Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Lu Chen Milikku


__ADS_3

Dengan enerjik Lu Chen menari dan menyanyi mengikuti alunan musik. Membuat suara riuh teriakkan para fans semakin menjadi-jadi. Akhirnya lagu terakhir pun dinyanyikan dengan semangat oleh Lu Chen.


“Lu Chen! Lu Chen! Lu Chen!.”


Teriakkan dan suara tepukan meriah dari semua fansnya, menutup konser di malam itu. Lu Chen dan seluruh Crew yang terlibat menunduk hormat kepada seluruh penonton yang telah hadir di konsernya.


Dan akhirnya Lu Chen dapat kembali ke ruangannya untuk membersihkan diri. Tak di sangka-sangka di dalam ruangan sudah ada seseorang yang menunggunya dengan tatapan menggoda. Ya, siapa lagi kalau bukan Jia Li mantan tunangannya itu. Sontak membuat Xiao Feng yang ikut melihatnya dibuat terkejut dan menutup mulutnya karena kaget dengan kehadiran Jia Li yang tiba-tiba.


Berbeda hal dengan Lu Chen, yang tampak geram dengan kehadiran wanita yang sangat ia hindari bertahun-tahun. Dengan cepat Lu Chen meminta Xiao Feng untuk memanggil security guna mengusir Jia Li. Xiao Feng pun pergi menuruti perintah dari Lu Chen untuk mencari security.


“Mau apa kau kemari?.” (bahasa mandarin) Geram Lu Chen dengan tatapan tajamnya.


“Ya, tentu saja menemui tunanganku.” (bahasa mandarin) Kemudian Jia Li bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke arah Lu Chen.


“Bukankah pertunangan kita sudah dibatalkan, bahkan sebelum kita mengumumkannya.” (bahasa mandarin) Lu Chen menepis tangan Jia Li yang mencoba meraih bahunya.


“Lu Chen, itu kan hanya sepihak. Bahkan aku masih menyimpan surat perjanjian kita.” (bahasa mandarin) Dengan tidak tahu malunya Jia Li mengancam Lu Chen dengan surat perjanjian pertunangan dulu yang jelas-jelas sudah tidak berlaku.


“Kau gila! Aku tidak ada waktu untuk meladeni mu!. Sebaiknya kau pergi sebelum pihak keamanan membawamu!.” (bahasa mandarin) Ancam Lu Chen dengan tatapan tajamnya yang membuat Jia Li bukannya takut, justru membuat si rubah betina itu semakin berusaha menempel padanya.


Karena tidak tahan dengan perlakuan Jia Li, Lu Chen pun menarik tangan Jia Li yang menempel di bahunya dan memiting hingga dirinya kesakitan.


“Aww!! Kau masih saja kejam seperti dulu, Lu!. Tapi aku semakin suka.” (bahasa mandarin) Jia Li dengan senyuman liciknya mencoba merayu Lu Chen.


“Jangan panggil aku Lu! Kau bukan siapa-siapa ku!.” (bahasa mandarin) Lu Chen lagi-lagi menepis tangan Jia Li yang mencoba menyentuhnya.


Dan tak berapa lama datanglah Xiao Feng dengan bala bantuannya yaitu tim keamanan untuk mengusir paksa Jia Li.

__ADS_1


“Lu, kau tidak perlu mengusirku seperti ini. Aku bisa pergi sendiri, tapi aku janji akan datang lagi menemui mu. (bahasa mandarin) Sambil berbisik ke arah Lu Chen dan kemudian berjalan menuju pintu luar. Lu Chen yang tak habis pikir dengan tingkah gila dari Jia Li hanya tersenyum remeh menatap Jia Li.


Di ikuti beberapa petugas keamanan Jia Li pun pergi menuju pintu luar stadion. Dan tak disangka-sangka dirinya tak sengaja berpapasan dengan Zahra yang saat itu sedang merapihkan seluruh kostum Lu Chen untuk diangkut ke bagasi mobil.


Jia Li yang menyadari kehadiran Zahra saat itu, langsung menghampiri Zahra yang sedang terlihat sibuk dengan kostumnya.


