
Mansion Jessica
Lu Chen beserta Zahra selepas kejadian tidak langsung ke kantor polisi, mereka berdua pulang ke Mansion Jessica. Itu dilakukan untuk menghindari gosip, agar kejadian penculikan tersebut tidak berimbas kepada hal yang lain. Untuk Zahra pihak kepolisian akan mempertanyakan soal kejadian yang terjadi langsung di Mansion Jessica nantinya. Sedangkan para komplotan penculik dan Sunny Chen mereka dimintai keterangan di kantor polisi.
Dan di Mansion saat itu, Jessica yang terkejut dengan berita penculikan sahabatnya Zahra, langsung menghubungi Jiazhen suaminya agar segera kembali dari dinasnya. Dan Jessicapun meminta Lu Chen menempati Mansionnya sementara waktu untuk menemani Zahra, tentunya dengan kamar yang berbeda.
“Bagaimana kejadiannya, Ra?. Maaf waktu itu aku tidak masuk kantor. Kalau saja aku masuk mungkin aku tidak akan membiarkan kalian pergi berduaan.” Sesal Jessica atas kejadian yang menimpa sahabatnya.
“Sayang, kamu istirahat saja terlebih dahulu!. Aku tak mau kamu terlalu memikirkan kejadian ini.” Pinta Lu Chen agar tak perlu menanggapi pertanyaan Jessica.
“Tidak apa-apa sayang, ini saatnya aku jelaskan kepada kalian awal mula kejadiannya.” Ucap Zahra yang tak ingin menutup-nutupi kejadian, karena ia tak selemah yang Lu Chen kira.
Dan akhirnya Zahra menceritakan kejadiannya mereka yang pergi berbelanja bersama ke sebuah butik dan berakhir memakai pakaian yang sama dengan Sunny. Dan akhirnya mereka makan di restoran kucing dan kejadian penculikan akhirnya terjadi, dan tiba-tiba saja dirinya sudah berada di sebuah gudang tua.
“Lalu apa yang terjadi selama kamu di gudang itu?.” Tanya Jessica.
“Aku tak begitu jelas mendengarnya saat itu. Sedikit aku mendengar bahwa penculik itu telah salah menangkap orang.” Jawab Zahra dengan sedikit mengingat-ingat kejadian yang terdengar samar-samar waktu itu.
“Apa mungkin mereka ternyata salah menculik orang?. Tidak maksudku seharusnya bukan dirimu yang diculik melainkan Sunny?.” Tanya Jessica yang mulai mencurigai sesuatu.
Seketika pernyataan Jessica membuat Lu Chen membulatkan matanya dan otaknyapun mengarah kepada berita atau gosip yang sedang beredar.
“Apakah ini ada hubungannya denganku?. Apa ini ada hubungannya dengan Jia Li?.” Bathin Lu Chen yang menerka sesuatu.
“Benar 'kan pemikiranku Lu Chen?. Karena aku yakin bahwa Zahra bukanlah korban yang sebenarnya, karena mereka menggunakan baju yang sama saat itu.” Terka Jessica kembali.
“Aku tidak tahu pasti, tapi lebih baik kita tunggu laporan dari kepolisian dari hasil penyelidikan mereka terhadap para penculik itu.” Tegas Lu Chen yang tak ingin berasumsi salah.
“Tapi kenapa aku yakin sekali?.” Jessica yang masih yakin akan terkaannya.
Di sela-sela percakapan mereka di kamar Zahra, suara ponsel Lu Chenpun berbunyi. Dan ternyata itu merupakan panggilan dari Xiao Feng.
__ADS_1
“Halo Xiao Feng, bagaimana kabar di sana?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada Xiao Feng melalui ponselnya.
“Para penculik sudah di selidiki semua, tapi satupun dari mereka tidak ada yang mengungkapkan identitas pelaku dengan alasan mereka hanya berkomunikasi melalui ponsel saja. Untuk saat ini polisi masih mencari bukti-bukti yang ada.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang melaporkan kejadian di kantor polisi kepada Lu Chen.
“Kalau dipikir-pikir dari kejadian, apa mungkin Zahra bukanlah korban sebenarnya?. Apa Sunny masih di kantor polisi?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kembali dengan sedikit memberikan asumsinya kepada Xiao Feng.
“Sunny sudah meninggalkan kantor polisi dari satu jam lalu. Aku melihat ia sangat trauma dengan kejadian ini. Dan apa maksudmu dengan salah korban?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng yang mulai penasaran dengan pertanyaan Lu Chen sebelumnya.
“Iya, berdasarkan saksi dari Zahra bahwa penculik itu sempat bertengkar soal mereka yang salah culik. Tapi kalau didengar dari hasil laporanmu, sepertinya dari mereka tidak ada yang mengakuinya.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen.
