Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Makan Malam Keluarga


__ADS_3

***


Flashback malam kemarin


Jedag jedug suara musik yang DJ mainkan di sebuah diskotik


Terlihat Zahra dan Amber yang sedang asik mengobrol di sebuah meja bar.


“Amber! Kamu bener-bener udah kehabisan akal ya? Minum sampai sepuluh gelas??.” Maki Zahra yang kesal karna temannya mabuk.


“Hey, ini tuh perayaan kita karena udah berhasil masuk majalah fashion ternama. Jadi gak ada salahnya 'kan aku mabuk Ra..?!.” Balas Amber yang berteriak sambil sempoyongan.


“Kalau kamu yang mabuk kan, aku yang susah!” Sambil teriak karena musik DJ yang kencang.


Karena terlalu banyak berteriak, tenggorokan Zahrapun kering. Lalu ia meminum air dan karena terlalu banyak minum air, Zahrapun pergi ke toilet. Di dalam perjalanan, dirinya menabrak seorang lelaki. Lelaki tersebut tak lain dan tak bukan adalah Robby yang sedang jalan sambil mabuk di Lorong toilet diskotik.


Sontak Robby yang melihat Zahra, langsung menarik lengan Zahra lalu memeluknya. Robby mendekatkan bibirnya ke telinga Zahra dan berbisik.


“Zahra, aku cinta kamu!.” Lalu mencium pipi Zahra tanpa permisi.


Namun di saat bibir Robby mendekat ke arah bibir Zahra, tendangan maut Zahrapun beraksi.


DUaaKK!!


AArrgghh!! 


Biji terong Robby terkena tendangan maut Zahra, yang pastinya sangat… sangat… sakit rasanya. Tapi bagi Zahra itu sangat pantas buat Robby yang sudah berani menodai kesucian pipinya.


 


Author


Mamam tuh koko Robby


 


Tanpa memperdulikan keadaan Robby, Zahra masuk ke toilet dengan langkah tergesa-gesa, seolah ingin secepatnya menjauh dari si playboy cap kupu-kupu yang hobbynya nemplok sana-sini.  Begitulah Zahra dirinya memang sangat tidak menyukai orang yang bersikap semena-mena terhadapnya. Oleh karena itu banyak laki-laki yang takut mendekati Zahra karena sikapnya yang tidak bisa basa-basi. Tidak suka langsung hajar, makanya banyak dari laki-laki tersebut yang kapok gara-gara terkena bogeman dan tendangan maut Zahra. Mungkin Robby pengecualian, hanya dia satu-satunya lelaki yang pantang mundur menghadapinya.


***

__ADS_1


Ruangan Zahra


Amber tertawa melihat muka kesal Zahra karena ulah Robby. Amber masih saja gemar menggoda Zahra yang selalu ilfil dekat dengan Robby. Mau bagaimana lagi, begitulah sifat Zahra yang sulit ditolerir kalau sudah ilfil.


Tak lama Amber pun mengutarakan maksud dan tujuan memanggil Zahra ke kantor. Ia menerima email dari salah satu penyelenggara kompetisi Fashion di Beijing. Perusahaan Zahra masuk di dalam list salah satu peserta kompetisi di sana, wajah Zahra berubah menjadi cerah begitu mendengar informasi penting dari sahabatnya itu.


Kantor Zahra pukul 7 malam…


Malam hari telah tiba, Zahra berhasil menyelesaikan semua pekerjaannya. Karena ia harus segera bersiap-siap ke Beijing untuk kompetisi. Zahra merapihkan semua file dokumennya lalu menyusunnya dengan rapih di rak yang tersedia, iapun menelpon sekretarisnya untuk memberitahu kalau dirinya akan segera pulang.


Zahra malam ini ada undangan makan malam bersama orang tuanya. Walaupun sudah kurang lebih tiga tahun lamanya, Zahra memutuskan untuk pisah rumah. Tapi hubungan dirinya dengan ke dua orang tuanya masih sangatlah dekat, karena memang dirinya adalah anak satu-satunya. Zahra pun bergegas mengambil tasnya dan menuju parkiran mobil.


Di perjalanan pulang Zahra menyetir sambil menikmati pemandangan kota saat malam hari. Iapun memutar lagu kesukaannya…


Zahra ikut menyanyikannya dengan nada lantang, menandakan bahwa dirinya sedang bahagia.


***


Kurang lebih satu jam lamanya, mobil Zahra telah sampai di parkiran rumah orang tuanya. Kedatangan Zahra langsung disambut oleh Bu Mirna Ibu Zahra dengan pelukan kasih sayang.


Bu Mirna lalu mempersilahkan anak satu-satunya itu masuk ke dalam rumah. Tak lupa mengingatkan Zahra untuk melepas sepatunya terlebih dahulu, karena dia tahu anaknya itu suka lupa membuka sepatu begitu sampai rumah.


Zahra pun langsung menaruh tas kerja disembarang tempat lalu membantu pak Sulam menyiapkan peralatan makan. Sejak tahun lalu pak Sulam resmi menjadi seorang pensiunan, sehingga Pak Sulam lebih memilih membantu pekerjaan rumah sang istri. Karena dirinya juga dilarang bekerja oleh Zahra, meskipun banyak tawaran usaha yang ditawarkan koleganya. Karena Zahra tidak mau melihat ayahnya yang harus capek bekerja, padahal dirinya sudah bekerja.


