Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Obrolan Hangat


__ADS_3

Jia Li yang berjalan melalui lorong Mansion nya, seketika terdiam karena melihat pemandangan yang mengotori matanya. Ia melihat Daddy dan Mommy tirinya sedang bercumbu mesra di taman bunga. Andai saja di sana tidak Ayahnya Ia tak perlu berbasa-basi dan tersenyum kepada wanita itu. Namun itu harus dirinya lakukan bila ia masih ingin dianggap sebagai anak oleh Daddy nya.


“Daddy!.Mommy!.” Sapa Jia Li yang menghampiri Mr. Feng dan istrinya.


“Jia!. Mau ke mana kamu?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng kepada putrinya.


“Aku mau shopping Daddy, aku bosan di rumah saja.” (bahasa mandarin) Sambil mencium pipi kiri dan kanan ayahnya.


“Daddy mau bicara sebentar dengan dirimu. Setelah itu kau boleh pergi!.” (bahasa mandarin) Pinta Mr. Feng agar Jia Li menuruti perintahnya.


“Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan minuman hangat untuk kalian berdua.” (bahasa mandarin) Ucap Nyonya Feng.


Akhirnya Mr. Feng membuka pembicaraan dengan putrinya itu setelah sekian lama mereka tak berbicara empat mata.


“Kau sudah dengar kabar Lu Chen?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng langsung pada intinya.


“Aku sudah lama tak mendengar kabar tentangnya. Karena Daddy membatasi semua akses ku!. Dan bahkan aku tak memiliki ponsel pribadi di tanganku, Daddy.” (bahasa mandarin) Ucap Jia Li yang memang benar adanya, bahwa Mr. Feng tak membiarkan putrinya itu menggunakan akses internet maupun alat komunikasi yang bisa berhubungan dengan dunia luar.


“Lu Chen sudah memiliki kekasih, dan baru saja ku dengar kekasihnya itu mengalami insiden penculikan minggu lalu.” (bahasa mandarin) Ungkap Mr. Feng yang ingin melihat reaksi putrinya tersebut.


“Daddy!. Apa maksud Daddy membicarakan hal ini denganku?.” (bahasa mandarin) Jia Li yang tak mengerti maksud dari pertanyaan Daddy nya.


“Jia, kamu tahu Lu Chen sudah bukan tunangan mu lagi. Dan aku tak ingin kamu mencampuri urusannya mulai detik ini!. Ku harap hal yang terjadi bukanlah ulah darimu!. Dan jika saja aku menemukan bukti keterlibatan mu dalam hal ini!. Daddy pastikan kamu tidak akan bisa menghindari hukuman!. Cukup dulu saja aku membantumu dari jeratan hukum, namun tidak kali ini Jia!.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng kepada putrinya.


“Jadi Daddy menuduhku yang melakukan penculikan itu?. Aku bahkan tidak tahu menahu soal Lu Chen dan wanita itu Daddy!. Ya setidaknya hanya sedikit yang kutahu soal dia!. Dan aku tidak mungkin melakukan hal nekad yang sangat ceroboh seperti itu!. Daddy harus percaya padaku!.” (bahasa mandarin) Ucap Jia Li dengan meneteskan air matanya karena tidak menyangka bahwa Daddy nya bisa menuduhnya tanpa alasan.


“Biar waktu dan bukti yang menjawabnya Jia!. Aku tahu kamu mengerti yang Daddy maksud, karena Daddy tidak akan mentolerir kesalahan apapun walau dari anak Daddy sendiri. Sekarang kamu boleh pergi Jia!.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng yang lagi-lagi tak mau mendengarkan penjelasan Jia Li.

__ADS_1


“Daddy!. Kau tak bisa menuduhku!. Aku akan buktikan kalau ini bukanlah ulahku!.” (bahasa mandarin) masih dengan tangis Jia Li meminta Daddy nya untuk mempercayai perkataannya. Tapi yang ada Mr. Feng malah pergi meninggalkan Jia Li saat itu tanpa mau menoleh ke belakang.


Jia Li tidak habis pikir semua peristiwa yang terjadi kepadanya, seakan-akan setiap pergerakkan nya sudah diketahui oleh orang lain. Siapa yang mencoba menjebak Jia Li?.


***


Setelah satu minggu lamanya Zahra absen dari pekerjaannya di GG Group karena kasus yang menimpanya. Dan hari ini adalah hari pertamanya masuk kerja, dan ia masuk kerja dengan diantar Lu Chen kekasihnya. Lu Chen memaksa untuk mengantar Zahra bekerja karena Zahra tetap bersikeras ingin bekerja padahal jatah cutinya masih sampai minggu depan. Lu Chen mengizinkannya dengan satu syarat, bahwa dirinya akan menemaninya bekerja.


Mau bagaimana lagi Zahra pun mengiyakan persyaratan Lu Chen, walaupun sebenarnya dirinya berat dengan syarat itu. Karena yang ada seluruh kantor akan tahu mengenai hubungan mereka.


Dan benar saja yang terjadi, Lobby perusahaan jadi ricuh karena kedatangan Lu Chen dan Zahra yang keluar dari mobil yang sama. Zahra yang menjaga jarak dengan Lu Chen, memilih berjalan terlebih dulu agar langkahnya tak seiringan dengan Lu Chen. Tapi yang ada Lu Chen menarik tangan Zahra dan menggenggam erat tangannya di depan karyawan yang ada.


