
Sepanjang jalan Zahra menundukkan kepalanya karena orang-orang menatap ke arah Zahra terus menerus. Sampai akhirnya Zahra dan Jessica berhasil ke ruang istirahat yang ada di aula gedung tersebut. Zahra lalu langsung merebahkan dirinya di atas sofa yang tersedia di ruangan tersebut sambil membuang nafas kasar.
“Kamu kenapa si Ra! Lihat tuh kaki aku sampai lecet kamu tarik-tarik ke sini.” Jessica memperlihatkan kakinya yang lecet ke arah Zahra.
“Ya ampunnn Jess, maaf aku gugup banget sampai 'gak lihat ke arah kamu. Yang aku pikir cuma ingin menghindar dari tatapan orang-orang di sana dan menjauh dari Lu Chen.” Zahra menjelaskan kepada Jessica kalau dirinya harus menghindar dari Aula besar.
“Memang kejadian bagaimana sampai akhirnya kamu sama Lu Chen bisa dansa bersama? Aku pikir kamu memang diajak dansa sama dia? Yang aku tahu kamu 'kan izin ke toilet saat itu.” Jessica melemparkan banyak pertanyaan beruntun kepada Zahra.
Zahra pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya dengan Jessica. Zahra tak sengaja berbenturan dengan jason, dan terjadilah kejadian itu mereka berakhir dengan berdansa bersama. Jessica pun dengan semangat 45-nya ingin menjodohkan Zahra dan Lu Chen yang selalu di pertemukan seperti takdir itu.
Jessica dan Zahra kembali ke Jiazhen yang tampak sedang sibuk menyambut para tamunya. Zahra lega karena Lu Chen sudah tidak terlihat batang hidungnya sehingga ia tidak perlu lagi menyembunyikan wajahnya saat di dekat Lu Chen dan berujung menjadi bahan berita. Namun dari kejauhan terlihat Lu Chen yang tersenyum ke arah Zahra yang sedang celingak celinguk seperti ingin bersembunyi itu.
***
Flashback 2 jam lalu di Aula pesta
“Lu, apa kau membawa pasanganmu saat ini? Tante rasa sudah saatnya perusahaan mu memiliki seorang penerus. Yah, mau bagaimana lagi mungkin kau lebih memilih menjadi seorang single selamanya?.” (bahasa mandarin) Seorang wanita paruh baya terlihat sedang berbincang dengan Lu Chen saat pesta, namun tampak sekali wanita itu sedang menindas Lu Chen dengan pertanyaannya.
“Siapa bilang kalau aku single tante? Aku sudah memiliki kekasih. Tante lihat yang di bawah sana, dia adalah kekasihku.” (bahasa mandarin) Lu Chen menunjuk ke arah Zahra yang sedang berbincang dengan Jessica dan Jiazhen saat itu.
“Tante tidak pernah melihatmu dekat dengannya? Mungkin itu cuma bualan mu saja Lu. Akui saja kalau kamu belum punya pasangan, dan serahkan secepatnya perusahaan kepada anakku Robby. Anakku sangat pintar dalam memilih pasangan buktinya wanitanya sangat banyak saat ini. Sampai dia bingung pilih yang mana?.” (bahasa mandarin) Wanita itu menyeringai sombong di hadapan Lu Chen hingga membuat Lu Chen muak, lalu Lu Chen pergi begitu saja dari hadapan wanita itu dan pergi menuju arah aula tengah pesta.
Dan tepat sekali Zahra pun sedang menuju ke arahnya, namun sayang Zahra tak sadar Lu Chen sedang mendekat ke arahnya hingga Zahra pun menabrak Lu Chen dan kejadian yang heboh itupun terjadi secara disengaja oleh Lu Chen. Karena Lu Chen ingin membuktikan pada wanita itu bahwa Zahra adalah pasangannya di pesta.
Tampak wanita paruh baya itu meremas gelas anggur yang dipegangnya tanda dirinya sangat kesal dengan Lu Chen yang ternyata memang telah memiliki pasangan. Karena yang ia dan keluarga besar Lu tahu, Lu Chen alergi dengan wanita sehingga sampai saat ini tidak memiliki pasangan.
__ADS_1
Namun betapa kaget dirinya melihat Lu Chen dengan leluasa berdansa dengan seorang wanita tanpa terlihat risih sama sekali. Bahkan terlihat sangat intim dengan wanita tersebut, sepertinya usaha wanita itu kali ini harus gagal untuk merebut perusahaan dari tangan Lu Chen.
Flashback Selesai
***
Zahra meminta izin kepada Jessica agar bisa pulang lebih dulu, karena Zahra merasa sedang tidak enak badan. Di sisi lain Lu Chen melihat Zahra yang sedang tidak enak badan dari kejauhan meminta manajernya Xiao Feng untuk mengantar Zahra pulang.
