
Sudah tiga hari Lu Chen belum juga memberikan kabar kepada Zahra. Tiga hari pula Zahra dalam kegelisahan menunggu kabar dari kekasihnya tersebut. Ingin hati Zahra mengirim pesan terlebih dahulu kepadanya, namun Zahra merasa takut dirinya mengganggu Lu Chen yang sedang dalam promo single barunya.
Di balkon kamar Zahra menyeruput jus buahnya sambil mencuri-curi pandang ke arah ponsel. Takut-takut jikalau Lu Chen menghubunginya. Melihat hal tersebut membuat Amber sahabatnya ikut merasakan apa yang sahabatnya itu rasakan.
Amber menghampiri Zahra yang duduk di balkon kamarnya dengan termenung.
“Ra, lagi apa?.” Amber menepuk bahu Zahra sambil memberikan sebuah soda dingin kepadanya. Namun Zahra menolaknya, karena masih ada jus buah yang belum habis diminum di tangannya.
“Makasih Amber, aku hanya memandangi pemandangan di luar jendela. Sungguh nikmat!.” Perkataan bohong yang keluar dari mulut Zahra, sengaja ia lakukan agar Amber tidak khawatir.
“Yakin? Aku perhatikan daritadi kamu melamun saja. Cerita donk!.” Paksa Amber.
“HHmm,, baiklah tapi janji, jangan katakan pada siapapun apalagi Jessica!.” Zahra mau bercerita asal Amber berjanji satu hal, untuk tidak menceritakannya kepada siapapun terutama Jessica. Karena ia tak ingin masalahnya menjadi beban sahabatnya.
“Aku janji!.” Sambil membuat simbol dua jari tanda dirinya berjanji tapi iapun menyembunyikan dua jarinya yang lain di balik badan. Memang Amber sulit dipercaya.
“Sudah tiga hari ini tidak ada kabar dari Lu Chen.” Zahra menjelaskan awal dari lamunannya.
“Apa? Kamu sudah coba menghubunginya?.” Tanya Amber agar iya tahu duduk permasalahannya.
“Belum. Aku takut mengganggunya, kamu tahu dia sangat sibuk. Aku merasa tidak enak hati.” Jawab Zahra sambil membuang nafasnya berat.
“Ra! Ra! Yang namanya sebuah hubungan itu penting banget komunikasi!. Bisa jadi dia menunggumu duluan yang memberi kabar? Dari mana kamu tahu kalau dirinya sibuk? Kalau kamu saja tidak pernah menghubunginya?.” Celoteh Amber yang sedikit geretan dengan sikap sahabatnya itu.
“Iya sih? Tapi…. Belum Zahra menjelaskan Amber sudah memotongnya.
“Stop!! Sekarang juga kirim pesan ke Lu Chen! Tanyakan kabarnya!.” Perintah Amber kepada Zahra, yang membuat Zahra langsung mematuhinya.
Zahrapun mengetikkan pesan untuk Lu Chen kekasihnya.
-Pesan-
Pengirim : Zahra
“Lu, bagaimana kabarmu? Apa kamu baik-baik saja?.”
Zahra memperlihatkan pesannya kepada Amber, tanda dirinya sudah melakukan apa yang diperintahkan Amber. Amberpun tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya ke arah Zahra.
Disela-sela mereka yang sedang menunggu balasan pesan dari Lu Chen. Amberpun teringat akan Robby pada saat di bar, sudah lama ia ingin bercerita kepada Zahra namun diurungkannya karena aktifitas mereka yang padat.
“Ra, aku punya kabar untukmu.” Amber memulai pembicaraannya namun sedikit ragu-ragu.
“Apa itu?.” Zahrapun menjadi penasaran.
“Sebulan yang lalu aku bertemu Robby, dan kamu tahu ternyata Robby tidak seperti yang kamu pikirkan Ra!.” Amber berkata sembari menyeruput minuman sodanya.
__ADS_1
“Maksudmu?.” Tanya Zahra yang juga ikut menyeruput kembali minuman jus, sambil memperhatikan layar ponselnya.
“Robby bukan playboy cap kupu-kupu seperti yang kita sangka! Kayaknya kamu harus minta maaf sama dia.” Terang Amber yang langsung dapat pelototan tajam dari Zahra, yang semakin tidak mengerti dengan perkataan sahabatnya itu.
Akhirnya Amber menjelaskan yang sebenarnya mengenai Robby dari ungkapan salah satu modelnya, dan dirinya juga menceritakan kisah patah hati Robby saat tahu Zahra sudah memiliki kekasih.
