
Di sebuah gedung tua, Lu Chen di antar beberapa anak buah Mr. Feng memasuki gedung tersebut. Dengan sedikit hati-hati Lu Chen melangkah masuk ke dalam gedung tua itu. Tatapan mata para lelaki dengan wajah sangar dan memegang senjata di sana, semua menuju ke arah Lu Chen yang seketika menjadi pusat perhatian.
Mungkin sebagian dari mereka menganggap Lu Chen sebagai rekan bisnis Mr. Feng atau calon mangsa baru mereka. Karena mereka banyak yang tidak mengenal Lu Chen sebagai seorang idol terkenal di Cina. Kejamnya dunia mafia membuat mereka tak sempat melihat perkembangan industri dunia hiburan, hingga dari mereka hanya menikmati hiburan dengan bermain bersama wanita penghibur dan minuman alkohol selebihnya mereka harus berhadapan dengan musuh yang dapat menyerang mereka kapan saja.
Lu Chen masih terus mengikuti ke mana anak buah Mr. Feng membawa masuk ke dalam gudang tua yang lebih mirip seperti sebuah pabrik tua yang sudah lama ditinggalkan. Dan mereka pun tiba di sebuah pintu besi besar yang tersembunyi di balik alat-alat berat pabrik dan juga besi-besi tua yang sudah tak terpakai.
Pintu itu terbuka dengan memindai retina mata salah satu anak buah Mr. Feng yang bersama Lu Chen saat itu. Dan pintu itupun terbuka, terlihat tangga besi yang meliuk-liuk panjang hingga ke dasar lantai yang tampak seperti sel bawah tanah dengan ketinggian yang kurang lebih 6 meter ke bawah.
Lu Chen bersama anak buah Mr. Feng bergerak menuruni tangga tersebut yang sudah tampak goyah karena besinya yang sudah mulai berkarat dimakan waktu. Lu Chen menuruni tangga sembari memegang erat penopang tangga agar dirinya tak terjatuh karena guncangan dari tangga yang dituruninya. Hingga akhirnya dirinya beserta ke tiga anak buah Mr. Feng yang lain sampai ke dalam sel paling bawah.
Lu Chen pun sampai di sebuah sel paling gelap yang berada di sana. Sel itu tampak sangat gelap tanpa adanya fasilitas lampu untuk menerangi ruangan tersebut. Anak buah Mr. Feng memberikan sebuah lampu petromax untuk membantu Lu Chen menemui tahanan yang ada di dalamnya.
Lu Chen akhirnya masuk ke dalam sel tersebut, ia mencoba mencari-cari orang yang berada di dalam sel yang sama sekali tak terlihat wujudnya. Dan ia pun menangkap bayangan seseorang yang tampak meringkuk di sudut sel.
Lu Chen mengarahkan lampu petromax nya kepada tahanan tersebut hingga wajahnya tampak terlihat jelas oleh nya. Dan benar saja orang tersebut sepertinya sipir yang dirinya dan pihak kepolisian cari selama ini hanya saja wajahnya sudah ditumbuhi kumis tebal dan brewok karena sudah beberapa minggu dirinya di tahan oleh Mr. Feng.
“Kamu yang bernama Huan?. Kamu sipir di Penjara M?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada tahanan tersebut.
“Eh..!. Si.. siapa kau mau apa mencari ku?. Belum puas kalian menyiksa ku?.” (bahasa mandarin) Tahanan itu berkata sembari meneteskan air matanya, tampaknya tenaganya sudah habis untuk berkata-kata.
__ADS_1
“Tenang saja, aku bukanlah orang mereka. Aku Lu Chen, aku kemari hanya ingin bertanya sesuatu padamu.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang mendekatkan wajahnya kepada tahanan yang di duga bernama Huan itu.
“Heh!. Lu Chen?. Buat apa seorang artis terkenal seperti mu ke sel tua dan gelap seperti ini?. Dan kau datang hanya untuk menemui ku?.” (bahasa mandarin) Tanya tahanan itu kembali dengan wajah lelahnya yang seperti sudah berhari-hari menahan kantuk dan menahan lapar.
“Aku hanya ingin bertanya, siapa yang menyuruhmu untuk meracuni penculik itu?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen langsung pada intinya.
“Heh!. Sudah berkali-kali ku katakan aku tidak tahu. Bagaimana mereka bisa keracunan pun aku tidak tahu!. Dan kesalahan apa yang ku perbuat hingga harus mendekam di sel inipun aku tak tahu!. Harus berapa kali aku jelaskan!.” (bahasa mandarin) Tahanan itu mulai meninggikan suaranya dengan sisa-sisa tenaga yang ia punya.
“Tenang!. Aku tahu kau akan menjawabnya seperti ini, tapi coba kau ingat-ingat kembali dari sebelum dirimu memberikan makanan sampai setelahnya apa ada sesuatu yang janggal?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen dengan sedikit hati-hati agar lelaki itu dapat berpikir dengan tenang.
