
Siang Hari di Rumah Orang Tua Zahra
Pekarangan rumah Bu Mirna dan Pak Sulam menjadi ramai dalam sekejap, pasalnya tiba-tiba saja terdapat mobil mewah yang terparkir di sana. Warga sekitar mulai berkerumun karena penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah di ributkan oleh warga lainnya.
Bu Mirna dan Pak Sulam tampak sedang menunggu orang yang di dalam untuk keluar dari mobilnya. Dan tak berapa lama Jiang Xi tampak keluar dari mobil mewah tersebut. Warga mulai membicarakan tentangnya yang terlihat sangat cantik seperti artis itu.
Dan tak berapa lama Jason pun ikut keluar dari mobil tersebut, dan langsung saja membuat semua orang yang melihatnya terperangah. Mereka tak menyangka artis kenamaan di Cina seperti dirinya berada di lingkungan sederhana seperti ini. Apalagi datang ke rumah keluarga Pak Sulam yang sangat sederhana.
“Apa dia Lu Chen yang terkenal itu?.” Tanya salah satu warga yang ada di sana.
“Eh iya benar!.” Ucap Bu Rachel yang meyakinkan bahwa orang yang dilihat mereka semua adalah Lu Chen artis terkenal di Cina.
Dan seketika membuat Bu Siti yang ada di sampingnya menatap tak percaya.
“Mau apa artis itu kemari?. Masa mau nagih hutang?.” Ucap Bu Siti yang masih merasa Lu Chen bukan siapa-siapa Zahra.
“Bu Siti!. Kalau dia datang bawa orang tuanya, trus bawa bawaan banyak kayak gituh udah pasti mau melamar Zahra lah!.” Tegas Bu Rachel yang kesal dengan Bu Siti yang masih teguh pada pendiriannya.
“Masa?. Gak mungkin ibu!. Dari mana Lu Chen bisa kenal Zahra?.” Ucap Bu Siti lagi.
“Udah pasti Lu Chen itu pacarnya Zahra, apalagi Bu Siti?. Benar kan dugaan saya waktu itu?.” Tekan Bu Rachel yang merasa menang karena tebakannya tempo hari.
Seketika membuat Bu Siti menjadi lemas dan hampir terjatuh di samping Bu Rachel.
“Eh Bu!. Bu!. Sadar!. Bagaimana ini?. Pakai pingsan lagi?.” Ucap Bu Rachel lalu menggotong Bu Siti kembali ke rumahnya.
Di kediaman Zahra sudah ada Jiang Xi dan Jason dengan kedua pelayan mereka yang membawa banyak seserahan untuk Zahra.
Di situ sudah berada Bu Mirna, Pak Sulam dan para tetua keluarga Zahra. Pak Sulam tak melibatkan banyak keluarga di pertemuan keluarga kali ini, ia hanya mengundang beberapa tetua dari keluarga besarnya karena kondisi rumahnya yang tak memungkinkan. Pak Sulam takut keluarga Jason tak nyaman karena suasana rumah yang terlalu ramai.
Dan kemudian Zahra pun masuk ke ruang tamu dengan di dampingi Amber bersamanya. Zahra kali ini mengenakan kebaya rancangannya sendiri dengan motif mute simple dan berwarna kuning kesukaan dirinya dan Jason.
Begitupun Jason ia hari itu mengenakan stelan jas bernuansa hitam dan kuning yang membuat dirinya sangat terlihat cerah dan menawan. Sesuai dengan Mood-nya saat itu yang sangat bahagia karena telah berhasil membuat keluarganya menyetujui pernikahannya dengan Zahra.
Akhirnya Zahra sampai di ruang tamu tempat di mana Jiang Xi dan Jason berada. Jason menatap kagum Zahra yang sangat cantik dengan balutan kebayanya, membuat Zahra tersipu malu karena Jason tak melepaskan pandangannya sedikitpun ke arah Zahra, kekasihnya. Hingga tatapan Jason pun terhentikan dengan dehaman dari Jiang Xi yang akan memulai pembicaraan kali ini.
“Ehemm!. Maaf sebelumnya saya harus menganggu kerinduan kedua insan ini.” Ucapan Jiang Xi yang langsung membuat Jason dan Zahra tertunduk malu. Tapi membuat Amber yang berada di samping Zahra tak hentinya menyengir kuda.
__ADS_1
“Hush!.” Usaha Zahra agar membuat Amber berhenti dari cengirannya.
“Maaf!. Maaf!. Abis kalian sangat lucu!.” Ledek Amber yang masih mencoba menggoda Zahra.
Lalu Jiang Xi pun memulai pembicaraannya mengenai maksud kedatangan mereka kemari.
