
Beijing
Zahra dan Jason menghadiri launching single terbaru milik Sunny Chen. Di sana Jason diundang sebagai bintang tamu atas permintaan Aaron sekaligus memenuhi permintaan Jiang Xi untuk membicarakan masalah hak waris.
Sunny terlihat sangat bahagia karena akhirnya di launching perdana debutnya, Zahra beserta Jason bisa hadir menyemangatinya, tak terkecuali Xiao Feng yang beberapa bulan ini menahan rindu karena harus kehilangan artis yang dia besarkan yaitu, Lu Chen.
“Lu Chen!.” Peluk Xiao Feng yang merindukan sosok Lu Chen pada Jason.
“Hush!. Panggil aku Jason!.” (bahasa mandarin) Wajah merah Jason yang di peluk seperti bayi oleh Xiao Feng.
“Tidak mau!. Kamu selamanya Lu Chen bagi ku.” (bahasa mandarin) Rengek Xiao Feng yang tak ingin melepas pelukannya pada Jason.
“Hey!. Aku sudah besar dan sebentar lagi aku akan menikah!. Apa kata orang-orang nantinya?.” (bahasa mandarin) Ucap Jason yang masih heran dengan sikap Xiao Feng yang seperti anak kecil.
Akhirnya Jason pun berhasil melepaskan pelukan Xiao Feng lalu seketika menjauh secepatnya dari Xiao Feng agar dirinya tak memiliki kesempatan untuk memeluknya kembali.
“Kau pikir aku bakteri yang harus kamu hindari?.” (bahasa mandarin) Protes Xiao Feng kepada Jason yang menjauhinya.
“Tidak aku tak mau kau memeluk ku lagi.” (bahasa mandarin) Jason pun kemudian menarik Zahra dan memeluknya di depan Xiao Feng.
“Yang boleh memeluk ku saat ini hanya Zahra, calon istri ku.” Ketus Jason yang seketika membuat Zahra dan Sunny yang melihatnya tersenyum menahan tawa karena ulah dua anak manusia yang sudah seperti kucing dan anjing itu.
Sunny pun memasuki ruang konferensi pers di mana Aaron Lu akan memperkenalkan Sunny Chen sebagai artis solo dari agency Light Entertainment, dan ia juga memperkenalkan Xiao Feng sebagai manajer yang ditunjuk Aaron untuk menangani langsung Sunny Chen.
Dan pada konferensi pers itu Sunny memperkenalkan Single garapan terbarunya yang mengusung nama Lu Chen sebagai pembuat lirik, arranger dan juga producer dari Single tersebut.
Lu Chen pun ikut serta dalam konferensi pers yang diadakan Light Entertainment tersebut. Ia memberitahukan bahwa kehadirannya saat ini untuk men-support Sunny Chen sebagai mantan rekan duetnya. Dan Lu Chen kali itu juga mengumumkan bahwa dirinya akan tetap mendukung Light Entertainment melalui lagu-lagu yang akan di buat dan di producer-i langsung dirinya.
Dan itu menjadikan sebuah berita yang hangat saat ini, pasalnya media sudah tahu soal pertunangan Lu Chen dan kekasihnya, Zahra. Namun media tidak diperbolehkan menanyakan hal yang tidak berkaitan dengan Single baru Sunny Chen. Namun tetap saja ini merupakan moment para media untuk mendapatkan berita eksklusif dari Lu Chen.
Selepas acara, Jason beserta Zahra keluar dengan di kawal bodyguard memasuki mobil mewah milik keluarga Lu. Dan hal itu tak luput dari kejaran media, sepanjang jalan mereka pun menjadi buruan paparazzi.
__ADS_1
***
Kediaman Jiang Xi
Di hari yang sama Jason beserta Zahra di undang Jiang Xi untuk ke kediamannya. Mereka dijadwalkan untuk mengadakan makan malam bersama. Saat itu Jiang Xi meminta waktu untuk membicarakan hal yang penting kepada Jason dan juga Zahra.
“Kalian pasti bingung kenapa aku memanggil kalian kemari?.” Ucap Jiang Xi sambil tersenyum.
“Memangnya ada apa Mommy?.” Tanya Jason yang mulai penasaran.
“Zahra, aku tahu kau sangat menyayangi keluarga mu. Tapi kau harus tahu, setelah kau menikah dengan Lu, tentunya suami mu lah yang harus kamu utamakan. Benar tidak?.” Ucap Jiang Xi yang semakin membuat Jason dan Zahra penasaran.
“Ya tentu saja.” Tegas Zahra meyakinkan.
“Aku ingin kamu menempuh ilmu design di Prancis.” Perkataan Jiang Xi yang seketika membuat mereka berdua terkejut.
“Maksud Mommy, mau memisahkan aku dan kekasih ku begitu?.” Tanya Jason yang mulai ragu dengan Mommy nya.
“Tidak, sayang. Kau tahu aku sudah memilih Zahra sebagai penerus ku nantinya, tapi hanya mengenal dan menyukai design saja tidak cukup untuk menjadi seorang designer sejati. Kamu juga harus memiliki dasar ilmu yang cukup terutama pasar asing. Kau harus mengerti pasar internasional sayang. Kau harus memiliki kemampuan yang melebihi diri ku. Dan setelah ini aku akan menempatkan mu di cabang GG Group yang ada di Prancis. Bersediakah?.” Tanya Jiang Xi kepada Zahra.
