
Ruang Keluarga di Mansion Keluarga Lu di Beijing
“Lu, kamu yakin keputusanmu untuk menemui Mr. Feng?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng.
“Ya, aku harus menyelesaikan semuanya dengan baik.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen dengan tegas.
“Apa kamu tidak perlu bantuan polisi?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang tak ingin terjadi sesuatu pada Lu Chen.
“Kamu pikir Mr. Feng itu musuhku?. Kami sudah seperti keluarga dengannya.” (bahasa mandarin) Senyum Lu Chen yang mengiringi setiap perkataannya.
“Tapi kamu tahu dia itu seorang ketua mafia, pastinya hatinya dingin tak bisa membedakan keluarga maupun musuhnya.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang masih mengkhawatirkan Lu Chen.
“Tenang Xiao Feng!. Percayalah padaku kali ini aku akan menanganinya dengan baik.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen sembari menepuk bahu Xiao Feng.
“Tuan!.” (bahasa mandarin) Panggil kepala pelayan Shilin kepada Lu Chen.
“Ada apa Pak Shilin?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen.
“Tamu Tuan sudah bangun dari tidurnya.” (bahasa mandarin) Ucap Pak Shilin.
“Baiklah!. Aku akan segera ke sana!.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang kemudian mengikuti Kepala Pelayan Shilin menuju kamar atas tempat di mana Sipir itu berada.
Tampak dari kejauhan Sipir yang bernama Huan sedang sarapan di layani oleh beberapa pelayan. Raut wajahnya sudah terlihat lebih cerah dari waktu kemarin Lu Chen membawanya dari sel penjara bawah tanah milik Mr. Feng.
“Bagaimana kabarmu, Huan?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang sudah berada di hadapannya.
“Lu Chen?. Aku baik… te.. terima kasih telah menyelamatkanku.” (bahasa mandarin) Ucap Sipir itu dengan sedikit terbata-bata.
“Itu sudah tugas ku sebagai sesama manusia.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen.
“Dan maaf karena diriku kau berada dalam bahaya.” (bahasa mandarin) Ucap sipir tersebut sambil tertunduk, ia merasa tidak enak hati dengan Lu Chen yang mau mengorbankan dirinya untuk membantunya melepaskan diri dari jeratan mafia.
“Apa tubuhmu sudah baik-baik saja?. Karena terakhir ku lihat kau sangat sakit dan…” (bahasa mandarin) Lu Chen yang sungkan mengatakan bahwa sipir itu terlihat seperti orang gila terakhir kali.
__ADS_1
“Aku disiksa habis-habisan di ruangan itu, mereka memukul, mencambuk dan juga menyetrum ku. Bahkan aku tak dibiarkan makan dan minum selama dua hari belakangan ini.” (bahasa mandarin) Ungkap sipir itu sambil mengeluarkan air mata mengingat kekejaman anak buah Mr. Feng.
“Bagaimana akhirnya kau bisa berada di tangan mereka?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen dengan tatapan menelisiknya.
“Waktu itu aku hendak berangkat bekerja shift malam keesokkan harinya saat kejadian keracunan itu terjadi. Namun di perjalanan ada seseorang yang mengawasi ku dan aku berakhir di penjara bawah tanah itu. Mereka mencoba membuat ku mengaku dengan tuduhan yang tidak aku lakukan.” (bahasa mandarin) Ungkap Sipir itu kembali sambil menggaruk-garuk jemarinya seperti orang ketakutan.
“Kau tenang saja!. Aku akan membebaskan mu secepatnya, tapi sebelum itu aku membutuhkan bantuan mu. Aku mohon kau dapat bekerja sama dengan ku.” (bahasa mandarin) Pinta Lu Chen agar Huan mau membantunya kali ini.
“Apa saja?. Katakanlah!.” (bahasa mandarin) Ucap Pak Huan setelah berpikir sejenak ia memutuskan untuk membantu Lu Chen.
Dan Lu Chen pun meminta detail wanita dapur yang memberinya makanan saat itu, seperti apa rupanya dan detail pertemuannya dengan wanita itu sekali lagi.
Huan tidak memiliki detail rinci soal wanita tersebut, dan ia hanya menjelaskan sedikit pertemuannya dengan wanita cantik bermasker tersebut. Dan akhirnya Lu Chen menemukan titik terang dengan kesaksian Huan. Setiap orang yang masuk ke dapur harus melalui bagian pemeriksaan, dan Huan pun mengarahkan Lu Chen kepada bagian pemeriksaan Penjara tempat para penculik itu di tahan.
Dan iapun menyebutkan siapa saja nama pemeriksa yang bertugas hari itu. Lu Chen akhirnya meminta Xiao Feng untuk segera menyelidiki hal tersebut kepada Ketua Sipir Penjara. Setelah percakapan mereka selesai Lu Chen meminta Dokter Tao yang sudah datang ke Mansion untuk memeriksa kondisi menyeluruh Huan, dan kemudian bergegas pergi untuk menyelesaikan urusannya dengan Mr. Feng siang itu.
Sebenarnya Lu Chen belum memiliki bukti kuat untuk menyelamatkan Huan dari jeratan Mr. Feng. Tapi dengan bermodal kemampuan berbicara milik Lu Chen ia pun berharap Mr. Feng dapat bekerja sama dengannya untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Di sisi lain di sebuah gang kumuh tampak wanita cantik yang dikenal dengan panggilan Nyonya Feng tengah memasuki gang kumuh tersebut. Ia masuk ke salah satu rumah kumuh yang letaknya terpencil dari rumah-rumah kumuh lainnya.