Zahra yang mendengar itupun, jadi merasa bersalah atas sikapnya dulu. Hanya saja dirinya masih belum siap untuk meminta maaf secara langsung kepada Robby. Karena jujur dirinya sangat gengsi minta maaf, apalagi kepada para lelaki yang pernah ditolaknya secara kasar.
Tidak berapa lama ponsel Zahra berbunyi, dan seperti dugaan Zahra terdapat pesan balasan dari Lu Chen.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
“Bunga, maaf aku belum sempat memberikanmu kabar sayang. Aku sedang sibuk dengan promo single. Aku janji setelah satu minggu ke depan kita akan bertemu. Aku sangat merindukanmu!!”
Tanda hati disertai dalam pesan Lu Chen.
Seketika wajah Zahra yang tadinya ditekuk bak kanebo kering, berubah menjadi sumringah. Amber yang melihat itupun tidak tahan untuk menggodanya.
“Cieee!! Yang udah dapet kabar dari ayang bebnya! Sekarang berubah jadi berbunga-bunga! Tadi aja udah kayak kertas lecek!!.” Goda Amber.
“Apaan sih kamu?.” Jawab Zahra yang menutup mulut dengan satu tangannya, karena malu dengan Amber.
Zahrapun langsung membalas pesan dari kekasihnya itu.
-Pesan-
Pengirim : Zahra
Balas Zahra dengan memberikan tanda hati kembali dipesannya.
Tak berapa lama pesanpun datang kembali dari Lu Chen.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
“Tenanglah sayang…! Aku pasti menjaga diriku untukmu. Setelah ini mungkin aku akan sulit menghubungimu kembali tapi akan aku usahakan demi kamu. Untuk mengobati rasa rindumu, aku kirimkan sebuah foto untukmu.
Lu Chenpun mengirimkan sebuah foto kepada Zahra. Zahra yang melihat wajah kekasihnya itu menjadi sangat senang sampai iapun tak dapat menahan rasa bahagianya di depan Amber. Sampai Amber yang melihat dibuat geleng kepala.
Dan Zahra berinisiatif mengirimkan pesan beserta foto dirinya kepada Lu Chen sebagai balasannya untuk mengobati rasa rindu Lu Chen kepadanya.
__ADS_1
-Pesan-
Pengirim : Zahra
“Aku akan menunggumu! Sayangmu selalu, Bunga.”
Tak berapa lama Lu Chenpun memberikan ICON kelinci dengan memeluk hati. Sontak kembali membuat Zahra menjadi semakin tersipu malu, dan iapun secara tidak sadar menghentakkan sedikit kakinya saking senangnya.
“Deuhhh.. yang lagi berbunga-bunga. Tuh bener kan apa kataku? Coba kalau kamu masih tetap pada pendirian. Yang ada itu muka bisa jadi kerupuk besok!.” Goda Amber yang tak ada habisnya bila ngecengin Zahra sahabatnya.
Zahra yang melihat perlakuan Amberpun, menjadi kesal dan memanyunkan sedikit bibirnya tanda protes darinya. Amber yang melihat tingkah sahabatnya yang berubah kekanak-kanakkan itu memilih pamit dari balkon agar Zahra bisa melamun seharian memikirkan Lu Chen sang pujaan hatinya itu.
***
Di sisi lain di sebuah apartemen, terlihat Jia Li sedang menelpon seseorang dengan ponselnya.
“Bagaimana? Apa anda sudah kerjakan apa yang saya suruh?.” Tanya Jia Li kepada seseorang di sebrang telponnya.
“Sudah anda tenang saja, berita itu akan rilis secepatnya!.” Jawab seseorang yang dari suaranya terdengar seperti suara seorang perempuan.
“Bagus! Saya tunggu tanggal mainnya!. Begitu rilis akan saya transfer ke rekening anda, Tenang saja! Tapi pastikan tidak ada yang tahu bahwa saya yang merencanakan semua ini!” Jawab Jia Li dengan nada mengancam.
“Pastinya, anda tenang saja.” Jawab perempuan itu, lalu Jia Lipun menutup panggilan telponnya.
Dengan wajah cantiknya, iapun terlihat tersenyum picik ke arah jendela kamarnya.
“Lihat saja Lu, aku pasti akan mendapatkanmu kembali!.” Jia Li bermonolog pada dirinya, seakan tekadnya sudah bulat untuk merebut Lu Chen kembali.
Author
Gimana nasib Zahra ya guys? Apa yang akan dilakukan Jia Li? Penasaran?
Cuss lanjut ya?
Guys! Tak bosan-bosan Othor ingetin! Jangan lupa pencet tombol like, gift sama votenya donk!!
Jangan lupa comment!
__ADS_1
Xie Xie!😘😘❤️❤️