“Iya Mommy, aku tidak rela berpisah dengan Zahra secepat ini!.” Protes Jason kepada Mommy nya.
“Tentunya aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Untuk itu aku akan segera menikah kan kalian di catatan sipil Beijing besok siang.” Ucapan Jiang Xi yang sekali lagi membuat Jason dan Zahra membulatkan mata.
“Me.. menikah?.” Ucap Jason dan Zahra serempak.
“Ya, aku sudah mendaftarkan nama kalian berdua di catatan sipil untuk menikah besok siang!.” Tegas Jiang Xi.
“Apa?.” Ucap Zahra yang masih tak percaya.
“Bagaimana dengan orang tua ku?.” Ucap Zahra yang langsung teringat ke dua orang tuanya.
__ADS_1
“Kamu bisa menikah terlebih dahulu di sini, nanti bisa menikah kembali di negara mu dengan wali mu. Bagaimana?. Karena aku membutuhkan dirimu yang harus segera pergi ke Prancis untuk mengurus segala sesuatunya.” Ucap Jiang Xi yang benar adanya.
Dan akhirnya Jason dan Zahra pun setuju atas usulan Jiang Xi untuk mendaftarkan pernikahan mereka di Beijing.
Dan besoknya mereka berdua dengan ditemani Jessica dan juga Jiazhen menikah di catatan sipil, Beijing. Saat itu Jessica dan Jiazhen berperan sebagai saksi mereka berdua.
Selepas resmi sebagai pasangan suami istri, Jason dan Zahra pulang ke apartemen milik Jason yang sebelumnya mereka masih tinggal terpisah. Namun karena sekarang mereka sudah resmi sebagai suami istri mereka pun sudah bisa tinggal satu atap.
Jason dan Zahra sampai di apartemen mereka dengan perasaan yang canggung, pasalnya ini pertama kalinya mereka berstatus sebagai pasangan suami istri.
Mereka hari itu memilih tidak mengadakan pesta apapun karena masih dalam suasana Jet lag dan mereka berdua tidak punya banyak waktu untuk melakukan itu dan akhirnya mereka memilih secepatnya pulang ke apartemen.
Suasana canggung masih menyelimuti keduanya, mereka memandang satu sama lain dengan tatapan yang tak biasa. Zahra yang terlihat malu menatap wajah Jason, namun berbeda dengan Jason ia seakan telah terbebas dari kungkungan yang membelenggunya selama ini.
Tanpa banyak tanya Jason langsung membopong tubuh Zahra menuju kamar tidur. Zahra yang terkejut dengan perlakuan Jason terhadapnya langsung berteriak minta untuk diturun kan. Lalu Zahra pun dibaringkan di tempat tidur milik Jason.
“Tenanglah sayang!. Aku sudah lama menahannya kau sangat tahu itu.” Pandangan Jason yang seperti serigala yang akan menerkam buruannya.
“Tapi kita baru saja sampai, bagaimana kalau bersih-bersih badan terlebih dahulu?.” Ucap Zahra yang masih grogi dengan tatapan Jason kepadanya.
Baru saja Zahra membalikkan badannya menuju arah kamar mandi, Jason langsung membopongnya kembali lalu melemparnya ke tempat tidur. Zahra sedikit tak kuasa dengan perlakuan Jason yang sangat menggebu-gebu.
Jason lalu menindih tubuh Zahra dan menguncinya dengan kedua kakinya. Iapun menanggalkan pakaian atas miliknya hingga sekarang dirinya sudah bertelanjang dada.
Zahra yang baru pertama kali melihat otot-otot milik kekasihnya ralat suaminya itu tiba-tiba memalingkan wajahnya saking malunya. Namun Jason meraih wajah Zahra dan membalikkan ke arahnya.
“Tatap aku!. Kau harus melihatnya karena ini semua adalah milik mu!.” Ucap Jason yang membuat wajah Zahra semakin memerah.
Dan Jason pun mencumbui seluruh wajah Zahra tanpa terkecuali. Lalu merambah hingga ke leher milik Zahra, Jason pun menyesap bibir manis milik Zahra dan meraupnya seperti kelaparan.
Zahra tak dapat menahan gelenyar rasa aneh yang diberikan Jason kepadanya, hingga di bawah sana menuntut lebih atas perlakuan Jason. Jason pun mulai menanggalkan pakaian Zahra satu per satu dengan lembut hingga menyisakan benda seperti kaca mata yang menyanggah buah kenyal miliknya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lagi akhirnya Jason berhasil menanggalkan seluruh pakaian milik Zahra, kemudian berakhir dengan menanggalkan pakaian bawah miliknya dan mereka pun sudah sama-sama tak mengenakan pakaian sehelai pun.
Dan hari itu di sore hari menjadi saksi dua insan yang sudah sah sebagai suami istri melakukan malam pertama mereka. Walau hari belum memasuki malam hari, namun mereka sudah menunaikan kewajiban sebagai pasangan yang sah.