“Di mana wanita itu?.” (bahasa mandarin) Tanya Nyonya Feng pada lelaki yang memiliki codet di wajahnya.
“Dia di kamar, Nyonya. Mari saya tunjukkan.” (bahasa mandarin) Ucap lelaki berwajah codet itu.
Nyonya Feng memasuki kamar yang ditunjuk oleh lelaki tersebut. Ia pun melihat seorang wanita yang meringkuk dan terlihat terikat tangan dan kakinya di kamar itu. Wanita itu tengah tertidur, bila dari dekat wanita itu memiliki tubuh yang mulus dan putih dan memiliki tahi lalat yang menggoda di bagian lehernya yang terpampang jelas saat posisinya tertidur miring seperti itu.
“Hei!. Bangun!.” (bahasa mandarin) Panggil lelaki berwajah codet itu dan menggunakan kakinya untuk membangunkan wanita tersebut.
Wanita itupun akhirnya terbangun dengan tenaganya yang tampak sudah lelah karena menangis dan berusaha kabur dari tempat itu. Ternyata wanita yang mereka tahan adalah pelayan wanita yang memberikan bukti Jia Li dan juga yang meracuni penculik Zahra di sel penjara.
“Nyonya!. Tolong lepaskan saya Nyonya!. Saya Mohon!. Anda sudah berjanji pada saya!.” (bahasa mandarin) Teriak mantan pelayan itu sambil memohon di kaki Nyonya Feng.
“Minggir kau!.” (bahasa mandarin) Ucap Nyonya Feng yang ingin menghentikan wanita itu merajuk padanya.
__ADS_1
“Nyonya!. Malam itu anda sudah berjanji akan melepaskan saya jika tugas saya sudah selesai!. Tapi kenapa saya malah di tempat ini, Nyonya?. Anda tidak bermaksud untuk membunuh saya kan?. Jangan Nyonya!. Ibu saya sakit keras!. Dan adik saya masih sekolah!. Saya Mohon Nyonya ampuni saya!.” (bahasa mandarin) Ucap wanita itu yang sudah kehabisan kata-kata agar Nyonya Feng melepaskannya.
“Heh!. Jangan harap!. Aku akan menyingkirkan semua orang yang terlibat dalam kasus ini dengan rapih!.” (bahasa mandarin) Ucap Nyonya Feng dengan tatapan kejamnya ke arah wanita itu.
“Nyonya, bagaimana dengan wanita ini?. Langsung eksekusi saja?. Atau kita keep dulu?.” (bahasa mandarin) Tanya lelaki berwajah codet itu.
“Eksekusi besok!. Aku masih ingin memberinya waktu terakhir untuk bernafas.” (bahasa mandarin) Senyum mengerikan mengiringi setiap perkataannya.
“Jangan Nyonya!. Anda sudah berjanji kepada saya!. Ampuni saya Nyonya!. Saya Mohon!.” (bahasa mandarin) Wanita itu yang mulai memeluk kaki Nyonya Feng dan mengiba padanya.
“Minggir!. Sampah seperti mu tak pantas menyentuh ku!.” (bahasa mandarin) Ucap Nyonya Feng yang memandang wanita itu seperti orang rendahan.
“Singkirkan tanganmu!.” (bahasa mandarin) Tegas lelaki bercodet itu sambil menarik tubuh si mantan pelayan wanita agar menjauh dari Nyonya Feng.
“Aku tak ingin ada masalah lain!. Kau tahu konsekuensinya?. Pastikan tempat ini aman dari jangkauan anak buah suamiku!.” (bahasa mandarin) Pinta Nyonya Feng kepada lelaki berwajah codet itu.
“Sudah saya pastikan Nyonya!. Tidak ada satu pun dari anak buah mereka yang berada di area ini. Karena mereka berada di pusat kota dan di sekitar perairan negara ini dan daerah ini terlalu kumuh untuk mereka Nyonya.” (bahasa mandarin) Terang lelaki itu.
“Bos!.” (bahasa mandarin) Teriak salah satu anak buah lelaki berwajah codet.
“Ada apa?.”* (bahasa mandarin)* Tanya lelaki berwajah codet itu.
“Tadi saya melihat mobil mencurigakan yang berada di kawasan kita. Saya mencoba mendekati mobil tersebut dan seketika mobil itu segera menghilang dari pandangan saya.” (bahasa mandarin) Ucap anak buah lelaki itu.
“Mobilnya seperti apa?.” (bahasa mandarin) Tanya Nyonya Feng tiba-tiba.
“Sepertinya mobil mewah nyonya, warnanya hitam. Dan sepertinya mobil itu hanya dimiliki orang-orang kalangan atas saja. Saya kurang memperhatikan jenis mobilnya karena ia sudah kabur secepat kilat saat saya menghampirinya.” (bahasa mandarin) Ucap anak buah lelaki itu dengan sedikit ragu-ragu.
“Sial!. Shawn!. Bawa segera anak buahmu pergi dari tempat ini!. Dan jangan tinggalkan jejak!. Sekarang!!.” (bahasa mandarin) Teriak Nyonya Feng kepada lelaki berwajah codet dan anak buahnya.
Nyonya Feng sudah menyadari kecurigaan Shawn kepada dirinya, dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk bergegas meninggalkan kawasan hari itu.
“Aku sudah ketahuan!.” (bahasa mandarin) Batin Nyonya Feng yang resah karena dirinya ketahuan. Wajahnya seketika berubah menjadi ketakutan dan berkeringat dingin, ia pun terlihat meremas ke dua jemarinya. Ia tahu bagaimana kejamnya Mr. Feng kepada orang-orang yang sudah berani mengkhianatinya siapapun orangnya.
__ADS_1