secepatnya!. Karena setelah ini aku minta waktu untuk beristirahat.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang langsung membuat wajah Xiao Feng menjadi kusut.
“Terserahlah!.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng yang tak ingin berdebat dengan Lu Chen.
Di Studio Rekaman
Tampak Sunny Chen yang sudah duduk di depan ruang rekaman menunggu Lu Chen.
“Apa aku lama?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen.
“Oh sama sekali tidak, aku baru saja sampai.” (bahasa mandarin) Jawab Sunny dengan senyuman manisnya.
“Aku ingin kamu mendengarnya terlebih dahulu lagu ini.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang memainkan peralatannya dan mulai memainkan musiknya.
Lagu dengan nuansa Pop Jazz yang sangat lembut di dengar pabila dinyanyikan oleh Lu Chen dan Sunny Chen. Lagu ini mewakili perasaannya kepada Zahra saat ini.
Sunny Chen yang mendengarkannyapun sudah tahu bahwa lagu ini ditujukan kepada siapa. Iapun langsung berusaha untuk menghafalkan nada dan liriknya. Walaupun sebelumnya Lu Chen sudah mengirimkan contoh lagu kepadanya. Namun lagu itu pasti sudah terdengar jauh berbeda setelah di mix.
Lu Chen dan Sunny pun bersiap-siap untuk mencoba menyamakan suara mereka di studio rekaman. Di tengah-tengah mereka yang sedang rekaman, terdapat tim content yang bertugas untuk mengabadikan moment kebersamaan mereka untuk media promosi di platform digital dan sosial media.
***
Di toko Servis HP
Zahra dan Jessica sedang fokus melihat ponsel Zahra yang sedang diperiksa oleh tukang servis. Zahra meminta agar ponselnya dapat segera diperbaiki, namun sayang spare part untuk memperbaiki ponselnya ternyata tidak tersedia. Dan Zahra akhirnya harus bersabar sampai spare part ponselnya tersedia yang memakan dua sampai tiga hari untuk mendapatkannya. Dan untuk sementara Zahra harus menggunakan ponsel cadangan untuk membantu pekerjaannya, karena biar bagaimanapun ia harus tetap bisa bertukar kabar dengan semua kliennya.
“Haduhhh!. Aku lupa menghubungi Lu Chen soal ini. Aku takut dia menghubungiku.” Ungkap Zahra sambil memukul dahinya yang tak berdosa itu.
“Sudah serahkan padaku, aku akan mengabarinya soal ini. Kamu fokus saja dengan klienmu. Ok?.” Pinta Jessica agar Zahra tidak perlu khawatir dengan Lu Chen.
Namun yang terjadi Jessica sudah menghubungi Jiazhen untuk mengabari Lu Chen tentang ini. Dan ternyata Jiazhenpun sedang sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa untuk mengabari Lu Chen. Dan Zahrapun yang tak tahu hal itu, memilih tidak menghubungi Lu Chen untuk sementara dan fokus pada pekerjaannya.
Zahra tidak tahu sebenarnya Lu Chen saat ini tengah menunggu kabar darinya. Ia bingung harus bertanya kepada siapa?. Karena Jiazhen tak bisa dihubungi, alhasil Lu Chen dan Zahra kembali putus kontak.
Dan Lu Chen menjadi merana karena kekasihnya itu tak menghubunginya sampai menjelang liburan tahun baru tiba. Padahal Lu Chen berniat ingin mengajaknya liburan tahun baru di Beijing. Apa rencananya harus kandas karena ini?.
__ADS_1
Author
Tunggu episode berikutnya ya!