Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Candle Light Dinner


__ADS_3

Mr. Lucas yang masih tinggal di Mansion peninggalan Kakek Zao Lu, saat ini sedang disibukkan dengan pekerjaannya yaitu mengurus perpindahan anggota mafia Mr. Zao Lu ke jaringan mafia milik Tuan Forest dan Mr. Feng. Ia di amanat kan oleh Tuan Forest sebagai kaki tangannya untuk mengurus semua kebutuhan Mr. Feng dalam proses akuisisi tersebut.


“Dertt!. Derrtt!.” Suara getar ponsel milik Mr. Lucas.


“Ya Tuan!.” Jawab Mr. Lucas kepada Tuan Jackson yang menelponnya.


“Apa jawaban dari anak itu?.” Tanya Jackson Lu.


“Bulan depan ia akan kembali ke Jakarta setelah melakukan konser terakhirnya, Tuan.” Jawab Mr. Lucas yang melaporkan mengenai Lu Chen pada Tuan Besarnya.


“Aku harus segera membawanya ikut bersamaku ke Prancis, bisa kau beritahukan kepadanya saat ini?.Karena acaranya dua minggu lagi. Aku kirimkan undangannya kepadamu.” Pinta Jackson Lu yang ingin Mr. Lucas segera mematuhi perintahnya.


“Baik, Tuan!. Saya akan segera sampaikan kepada Tuan Muda!.” Ucap Mr. Lucas.


“Aku harap tidak ada penolakan darinya, Mr. Lucas.” Tegas Jackson kepada Mr.Lucas.


“Saya usahakan, Tuan!.” Jawab Mr.Lucas.


Mr. Lucas sedikit menghela nafasnya seakan tugas yang diberikan Tuan besarnya itu adalah tugas yang sangat berat. Bagaimana tidak?. Ia harus membujuk Tuan Muda Lu, agar menuruti perintah Tuan Besarnya yang jelas-jelas tak akan pernah berhasil.


Dan rupanya rencana Jackson Lu kali ini adalah mengenalkan Jason Lu kepada partner kerjasamanya di Prancis. Di mana dua minggu lagi akan mengadakan pesta ulang tahun putrinya yang bernama Isabelle. Dan sepertinya Mr. Lucas tahu niat dari Tuan Besarnya itu, yaitu ingin menjodohkan Tuan Mudanya dengan putri partner bisnisnya di sana.


Ingin rasanya menolak perintah darinya, namun Mr. Lucas tak memiliki alasan untuk menolaknya. Apabila ia menolak lantaran tahu bahwa Tuan Mudanya itu telah memiliki seorang kekasih yang amat dicintainya, yang ada Zahra akan berada dalam posisi sulit nantinya.


“Oh Tuhan!. Apa yang harus aku lakukan?.” (bahasa Jerman) Gumam Mr. Lucas yang kembali menghela nafasnya kasar sembari memegang dahinya.


Tak lama setelah ia memutuskan percakapannya dengan Jackson Lu dan berperang batin, Lu Chen pun datang menyapa Mr. Lucas sembari menuruni tangga Mansion.


“Mr. Lucas! Bagaimana proses transfer Huan?. Ia harus cepat meninggalkan Beijing. Apa kau sudah menghubungi Ayahku?.” Tanya Lu Chen kepada Mr. Lucas.


“Saya sudah mengurusnya dan kartu identitas pun sudah di buat. Dan minggu depan Ia sudah dapat meninggalkan negara ini.” Jawab Mr. Lucas melaporkan hasil pekerjaannya kepada Lu Chen.


“Bagus!. Aku tak ingin polisi mencium kebohongan ku. Aku tahu ini sedikit licik, tapi aku tak punya jalan yang lebih baik dari ini. Kau tahu sangat sulit berada di antara pihak kepolisian dan juga mafia. Dan kita tidak bisa memilih satu diantara mereka, karena bisa kapan saja nyawa kita menjadi taruhannya.” Ucap Lu Chen sembari menghela nafas kencang.


“Iya Tuan Muda!. Tapi tadi saya baru saja mendapatkan informasi bahwa anda harus ikut ke Prancis dua minggu lagi. Karena para pemegang saham memerlukan kehadiran anda saat acara tersebut!.” Pinta Mr. Lucas yang sedikit berbohong soal pesta ulang tahun Isabelle.


“Prancis?.” Tanya Lu Chen yang tidak pernah tahu kalau para pemegang saham mengadakan pertemuan di Prancis.


“Ia kali ini mereka memutuskan untuk melakukan pertemuan di sana.” Lagi-lagi Mr. Lucas berusaha berbohong kepada Lu Chen.


