
Semalaman Zahra beserta teman-temannya mengadakan pesta ulang tahun Zahra, pestapun berjalan hingga tengah malam. Dan mereka akhirnya menginap di mansion Jiazhen termasuk Lu Chen dan juga Xiao Feng. Namun pagi harinya Lu Chen dan Xiao Feng harus kembali terbang ke Hong Kong untuk bekerja.
***
Pagi Hari di hari minggu, mata Zahra rasanya sulit untuk dibuka. Rasanya ingin sekali dirinya mengulang kejadian malam kemarin, saat-saat di mana sahabat-sahabatnya dan juga kekasih hatinya memberikannya sebuah kejutan di hari ulang tahunnya. Namun apa daya hari sudah berganti, dan Lu Chenpun sudah pergi tanpa pamit kepadanya. Karena Zahra masih terlihat tertidur pulas saat dirinya harus pergi kembali ke Hongkong.
Perlahan Zahrapun membuka matanya, ia menatap dinding di kamarnya dan menemukan kalau saat ini sudah jam sembilan pagi. Iapun mencari ponselnya dan memperhatikan notifikasi yang ada di ponselnya itu. Dan benar saja dugaannya terdapat notifikasi dari Lu Chen kekasih hatinya itu.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
“Bunga, maaf aku tak bisa menemani lebih lama. Karena aku harus kembali bekerja di Hong Kong. Aku janji setelah semuanya selesai, kita akan berkencan seperti pasangan-pasangan yang lainnya. Dan maaf, aku tidak membangunkanmu, karena aku tak ingin tidurmu terganggu.”
Seperti biasa Lu Chen memberikan simbol hati di setiap pesannya untuk Zahra.
Zahra yang melihat itupun, wajahnya seketika terlihat sedih sekaligus senang. Sedih karena Lu Chen tidak dapat menemaninya lebih lama dan senang karena Lu Chen menjanjikannya sebuah kencan seperti orang kebanyakan. Iapun jadi penasaran kencan seperti apa yang akan mereka berdua lakukan nanti. Dirinya sudah tidak sabar menantikannya, dan langsung membayangkan bagaimana kencannya nanti.
Sambil tersenyum bahagia Zahrapun langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri iapun menuju arah dapur, tempat di mana hand bouquet bunga matahari pemberian Lu Chen ia taruh. Ia mengganti wadah pada bunga matahari tersebut, dan menaruhnya ke dalam kamar.
Jessica yang tidak sengaja melihat Zahra membawa bunga matahari miliknya. Langsung menghampiri sahabatnya itu.
“Jiee… yang lagi berbunga-bunga!” Jessica menggoda Zahra.
“Hey Jess bikin kaget aja! Kamu datang dari mana? Kok aku gak lihat?” Zahra yang kaget karena disapa Jessica.
“Ehem! Kita sarapan yuk! Maksud aku mau ngajak kamu sarapan. Rencana hari ini kita mau ngajak kamu jalan-jalan ke tembok besar Cina. Kamu pasti bakal happy!.” Jessica mengajak Zahra ke tembok Cina untuk refreshing, sekaligus melepaskan penatnya karena ia tahu sahabatnya itu sudah lama tidak berlibur.
“Oh ya? Kalau begitu aku mau!. Akhirnya aku bisa berlibur juga, aku berpakaian dulu ya Jess!.” Zahra meminta izin untuk mengganti pakaiannya pada Jessica, dan Jessicapun pamit keluar untuk ke ruang makan karena suaminya sudah menunggunya di sana.
__ADS_1
Setelah mengganti pakaiannya Zahra membuka kotak hadiah pemberian Lu Chen yaitu gantungan Cu Pat Kai yang sangat lucu. Iapun memasangkan gantungan tersebut di tas miliknya. Setelah selesai Zahrapun bergegas ke ruang makan untuk bergabung bersama Jessica dan yang lain.
***
Akhirnya Jessica, Amber, Zahra dan juga Jiazhen suami Jessica sudah sampai di Tembok besar Cina. Zahra yang belum pernah ke tempat itupun langsung mengabadikannya dengan berfoto di depan tembok Cina.
Mereka mulai menelusuri area tembok Cina yang sangat luas itu, Zahra terkagum-kagum dengan pemandangan yang dilihatnya di atas tembok Cina. Walaupun lelah namun Zahra masih sangat bersemangat untuk mendaki.
“Gila aku udah gak sanggup! Rasa pusing abis minum-minum kemarin malam masih berasa ini guys! Apalagi aku makan sambal mercon kesukaan kamu Ra, bikin aku jadi mual nih.” Eluh Amber yang sudah tidak sanggup mendaki.
“Hei guys! Gimana kalau kita istirahat dulu? Atau mau kembali ke bawah jembatan?.” Jessica menawarkan opsi kepada kedua sahabatnya Amber dan Zahra.
“Wah, jangan donk Jess aku 'kan masih belum puas. Kita berhenti aja dulu sambil nunggu Amber membaik lalu lanjutkan perjalanan. Aku kan belum pernah kemari.” Protes Zahra yang masih ingin menikmati pemandangan di atas tembok Cina.