“Aku akan melaporkan segera hal ini kepada pihak kepolisian kalau begitu.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang ingin menindak lanjuti hal tersebut.
“Tidak perlu!. Aku rasa kita harus menunggu kepolisian menghampiri Zahra besok siang. Aku perlu mendiskusikan hal ini langsung kepada pihak kepolisian. Dan aku yakin insiden ini juga ada hubungannya dengan insiden yang terjadi di Jakarta.” (bahasa mandarin) Tegas Lu Chen yang tak ingin Xiao Feng bertindak gegabah.
“Kejadian di Jakarta?. Bagaimana bisa?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang bingung dengan pernyataan Lu Chen.
“Aku hanya berasumsi saja, tapi entah kenapa aku sangat yakin dengan itu.” (bahasa mandarin) Tegas Lu Chen.
“Baiklah!. Pastikan Zahra aman saat ini!.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang khawatir dengan kondisi Zahra.
“Kamu tenang saja!. Ada aku di sini!.” (bahasa mandarin) Tegas Lu Chen lalu mematikan panggilan dari Xiao Feng.
Lu Chen hari itu menemani Zahra hingga pagi hari, sebelum dirinya pergi karena harus memenuhi jadwal panggung hari itu.
***
Keesokkan harinya Beijing di kejutkan dengan sebuah berita dari artis kenamaan Lu Chen dan Sunny Chen. Yang kabarnya terlibat aksi penculikan yang terjadi di depan sebuah restoran, dan korban merupakan teman sekaligus designer dari Lu Chen yang bernama Zahra.
Sontak hal ini mengejutkan Jiang Xi, Mommy Lu Chen, Jiang Xipun mulai menggali informasi mengenai berita tersebut kepada Chyou asistennya.
“Chyou!. Apa ini?. Bisa kau cari tahu bagaimana detail kejadiannya?.” (bahasa mandarin) Pinta Jiang Xi kepada Chyou.
__ADS_1
“Baik Bu!.” (bahasa mandarin) Jawab Chyou lalu meninggalkan Jiang Xi di ruangannya.
“Apalagi ini?. Siapa pelakunya?. Apa ini ulah Jia Li?.” (bahasa mandarin) Lagi-lagi semua berpikir hal ini dlberkaitan dengan mantan tunangan Lu Chen yaitu Jia Li.
Hingga tak berapa lama Chyou kembali dengan membawa beberapa berkas ke hadapan bosnya.
“Maaf Bu!. Saya membawa laporan mengenai wartawan yang menyebarkan foto Lu Chen dan Zahra.” (bahasa mandarin) Ucap Chyou yang menyodorkan sejumlah bukti pertemuan Jia Li dengan seorang wartawan dan biodata lengkap wartawan tersebut.
“Siapa dia?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi yang ingin agar Chyou menjelaskan dengan lengkap biodata dari wartawan tersebut.
“Dari hasil yang ada, wartawan tersebut adalah mantan wartawan dari TV swasta yang terkenal yang bernama Maylin. Hanya saja saat itu dia sering melakukan pencucian uang dan dipecat di perusahaan karena kasus tersebut. Dan sekarang ia memilih menjadi seorang paparazzi dan mendirikan sebuah perusahaan kecil dengan beberapa anak buah di dalamnya. Dan sepertinya pekerjaannya masih tidak jauh dengan pekerjaan sebelumnya, ia masih menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan sebuah berita.” (bahasa mandarin) Ucap Chyou yang telah dengan detail menjabarkan identitas wartawan tersebut.
“Rupanya Jia Li tahu siapa partnernya, ia selama ini di dukung oleh orang yang mahir di bidangnya.” (bahasa mandarin) Ucap Jia Li dengan tatapan menelisiknya.
Di Mansion Mr. Feng
“Nona, ini kiriman dari seseorang untuk anda.” (bahasa mandarin) ucap seorang pelayan wanita kepada Jia Li yang sedang asik menghirup udara pagi di taman belakang mansionnya.
“Taruh saja di situ!.” (bahasa mandarin) Jia Li yang masih sibuk berolah raga kala itu meminta pelayannya untuk menaruh amplop tersebut di atas meja taman.
Selepas kepergian pelayannya akhirnya Jia Li mendekati meja dan meraih amplop tersebut dan iapun perlahan membukanya. Di dalam amplop tersebut terdapat foto Zahra yang tengah terikat di sebuah bangku dan dalam keadaan tak sadarkan diri.
“Siapa yang berani mengirimkan ini kepadaku?. Apa maksud dan tujuannya?. Apa ini semua karena Lu Chen?. Aku harus segera cari tahu!.” (bahasa mandarin) Geram Jia Li yang tahu bahwa ada orang yang mencoba mengusiknya.
Author
Nihao!
Makasih sebelumnya udah baca karya othor ya! Jangan lupa kasih like, gift, vote dan comment di karya ini ya!
Xie Xie!
__ADS_1