Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Patah hati


__ADS_3

JF Company


Di sebuah ruangan dengan nuansa hitam dan abu-abu terlihat Robby Lu yang duduk dengan gelisah. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, namun terlihat Robby hanya memainkan penanya dan menatap ke arah jendela. Sampai kegiatannya itu dihentikan oleh sebuah ketukan dari arah pintu ruangannya.


Tok! Tok! Tok!


“Masuk!.” (bahasa mandarin) Teriak Robby dengan lantangnya.


Terlihat Miss Nuca yang masuk dengan berlenggak lenggok bak model papan atas. Seperti biasa dengan dandanan mencoloknya ia masuk ke dalam ruangan Robby.


“Hai bebeb!!. Lagi sibuk gak?.” (bahasa mandarin) Miss Nuca dengan gerakkan aduhainya bertanya dengan nada merayunya itu.


“Ada apa? Langsung saja!.” (bahasa mandarin) Robby yang malas dengan tingkah Miss Nuca itu langsung melemparkan pertanyaan maksud dan tujuannya menemui Robby. Karena dirinya yakin pasti ada udang di balik bakwan.


“Ya ampunn bebeb udah 'gak sabaran nih.” (bahasa mandarin) Miss Nuca kembali mengedipkan matanya ke arah Robby yang membuat Robby semakin risih.


“Cepat! Atau aku keluar dari sini!.” (bahasa mandarin) Robby mengancam Miss Nuca dengan tatapan tajamnya.


“Baiklah! Baiklah! Aku butuh bantuan kamu untuk jadi model sekali ini.. saja!! Habis model aku tuh gak ada yang ok semua! Yang ada pakaian aku jadi gak bagus terlihat! Pliss!!.” (bahasa mandarin) Mohon Miss Nuca sembari menyatukan tangannya tanda memohon.


“Hhmm… berapa lama?.” (bahasa mandarin) Tanya Robby dengan nada malas.


“Aku janji ‘gak akan lama!. Ya? Ya?.” (bahasa mandarin) Miss Nuca kembali memasang wajah memelasnya.


Akhirnya dengan berat hati Robby menuruti permintaan Miss Nuca, karena mengingat Miss Nuca yang tidak akan pernah berhenti mengganggunya kalau tidak dituruti.


***


Hari ini adalah pemotretan untuk Cover majalah bisnis, sebenarnya memang model untuk hari ini seharusnya adalah Lu Chen. Namun untuk kesekian kalinya Lu Chen tak pernah mau untuk menjadi model perusahaannya sendiri. Akhirnya Miss Nuca hanya menggunakan beberapa model bayarannya untuk menggantikan posisi Lu Chen. Sama seperti Robby Lu kerap kali dirinya selalu menghindar dalam sesi pemotretan. Hanya saja dengan mulut manis Miss Nuca yang berbohong kalau saat ini dirinya butuh model untuk contoh projectnya saja. Akhirnya Robby mau menurutinya, dengan ini rencana Nyonya Summerpun berhasil untuk menampilkan wajah Robby Lu di Cover majalah bisnis.


Dengan wajah dan body super modelnya Robby Lu mengenakan jas mewah bercorak keemasan yang menambah elegan penampilannya. Miss Nuca yang melihat itupun tak luput dari pesona Robby Lu yang memang sudah tampan dari lahir itu.



“Bebeb sayang..! Kamu kok ganteng banget sik?? Kalau kayak gini gak akan ada wanita di luar sana yang menolak pesona kamu pastinya!.” (bahasa mandarin) Dengan percaya diri Miss Nuca meyakinkan Robby Kalau saat ini dirinya sangatlah tampan.


“Kalau memang benar seperti itu?. Kenapa Zahra selalu saja menolakku?.” (bahasa mandarin) Bathin Robby Lu yang mengingat penolakkan Zahra terhadapnya.

__ADS_1


 


Author


Koko Robby masih ada reader di sini!


Tinggal pilih aja! Ahay!😁😁


 


Dengan diiringi suara jepretan kamera di seluruh ruangan studio, Robby berpose dengan menawannya.


Cekrekk!!


Cekrekk!!


Akhirnya sesi pemotretan selesai, Robbypun mengganti semua pakaiannya dan bersiap untuk pulang ke apartemennya. Di saat dirinya yang sedang bersiap-siap, tiba-tiba suara ponsel Robby berbunyi, terlihat nama Amber di layar ponsel miliknya.


“Halo Amber.” Robby yang mengangkat telpon masih dengan tangan kiri yang mencoba membuka kemejanya.


“Pa kabar? Sibuk gak?. Bisa ke club hari ini?. Kalau bisa, aku tunggu di tempat biasa.” Amber mengajak Robby untuk ikut nongkrong bareng dengannya malam ini. Karena mereka berdua sudah hampir dua bulan lamanya tidak bertemu, tentunya karena kesibukkan masing-masing.


***


JEDAG JEDUG


Suara DJ memainkan musiknya di sebuah club malam di kota Beijing.


Terlihat Amber sedang asik meneguk minuman beralkohol di meja bar. Datanglah seorang wanita cantik kalau dari perawakannya seperti blesteran Cina dan Eropa itu mendekati Amber yang sedang menunggu Robby datang.


“Hai Amber! Masih ingat aku ‘gak?. Sapa wanita cantik tersebut.