Namun ketika dirinya berjalan tiba-tiba saja gantungan tas pemberian Lu Chen terjatuh karena tersenggol orang yang lalu lalang di tembok Cina. Gantungan itu terguling di jalan, Zahrapun yang melihat itu seketika langsung panik dan mencoba meraih gantungan tasnya.
Untungnya gantungan itu berhasil diselamatkan dan di tangkap oleh Zahra. Namun di saat sedang mengambil gantungannya ia tak sengaja mendengar beberapa orang yang sedang membicarakan Lu Chen kekasihnya. Walaupun ia kurang mengerti bahasa mereka dengan pasti, tapi Zahra tahu kalau mereka tengah membicarakan Lu Chen. Zahrapun mencoba mendekatkan dirinya dan melihat di layar ponsel salah satu wanita yang sedang membicarakan Lu Chen. Ternyata mereka sedang melihat sebuah artikel di mana ada sebuah foto Lu Chen bersama seorang wanita.
“Masa? Mana? Kok bisa sih dia sembunyiin selama ini? Kemarin aja kan ngaku lagi fokus sama karir? Ternyata bohong!.” (bahasa mandarin) Ujar wanita yang lain dengan ekspresi kecewanya.
Zahra mencoba menela’ah perkataan mereka dan kemudian mencoba mencari berita tersebut di ponselnya. Dan iapun kaget melihat salah satu artikel yang memperlihatkan foto Lu Chen bersama seorang wanita tampak sedang berada di sebuah acara. Dan di artikel tersebut mengatakan bahwa Lu Chen sudah bertunangan dan sosok wanita tersembunyi yang menjadi tunangannya itu adalah seorang model papan atas bernama Jia Li.
Dan Zahrapun sontak terkejut dengan wajah wanita yang terlihat familiar olehnya. Iapun teringat dengan wanita yang menemuinya saat di konser Lu Chen yang memasang wajah tidak ramah kepadanya dulu.
“Oh ternyata wanita itu adalah tunangan Lu Chen. Apa saat itu dia sedang memarahiku?.” Bathin Zahra bertanya-tanya tentang wanita yang ia temui di konser Lu Chen beberapa minggu lalu.
Melihat perubahan di wajah sahabatnya Jessicapun menghampiri Zahra yang terlihat kebingungan itu.
“Ra, ada apa? Kamu gak enak badan?." Jessica khawatir kepada Zahra yang tidak juga menjawab pertanyaannya dan masih menatap ke layar ponselnya itu.
Amberpun jadi ikut bingung dengan ekspresi Zahra, dan memilih ikut bertanya.
__ADS_1
“Kenapa Jess?." Amber yang tahu Zahra sedang kebingungan itu lebih memilih bertanya kepada Jessica.
“Gak tahu tuh Zahra, gak ngerti juga. Mungkin dia sakit?." Jessica menjawab sambil mengangkat bahunya tanda dirinya tidak tahu.
Amberpun melihat Zahra yang diam dan hanya menatap layar ponsel itupun langsung menyambar ponsel Zahra dan membaca artikel yang ada di ponsel Zahra.
“Oh pantes aja ekspresi kamu kayak gituh, Ra? Kamu lihat berita ini?.” Amber memperlihatkan berita itu ke arah Jessica. Dan Jessicapun akhirnya ikut mengerti mengapa ekspresi sahabatnya tiba-tiba berubah.
“Lebih baik kita turun sekarang yuk!. Kita obrolin di bawah aja bareng Jiazhen. Mungkin aja dia punya solusi, Ra?.” Jessica menawarkan solusi kepada Zahra.
Zahra yang terlihat menahan tangisnya itu, menganggukkan kepalanya dan memilih ikut Jessica menuju kereta gantung.
Sesampainya di bawah terlihat Jiazhen yang sedang menyantap makan siangnya di sebuah restoran di bawah tembok Cina. Jessicapun menghampiri suaminya tersebut yang memang memilih berada di bawah menunggu mereka.
“Sayang, kamu tidak melihat berita hari ini?.” (bahasa mandarin) Jessica bertanya kepada Jiazhen sambil memperlihatkan sebuah berita yang ada di layar ponselnya.
Jiazhenpun kaget melihat berita tersebut, dan langsung menyambar ponsel Jessica dan memperhatikan setiap inci foto yang ada di berita tersebut.
“Apa kamu kenal dengan wanita itu?.” (bahasa mandarin) Jessica bertanya soal wanita yang ada di foto tersebut. Dan Jiazhenpun hanya menggelengkan kepalanya tanda dirinya juga tidak tahu menahu soal wanita yang ada di artikel tersebut.
Di sisi lain Zahra yang mencoba menghubungi Lu Chenpun tak kunjung mendapatkan balasan karena sepertinya ponselnya sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan saat ini.
Amber terlihat mengusap-usap bahu Zahra untuk menenangkan Zahra. Dan Zahrapun berusaha tegar di depan ke dua sahabatnya itu, dan memilih tersenyum seolah-olah semua baik-baik saja. Tapi tidak dengan Jessica yang sangat mengenal sahabatnya itu, ia sangat tahu bahwa Zahra sedang tidak baik-baik saja.
Author
Waduhhh!! Lu Chen di mana??
__ADS_1