Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Pesta Ulang Tahun Isabelle


__ADS_3

Jakarta


Sore hari, Bu Mirna sibuk dengan tanaman-tanaman hiasnya. Ia menyiram tanaman hiasnya sambil mendendangkan lagu kesukaannya dari penyanyi dangdut papan atas H. Rhoma Irama. Badannya pun ikut bergoyang mengikuti irama lagu yang ia nyanyikan.


Tiba-tiba saja dirinya yang sedang asik menyiram tanaman itu dikejutkan dengan teriakan dari seseorang yang menggelegar di telinganya.


“Bu Mirna!. Bu!. Bu!. Oy!.” Panggil seseorang kepada Bu Mirna yang tengah asik bernyanyi.


“Siapa sih ganggu aja!. Bu Mirna pun menoleh ke arah suara itu berasal dan ternyata Bu Siti sedang asik memamerkan gelang-gelang emas terbarunya ke arah Bu Mirna.


“Heh!. Bu Siti!. Ngapain kamu berdiri di depan rumah ku?. Trus ngapain pamer-pamer gelang segala?.” Tanya Bu Mirna ketus.


“Oh enggak ini cuma mau ngasih tahu kalau anak aku baru aja di lamar sama pacarnya. Terus nih lihat!. Aku aja dikasih emas sama calon menantu ku!.” Pamer Bu Siti yang merasa menang lantaran anaknya telah lebih dulu di lamar dibanding Zahra.


“Trus kenapa?. Gak peduli!. Lagian kalau anak aku nikah memangnya ngundang situ?. Sorry gak sudi!. Udah pergi sana!. Ngerusak pandangan saja!.” Usir Bu Mirna kepada Bu Siti  karena tak mau mendengar ocehannya lagi.


“Dihh!. Bilang saja iri!. Siapa suruh anak aku lebih cantik dari anak kamu!.” Bu Siti dengan percaya diri lalu melenggang pergi menjauh dari halaman rumah Bu Mirna.


Tetangga di sini makin aneh makin hari!. Hadeuhhh!!.” Gerutu Bu Mirna sambil melanjutkan kegiatan menyiramnya.


“Bu!. Bu!.” Panggil Pak Sulam yang mencolek tubuh Bu Mirna dari belakang.


“Duhh!. Apalagi sih Bu Siti!!.” Kesal Bu MIrna sambil memutar tubuhnya ke arah Pak Sulam dan hampir saja Pak Sulam tersiram air dari semprotan Bu Mirna.


“Loh!. Loh!. Ada apa ini?.” Pekik Pak Sulam yang menutup sedikit wajahnya karena terkejut.


“Aku kira Bu Siti si tetangga gibah itu, Yah!. Itu orang makin hari makin aneh semenjak Zahra kembali ke rumah kita adaaa… aja tingkahnya!.” Kesal Bu Mirna teringat kelakuan Bu Siti tadi.


“Ada apa lagi sama dia?.” Tanya Pak Sulam penasaran.


“Itu dia mendadak datang pamer gelang emas, katanya itu hadiah dari calon mantunya.” Eluh Bu Mirna kepada Pak Sulam.


“Ya terus?.” Ucap Pak Sulam yang tak merespon ucapan Bu Mirna.


“Kok terus?. Kapan Lu Chen datang melamar kemari, Rasanya pengen cepet-cepet lihat ekspresi Bu Siti. Eughh!. Kesel Ibu!. Gemezz!.” Bu Mirna yang mulai geregetan dengan kelakuan Bu Siti.


“Sabar Bu!. Ingat orang sabar tanahnya lebar!.” Pinta Pak Sulam yang tak ingin Bu Mirna terbawa perasaan.


“Kalo gituh di mana-mana orang sabar banyak duitnya dong, Yah?.” Tanya Bu Mirna yang menanggapi perkataan Pak Sulam yang asal jeplak.


“Ya iya!. Makanya sabar!.” Jawab Pak Sulam yang seperti meledek di depan Bu Mirna.

__ADS_1


“Ngaco!. Udah Ibu mau masuk aja!. Nih!. Lanjutin!.” Bu Mirna yang sering kali dibuat kesal dengan tingkah suaminya yang selalu salah merespon istrinya.