“Selamat siang semua!. Maaf sebelumnya dengan kedatangan kami yang terkesan mendadak ini. Karena saya wali dari Jason, harus segera kembali ke Beijing. Dan kali ini pun Jackson, Ayah Jason tak bisa menghadiri pertemuan ini, karena kondisi tubuhnya yang masih belum membaik.” Ucap Jiang Xi tanpa mengurangi rasa hormat kepada orang tua Zahra.
“Saya di sini mewakili Jason Lu, anak saya untuk melamar Zahra. Dan untuk itu saya juga membawa beberapa seserahan sebagai lamaran kami kali ini. Dan juga cincin pertunangan untuk mengikat Zahra hingga ke pernikahan nanti.” Ucap Jiang Xi sambil menunjuk seserahan dan cincin pertunangan Zahra.
Seserahan yang terkesan sederhana karena sesuai pesan Zahra, ia tak ingin di berikan barang-barang mahal sebagai seserahannya. Dan cincin pertunangan mereka pun sangat sederhana bahkan jauh lebih sederhana dari cincin lamaran Jason sewaktu di Candle Light Dinner.
Cincin itu hanya bermata berlian kecil dengan ukiran tanggal jadian mereka berdua di baliknya. Namun walaupun sederhana harganya tetap saja seharga mobil mewah milik keluarga Lu, namun Jason harus menyembunyikan fakta itu agar Zahra tidak marah kepadanya.
"Jadi bagaimana Pak Sulam dan Bu Sulam?. Apa niat baik kami diterima oleh kalian berdua. Terutama oleh Zahra sendiri?." Tanya Jiang Xi.
Dan Pak Sulam pun menatap Zahra seolah menginginkan Zahra untuk menjawabnya dengan segera. Dan Zahra pun menjawabnya dengan anggukan kepala yang tanpa ragu-ragu darinya.
“Kalau saya terserah anak saya Zahra saja, karena mereka sudah yakin dengan pilihan mereka maka kami sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya.” Ucapan Pak Sulam yang seketika membuat Jiang Xi dan Jason lega, karena pada akhirnya restu dari ke dua orang tua Zahra sudah mereka dapatkan.
Karena Zahra tak mungkin meminta bantuan Robby yang jelas telah dikecewakan olehnya. Bagaimana reaksinya harus melihat acara pertunangan orang yang sangat dicintainya. Zahra tak sanggup meminta bantuannya, untung saja Amber mengerti seni fotografi karena belajar dari Robby selama di Jakarta.
Hari itu Zahra dan Jason tak henti-hentinya menampilkan senyum bahagia mereka ke semua orang di hadapannya. Pasalnya dengan ini Zahra telah berhasil diikat oleh Jason, tinggal menunggu hari baik untuk meresmikan hubungan mereka tentunya setelah pesta peresmian Jason Lu sebagai penerus keluarga.
***
Dua hari kemudian
Jackson mengumpulkan pemegang saham JF Group, Jason bertugas sebagai pendamping Jackson karena dirinya yang masih lemah saat ini. Namun karena rapat ini sangat penting demi keberlangsungan keluarga Lu, maka Jason harus ikut hadir juga sebagai jawaban dari rasa penasaran para pemegang saham JF Group yang tidak yakin bahwa Jason menjadi penerus JF Group.
Hari itu Jason dengan di dampingi Mr. Lucas sampai di lobby JF Group, ia datang tidak berbarengan dengan Jackson Lu. Jason yang masih memilih tinggal terpisah dengan Ayahnya itu tak memungkinkan untuk mereka datang bersamaan.
Jason Lu yang tampan yang stelan jas ala eksekutifnya melangkah masuk ke dalam JF Group saat itu para staf yang tahu bahwa penerus keluarga datang mereka langsung berjejer rapih di depan lobby untuk melakukan penyambutan terhadap Jason.
Dan berada lama Jackson pun sampai di perusahaan dan alhasil mereka memasuki perusahaan itu secara bersamaan.
Pesona Jason yang sangat luar biasa dan selalu membuat para mata tertuju padanya. Tak terkecuali hari ini Jason yang berdandan tak seperti Lu Chen yang ada di layar kaca tetap saja tak mengurangi kadar ketampanannya. Semua karyawan tak henti-hentinya menatap ke arahnya tak terkecuali kaum adam.
__ADS_1
“Apa dia putra dari presdir kita?.” Tanya salah satu staff sekretaris yang berjejer menyambut Jason dan Jackson.
Dan sekretaris itupun tak sengaja beradu pandang dengan Jason Lu dan Jason memberikan sebuah senyuman andalannya yang biasa ia gunakan saat berperan sebagai Lu Chen.
Seketika sekretaris itupun menundukkan wajahnya karena malu karena dirinya sudah menatap Jason Lu dengan berani. Namun Jason sebenarnya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena ia biasa menghadapi tatapan orang yang menatapnya seperti itu. Dan ia akhirnya hanya membalas sekretaris tersebut dengan senyuman menawan yang tanpa Jason sadari bahwa senyumannya dapat membuat semua orang terkena diabetes karena saking manisnya.