Zahra menuju ke lobby utama untuk memesan Taxi Online, baru saja dirinya ingin memesan Taxi Online dirinya dikejutkan dengan Xiao Feng yang menghentikan mobilnya di depan Zahra. Zahra merasa dia belum memesan Taxi Online, tapi kenapa ada mobil yang berhenti di depannya?.
Xiao Feng pun membuka kaca mobil lalu meminta Zahra untuk naik bersamanya.
“Halo nona Zahra, nama saya Xiao Feng. Saya manajer Lu Chen, Lu Chen meminta saya untuk mengantar anda sampai rumah.” (bahasa inggris) Xiao feng memperkenalkan dirinya terlebih dahulu agar Zahra tidak menaruh curiga terhadapnya.
“Sebaiknya anda naik terlebih dahulu, karena tidak enak dibelakang banyak yang mengantri.” (bahasa inggris) Xiao Feng memaksa Zahra agar naik terlebih dahulu agar tidak mengganggu ketertiban. Zahra pun menuruti permintaan Xiao Feng dan memberanikan diri untuk naik mobilnya. Lagipula Zahra sudah menguasai bela diri bila lelaki itu macam-macam dengannya batin Zahra saat itu.
Sepanjang perjalanan Xiao Feng dan Zahra tidak banyak pembicaraan, Xiao Feng hanya sedikit bertanya bagaimana Zahra dan Lu Chen bisa dekat?. Selebihnya mereka hanya fokus dengan jalan. Tak lama Xiao Feng sampai di rumah mewah milik Jiazhen, Zahra pun mengucapkan terima kasih kepada Xiao Feng dan memintanya untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Lu Chen atas tumpangannya. Namun Xiao Feng meminta Zahra untuk menyampaikannya sendiri lalu memberikan nomor ponsel Lu Chen kepadanya.
***
Dan sejak kejadian antara dirinya dan Lu Chen di pesta dansa. Zahra sepanjang malam menjadi gelisah, dia terus menggenggam erat ponselnya. Zahra bermaksud ingin mengirim pesan kepada Lu Chen namun dirinya ragu.
Tiba-tiba…
Ponsel yang dipegang Zahra tiba-tiba berbunyi.
__ADS_1
Terlihat di layar ponsel Zahra panggilan video dari Amber sahabatnya.
“Halo sayangku Zahra! Kamu 'gak kangen sama pacar kamu ini??.” Tampak wajah Amber yang selalu tampan seperti biasanya.
“Sejak kapan kamu jadi pacarku?. Bisa-bisa aku jadi jomblo selamanya kalau kamu ngomong begitu terus? Aku masih normal Amber… So Pliss jangan mulai deh!.” Nada jutek Zahra seperti biasa yang selalu kesal kalau Amber sudah mengaku pacarnya.
“Gimana hari-hari kamu di sana sayang? Oh sorry maksud aku Ra!.” Amber meralat kata-kata, takut Zahra marah lagi kepadanya.
“Yahh menyenangkan seperti biasanya. Kamu kapan nyusul? Pekerjaan sudah selesai kan? Aku sedikit kesulitan di sini dengan bahasa mereka yang aku gak ngerti. Lumayan 'kan kalau ada teman yang mengerti dengan bahasa di sini. Kalau Jessica susah diajak ke sana sini Amber, apalagi suaminya sudah pulang hadeuhh… bisa kamu rasain yang aku rasain. Mereka berdua sudah seperti lem saja…” Protes Zahra yang ingin Amber secepatnya menemani di Cina.
“Tenang sayang lima hari lagi aku berangkat ke sana. Setelah kontrak kita dengan perusahaan Sinar Jaya selesai. Lagipula aku tuh udah lama 'gak ke Cina say, mungkin bisa dibilang sudah agak lupa dengan bahasa di sana. Tapi pasti bisalah demi sayang aku tercinta… muahhh!!.” Amber mulai lagi dengan kebiasaannya yang suka berlagak seperti pacar Zahra.
Amber memang keturunan Cina tapi dari lahir sampai masuk SMP dia besar di Belanda. Dan dari SMA sampai sekarang ia tinggal di Indonesia, sanak keluarganya masih banyak yang tinggal di negara Cina. Namun sudah belasan tahun Amber tidak bertemu dengan mereka.
Author
Ayo siapa yang kangen Amber?
Hayho!! Readers Dukung karya aku ya!
Dengan Klik tombol like, gift dan vote ya!!
**MUaaahhHH!!**😘😘❤️❤️
__ADS_1