Sontak gosip-gosip bermunculan di antara mereka, banyak diantara mereka yang menganggap Zahra perusak hubungan orang. Karena yang orang tahu Lu Chen adalah kekasih Sunny Chen.


Zahra mencoba menepis tangan Lu Chen, tapi yang ada tangan Zahra semakin digenggam erat olehnya sampai masuk ke dalam lift.


“Kamu apa-apaan sih?. Gak lihat karyawan banyak yang melihat?.” Kesal Zahra yang merasa Lu Chen tak melihat kondisi.


“Lu!. Kamu tahu ini masih awal tahun. Ingat perjanjian kita?.” Zahra yang lagi-lagi mengingatkan Lu Chen soal perjanjian mereka.


“Sudahlah sayang!. Mau sampai kapan?.” Kesal Lu Chen yang tak ingin Zahra menyembunyikan hubungan mereka lagi.


Dan lift pun berhenti Zahra langsung melepaskan tangan Lu Chen dan bergegas untuk keluar dari lift tersebut. Namun ditengah perjalanan mereka memasuki lorong, mereka berpapasan dengan Jiang Xi yang baru saja keluar dari ruang meeting.


“Lu Chen?. Zahra?.” Sapa Jiang Xi kepada mereka berdua.


“Pagi Bu Jiang!.” Sapa Zahra sambil membungkukkan kepalanya.

__ADS_1


“Zahra, kamu sudah masuk?. Bukankah cuti mu masih sampai minggu depan?.” Tanya Jiang Xi kepada Zahra.


"Saya hanya bosan di Mansion dan hari ini memilih masuk bekerja, Bu.” Jawab Zahra.


“Lu, apa kabarmu?.” Tanya Jiang Xi yang melihat Lu Chen tengah menggandeng lengan Zahra.


“Aku baik.” Dengan sedikit keraguan Lu Chen menjawab sapaan dari Mommy nya.


“Apa aku bisa berbicara sebentar dengan kalian berdua?.” Tanya Jiang Xi kepada Lu Chen dan Zahra. Dan mereka berdua pun saling memandang satu sama lain atas pertanyaan Jiang Xi.


“Baiklah!. Bu Jiang setelah ini kami akan menyusul ke ruangan anda.” Ucap Zahra walau saat itu Lu Chen tampak keberatan dengan jawaban Zahra.


***


Lu Chen dan Zahra sudah ada di ruangan Jiang Xi, suasana saat itu sangatlah kaku. Apalagi diantara Jiang Xi dan Lu Chen, mereka tampak hanya bertatap-tatapan tanpa saling menyapa satu sama lain.


“Ehem!. Bu Jiang apa maksud dari tujuan anda untuk membawa saya dan Lu Chen kemari?.” Tanya Zahra yang membuat Jiang Xi mengalihkan pandanganya kepada Zahra.


“Aku tahu soal kasus mu Zahra, aku hanya ingin mendengar ceritanya langsung dari mulutmu. Apa kau keberatan?.” Tanya Jiang Xi yang membuang formalitasnya kepada Zahra, karena saat ini Jiang Xi memposisikan dirinya sebagai Mommy dari Lu Chen.


“Aku sebenarnya tidak ingin menceritakan berulang kalinya. Tapi ini karena mengingat Ibu yang menginginkannya, saya rasa tidak masalah jika saya menceritakannya kembali.” Ucap Zahra yang tak ingin mengecewakan Mommy Lu Chen.


Dan akhirnya Zahra pun menceritakan kembali kisah dirinya di culik dan akhirnya diselamatkan oleh Lu Chen saat itu. Jiang Xi pun memberikan pelukan hangatnya kepada Zahra, karena merasa ikut simpati dengan apa yang terjadi. Ia tahu kejadian itu pasti karena eksistensi anaknya Lu Chen, namun ia tak dapat menyimpulkan hal tersebut dengan mudah terlebih ada Lu Chen saat ini.


Jiang Xi tahu Lu Chen pasti merasakan kegundahan yang teramat dalam atas kasus yang menimpa Zahra, dan pastinya Lu Chen menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi untuk itu Jiang Xi memilih diam dan hanya mendengarkan Zahra berbicara.


“Lu, apa kau sudah bertemu Dr. Zack?. Ku dengar ia sedang berada di Beijing, kupikir ia menemui mu?.” Ucap Jiang Xi yang mencoba membuka percakapan dengan Lu Chen.

__ADS_1


“Aku tidak tahu, tapi pasti Paman akan menghubungiku bila ia datang.” Jawaban singkat dari Lu Chen yang menanggapi pertanyaan Jiang Xi. Dan hari ini Lu Chen tak sedikitpun mengeluarkan kata-kata ketusnya kepada Jiang Xi, dan ini merupakan pertama kalinya setelah sekian tahun.


Dan akhirnya percakapan mereka berjalan dengan baik, walau tak ada banyak kata yang diucapkan Lu Chen di antara mereka. Tampaknya Lu Chen masih belum terbiasa berbicara dengan akrab terhadap Jiang Xi. Karena rasa gengsi masih menyelimuti pikirannya saat itu. Namun Zahra berhasil menyambung percakapan di antara mereka, sehingga Jiang Xi tidak terlalu terinjak harga dirinya. Sepertinya Lu Chen sudah mulai menerima Jiang Xi sebagai Mommy nya kembali, mungkin hanya waktu yang dapat mengembalikan keakraban diantara mereka.


__ADS_2