Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Rencana Lu Chen


__ADS_3

Di Sebuah Restoran


Mr. Feng sedang sibuk dengan beberapa kliennya di sebuah restoran yang telah ditunjuk oleh perusahaannya. Terlihat Shawn asistennya sedang sibuk menelepon dengan seseorang di ponselnya dibalik private room di mana Mr. Feng dan kliennya berada.


“Baiklah!. Saya akan beritahukan segera kepada Mr. Feng setelah ini.” (bahasa mandarin) Ucap Shawn kepada orang di sebrang telponnya, lalu iapun menutup panggilannya dan menuju ke tempat Mr. Feng berada.


Shawn berjalan melalui beberapa orang klien dan menuju Mr. Feng dan membisikkan sesuatu kepadanya.


“Apa?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang terkejut dengan apa yang dibisikkan oleh Shawn.


“Baiklah Shawn!. Kau bereskan dahulu itu, nanti sisanya biar aku yang urus!.” (bahasa mandarin) Dan Mr. Feng tetap berusaha terlihat tenang di hadapan para kliennya.


Nampaknya apa yang dikatakan Shawn berhubungan dengan Jia Li, putrinya. Dan selepas perjamuannya dengan kliennya, Mr. Feng pun mulai menghubungi seseorang melalui ponselnya.


“Halo Aaron!.” (bahasa mandarin) Sapa Mr. Feng kepada Aaron dari ponselnya.


“Ya, Mr. Feng. Ada perlu apa anda menghubungi saya?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron kembali.


“Aku ingin bertanya kepadamu, apa benar seseorang yang dekat dengan Lu Chen telah di culik?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng dengan sedikit hati-hati.


“Ya Tuan, itu benar adanya. Dan masalah ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian.” (bahasa mandarin) Jawab Aaron dengan apa adanya.


“Siapa yang menculiknya?. Dan siapa orang yang menjadi korban?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang ingin tahu detail kejadian tersebut.


“Kami sudah menangkap para komplotan penculik itu, namun dalang dibalik penculikan belum diketahui sampai sekarang. Dan yang telah menjadi korban adalah Zahra, Designer GG Group sekaligus Designer pribadi Lu Chen.” (bahasa mandarin) Jawab Aaron.


“Kalau aku boleh tahu, adakah hubungan khusus antara Lu Chen dan wanita itu Aaron?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng mulai mengorek-ngorek pribadi Lu Chen.


“Maaf, Mr. Feng itu merupakan area pribadi Lu Chen aku tak berani mengatakannya. Jika anda ingin tahu lebih jelas, anda bisa langsung menanyakannya kepada Lu Chen. Karena itu bukanlah hak ku untuk berbicara.” (bahasa mandarin) Tegas Aaron yang tak ingin mencampuri urusan pribadi Lu Chen.


“Aku akan membantu kalian mencari siapa pelakunya?. Tapi tolong jawab pertanyaan ku Aaron, karena hanya itu yang dapat membantuku mencari tahu.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang ingin Aaron jujur kepadanya.


Aaron masih belum bisa mengatakan kebenarannya kepada Mr. Feng, karena ia tak ingin mencampuri urusan Lu Chen hingga Mr. Feng tak dapat menggali dalam informasi tersebut. Iapun akhirnya memilih untuk menghubungi Lu Chen.

__ADS_1


“Shawn, tentukan jadwal pertemuan antara aku dan Lu Chen segera!. Kalau bisa besok!.” (bahasa mandarin) Pinta Mr. Feng kepada Shawn untuk mengatur jadwal bertemu dengan Lu Chen.


Tampaknya Mr. Feng mencurigai seseorang dibalik insiden yang terjadi. Apa benar yang terjadi adalah perbuatan anaknya Jia Li?.


“Jia, apa kamu harus sampai seperti ini Nak?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang menatap ke atas memikirkan putri semata wayangnya.


***


Kasus penculikan Zahra sudah sampai ke telinga Bu Mirna dan Pak Sulam, dan akhirnya mereka melakukan panggilan Video kepada Zahra. Bu Mirna tak henti-hentinya menangis karena melihat putri semata wayangnya telah menjadi korban penculikan.


“Nak, kamu gak apa-apa kan?.” Tanya Pak Sulam yang menahan air matanya dikala melihat wajah Zahra putrinya.


“Enggak apa-apa Ayah!. Nih tuh lihat aman kan?.” Jawab Zahra yang berusaha memasang wajah bahagianya kepada orang tuanya.


“Kenapa kamu gak langsung telpon kami!. Kenapa harus Jessica yang bilang!. Tahu gituh Ayah gak izinin kamu ke Beijing, Nak!. Dan mana itu Lu Chen!. Apa dia gak ngurusin kamu?.” Tanya Pak Sulam dengan memasang wajah marahnya.


“Ayah!. Lu Chen itu yang nyelamatin Zahra!. Coba kalau dia gak datang tepat waktu, mungkin Zahra udah ada di UGD!.” Tegas Zahra yang tak ingin Pak Sulam menyalahkan Lu Chen.


“Sudah Bu!. Anaknya aja gak apa-apa tuh!.” Sela Pak Sulam yang mencoba membuat Bu Mirna menghentikan tangisannya.