“Memang apa salah ku, Bu?.” Sambil menatap heran dengan semprotan air yang diberikan oleh Bu Mirna.


“Pikir sendiri!.” Teriak Bu MIrna sambil menutup pintunya dengan keras.


“BRaAKkk!.”


“Tuhan!. Apa salah dan dosaku?. Loh!. Kok kayak lirik lagu ya?.” Pak Sulam yang seketika mengingat sebuah lirik lagu dangdut koplo yang sering dinyanyikan pedangdut tanah air.


***


Dua Minggu kemudian


Sebuah pesta mewah yang digelar di sebuah Mansion milik seorang miliarder di Prancis. Orang tersebut adalah Abellard Josephine yang merupakan miliarder ternama yang terkenal di negaranya. Keluarganya memiliki banyak bisnis yang telah masuk pasaran dunia, salah satu bisnisnya yang terkenal adalah di dunia tekstil. Dan salah satu mahakarya dari keluarganya adalah mantel bulu beruang kutub yang dikenakan Tuan Forest di hari dia kembali ke Beijing untuk menemui Mr. Feng.


Dan Tuan Forest sangat dekat dengan keluarga Josephine sedari dulu, karena berkat keluarga inilah dirinya dapat melebarkan organisasinya hingga ke benua Eropa. Dan keluarga Josephine pun sangat mengenal baik Mr. Zao Lu termasuk Jackson Lu anaknya, hanya saja sudah belasan tahun Jackson Lu menghilang dari dunia bisnis di Eropa karena kesehatannya yang memburuk. Dan sepeninggal Mr. Zao Lu, sudah merupakan tugasnya untuk menjalin kerjasama kembali dengan keluarga Josephine.


Dan Jackson Lu berencana akan mengenalkan Jason Lu anaknya kepada putri dari keluarga Josephine yaitu Isabelle. Yang seperti Jiang Xi khawatirkan pun terjadi, di mana Jackson Lu menjadikan pernikahan sebagai alat untuk mengikat kerjasama.


“Halo Tuan Jackson Lu?. Lama tidak bertemu, terakhir aku melihatmu masih sangat muda. Bagaimana kabarmu?.” (bahasa inggris) Sapa Tuan Abel kepada Jackson.


“Kabar Ku baik sekali!. Apalagi aku dapat berjumpa kembali dengan dirimu hari ini sungguh suatu kehormatan!.” (bahasa inggris) Ucap Jackson sedikit menyanjung Tuan Abel.


“Di mana wajah yang berulang tahun?. Aku dari tadi tidak melihatnya?.” (bahasa inggris) Tatapan Jackson yang memindai sekelilingnya.


“Oh Isabelle?. Putri ku Isabelle sedang menyapa teman-temannya di dekat kolam.” (bahasa inggris) Ucap Tuan Abel kepada Jackson.


“Oh apa dia putrimu?. Yang menggunakan mahkota di rambutnya?.” (bahasa inggris) Tanya Jackson yang menangkap sosok wanita cantik yang berada diantara wanita lainnya.


Bagaimana tidak?. Kecantikan Abel memang di atas rata-rata, ia sangat cantik bahkan sangat cantik seperti boneka barbie yang hidup. Wajah dan postur badannya layaknya seperti Barbie yang hidup di dunia fantasi.


“Iya, kau benar!. Dia Isabelle putriku.” (bahasa inggris) Jawab Tuan Abel.


“Ia sangat cantik!. Pantas saja anda sangat menjaganya.” (bahasa inggris) Puji Jackson yang mengagumi kecantikan Isabelle.


“Di mana Jason, putramu?. Kau janji akan mengenalkannya pada ku.” (bahasa inggris) Tanya Tuan Abel yang melihat Jackson datang sendirian.


“Oh mungkin sebentar lagi dia akan sampai, maklum dia masih sibuk dengan panggungnya.” (bahasa inggris) Jawab Jackson yang sebenarnya ragu kalau Lu Chen datang menyusulnya.