“Oh, hai! Kamu Shine pacarnya Robby dulu kan?.” Balas Amber sambil menerka-nerka siapa wanita tersebut.


“Haya…! Siapa juga yang pacaran sama Robby? Lelaki seperti patung budha itu sulit sekali didekati!. Walaupun kami pernah dekat dulu, tapi hanya sebatas rekan kerja saja.” (bahasa inggris) Balas Shine sambil tersenyum dan ikut menenggak minuman alkohol yang ada di sebelah Amber.


“Masa? Siapa itu selain kamu? Paula? Siska? Pamela? Yah dan banyak lagi… tak terhitunglah! Sampai dia dijuluki playboy cap kupu-kupu? Apa semua itu tidak benar?.” (bahasa inggris) Amber memastikan ucapan Shine, bahwa yang selama ini ia tahu kalau Robby adalah seorang playboy.

__ADS_1


“Hahaha! Sejak kapan? Yang ada setelah kami menemaninya ke sebuah acara, setelah itu kami langsung hilang kontak. Ia menjadi sulit untuk dihubungi, belum ada yang berhasil menaklukkan hati seorang Robby Lu. Aku sungguh menantikannya!.”  (bahasa inggris) Jelas Shine mengatakan sebuah kebenaran yang selama ini Amber tidak mengetahuinya.


“Benarkah?. Wah!!.”  (bahasa inggris) Amber yang tak menyangka kenyataan itu sepintas ia teringat dengan sahabatnya Zahra.


“Ra, kamu udah salah sangka sama Robby.” Bathin Amber.


Tiba-tiba percakapan mereka terhenti dengan kedatangan Robby. Seketika Shine merubah perangainya menjadi sedikit menggoda. Shine mengibaskan rambut persis seperti kucing yang ingin dielus. Amber yang melihat itupun menahan tawanya.


“Hai, Shine! Lama kita tidak bertemu.” Robby menyapa Shine, sambil membuat senyum keterpaksaannya ke arah Shine mantan modelnya itu.


Sebenarnya para model itu sebagian tahu bahwa Robby merupakan General Manager perusahaan JF dan termasuk salah satu calon pewaris dari perusahaan raksasa tersebut. Salah satunya adalah Shine, sudah lama ia menargetkan Robby untuk menjadi calon suaminya. Namun sayang Robby paling tidak suka wanita agresif seperti dirinya.


“Rob, baru sampai?.” Sapa Amber.


“Yah, ada sedikit kendala saat di jalan. Macet!. Sudah lama kita ‘gak ketemu? Bagaimana kabarmu? Dan kabar Zahra tentunya?.” Robby selalu menyelipkan Zahra di setiap pertanyaannya ketika bertemu Amber. Amber yang tahu maksud dari Robby itupun mulai tak enak hati untuk memberitahu bahwa Zahra sudah memiliki kekasih.


“Ehmm… Aku baik, dan dia baik. Sangat baik malah.” Amber dengan ragu-ragu menjawab pertanyaan Robby.


“Oh ya, ada kabar baik apa memangnya?.” Robby dengan semangatnya yang seperti biasa bila berhubungan soal Zahra.


“Tunggu, siapa Zahra?. Apa wanita yang waktu itu? Bukannya dia benci banget sama kamu ya Rob?.” Bahkan Shinepun tahu Zahra sangat tidak menyukai Robby. Tanya Shine dengan bahasa Indonesia kakunya ke Amber dan Robby.


“Ya, Zahra sahabatku. Kamu mengenalnya?.” Tanya Amber.


“Yah, yang ku tahu saat itu dia sangat membenci Robby. I don’t know!.” Shine hanya menerka-nerka siapa Zahra karena saat itu Shine hanya melihatnya sekilas saat dirinya menemani Robby di bar, dan Zahra mengira bahwa Robby sedang bermain perempuan saat itu.


“Hei, Amber. Aku bertanya padamu ada kabar apa dari Zahra?.” Tak ingin disela oleh Shine, Robby kembali meminta jawaban dari Amber.


“Oh, sekarang dia sedang berkencan.”


JEDAARRR!!


Bak disambar petir, seketika raut wajah Robby berubah menjadi suram mendengar perkataan dari Amber. Bagaimana tidak wanita yang ia harap-harapkan kini sudah memiliki seorang kekasih.


“Apa itu Lu Chen?.” Walaupun Robby sudah tahu jawabannya, ia masih tetap bertanya kepada Amber soal siapa kekasih Zahra saat ini.


“I.. Iya..” Amber ragu-ragu dengan jawabannya ketika melihat perubahan dari raut wajah Robby saat itu.

__ADS_1


Mendengar itu Robby langsung memesan minuman berkadar alkohol paling tinggi kepada bartender. Hari ini Robby memilih untuk menghabiskan waktunya dengan minum sampai mabuk. Amber dan Shine yang berusaha untuk menghentikan aksi Robby, sia-sia Robby terus saja minum tanpa henti sampai akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri. Amber tak habis pikir dengan Robby yang ia tahu selama ini adalah seorang playboy. Ternyata hanyalah seorang lelaki lugu yang tak pernah mengenal cinta. Ia jelas-jelas sudah salah sangka dengannya, ada perasaan bersalah di hati Amber yang tidak bisa membantunya mendapatkan Zahra. Namun mau bagaimana lagi Zahra telah memilih Lu Chen sebagai tambatan hatinya.


__ADS_2