Jason dan Jackson pun memasuki ruang meeting yang sudah dipenuhi para pemegang saham. Jackson dan Jason duduk saling berdampingan, agar semua orang tahu siapa penerus sebenarnya JF Group.
Dan hari itupun Robby juga berada di antara mereka. Peran Robby saat ini sebagai perantara antara pihak Jackson dan para pemegang saham.
Dan Robby pun mulai membuka rapat ini dengan memperkenalkan Jackson dan Jason Lu yang hari itu hadir sebagai pertemuan resminya kepada para pemegang saham. Dan Jackson pun memulai pembicaraan setelah Robby memperkenalkan dirinya dan Jackson.
“Pagi semua!. Saya harap hari ini anda sekalian dalam keadaan yang luar biasa sehat.” Sapa Jackson.
“Hari ini, saya sengaja membawa Jason putra saya. Seperti yang anda ketahui Jason mulai hari ini sudah resmi mengambil alih posisi saya sebagai Presiden Direktur di Perusahaan ini. Karena suatu hal, yaitu kesehatan saya yang sudah semakin memburuk dari hari ke hari, hingga tidak memungkinkan untuk memimpin perusahaan ini kembali.” Ucap Jackson sambil membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda maafnya kepada semua yang hadir di ruang itu. Jackson yang berusaha berdiri dengan tongkat walau sebenarnya tubuhnya masih sulit untuk ditegakkan akibat dirinya yang collabs beberapa minggu yang lalu.
Jason yang melihat itu membantu Ayahnya dengan membantu memapah tubuh Jackson kembali ke kursinya.
“Terima kasih, Lu.” Ucapan Jackson yang seketika membuat jason terperangah, pasalnya Ayahnya itu tak pernah sedikitpun berbicara baik dengan dirinya.
“Istirahatlah!. Aku akan meminta Mr. Lucas untuk memapah mu sampai ke ruang istirahat.” Ucap Jason yang mencemaskan, Ayahnya. Walaupun masih tersisa rasa benci terhadap Ayahnya tapi tentu saja ia tak bisa membiarkan Ayahnya itu menderita.
“Tidak!. Lanjutkan lah!. Sekarang giliran mu untuk memperkenalkan diri.” Ucap Jackson yang berbisik di telinganya.
Dan Jason pun mulai memperkenalkan dirinya kepada semua orang yang ada di hadapannya saat ini. Dengan lantang Jason memperkenalkan dirinya, ia harus membuktikan bahwa dirinya layak sebagai pemimpin.
“Perkenalkan nama saya Jason Lu, saya akan mengisi posisi presiden direktur yang sebelumnya ditempati oleh Ayah saya, Jackson Lu.” Ucap Jason dengan lantangnya.
“Dengan ini saya tidak bisa menjamin bahwa di bawah kepemimpinan saya perusahaan ini akan lebih baik ke depannya. Tapi saya akan berusaha agar perusahaan selalu mengutamakan sebuah perubahan yaitu selalu menatap ke depan dan tidak lagi menatap ke belakang. Saya sangat menghargai setiap orang, tapi saya tidak akan mentolerir sebuah kecurangan yang merugikan perusahaan sekecil apapun itu.” Ucapan Jason yang seketika membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terdiam.
Para pemilik saham kali ini adalah pemilik saham dari jaman Mr. Zao Lu masih ada, dengan digantikan kepemimpinan dengan Jackson Lu belum membuat Jackson banyak menambah para investor, tapi cukup dengan dirinya yang berhasil membuat para investor sebelumnya bertahan.
Dan Jason yakin banyak kecurangan yang terjadi selama kakeknya tidak berada di perusahaan. Apalagi kakeknya itu sudah meninggalkan dunia mafia, jadi mereka bisa saja tidak merasa insecure lagi dan dengan mudahnya menggelapkan dana perusahaan tanpa sepengetahuan Jackson yang kerap kali absen karena sakitnya.
Dengan ini Jason sudah resmi menduduki perusahaan sebagai Presiden Direktur menggantikan Ayahnya, Jackson Lu. Selepas acara tersebut Jason ditemani Robby untuk memperkenalkan dirinya sebagai bos baru mereka. Dan mulai hari itu Jason disibukkan dengan urusan perusahaan sehingga waktunya semakin sedikit untuk Zahra, kekasihnya. Ya, walaupun jadwalnya tidak sesibuk dirinya saat menjadi seorang artis namun cukup menyita karena Jason terbilang baru dalam bidangnya.
Ia harus banyak belajar dari Robby rekannya sekaligus sepupunya. Walau hubungan sebelumnya sempat canggung karena menyukai wanita yang sama. Namun karena Zahra sempat menceritakan pertemuannya dengan Robby terakhir kali, membuat Jason yakin bahwa Robby benar-benar sudah melepas Zahra.
__ADS_1