
Pagi hari Jason terbangun dari tidurnya yang panjang, ia seakan bermimpi bahwa semalam ia melihat Mommy nya datang ke apartemennya dan menyanyikan lagu pengiring tidur untuknya. Ia berpikir saat itu dirinya tengah bermimpi indah.
Namun bau harum masakan yang tercium hingga masuk ke kamarnya, membuat dirinya bertanya siapa orang yang tengah menggunakan dapurnya untuk memasak. Ia pun meregangkan badannya lalu bangkit dari tempat tidurnya.
Perlahan Jason membuka pintunya dan mendapati seorang wanita yang tengah memasak di dapurnya. Dan ternyata orang itu adalah Zahra yang tengah memasak nasi goreng telur kesukaan Jason Lu saat dirinya masih kecil.
“Dari mana kamu tahu makanan kesukaan ku?.” Tanya Jason kepada Zahra yang tiba-tiba merangkul pinggangnya dari belakang.
“Lu, kamu sudah bangun?.” Zahra yang kemudian membalikkan badannya dan mendapati Jason yang sudah berada di belakangnya.
“Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan sayang!.” Ucap Jason sembari mengecup kening Zahra.
“Coba kamu tebak?.” Zahra yang ingin Jason menjawabnya.
“Setahu ku hanya Mommy yang tahu makanan kesukaan ku.” Jason menjawabnya dan kemudian mengingat kejadian malam tadi saat-saat di mana ia bertemu Mommy nya dan Mommy nya menidurkannya dan menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya.
“Apa semalam Mommy kemari?.” Tanya Jason kepada Zahra.
“Apa kamu tidak tahu?. Ia baru saja pulang setelah mengajarkan ku memasak nasi goreng ini.” Zahra yang menatap manik mata Jason seakan tak percaya bahwa kekasihnya tak mengingat kejadian semalam.
“Aku pikir semua itu hanya mimpi, karena aku masih dalam keadaan setengah sadar.” Jason yang kemudian duduk dan mencoba mengingat kejadian malam tadi.
“Apa kamu mabuk?. Apa yang terjadi sayang?.” Zahra yang mulai mencemaskan Jason.
“Tidak, hanya saja aku terlalu lelah dan ingin melepaskan penat saja semalam!. Kau tahu memilih keputusan ini adalah hal yang sangat sulit!.” Bohong Jason kepada kekasihnya Zahra, bahwa sebenarnya ia mabuk-mabukkan karena perjodohannya.
__ADS_1
“Aku mengerti, tapi tetap saja alkohol tidak baik bagi kesehatanmu.” Zahra yang mulai protes atas tindakan Jason.
“Tenanglah sayang, aku tahu batasan. Maafkan aku!.” Jason yang kemudian kembali memeluk Zahra sebagai tanda maafnya.
“Sudahlah kita makan saja dulu!. Setelah ini aku harus segera pergi ke kantor karena ada beberapa urusan yang harus ku urus.” Ucap Zahra yang langsung membuat Jason menarik tangannya.
“Apa kamu masih bekerja di GG Group?. Sudah ku bilang kamu ha..” Ucapan Jason yang seketika dibungkam oleh telunjuk Zahra.
“Aku tahu, tenanglah ini hanya beberapa urusan sebelum aku berhenti. Bu Jiang belum menemukan pengganti ku, aku harus mengurus berkas-berkas sebelum itu.” Ucap Zahra yang tak ingin Jason menginterupsi nya.
“Ok!. Tapi ingat aku ingin kamu datang ke konser ku sebagai kekasih ku bukan sebagai designer ku!.” Kesal Jason karena Zahra tak menuruti keinginannya.
Akhirnya Zahra merayu Jason agar memperbolehkannya untuk ke kantor walau dengan usaha yang sedikit sulit. Karena Jason rasanya tak ingin Zahra pergi dari apartemen walau hanya sebentar, ia butuh seseorang yang menemaninya saat ini. Rasanya sulit harus menahan beban yang dialaminya karena kejadian tadi malam.
Jason masih ingin bergelayut mesra dengan kekasihnya seharian, tanpa diganggu oleh siapapun hari ini. Zahra mengerti atas sikap kekasihnya itu, mungkin saja saat ini ia membutuhkan dukungan moril. Walaupun Zahra ragu bahwa Jason menjadi seperti ini karena masalah dirinya yang pensiun dari dunia entertain. Ia sangat yakin ada masalah lain yang disembunyikan Jason darinya.
