Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Berita Kedatangan Lu Chen


__ADS_3

Matahari pagi menyinari sebuah kawasan perumahan dengan indahnya, banyak warga sekitaran memilih untuk memulai kegiatannya di pagi itu termasuk Bu Mirna, Ibu dari Zahra. Bu Mirna hendak pergi untuk berbelanja sayuran di pasar terdekat. Iapun memilih menaiki bis agar sampai dengan cepat di pasar yang berada tak jauh dari rumahnya. Di halte tempat dia menunggu bis terdapat beberapa orang yang sedang sibuk memasang beberapa poster untuk di pasang di halte tempatnya menunggu bis. Ternyata foto yang ada di poster tersebut adalah foto Lu Chen kekasih anaknya Zahra. Iapun memperhatikan dengan seksama foto Lu Chen yang ada di poster, ia masih tak percaya bahwa anaknya berhasil mengencani Lu Chen yang merupakan idol terkenal di Cina.


Hingga tak lama dirinya yang sedang asik memandangi keindahan wajah Lu Chen itu, dikejutkan dengan tepukan oleh tangan seseorang di pundaknya. Bu Mirnapun menoleh ke arah orang yang menepuk pundaknya, dan ternyata dia adalah Bu Siti si tukang gosip di daerahnya.


“Bu Mirna ngapain?.” Tanya Bu Siti yang terlihat kepo.


“Kamu udah tahu masih tanya?.” Kesal Bu Mirna yang tahu Bu Siti cuma kepo.


“Ngapain menatap lama-lama cowok itu?. Owalah.. kurang kerjaan aja!.” Celoteh Bu Siti yang ngomong suka tidak disaring itu.


“Emang kenapa kalau aku merhatiin pacar anakku sendiri?.” Balas Bu Mirna yang sedang pamer kalau poster yang dipajang adalah kekasih Zahra anaknya.


“Hah? Pacar? Hahahah!.” Bu Siti malah menertawakan Bu Mirna yang dia pikir sedang berhalusinasi.


“Loh kok malah ketawa?. Emang apa yang salah dari ucapanku?.” Kesal Bu Mirna yang dianggap cuma halu oleh Bu Siti.


“Ya salah lah!. Kalau mimpi jangan ketinggian Bu!. Nanti kalau jatuh nyesek!.” Ucap Bu Siti yang masih tidak percaya kalau Lu Chen kekasihnya Zahra.


“Yang mimpi siapa Bu Siti!. Nanti kalau kamu lihat sendiri bisa kamu yang nyesek!.” Kesal Bu Mirna dengan ocehan Bu Siti.


“Kalau pacar Zahra yang kayak gini!. Berarti pacar anakku, anak presiden Bu!.” Masih dengan ledekkan mautnya yang dilancarkan Bu Siti kepada Bu Mirna.


“Yowess kalau kamu gak percaya!. Gak papa!. Silahkan!. Yang waras ngalah aja!.” Dan Bu Mirnapun memilih segera pergi dan menaiki bis yang berhenti di hadapannya daripada terus meladeni Bu Siti tetangganya yang sableng itu.


Bu Siti yang melihat kepergian Bu Mirna terlihat berkacak pinggang, dan kembali menatap poster Lu Chen yang ada di hadapannya.


"Ckck.. Kasihan Bu Mirna, mungkin karena Zahra belum juga punya pacar jadi halu gituh." Ucap Bu Siti yang masih tak percaya kalau Lu Chen adalah pacar Zahra.


***


Pagi itu warga Indonesia heboh dengan berita kedatangan idol kenamaan di Cina, Lu Chen. Tentunya hal itu tak disia-siakan oleh seluruh media yang ada di Indonesia. Merekapun berbondong-bondong mencari keberadaan Lu Chen saat itu. Padahal sebenarnya Lu Chen sudah tiga hari berada di Jakarta, namun berita kedatangannya baru tersebar di berbagai media. Karena Lu Chen datang lebih awal, tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya sehingga media tidak mencium keberadaannya.


