Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Kencan Yang Menguras Keringat dan Memompa Jantung


__ADS_3

*Lanjutan*


Zahra tak habis pikir kalau kekasihnya itu adalah seorang petarung, padahal kalau dari penampilan sama sekali tidak terlihat kalau Lu Chen yang terlihat sangat menjaga dirinya itu memiliki hobi yang beringas.


“Lu, apa aku harus menunggumu di sini?.” Zahra merasa bahwa dirinya tidak perlu melihat pertandingan kekasihnya di mana dia harus melihat kekasihnya yang cantik itu kenapa-kenapa.


“Maaf Lu, Aku belum siap lihat wajah cantikmu itu dipukuli.” batin Zahra.


Lu Chen yang melihat wajah cemas kekasihnya itu justru menarik tangan Zahra hingga keluar menuju octagon.


"Jason! Jason! Jason!."


Suara sorakan penonton membuat telinga Zahra berdengung, dan membuat kepalanya sedikit pusing.


Lu Chen sudah siap dengan peralatan tempurnya yaitu sarung tinju dan pelindung wajahnya. Dan iapun memasuki arena pertempuran.


"Jason! Jason! Jason!."


Dan tampak di sebelah kanan arena pertandingan sudah ada petarung yang berwajah sangar dan berotot yang siap menghajar Lu Chen saat itu juga. Sontak membuat bulu kuduk Zahra semakin merinding dibuatnya.


Ditengah-tengah ketakutannya Zahra melihat Lu Chen yang berada di arena pertandingan, tiba-tiba saja dirinya dikejutkan dengan kedatangan Xiao Feng.


“Bagaimana?.” (bahasa inggris) Xiao Feng membuat Zahra seketika mengerutkan dahinya dengan pertanyaan yang tidak dirinya mengerti.


“Maksudnya?” (bahasa inggris) Zahra kembali bertanya kepada Xiao Feng karena dirinya sungguh tidak mengerti.


“Maksudku. Persiapan Lu Chen? Baru mulaikah?. Kenapa wajahmu seperti itu?.” (bahasa inggris) Xiao Feng bertanya kepada Zahra dengan akrab tanpa kata-kata formal seperti biasa saat menghadapi Zahra.


“Oh, aku hanya sedikit tidak terbiasa.” (bahasa inggris) 


“Jangan kaget, beginilah Lu Chen di luar panggungnya. Tidak seperti yang kita bayangkan. Aku pada awalnya juga terkejut, namun lama-kelamaan aku terbiasa.” (bahasa inggris) Xiao Fengpun menepuk bahu Zahra yang saat itu terlihat tegang.


Teng Teng


Suara bel pertandingan di mulai


DEG


Jantung Zahra mulai berdetak tak karuan, Lu Chen mulai melakukan ancang-ancang untuk menghadapi lawannya.


BUG!!


Pukulan pertama berhasil dilayangkan Lu Chen mengenai lawannya. Zahra yang daritadi menahan nafasnya, sekarang bisa bernafas lega melihat hal itu.

__ADS_1


Xiao Feng yang melihat Zahra mengusap dada membuat dirinya sedikit tersenyum kepadanya. Ia melihat ini pertama kalinya Lu Chen berkencan, dan dirinya heran mengapa di saat-saat pertama kencan, Lu Chen malah mengajak kekasihnya ke arena pertarungan. Hal ini membuat Xiao Feng manajer sekaligus sahabat terdekat Lu Chen itu menggelengkan kepala.


Teng


Bel tanda akhir ronde pertamapun berbunyi.


Sekarang Lu Chen harus ke sudut arena untuk beristirahat dan meregangkan otot-ototnya. Xiao Feng bergegas ke arah Lu Chen diikuti oleh Zahra. Zahra meraih wajah Lu Chen dan memperhatikan setiap inci dari wajah kekasihnya itu. Sangat terlihat gurat cemas di wajah Zahra saat itu. Lu Chenpun akhirnya menggenggam erat jemari tangan Zahra dan memberikan isyarat lewat matanya seakan berkata bahwa dirinya tidak apa-apa.


Teng


Bel Ronde keduapun dimulai


"Jason! Jason! Jason!."


Suara sorakkan penonton mulai riuh kembali.


BUG!!!


DEG 


Belum juga satu menit bel dimulai Lu Chen langsung mendapatkan pukulan maut dari lawannya itu. Seketika Lu Chen sempoyongan dan oleng ke arah kanan tepat dimana Zahra berada. Sontak membuat Zahra panik dan langsung ingin menangkap Lu Chen di arena. Namun tindakannya itu dihentikan Xiao Feng, karena saat ini Lu Chen masih dalam pertarungan artinya tidak ada pihak luar yang membantunya.


Lu Chen yang terlihat kewalahan itu kemudian mengangkat kepalanya, dan mulai berdiri menghadapi lawan. Dengan cepatnya ia kembali menghajar lawannya itu dengan pukulan uppercutnya. Namun usahanya untuk menjatuhkan lawannya itu gagal, saat lawannya yang terjatuh berhasil menendang kaki Lu Chen hingga terjatuh dan membuat kepalanya terjatuh dengan keras di arena.


