
Malam hari di Beijing sangat indah bila kita lihat di pusat kota, malam minggu membuat jalanan malam itu ramai karena banyak dari warganya yang memanfaatkan malam itu untuk berkumpul dengan orang terkasih. Namun berbeda jauh dengan pinggiran kota tersebut yang sangat gelap tanpa banyak penerangan, sebagian memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan transaksi barang ilegal maupun melakukan kegiatan terselubung.
Sama seperti lelaki berwajah codet dan beberapa anak buahnya yang tengah mengendap masuk ke wilayah Beijing setelah susah payah kabur dari Shang Hai. Namun karena kegagalan anak buah sebelumnya ia harus mendapatkan tugas untuk mengawasi dan menghabisi seseorang.
Ia bersama ke tiga anak buahnya yang baru dirinya recruit hari itu di Shang Hai mengendap melalui truk sayur malam itu. Ia berpikir dengan ini ia dapat berhasil memasuki wilayah Beijing tanpa diketahui, tapi dirinya salah ternyata anak buah Mr. Feng sudah berjaga di wilayah tersebut untuk menangkap Nyonya Feng dan antek-anteknya.
Lelaki berwajah codet dan ke tiga anak buahnya itu langsung di sekap oleh anak buah Mr. Feng sesaat mereka sampai di pinggiran kota Beijing. Ke tiga anak buah yang baru saja di recruit olehnya mati beberapa saat setelah mereka di seret ke tempat sepi tak jauh di mana truk sayuran itu berada. Dan tinggal si lelaki berwajah codet yang akan dijadikan petunjuk untuk meringkus Nyonya Feng dan kawanannya.
Hari sial bagi lelaki berwajah codet itu karena tak bisa merencanakan penyusupan dengan baik, hingga akhirnya ia harus berada dalam sekapan anak buah Mr. Feng. Dan Nyonya Feng yang pastinya tidak mengetahui hal tersebut.
***
Beberapa Hari Kemudian.
Markas Genk Mafia Bulldog
Mr. Feng yang berada di markasnya sedang memonitori pekerjaan anak buahnya dari balik layar komputer sambil menghisap cerutu. Dan tak berapa lama muncul Shawn yang masuk dalam keadaan tergesa-gesa.
“Shawn!. Apa dia sudah membuka suaranya?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng.
“Belum, Tuan.” (bahasa mandarin) Jawab Shawn.
“Lalu untuk apa kau menemui ku?.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng yang tak ingin membuang-buang waktu.
“Itu Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.” (bahasa mandarin) Jawab Shawn.
__ADS_1
“Siapa dia?. Beraninya mengganggu konsentrasi ku!.” (bahasa mandarin) Kesal Mr. Feng lalu membuang cerutu ke arah tong sampah dan langsung pergi menemui tamunya dengan tergesa-gesa.
Di ruangan tempat di mana Mr. Feng biasanya menjamu para tamu VIP-nya. Kini ruangan tersebut di tempati oleh seorang lelaki yang tampak menggunakan mantel bulu beruang kutub dan ditubuhnya dipenuhi aksesoris mewah. Tubuh lelaki itu sangat tinggi dan ia di dampingi oleh seorang wanita sexy yang setia mendampinginya.
Mr. Feng terperangah dengan kedatangan lelaki tersebut, di pikirannya saat ini sedang menerka-nerka tentang orang yang tengah duduk membelakanginya saat itu. Ia merasa tidak pernah memiliki teman dekat maupun klien dengan tampilan yang eksentrik seperti itu. Sampai akhirnya lelaki itu mengalihkan pandangannya ke arah Mr. Feng, dan Mr. Feng terkejut dibuatnya.
“Tuan Forest!.” (bahasa mandarin) Panggil Mr. Feng kepada lelaki tua di hadapannya.
Lelaki tua yang memiliki aura luar biasa dan memiliki wajah yang mirip dengan Mr. Zao Lu. Namun diperkirakan usianya jauh lebih muda dari Mr. Zao Lu. Ya, dialah Forest ketua genk mafia yang memiliki jaringan hingga ke benua eropa.
Mr. Feng masih terperangah dengan kedatangan Tuan Forest hingga tak dapat berkata-kata. Pasalnya Tuan Forest merupakan Ketua Mafia yang sangat jarang muncul. Bahkan banyak yang belum tahu wajahnya itu seperti apa, berbeda dengan Mr. Feng karena ia cukup dekat dengan Mr. Zao Lu dan selalu hadir hampir di setiap acara yang diadakan olehnya.
Maka ia dapat mengenal Tuan Forest dengan baik dan penampilan saat ini memang sangat jauh berbeda dengan penampilannya 8 tahun yang lalu saat Tuan Forest terakhir muncul di pesta ulang tahun Mr. Zao Lu 8 tahun yang lalu.