Mansion mewah milik Jackson Lu pun mulai dipadati oleh pemburu berita, namun tak satupun dari Jackson maupun Lu Chen yang ingin datang untuk sekedar menghampiri wartawan. Hal ini membuat berita menjadi simpang siur, pasalnya belum ada yang tahu kebenaran bahwa Lu Chen adalah Jason Lu anak pengusaha asal Cina yang tinggal di Indonesia.


Dan tak satupun dari keluarga Lu yang mengklarifikasi hal tersebut termasuk Jackson Lu, Ayah Lu Chen.

__ADS_1


Tak berapa lama datang mobil mewah milik Niki yang hendak masuk ke mansion saat di mana para wartawan datang mengerumuni mansion milik suaminya. Ketika wartawan tahu kalau itu adalah mobil Niki artis sekaligus istri dari Jackson Lu, ayah Lu Chen. Merekapun mengerumuni mobil Niki untuk mendapatkan klarifikasi, dan Niki yang tak tahu menahu soal Lu Chen memilih bungkam dan menerobos kerumunan wartawan yang ada di depan mobilnya.


Nikipun mulai merasa penasaran terhadap sosok Lu Chen anak dari Jackson Lu itu. Iapun membuka Gu-Gle untuk memastikan berita yang beredar dan melihat seperti apa rupa Lu Chen.


Dan terpampanglah di halaman Gu-Gle wajah Lu Chen dengan sejuta pesonanya. Dan hal itu langsung membuat Niki menjadi berambisi untuk mengenal Lu Chen lebih jauh, karena ia tahu dengan pasti bahwa semua harta suaminya akan jatuh ke tangan putra satu-satunya itu. Entah apa yang ada dipikiran wanita ular itu, selalu banyak cara yang bisa ia lakukan untuk mencapai tujuannya. Tapi tentunya Jackson Lu tidak akan membiarkan hal itu terjadi, karena ia telah memiliki semua kartu milik istrinya itu.


***


Di sebuah rumah mewah terlihat Jackson muda yang sedang marah kepada Jason anaknya.


“Udah Ayah bilang jangan main sama dia!.” Jackson merebut sesuatu seperti mainan kertas dari tangan Jason lalu merobeknya dengan kasar.


Jasonpun menangis karena mainannya telah dirusak oleh ayahnya. Jason menangis sejadi-jadinya namun tak diindahkan oleh ayahnya Jackson.


Adeganpun berganti menjadi adegan Mommy dan ayahnya Jason yang sedang bertengkar hebat. Kala itu Jason kecil melihat pertengkaran mereka dari balik pintu.


“Apa yang sudah kau perbuat padanya?.” Tanya Jiang Xi kepada suaminya.


“Aku hanya ingin mendisiplinkan dirinya. Ia harus tahu siapa dia?. Setiap hari dirinya hanya bermain-main!.” Jawab Jackson yang tidak memiliki rasa penyesalan atas tindakannya.


“Kau tahu dia hanya anak kecil!. Lihat dirimu!. Seberapa keras kau ingin mendidiknya?.” Tanya kembali Jiang Xi dengan tatapan sedihnya ke arah suaminya itu.


“Apa kau lupa kalau aku juga ibunya?.” Tanya Jiang Xi yang masih dengan air matanya memohon kepada suaminya Jackson.


“Cukup!.”


PLaakkk!!


Tangan Jackson dengan ringannya menampar pipi Jiang Xi.


Jiang Xipun tak menyangka suami yang dinikahinya selama 10 tahun telah berani melayangkan tangan kepadanya. Dan Jason yang melihat hal tersebut kembali menangis dibuatnya.


Dan seketika semua berubah menjadi gelap…


Lalu terdengar suara jam weaker yang semakin lama terdengar semakin jelas. Ternyata itu suara jam weaker yang ada di kamar Lu Chen. Adegan yang terjadi adalah sebuah mimpi yang dialami Lu Chen hari itu. Keringat terlihat jelas menghiasi pelipis matanya, iapun menghadap ke arah cermin yang berada persis di samping tempat tidurnya. Lu Chenpun mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha untuk mengumpulkan kembali nyawanya setelah tidur panjang semalam.