“Apa tidak terlalu cepat bila aku muncul di sana?. Aku harus mengurus pensiun ku di sini terlebih dahulu. Kau tahu itu!. Aku rasa ini terlalu cepat!. Bahkan Pak tua itu tidak mengatakannya langsung kepada ku!.” Ucap Lu Chen yang terdengar masih sedikit aneh dengan acara itu.


“Tapi saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan anda sebagai pemimpin JF Group.” Ucap Mr. Lucas yang coba meyakinkan kembali Lu Chen.


“Baiklah aku akan memikirkannya!. Tapi aku tetap merasa ini sedikit aneh buatku, kau atur saja jadwalku dengan Paman Aaron. Dan tanyakan kepadanya adakah jadwal ku dengan pengiklan dan sebagainya yang harus aku selesaikan?. Kau tahu sejak aku memutuskan kontrak, Xiao Feng sudah tidak bekerja sebagai manajer ku lagi. Aku mengandalkan mu Mr. Lucas!.” Pinta Lu Chen yang saat ini bukanlah artis dari Light Entertainment milik Aaron, sehingga semua jadwal miliknya sudah diserahkan kepada Mr. Lucas sebagai asisten pribadinya mulai saat ini.


“Tuan Muda!. Hari ini anda ada jadwal makan malam bersama Nona Zahra.” Ucap Mr. Lucas yang langsung membuat Lu Chen membalikkan badannya.


“Tentu saja aku ingat Mr. Lucas!. Pastikan kau sudah mengosongkan restoran itu dan singkirkan semua paparazi yang mengintai ku!.” Pinta Lu Chen yang tak ingin ada satu lalat pun yang mengganggu kencan romantis mereka berdua.

__ADS_1


“Baik, Tuan!.” Jawab Mr.Lucas.


Lu Chen yang kembali menaiki tangganya sambil bersiul indah seolah hari ini cerah secerah suasana hatinya, padahal langit saat itu sedang mendung di selingi sambaran kilat yang memekikkan telinga Mr. Lucas saat itu.


“Tuan Muda, aku harus melakukannya walau aku tahu kau sangat bahagia hari ini. Ku Pastikan kencan mu kali ini berjalan dengan lancar!.” Maaf dari hati Mr. Lucas yang ia ucapkan karena rasa bersalahnya telah membohongi Tuan Mudanya itu. Dengan wajah yang masih merasa amat bersalah Mr. Lucas menatap dari kejauhan Lu Chen yang menaiki tangga sambil bersiul indah.


Author


Mr. Lucas! Lu Gak kesian ama Lu Chen?? Parah!!


***


**Mansion Jessica **


“Ra!. Udah tentuin mau pakai baju yang mana?.” Tanya Jessica yang masih menatap dengan heran tingkah sahabatnya yang tak berhenti memandangi cermin dihadapannya.


“Belum!. Menurut kamu aku bagusnya pakai yang mana?.” Tanya Zahra yang masih bingung dengan pilihannya.


“Duhhh Ra!. Menurut aku kamu pakai apa aja cocok kok!. Asal jangan pakai bikini aja!. Kamu kira mau berenang?. Hahaha!.” Goda Jessica pada sahabatnya.


“Hush!. Siapa juga yang mau pakai bikini?.” Ucap Zahra sambil membayangkan dirinya yang menggunakan bikini di hadapan Lu Chen, seketika membuat Zahra tersipu malu.


“Hush!. Jangan ngelamun jorok!. Belum nikah kok udah mikir yang tidak-tidak?. Ingat harus halal dulu!.” Ledek Jessica yang langsung menghentikan lamunan Zahra.


“Ihh!. Siapa juga yang melamun jorok?. Kamu tuh!. Ini semua gara-gara Jiazhen yang mendadak dinas ke luar kota.” Ucap Zahra yang membalas ledekan Jessica.


“Awas kamu ya!. Ini kan semua gara-gara kamu!. Aku cuma gak ingin sahabat aku kesepian karena aku tinggal!. Makanya aku memilih tidak ikut dengannya kali ini.” Ucap Jessica sembari melempar bantal yang ada di tempat tidur.


Jessica pun akhirnya keluar dari kamar Zahra dan menuruni tangga Mansionnya dan hendak kembali ke kamar. Namun tak disengaja Jessica bertemu Lu Chen di tengah Mansion yang saat itu hendak menuju kamar Zahra.


“Hei, Lu Chen!. Kamu sudah sampai?.” Tanya Jessica yang sedikit terperangah dengan penampilan Lu Chen yang sangat tampan.


“Hei, Jess!. Zahra ada di kamar?.” Lu Chen yang langsung menanyakan keberadaan Zahra.