“Feng!. Apa kabarmu?.” (bahasa mandarin) Sapa Forest yang memang usianya lebih tua dari Mr. Feng.
“Kau lihat aku!. Tak pernah lebih baik dari ini!.” (bahasa mandarin) Jawab Tuan Forest yang melebarkan tangannya lalu memeluk Mr. Feng.
“Nah!. Mr. Feng kau tahu pasti apa maksud kedatanganku ke sini?.” (bahasa mandarin) Tuan Forest yang langsung pada intinya.
“Tidak perlu terburu-buru Tuan Forest, lebih baik kita bersantai-santai sejenak. Aku tahu anda pasti lelah menempuh perjalanan.” (bahasa mandarin) Pinta Mr. Feng yang kemudian mengeluarkan wine dan cerutu mahal miliknya.
“Sedari dulu kau sangat pandai dalam menjamu tamu mu, Feng!.” (bahasa mandarin) Ucap Tuan Forest kepada Mr. Feng sembari melepas mantel beruang kutub miliknya dan kemudian meminta wanita sexy di sampingnya untuk memijat bahunya yang pegal.
“Anda juga masih sama seperti dulu, wanita cantik selalu menemani anda setiap waktu.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang memuji kemampuan Tuan Forest dalam merayu wanita cantik.
__ADS_1
“Aku memang tak bisa sepertimu yang selalu setia hanya dengan satu wanita!. Aku adalah seorang pecinta wanita dan itu sudah mengalir ke dalam darahku sedari dulu.” (bahasa mandarin) ucap Tuan Forest dengan bangganya lalu menepuk bahu Mr. Feng dengan kerasnya.
Harga diri Mr. Feng saat itu nyaris terjatuh karena baru pertama kalinya setelah sekian lama dirinya di perlakukan seperti itu. Sebagai seorang bos besar di dunia mafia, Mr. Feng harus menjaga wibawanya di hadapan semua orang. Karena dengan itu dirinya dapat dengan mudah mendapatkan apa yang dia mau salah satunya kekuasaan.
Namun saat ini ia harus mengalah kepada Tuan Forest yang notabene-nya merupakan ketua genk mafia kelas kakap yang memiliki kekuasaan lebih besar dari dirinya.
Tuan Forest saat itu mendatangi Mr. Feng dengan tujuan bernegosiasi atas nama keluarga Lu. Ia datang untuk tujuan tidak hanya sebagai kerabat dekat keluarga Lu, tapi juga sebagai Ketua mafia organisasi peninggalan Mr. Zao Lu. Ia berniat untuk mengakuisisi organisasi milik Mr. Zao Lu dan bekerja sama dengan organisasi milik Mr. Feng saat ini.
Angin segar yang diberikan Tuan Forest lantas membuat Mr. Feng senang, pasalnya dengan ini organisasinya dapat kembali kuat seperti dulu saat di mana Mr. Zao Lu masih berkuasa. Dan nama keluarga Lu menjadi aman dan tak terusik oleh siapapun.
Serta pada hari itu Forest dan pasukannya ikut membantu menemukan keberadaan Nyonya Feng dan antek-anteknya yang saat ini bersembunyi di Shang Hai.
***
Dua hari sudah Nyonya Feng tak menerima kabar dari anak buahnya, dan selama dua hari juga Nyonya Feng terkurung di gudang tua yang sempit itu tanpa bisa keluar satu langkah pun. Karena ia sangat takut dengan mata-mata Mr. Feng yang kapan saja dapat menangkapnya. Dengan tubuh gemetar Nyonya Feng mencoba menghubungi anak buahnya yang berada di Beijing, namun tetap tak mendapatkan jawaban.
“Gawat Nyonya!. Di depan ada sekelompok orang yang mencurigakan. Sepertinya itu adalah anak buah Mr. Feng.” (bahasa mandarin) Lapor salah satu anak buah Nyonya Feng yang berlari dengan tergesa-gesa ke arahnya.
“Apa?. Tidak mungkin secepat ini mereka menemukanku!.” (bahasa mandarin) Ucap Nyonya yang semakin ketakutan dengan adanya berita tersebut.
Tanpa menunggu lagi, Nyonya beserta anak buahnya mengemasi semua barang-barang dan berlari melalui pintu belakang gudang tersebut. Dan mereka memasuk sebuah Van yang terparkir di belakang gudang itu, lalu bergerak menjauh dari gudang tersebut.
“Ckittt…!.” Suara rem mobil yang tiba-tiba.
DEG
__ADS_1
Sebuah mobil menghadang Van yang ditumpangi Nyonya Feng dan anak buahnya. Dan keluarlah beberapa lelaki berpakaian serba hitam mengepung Van tersebut.