Di kantor Light Entertainment Jiang Xi sudah duduk berdampingan dengan Aaron di sebuah sofa panjang yang berada di ruangan Aaron. Mereka tampak tengah berkumpul setelah sekian lama tak pernah bertemu karena kesibukan yang ada.
“Bagaimana persiapan konser Lu Chen?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi kepada Aaron.
“Semua sudah disiapkan dengan sempurna, tinggal menunggu rundown acara turun dari pihak penyelenggara.” (bahasa mandarin) Jawab Aaron sambil melepas kacamata bacanya yang sedari tadi ia gunakan untuk melihat laptopnya.
“Oh baguslah, aku kira semua terhambat karena masalah Lu yang tiba-tiba ke Prancis.” (bahasa mandarin) Ucap Jiang Xi yang langsung membulatkan mata Aaron saat itu.
“Prancis?. Apa Lu pergi ke Prancis?. Ada urusan apa?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron yang memang tidak tahu perihal Jason yang mendadak pergi ke Prancis.
__ADS_1
“Jackson telah merencanakan perjodohan untuk Jason.” (bahasa mandarin) Jawab Jiang Xi sambil menghela nafasnya kasar.
“Apa?. Aku pikir kakak ku sudah menyerah soal perjodohan dengan Jason. Apalagi sebelumnya ia sempat menolak perjodohannya dengan Jia Li.” (bahasa mandarin) Ucap Aaron yang masih tidak habis pikir dengan tindakan Jackson yang gegabah.
“Kau tahu JF Group membutuhkan dukungan dari Eropa untuk perluasan pasar mereka. Apalagi semenjak sepeninggalan Mr. Zao Lu, Jackson tak pernah menyentuh pasar Eropa. Dan sekarang ia butuh sebuah ikatan untuk menjalin kerjasama dengan pihak sana. Salah satunya dengan melakukan pernikahan politik dengan keluarga Josephine.” (bahasa mandarin) Ucap Jiang Xi.
“Ini gila!. Baru saja Lu mengorbankan semua masa depannya di sini dan memutuskan untuk mewarisi perusahaan dan Jackson sudah bertindak untuk menjadikannya boneka.” (bahasa mandarin) Aaron yang merasa simpati dengan Jason saat itu.
“Aku sebagai Ibunya tidak akan tinggal diam, meski apapun taruhannya.” (bahasa mandarin) Ucap Jiang Xi serius dengan perkataannya.
“Lalu apa yang akan kamu lakukan ke depannya Xixi?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron yang mulai penasaran dengan rencana Jiang Xi ke depannya.
“Aku akan memberikan perusahaan ku kepada Zahra.” (bahasa mandarin) Ucap Jiang Xi yang seketika membuat Aaron termangu dengan kata-katanya.
"Kau tidak bercanda kan?." (bahasa mandarin) Tegas Aaron yang ingin memastikan ucapan Jiang Xi.
"TIdak!. Aku serius dengan ucapan ku Aar!." (bahasa mandarin) Tegas Jiang Xi.
Aaron yang kemudian memijat kepala karena saking tak percayanya dengan ucapan yang dilontarkan Jiang Xi saat itu. Karena ia sangat tahu bagaimana berusahanya Jiang Xi dalam merintis usahanya itu. Sampai iapun berkorban perasaan untuk itu, dan dengan mudahnya ia memberikan semua jerih payahnya kepada seseorang yang bahkan bukan darah dagingnya.
Namun Jiang Xi telah mantap dengan keputusannya dan telah memikirkannya dengan matang keputusan ini karena ia yakin dengan keputusannya, ia dapat merubah pemikiran Jackson Lu, mantan suaminya. Dan ia berniat untuk ikut ke Jakarta menyusul Zahra dan juga Jason bulan depan.
Aaron pun tak bisa mencegah keputusan Jiang Xi, ia hanya bisa mendukung semua keputusannya. Biar bagaimana pun Zahra adalah orang yang akan menjadi menantunya kelak. Dan ia juga yakin bahwa Zahra mampu membantu Jiang Xi dalam membangun usahanya, bila di lihat dari kerja Zahra selama di Beijing. Ia melihat Zahra merupakan orang yang profesional di bidangnya, itu sudah cukup menilai bahwa Zahra mampu.
Dan entah rencana apa yang dipikirkan Jiang Xi saat ini tapi pastinya ini berhubungan dengan kelangsungan hubungan Zahra dengan putranya. Dan pastinya Jiang Xi melakukan itu tidak hanya memikirkan satu hal saja namun juga banyak hal.
__ADS_1
Apa sebenarnya rencana Jiang Xi untuk mencegah perjodohan Jason?.
Bersambung….