“Ibu!. Udah yang tenang ya!. Zahra gak apa-apa kok!.” Ucap Zahra sambil merekah kan senyumannya agar Bu Mirna tak kembali khawatir.


Di sela-sela percakapan Zahra dengan ke dua orang tuanya, tiba-tiba saja Lu Chen datang menghampiri Zahra.


“Siapa sayang?.” Tanya Lu Chen.


“Ini Ayah sama Ibu!.” Jawab Zahra sembari memperlihatkan layar ponselnya kepada Lu Chen.


Dan Lu Chen menyapa ke dua orang tua Zahra, dan menghabiskan waktu bercakap-cakap dengan mereka. Lu Chen meminta maaf atas kejadian yang menimpa Zahra. Dan ia berjanji kejadian tersebut tak akan terulang untuk ke dua kalinya. Dan ia juga ingin kembali ke Jakarta untuk menemui ke dua orang tua Zahra setelah urusan di Beijing selesai.


Zahra beserta Lu Chen akan membicarakan perihal pernikahan mereka berdua di Jakarta dengan ke dua orang tua mereka termasuk kepada Jackson Lu, Ayah Lu Chen. Lu Chen akan memperkenalkan Zahra secara resmi kepada Jackson Lu di Jakarta.


***

__ADS_1


Mansion Keluarga Lu 


“Mr. Lucas!. Bagaimana tugas dariku?. Sudah kau kerjakan?.” Tanya Jackson kepada asistennya Mr. Lucas.


“Saya sudah mengumpulkan semua bukti yang ada, Tuan. Namun saat itu kamera CCTV yang ada di hotel terjadi kerusakan. Sepertinya ada yang sengaja membuatnya seperti itu.” Ucap Mr. Lucas sambil memberikan beberapa berkas kepada Jackson Lu.


“Rupanya si Ular itu sengaja menjebak ku!. Sudah kuduga dari awal, setelah ini ku pastikan hidupnya tidak akan pernah tenang!.” Jackson yang murka sehingga membuatnya menggebrak meja.


“BraAkkk!!.” Seketika barang-barang yang ada di atas meja berhamburan ke lantai.


“Tuan, saya pastikan setelah ini pelaku yang telah memanipulasi CCTV akan segera tertangkap.” Ucap Mr. Lucas yang tak ingin Tuannya bertambah marah dan menyebabkan dirinya pingsan kembali.


“Aku tahu, kau sangat tahu apa yang kuinginkan!.” Ucap Jackson sembari menghampiri Mr. Lucas dan menepuk bahunya.


“Tentu saja, Tuan. Saya hanya ingin masalah Tuan segera terselesaikan!.” Ucap Mr. Lucas kembali.


“Aku hanya ingin mengakhiri pernikahan gila ini!. Karena aku tak punya banyak waktu untuk meneruskannya. Kau tahu usiaku mungkin tak lama lagi.” Ucap Jackson Lu sembari menatap foto Lu Chen yang ada di balik mejanya dan mengelus bingkai foto tersebut.


“Apa aku bisa meyakinkan dirinya untuk menjalankan amanat keluarga ini. Dia satu-satunya harta berharga yang ku punya dibanding semua harta yang ada. Tapi kenapa rasanya berat untuk menghadapinya?. Apa ini semua karena diriku yang benar berhati batu?. Heh!. Ternyata selama ini wanita itu benar, akulah yang salah!.” Lagi-lagi Jackson Lu menatap foto Lu Chen dengan tatapan sedih.


Mr. Lucas yang melihat kesedihan yang telah lama dipendam oleh Tuannya itu memilih untuk memberitahu sesuatu mengenai Lu Chen.


“Tuan, saya mendengar dari Tuan Aaron bahwa Tuan Muda memutuskan akan kembali ke Jakarta tahun ini. Tapi pastinya aku tidak tahu untuk apa Tuan Muda kembali.” Terang Mr. Lucas kepada Jackson Lu.


Seketika hal itu membuat Jackson Lu membulatkan matanya antara perasaan terkejut atau bahagia yang ia rasakan saat ini. Seakan-akan itu semua adalah jawaban yang ia nanti-nantikan selama ini.


“Benarkah itu?. Akhirnya pikiran anak itu terbuka juga. Mudah-mudahan ia benar-benar memenuhi janjinya.” Ucap Jackson yang tidak terlalu yakin dengan kepulangan Lu Chen.


“Mudah-mudahan, Tuan. Aku yakin kepulangannya kali ini adalah untuk memenuhinya janji kepada Mr. Zhao Lu.” Ucap Mr. Lucas yang tak ingin melihat wajah kecewa Tuannya.


Jackson akhirnya dapat sedikit merasa lega dengan kabar dari Mr. Lucas. Setidaknya Lu Chen memiliki keinginan untuk kembali ke Jakarta entah apapun itu alasannya. Dan ia berharap apapun yang terjadi hal itu adalah hal baik untuk dirinya.


Yang pasti adalah Lu Chen kembali ke Jakarta untuk membicarakan pernikahannya dengan Zahra. Namun adakah tujuan lain Lu Chen ke Jakarta?. Semua hanya Lu Chen yang tahu jawabannya, karena keputusan seutuhnya ada di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2