“Jadi kau wanita itu?.” (bahasa mandarin) Dengan senyuman tidak sukanya menatap ke arah Zahra. Zahra yang baru tersadar ada orang yang berbicara dengannya sontak mencari asal suara tersebut dan melihat ke arah Jia Li yang sepertinya bicara dengannya.


“Maaf sebelumnya, anda berbicara dengan saya?.” (bahasa inggris) Zahra mencoba bertanya kepada wanita tersebut.


“Ya, kamu wanita licik yang mencoba merebut kekasihku.” (bahasa mandarin) Jia Li lagi-lagi memandang sinis ke arah Zahra, tapi sayang Zahra tidak mengerti apa yang dirinya katakan.


“Maaf, saya tidak mengerti apa yang anda katakan?. Bisa berbicara dengan bahasa inggris saja?.” (bahasa inggris) Ulang Zahra.


“Terserah! Tapi ingat Lu Chen milikku!.” (bahasa inggris) Jia Li yang telah mengatakan perkataan tersebut, langsung melenggang pergi dari hadapan Zahra dengan percaya diri.


***


Di ruang ganti Lu Chen terlihat sedang berbicara serius dengan Xiao Feng manajernya.


“Gila! Wanita itu benar-benar nekad! Bisa-bisanya dia kembali dan mengancam mu?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng menggelengkan kepalanya mengingat kejadian yang ia lihat tadi.


“Kamu tenang saja, aku tidak akan tinggal diam dengannya. Apalagi sampai dia menyentuh Zahra.” (bahasa mandarin) Lu Chen memukul meja yang ada di dalam ruangannya karena merasa kesal dengan kehadiran Jia Li yang ingin mengganggu hidupnya kembali.


Zahra yang hendak menghampiri kekasihnya itu tak sengaja mendengar percakapan keduanya. Dan memilih untuk menunggu dibalik pintu sampai suasana terkendali.


“Mereka sedang membicarakan apa ya? Sepertinya sangat serius?." Bathin Zahra bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


Zahra pun kembali mendengarkan percakapan Xiao Feng dan Lu Chen dari balik pintu.


“Kalau bisa, jangan kamu ceritakan dulu tentang Jia Li kepada Zahra, Lu. Aku takut dia akan cemas.” (bahasa mandarin) Xiao Feng mengusulkan agar Lu Chen merahasiakan hal ini kepada kekasihnya Zahra dan Lu Chen pun mengangguki usulan sahabatnya itu tanda dirinya setuju untuk merahasiakannya. Lu Chen pun kembali duduk di sofa sambil memijit dahinya.


“Aku akan menghubungi Zahra untuk pulang terlebih dahulu. Aku khawatir dia melihatku yang seperti ini, justru akan membuatnya cemas. Karena pikiranku sedang kacau.” (bahasa mandarin) Lu Chen pun mengambil ponselnya yang ada di meja untuk menghubungi Zahra.


Melihat hal itu, Zahra pun lekas menjauh dari balik pintu agar suara ponselnya tidak terdengar oleh kedua orang di dalam.


Ponsel Zahra pun berbunyi dan benar Lu Chen yang telah menghubunginya. Zahra yang melihat hal itu langsung menjawab panggilan tersebut.


“Kamu di mana?.” Tanya Lu Chen dari sebrang telepon.


“Ya, aku sedang di ruang wardrobe sedang merapihkan kostum. Kamu sudah selesai?.” Zahra bertanya seolah tidak tahu apa yang telah terjadi kepada kekasihnya itu.


“Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu, tidak apa-apa kan?.” Lu Chen menegaskan kepada Zahra bahwa ia tak dapat mengantarnya pulang.


Namun Zahra sudah mengetahuinya, dan menanggapi kata-kata Lu Chen dengan santai.


“Baiklah, aku akan segera pulang dengan Amber ke kantor. Jaga dirimu!.” Sambil memberikan kecupan singkat, pertanda kalau dirinya baik-baik saja.


Zahra menghembuskan nafas perlahan, seolah-olah beban berat telah lepas dari dirinya. Iapun tak ambil pusing dengan sikap Lu Chen yang merahasiakan sesuatu kepadanya. Ia lebih memilih menunggu Lu Chen menjelaskan sendiri.


 -------


Author


Sabar Ya Zahra!

__ADS_1


 


__ADS_2