“Kalau itu.. semua piring sudah di beri nomor sesuai sel mereka dan tugas ku hanya memberikannya sesuai nomor yang tertera. Dan… oh aku ingat! Petugas dapur itu aku baru pertama kali melihatnya, karena aku sempat heran ada pegawai dapur yang secantik dirinya walaupun wanita itu tampak mengenakan masker. Tapi aku yakin kalau dia sangat cantik di balik maskernya.” (bahasa mandarin) Dan tahanan itu mulai merasakan sakit di daerah kepalanya, sepertinya lelaki itu sudah mendapat siksaan yang sangat berat hingga berpengaruh pada saraf-saraf di otaknya.
“Kau tidak apa-apa?. Apa yang mereka lakukan kepadamu?. Tenanglah!. Aku akan mengeluarkan mu dari sini segera!.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang berusaha menolong tahanan itu karena lelaki itu tidak bersalah.
“Aku tak ingat jelas, hanya aku melihat dia memiliki tahi lalat di bagian lehernya. Itu saja, a.. aku mengingatnya karena bagi ku tahi lalatnya yang sangat menggoda.” (bahasa mandarin) Ucap lelaki itu yang sepertinya memang tertarik dengan wanita petugas dapur tersebut. Dan tak lama tahanan itu mulai tak sadarkan diri dan kemudian tertidur.
“Siapa wanita itu?. Aku harus bertanya pada Mr. Feng soal ini, tapi sebelum itu aku harus membawa tahanan ini pergi karena ia tidak bersalah.” (bahasa mandarin) Gumam Lu Chen yang tahu sangat sulit untuk orang bisa keluar hidup-hidup dari sel tersebut.
Lu Chen pun memiliki ide untuk memanggil anak buah Mr. Feng dengan berteriak minta tolong kepada salah satu anak buah Mr. Feng yang ada di depan sel.
__ADS_1
“Hei kamu ke sini!. Lihat dia pingsan!.” (bahasa mandarin) Teriak Lu Chen.
Dan anak buah Mr. Feng pun menuruti Lu Chen dan masuk ke dalam sel tersebut dan…
“BuGGhh!.” Lu Chen memukulnya hingga pingsan, dan ia pun membangunkan sipir tersebut dari tidurnya dan meminta sipir itu untuk mengganti bajunya dengan baju yang di pakai anak buah Mr. Feng tersebut. Dan Lu Chen pun membawa serta sipir itu keluar dari ruang tahanan dan mengunci anak buah Mr.Feng yang pingsan di dalam sel tahanan.
Dan ia pun kabur dengan gerakan hati-hati menuju lantai atas, namun ia kesulitan dengan password untuk membuka pintu keluar. Dan iapun menghampiri salah seorang anak buah Mr. Feng yang terlihat tak jauh dari pintu berada.
Dan ia meminta untuk membukakan pintu tersebut karena Lu Chen berkata bahwa urusannya sudah selesai dan lelaki itu menuruti permintaan Lu Chen dengan membukakan pintu tersebut.
Namun lelaki itu akhirnya mulai curiga dengan sosok orang di sebelahnya yang tampak tak asing di matanya, dan sangat terlihat jelas bahwa orang di sebelah Lu Chen tampak sedang menahan sakit.
Tanpa banyak berpikir Lu Chen memukul orang tersebut hingga dirinya pingsan. Dan menyembunyikan tubuh nya yang tak sadarkan diri di balik alat-alat berat yang ada di balik pintu.
Lu Chen dan sipir itu mulai mengendap-endap keluar untuk menghindari tatapan seluruh anak buah Mr. Feng yang berjaga di seluruh ruangan. Dengan akal pintar dari Lu Chen ia menekan tombol darurat dan melepaskan gun smoke yang berada tak jauh dari pintu sel berada untuk mengecoh para penjaga. Dan akhirnya iapun berhasil kabur dari kejaran anak buah Mr. Feng. Ia sengaja meminta Xiao Feng untuk membawa mobil dan berjaga tak jauh dari gedung tersebut. Dan benar saja Lu Chen nekad membawa tahanan itu keluar dari selnya.
“Siapa dia, Lu?. Kau pasti sudah gila?. Dan aku harus terlibat dengan ide gila mu ini?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang langsung tancap gas setelah membiarkan Lu Chen dan tahanan itu masuk ke dalam mobilnya.
“Jangan banyak tanya!. Cepat tancap gas!. Pasti mereka sudah sadar dengan kepergianku!.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen kepada Xiao Feng.
__ADS_1
Mobil Xiao Feng membawa mereka pergi menuju Mansion milik Jackson Lu yang berada di Beijing. Karena ia tahu di sanalah tempat teraman untuk mereka, karena kakeknya Mr. Zao Lu memiliki banyak anak buah yang tinggal di sana saat dirinya masih menjadi mafia di Beijing.
Dan Lu Chen sudah menghubungi Mr. Lucas untuk meminta access agar dirinya bisa masuk ke dalam Mansion tersebut dengan mudah.