
Gedung JF Group
“Permisi!. Apa aku bisa bertemu dengan Tuan Robby Lu?.” Tanya Amber kepada receptionist yang ada di lobby JF Group.
“Apa Nona sudah buat janji?.” Tanya Receptionist itu kembali memastikan.
“Bilang saja namaku Amber dia pasti akan tahu.” Terang Amber agar receptionist itu memberi informasi namanya kepada Robby.
“Baiklah!. Tunggu sebentar saya konfirmasikan dahulu kepada sekretaris Pak Robby.” Ucap Receptionist tersebut.
Dan tak berapa lama tiba-tiba saja kondisi lobby mendadak menjadi ricuh. Pasalnya pemilik perusahaan tersebut baru saja menuruni mobilnya dan masuk ke dalam lobby yaitu, Jackson Lu. Beberapa sekretaris direksi menyambutnya dengan berjajar rapih di sisi kanan dan kiri lobby JF.
“Ternyata Jackson Lu sangat tampan bila dilihat langsung seperti ini.” Tatapan Amber yang lurus menatap Jackson Lu, Amber terkesima dengan ketampanan Jackson Lu yang masih tampak jelas walau sudah menginjak usia 58 tahun.
“Nona!.” panggil Receptionist yang ada di hadapannya.
“Oh iya mba.” Jawab Amber yang sempat melamun melihat ketampanan Jackson Lu.
“Mba bisa langsung ke lantai 6 menemui Pak Robby.” Ucap Receptionist tersebut kepada Amber dan Amber pun langsung menuju ke lantai atas menuju lantai 6 tempat Robby berada.
“Tok!. Tok!. Tok!.” Suara ketukkan di pintu ruangan Robby.
“Masuk!.” Teriak Robby yang mempersilahkan tamunya untuk masuk.
“Hei Robby!.” Sapa Amber kepada Robby yang masih asik dengan layar laptopnya.
“Hai Amber!. Sudah lama?. Maaf aku agak sedikit sibuk. Aku harus meneliti beberapa proposal yang akan diserahkan.” Ucap Robby yang memang sedang dikejar deadline dan selesai itu Robby langsung menghampiri Amber yang duduk di ruang tamunya.
“Ada apa kemari?.” Robby yang bertanya sembari menuangkan minuman jus untuk Amber.
“Aku mau memberitahukan sesuatu kepadamu. Apa kamu tidak penasaran bagaimana kamu bisa ada di Apartemen?.” Tanya Amber kepada Robby yang seketika membuat Robby mengerutkan dahinya.
“Oh iya!. Aku baru saja ingin menghubungimu soal itu, karena teringat pesan mu kepadaku beberapa hari lalu di meja kamar.” Ucap Robby yang mengingat pesan dari Amber.
“Mengapa kamu tidak langsung menghubungiku?.” Ucap Amber sembari menyesap minumannya.
__ADS_1
“Aku hanya belum melakukannya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan di sini.” Jawab Robby.
“Apa wanita itu sempat kemari?.” Tanya Amber yang mengarah kepada Niki, Ibu tiri Lu Chen.
“Maksudmu Tante Niki?.” Tanya Robby memastikan.
“Iya.” Jawab Amber.
Dan Robby pun menceritakan kedatangan Niki beberapa hari lalu dan sikapnya yang seolah-olah memberitahu kalau dirinya telah melakukan hal tidak senonoh terhadapnya. Dan Robby pun bingung mengapa dirinya tidak bisa mengingat kejadian malam itu?. Karena ia sepenuhnya tak sadarkan diri karena terlalu mabuk.
Dan Amber pun menerangkan bahwa dirinya tidak usah terlalu khawatir karena ia menjadi saksi bahwa Robby tidak melakukan hal tersebut dengan Niki. Robby dapat menjadikan Amber saksi apabila Niki meminta pertanggung jawaban. Dan Robby pun tidak habis pikir, kenapa Niki bisa melakukan hal tidak senonoh itu terhadapnya. Padahal jelas-jelas dia adalah keponakan dari suaminya, Jackson Lu. Apa dia tidak takut dengan konsekuensinya?. Bagaimana kejamnya Jackson Lu bila ada orang yang mengkhianatinya.
Dan Robby pun tidak tahu kalau sebenarnya Jackson sudah tidak peduli dengan Niki, istrinya. Malah dia sedang mencari alasan untuk menceraikan wanita licik itu.
“Sebaiknya mulai dari sekarang kamu harus berhati-hati dengan wanita itu. Dan ajaklah teman saat kamu ingin minum. Setidaknya temanmu itu dapat mengantarkan mu sampai ke rumah bila mabuk.” Pinta Amber yang tak ingin kejadian yang sama terulang kembali.
“Ya!. Karena akhir-akhir ini aku sedang ingin sendirian. Tapi bisakah kamu menemaniku malam ini?.” Ajak Robby.
“Tidak!. Karena aku sudah ada janji dengan klienku. Sepertinya aku akan meneruskan karirku sebagai model.” Tegas Amber yang menolak tawaran Robby.
“Oh ya Rob, aku punya berita lagi untukmu.” Ucap Amber sambil memasang kembali kacamata hitamnya.