“Aku sudah melihat betapa luar biasanya anak mu saat di panggung. Aku melihat dirinya yang penuh aura saat sedang bernyanyi. Ya, walaupun aku tak pernah tahu ada musisi seperti itu sebelumnya yang berpenampilan cantik layaknya perempuan. Tapi anak ku sangat menyukai lelaki seperti itu, bahkan dia rela bolak balik ke luar negeri hanya untuk membeli tiket konsernya. Dan hari ini Isabelle sangat menantikan kehadiran Lu Chen, ia penasaran bagaimana penampilan aslinya.” (bahasa inggris) Ungkap Abel yang secara tidak langsung tak ingin di buat kecewa oleh Jackson atas janjinya.

__ADS_1


“Anda tenang saja!. Mr. Lucas sudah membawanya langsung ke bandara. Aku pastikan ia akan hadir memenuhi undangan dari anda.” (bahasa inggris) Ungkap langsung meminum minuman di gelasnya walau sudah hampir habis karena rasa gugupnya.


“Aku tahu kau pasti mengerti situasi ku, Aku tak ingin membuat Isabelle kecewa.” (bahasa inggris) Ucap Tuan Abel yang lagi-lagi mengingatkan Jackson akan janjinya.


“Sebentar Tuan Abel, sepertinya aku harus menelpon seseorang.” (bahasa inggris) Ucap Jackson Lu yang sebenarnya hanya membuat alasan untuk menanyakan keberadaan Lu pada Mr. Lucas.


“Tut!. Tut!. Tut!.” Suara nada putus dari ponsel.


“Di mana mereka saat ini?.” Batin Jackson yang khawatir dengan keberadaan Jason dan Mr. Lucas.


Namun tak berapa lama terdengar suara para wanita yang berteriak karena sesuatu.


“Lihat siapa lelaki itu?. Dia sangat tampan!.” (bahasa inggris) Ucapan beberapa wanita yang melihat sosok pria yang ada dihadapannya.


“Wah apa aku tidak salah lihat?. Aku seperti melihat malaikat di pesta ini.” (bahasa inggris) Ucap beberapa wanita lainnya.


Jackson yang melihat ternyata lelaki yang sedang dikagumi para wanita itu adalah putranya Jason Lu yang datang bersama Mr. Lucas di sampingnya.


Dan Mr. Lucas yang melihat Tuan Besarnya lalu menghampirinya bersama Lu Chen aka Jason Lu.


Author


Di sini panggil Lu Chen, Jason Lu aja ya!


“Kenapa kau baru datang?.” Tanya Jackson Lu kepada Mr. Lucas.


“Maaf Tuan!. Pesawat kami delay!.” Ungkap Mr. Lucas yang merasa bersalah karena keterlambatannya.


Dan Jackson yang melihat Jason saat itu merasa canggung untuk menyapanya, karena bagaimana pun juga hubungan mereka tidak pernah baik sejak dulu.


“Lu!. Ada yang ingin Aku kenalkan kepada mu. Ikut aku!.” Ajak Jackson langsung kepada anaknya Jason.


Saat itu Jason menggunakan stelan tuxedo berwarna putih dan menggunakan aksesoris anting panjang di kanan telinganya nampak membuat penampilannya terkesan mewah dipandang. Bagaimana tidak?. Ratusan mata wanita disekelilingnya telah tersihir oleh ketampanannya yang seperti malaikat di cerita-cerita komik.


Jason yang melangkah maju mengikuti langkah Ayahnya Jackson Lu, dan berhenti di sebuah kolam di mana Isabelle dan teman-temannya berada.


Isabelle pun yang melihat kedatangan Jason Lu saat itu langsung terperangah dengan penampilannya yang 100 kali lebih tampan dibanding fotonya.


“Ya ampun!. Papa!. Apa benar dia pria itu?.” (bahasa prancis) Ucap kagum Isabelle yang ia perlihatkan kepada Tuan Abel saat melihat Jason.


“Tuan Abel!. Ini Putraku Jason.” (bahasa inggris) Ucap Jackson yang memperkenalkan Jason kepada Tuan Abel.

__ADS_1


Namun Jason tak bereaksi, ia seperti mendapati suatu kejanggalan di pesta ini. Tampaknya pesta ini bukanlah pesta pemegang saham seperti apa yang Mr. Lucas katakan sebelumnya. Hanya saja Jason mencoba menahan dirinya dan bersikap biasa saja, karena tak ingin merusak suasana.


__ADS_2