DEG


***


Tak terasa pertarungan Lu Chen sudah memasuki ronde ke tiga. Lu Chen dan lawannya memiliki poin satu sama.


Lu Chen yang saat ini kesulitan untuk bergerak karena lawannya itu mengunci pergerakkan membuat Zahra keringat dingin dan terlihat menggigit bibir bawahnya.


Dan ketegangan akhirnya hilang, saat Lu Chen berhasil melepas kuncian lawannya dengan sundulan kepalanya. Penonton mulai riuh dan ketegangan semakin menjadi saat Lu Chen dan lawannya itu saling melempar pukulan.


Lu Chenpun berhasil menjatuhkan lawannya itu dengan ke dua pukulan terakhirnya. Namun disaat dirinya lengah, lawannya mencoba melayangkan pukulan kepadanya. Membuat Zahra teringat dengan kejadian sepuluh tahun lalu, di mana dirinya pernah dalam posisi tersebut. Ia sangat takut Lu Chen akan mengalaminya kembali.


“Lu, Awas!!”. Teriakkan Zahra menggema ke seluruh ruangan.


Lu Chen yang memang sudah tahu dengan pergerakkan lawannya langsung dapat menghindar dengan mudahnya dari pukulan tersebut. Entah perasaan apa yang menghinggapi Zahra saat ini, iapun menangis sejadi-jadinya melihat Lu Chen yang akhirnya berhasil menghindar. Xiao Fengpun yang melihat kepanikan Zahra, merangkul bahu Zahra seolah-olah berkata kalau semua baik-baik saja.


Lu Chenpun memenangkan pertandingan tersebut dengan berhasil menjatuhkan lawannya sampai KO di ronde ke tiga.


***

__ADS_1


Ruang Ganti Lu Chen


“Lu, lain kali kamu jangan mengajaknya kemari. Kamu tidak lihat dirinya sampai syok seperti itu?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng kasihan melihat Zahra yang masih syok sehabis melihat pertandingan Lu Chen.


“Dia tidak selemah itu, kamu tidak mengenal dirinya. Nanti akan ku tunjukkan padamu.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang yakin kalau kekasihnya itu tidak serapuh yang Xiao Feng pikirkan. Karena Lu Chen pernah melihat langsung Zahra berhasil menghajar para pencopet dengan mudah dulu.


“Bagaimana tidak Lu, coba kamu lihat dia sekarang?. Apa namanya kalau bukan ketakutan?.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang mendengar penuturan manajernya itu hanya tersenyum lalu menepuk bahu Xiao Feng.


Lu Chen yang sudah membersihkan diri menghampiri Zahra kekasih hatinya yang sedang terlihat kebingungan.


“Lu, kamu tidak apa-apa 'kan?.” Zahra langsung memeluk kekasihnya itu dengan erat seakan Lu Chen akan pergi jauh darinya.


“Tenanglah, aku tidak apa-apa.” Lu Chen berkata sambil mencium kening Zahra.


“Tiba-tiba aku teringat dirimu yang terluka sepuluh tahun lalu.” Seketika airmata menetes disudut mata Zahra kala itu.


Xiao Feng yang melihat adegan berpelukan antara Zahra dan Lu Chen, memiliki ide untuk menggoda mereka.


“Katanya kuat? Kok masih nangis?.” (bahasa mandarin) 


Lu Chen yang tidak terima dengan ledekkan temannya itu membuat dirinya punya ide untuk menguji kemampuan Zahra kepada Xiao Feng.


“Bunga, apa kamu tahu sekarang Xiao Feng sedang mengejekmu. Ia mengatakan dirimu itu lemah. Sebagai kekasihmu aku tidak terima. Bisakah kamu menunjukkan padanya seberapa kuatnya dirimu sayang?” Zahra yang mendengar penuturan kekasihnya itu, seketika geram atas perkataan Xiao Feng dan langsung menatap Xiao Feng dengan tatapan tajam.


Zahra langsung memasang kuda-kuda menantang Xiao Feng.


“Lawanlah dia! Kamu akan tahu setelah itu.” Lu Chen menatap Xiao Feng dengan tatapan meremehkannya.


“Baiklah!.” Xiao Fengpun memasang kuda-kuda dan melemparkan pukulan tepat ke arah wajah Zahra.


Dan seketika Zahra menangkap pukulan tersebut dengan mudahnya, lalu memiting tangan Xiao Feng dengan satu tangannya. Lu Chen yang melihat itupun langsung tertawa terbahak-bahak, dirinya sangat puas dengan tingkah kesakitan Xiao Feng saat dipiting Zahra.


 


Author


Mamam tuh Xiao Feng makanya jangan underwear..


Eh salah, under estimate sama Zahra 😁🤣


 


__ADS_1


Bonus Visual Xiao Feng


__ADS_2