__ADS_1


Mimpi yang dialami Lu Chen hampir setiap malamnya, walaupun tak setiap saat ia alami namun selalu terjadi pabila dirinya teringat akan ayahnya Jackson Lu. Mimpi-mimpi tersebut seperti potongan-potongan ingatan yang ingin dirinya lupakan. Tapi sayang ingatan itu bukannya menghilang, ingatan itu malah menggorotinya masuk ke alam mimpi.


Setelah beberapa bulan ini iya sempat mengalami kemajuan karena perlahan-lahan mimpi itu menghilang. Namun malam tadi mimpi itu kembali menghampiri Lu Chen, sepertinya hal itu ada hubungannya dengan kedatangan Robby kemarin.


Lu Chenpun segera bangkit dari tempat tidurnya, iapun berjalan perlahan menuju ke arah dapur. Lalu ia mengambil segelas air putih dari dispenser kemudian menenggaknya hingga habis tak tersisa. Lu Chen merasa hausnya terbayarkan berkat segelas air putih yang diminumnya.


Dengan langkah gontai Lu Chen menuju arah kamar mandi yang tak jauh dari tempatnya mengambil air. Iapun menuju wastafel yang ada di depan kamar mandinya, lalu ia membasuh wajahnya yang dipenuhi keringat itu.


Setelah mengelap wajahnya dengan handuk, Lu Chen menduduki kursi makan dan mulai memeriksa ponselnya. Iapun sempat terkejut dengan banyaknya pesan dari manajernya Xiao Feng yang isinya meminta Lu Chen untuk mengecek berita tentang dirinya.


Isi berita itu keseluruhan tentang dirinya yang seorang Idol Cina yang ternyata seorang anak dari pengusaha sukses di Indonesia. Seperti biasa berita apapun yang sudah di sebarkan di Indonesia pasti akan viral, apalagi beritanya mengenai seorang Idol Cina yang ternyata pernah tinggal di Indonesia.


Xiao Feng meminta Lu Chen lewat pesan teks agar tidak melakukan apapun hari ini sebelum berita itu bisa dikendalikan, karena Xiao Feng sendiri belum tahu pola netizen di Indonesia itu seperti apa. Xiao Feng harus benar-benar mencari tahu demi keselamatan artisnya.


Akhirnya Lu Chenpun memutuskan untuk menghubungi Mr. Lucas untuk hal ini.


“Halo Tuan Muda.” Jawab Mr. Lucas lewat ponselnya.


“Apa wartawan sedang berada di rumah ayahku?.” Tanya Lu Chen kepada asisten ayahnya itu.


“Betul, Tuan Muda. Tapi tenang saja semua bisa dikendalikan dengan baik. Asalkan kita tak menanggapi sedikitpun kurasa hal itu akan hilang dengan sendirinya.” Jawab Mr. Lucas yang ingin Tuan mudanya itu tidak khawatir.


“Yah, kebetulan aku sedang malas menghadapi mereka. Tapi hari ini apa kau bisa membantuku keluar rumah?.” Tanya Lu Chen yang masih nekad ingin pergi dari rumah.


“Ku rasa sebaiknya Tuan muda di rumah saja hari ini. Jika Tuan Muda ingin sesuatu aku akan mengirimkan beberapa asistenku ke sana.” Pesan Mr. Lucas kepada Lu Chen.


“Hhmm.. baiklah. Tapi aku ingin kau segera menyelesaikan masalah ini secepatnya!. Karena aku tak mau bila harus terkurung di sini sampai esok hari!.” Pinta Lu Chen agar Mr. Lucas membantunya untuk mengurus para pencari berita yang mengincarnya.


Dan alhasil hari itu dihabiskan Lu Chen untuk menonton film-film kesukaannya. Soal Zahra ia sudah menyelesaikannya lewat panggilan video. Dan Zahrapun memaklumi hal tersebut, sudah sewajarnya sebagai kekasih Lu Chen ia harus memahaminya.


 


Author


Guys! Jangan lupa di pencet tombol like, gift, vote dan tinggalkan jejak comment ya!

__ADS_1


Xie Xie!


 


__ADS_2