“Apa itu?.” Robby yang mulai penasaran dengan berita apa yang akan Amber katakan.
“Zahra di culik!. Tapi untungnya sekarang ia telah diselamatkan oleh polisi.” Ucap Amber.
Seketika Robby membulatkan matanya tanda dirinya terkejut akan berita yang diberitahukan Amber. Pasalnya Robby tak menerima kabar apapun dari Zahra semenjak kepergiannya kembali ke Beijing karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
“Kamu tidak apa-apa, Rob?” Tanya Amber yang melihat Robby yang tampak geram.
“Kenapa itu bisa terjadi?. Di mana Lu Chen saat itu?. Aku tahu si brengsek itu tidak bisa menjaga Zahra dengan baik!. Aku harus membuat perhitungan!.” Robby yang kesal dengan Lu Chen saat itu langsung menelpon Shinta sekretarisnya untuk memesankan tiket untuk kembali ke Beijing secepatnya.
Amber hanya bisa diam atas tindakan Robby yang sudah seperti orang kesetanan kalau sudah menyangkut soal Zahra. Amber memang tahu kalau Robby sangat menyukai sahabatnya, tapi ia tidak tahu kalau Zahra dapat membuat Robby bertindak gila seperti ini.
***
__ADS_1
Siang itu para pihak kepolisian datang ke Mansion Jessica, dan mereka di sambut oleh Jiazhen yang sudah kembali dari perjalanan dinasnya untuk mengurus permasalahan Zahra. Dan Zahra akan dimintai keterangan sebagai saksi sekaligus korban peristiwa penculikan yang terjadi.
Zahra yang di dampingi oleh pengacara yang ditunjuk Jiazhen saat itu memberi kesaksian kepada polisi yang datang. Dengan ditemani Jessica sebagai penerjemahnya, mereka memulai prosesi tanya jawabnya.
“Nona Zahra, kami akan langsung saja menanyakan beberapa hal kepada dirimu. Jadi kami mohon kerjasamanya untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.” (bahasa mandarin) Tegas polisi kepada Zahra.
“Baiklah Pak!. Saya akan memberikan keterangan dengan sejujur-jujurnya!. Agar kasus ini segera terselesaikan dengan baik.” (diterjemahkan oleh Jessica) Jawab Zahra.
“Baiklah, pertama di mana awalnya kejadian itu terjadi?.” (bahasa mandarin) Tanya petugas polisi tersebut.
Dan Zahra pun menerangkan semua yang terjadi dengan Petugas kepolisian dengan sejujur-jujurnya tanpa ada yang dilewatkan olehnya. Dan Polisipun me-notice satu masalah bahwa ada kemungkinan bahwa dirinya adalah korban salah culik seperti yang Jessica asumsikan.
Dan Polisi tersebut memutuskan untuk menunggu kedatangan Lu Chen untuk mendiskusikan hal tersebut. Karena peristiwa ini menurut pihak kepolisian sangat berkaitan dengan Lu Chen.
Dan tak lama pun Lu Chen dan Xiao Feng datang ke mansion untuk memenuhi panggilan pihak kepolisian sebagai saksi. Lu Chen sore itu datang setelah mengisi acara di stasiun televisi di Beijing.
Ia datang dengan membawa serta Sunny Chen bersamanya, karena Sunny memaksa agar membawanya untuk menemui Zahra. Ia sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada Zahra. Dan Zahra pun yang melihat kedatangan Sunny langsung menyambutnya dengan pelukan hangat.
“Zahra maafkan aku!.” Pinta Sunny agar Zahra memaafkannya.
“Untuk apa?.” Tanya Zahra yang memang tidak pernah menyalahkan Sunny atas kejadian yang terjadi kepadanya.
“Sungguh aku minta maaf Zahra!. Ini semua karena aku!. Dan aku yakin sebenarnya penculik itu bukan ingin menculik mu tapi ingin menculik diriku.” Ucap Sunny sembari menangis dipelukan Zahra.
“Sudahlah Sunny!. Kau tak perlu meratapinya.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang kemudian melepaskan pelukan Sunny terhadap Zahra.
“Bagaimana Pak?. Bisa kita teruskan penyelidikannya?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada petugas polisi yang ada.
“Baiklah!. Kita teruskan penyelidikkan nya.” (bahasa mandarin) Ucap petugas kepolisian yang ada dan menggiring Lu Chen untuk masuk ke ruangan yang ada di Mansion Jessica.
Zahra, Sunny dan juga Jessica menuju ke kamar Zahra yang berada di lantai atas. Sunny seperti perlu waktu bersama Zahra untuk mengurangi rasa bersalahnya. Walaupun berkali-kali Zahra berkata bahwa ini bukanlah kesalahannya tapi yang ada Sunny semakin merasa bersalah kepadanya.
Padahal sebenarnya Zahra tidak pernah merasa takut dengan kejadian tersebut, karena ia cukup bisa menjaga dirinya dari hal yang terburuk sekalipun.
Author
__ADS_1
Kasih like plus vote ya guys! Biar othor semangat nulisnya!.