Masakan sudah lengkap tertata di ruang keluarga. Tampak menu yang se-sundaan kesukaan Zahra terpampang jelas di mata Zahra, membuat Zahra tak sabar untuk melahapnya. Ruang keluarga Zahra tidak terdapat meja makan, karena rumahnya yang memang sangat sederhana. Maka saat makan mereka hanya duduk lesehan di depan TV sambil menonton acara favorit sekeluarga.


Malam itu Zahra dan keluarga makan malam sambil menonton acara gosip favorit Bu Mirna. Terlihat host gosip acara tersebut sedang membaca berita dengan menarik urat dengan bibir yang sedikit maju dan mata yang nyalang. Nama acara tersebut “Golok!”, acara gosip yang memiliki rating yang tinggi karena menampilkan gosip dari semua artis baik dalam maupun luar negeri.


“Ada gosip pernikahan lagi?” Bu Mirna berkomentar mengenai acara gosip yang ditontonnya itu.


“Gosip apa bu?.” Pak Sulam menanggapi ucapan Bu Mirna dengan rasa penasaran.


“Itu loh artis kita dengan pengusaha terkenal itu. Siapa tuh namanya? Jackson Lu.” Bu Mirna menjawab Pak Sulam.


Sontak Zahra langsung mengalihkan pandangannya ke arah televisi, yang saat itu sedang asik menyantap makanannya. Karena ia tahu siapa Jackson Lu, ia adalah ayah dari Jason Lu si “Bunga Sekolah” teman SMP-nya.


Di berita tersebut dijelaskan bahwa Jackson Lu yang merupakan duda, menikah lagi dengan seorang artis Indonesia bernama Niki Freya yang usianya terpaut 25 tahun darinya.


“Kapan Jackson Lu jadi duda? Kok aku baru dengar? Trus di mana Jason dan ibunya sekarang?.” Batin Zahra penasaran.

__ADS_1


“Ah orang tua jaman sekarang maunya sama daun muda!.” Ketus Bu Mirna yang gondok dengan berita tersebut.


“Gak lah bu, masih ada orang tua yang gak suka daun muda. Nih contohnya ayah yang setia sama ibu.” Sambil menggoda Bu Mirna dengan kedipan matanya yang nakal.


Zahra cuma bisa menggeleng melihat tingkah ayah dan ibunya. Karena dirinya yang sudah terlalu lama menjomblo dan tidak pernah tahu rasanya memiliki seorang pasangan itu lebih memilih diam.


***


Light Entertainment, Beijing


Di sebuah ruang rekaman


Tampak seseorang dari belakang sedang duduk dengan rambut pirang dan menggunakan head set, mengetuk-ngetuk kan jari terlihat serius mendengarkan musik.


Tak jauh dari sana terdengar suara dua orang tampak sedang berbicara di depan pintu rekaman. 


“Bagaimana? Anda sudah bujuk dia untuk hadir kan? Mereka sudah bayar mahal untuk ini!” (bahasa mandarin) Tampang memohon pria yang menggunakan kacamata yang terlihat frustasi.


“Saya akan berusaha, hanya saja dia sedang tidak ingin diganggu untuk saat ini.”(bahasa mandarin) Ucap laki-laki dengan wajah tampan berbaju putih menenangkan lelaki itu.


“Ok, anda kasih saja list tamu dan peserta yang akan hadir nanti kepadanya. Mudah-mudahan dengan ini dia mau.” (bahasa mandarin) Laki-laki berkacamata itu menyerahkan sebuah buku kepada lelaki tampan berbaju putih tersebut.


Setelah berpamitan, lelaki tampan berbaju putih itu masuk ke dalam ruang rekaman. Lalu menyerahkan buku tersebut kepada lelaki yang mendengarkan musik. Lelaki itupun melepaskan head setnya dan menerima buku itu.


“Apa ini?.” (bahasa mandarin) Walau tak tampak wajahnya tapi dapat dipastikan kalau wajahnya tampan seperti suaranya yang merdu.


“Ini list tamu dan peserta acara kompetisi yang aku maksud.” (bahasa mandarin) Terang lelaki tampan berbaju putih.


“Ya ok, tapi tetap aku tidak janji akan menghadirinya.” (bahasa mandarin) Jawab lelaki di ruang rekaman itu dengan nada malas.


“Ya, terserah kamu.” (bahasa mandarin) Dijawab dengan malas juga oleh lelaki tampan berbaju putih tersebut. Lalu pergi dari ruang rekaman dengan tergesa-gesa.


Lelaki di ruang rekaman itu lalu membuka buku tersebut, ia membuka satu per satu halamannya. Dan menemukan sesuatu yang membuat senyumnya terbit, terpampang di list salah satu peserta bernama Azzahra Falisha, Indonesia.


 


Author


Siapakah lelaki berambut pirang itu?? Penasaran gak? Lanjut ya!!

__ADS_1


 


__ADS_2