“Ia ada di atas. Tapi saat ini ia sedang berganti baju. Tunggulah sebentar lagi!.” Ucap Jessica.


“Aku ingin memberinya kejutan.” Lu Chen yang berharap Jessica segera mengijinkannya untuk menemui Zahra dengan wajah berbinar.


“HHmm.. Baiklah!.” Izin Jessica yang seketika membuat Lu Chen sedikit mempercepat langkahnya menuju ke kamar Zahra.


“Tok!. Tok!. Tok!.”


Suara ketukkan pintu membuat Zahra terganggu karena dirinya saat ini sedang menabuh kan make up ke wajahnya.


Iapun terpaksa membuka pintu kamarnya dalam kondisi wajahnya yang masih dilapisi foundation.


“Siapa?.” Tanya Zahra sambil membuka pintu kamarnya dan iapun terkejut bukan main bahwa orang yang ada di hadapannya saat ini adalah kekasih hatinya, Lu Chen.


“Sayang?. Kamu pucat sekali?.” Lu Chen yang saat itu mengira Zahra sedang sakit karena wajahnya pucat karena dilapisi foundation.

__ADS_1


“Kamu bikin kaget saja!. Aku tuh sedang pakai make up!.” Ucap Zahra yang sedikit kesal karena Lu Chen mengira dirinya sakit.


“Oh maaf sayang!. Mungkin kamu sedikit terlalu banyak menabuh kan foundation mu?.” Protes Lu Chen yang tak ingin Zahra memakai make up tebal.


“Apa ini terlalu tebal?.” Tanya Zahra sembari memandangi wajahnya di cermin.


“Aku suka dirimu yang natural tanpa polesan apapun, karena bagiku kamu sudah cantik apa adanya.” Ucap Lu Chen yang langsung merangkul pinggang Zahra dan mencium keningnya.


“Hush!. Awas make up ku nanti menempel di bibirmu!.” Zahra yang langsung mendorong tubuh Lu Chen agar menjauh darinya.


“Lihat!. Bahkan lip gloss mu menempel di dahiku!.” Zahra yang melihat lip gloss milik Lu Chen sedikit menempel di dahinya dan ia juga melihat bibir Lu Chen yang terkena foundation miliknya.


Mereka pun tertawa melihat itu, dan akhirnya mereka membereskan make up masing-masing sebelum akhirnya pergi ke restoran. Zahra memutuskan untuk menggunakan pakaian yang senada dengan Lu Chen, mereka menggunakan stelan motif monochrome yang sangat pas untuk tema candle light dinner hari ini.


Dan selang beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah restoran yang di siapkan oleh Mr. Lucas. Dengan dihiasi bunga mawar putih dan hitam saat ini menambah kemewahan suasana di restoran tersebut. Restoran kali ini berbeda dengan restoran saat malam tahun baru lalu yang memilih tema Red Gold dan dengan menu ala eropa, kali ini Mr. Lucas menyiapkan restoran Sea Food yang memiliki pemandangan pantai indah di daerah Beijing.


Restoran Sea Food yang memiliki aquarium besar yang dapat kita lihat sambil menyantap menu khas restoran tersebut. Dan ini tentu saja membuat mata Zahra tak henti-hentinya mengagumi keindahan yang di sajikan restoran tersebut, apalagi di tambah table yang di siapkan oleh restoran tersebut adalah di atas kolam yang berisi ikan-ikan laut di dalamnya.


Hal ini menambahkan kekaguman Zahra atas kerja keras Mr. Lucas dalam memilih tempat kali ini.


“Tuan Muda & Nona Zahra!. Selamat menikmati makan malam hari ini.” Mr. Lucas yang kemudian menjetik kan jarinya, seketika atap-pun terbuka dan musik pun mengiringi candle light dinner Lu Chen dan Zahra malam itu.


“Kerja bagus!.” Bisik Lu Chen kepada Mr. Lucas sebagai rasa terima kasihnya karena telah membuat candle light dinner nya sukses.


“Tuan Muda, aku harap kau bahagia malam ini!.” Ucap Mr. Lucas dengan tulus kepada Lu Chen.


Lu Chen yang sedikit memiliki perasaan aneh dengan ucapan Mr. Lucas memilih tidak menghiraukannya dan melanjutkan candle light dinner nya bersama Zahra. Malam itu hari yang siang tadi hujan deras malamnya justru bertaburan bintang seolah-olah malam itu adalah malam khusus mereka berdua.


***


Di Sebuah Mansion di Prancis


“Papa!. Apa itu?.” (bahasa prancis) Tanya seorang gadis cantik yang memiliki wajah seperti boneka barbie mendatangi ayahnya yang merupakan bule tampan dengan sejuta pesona walau di usianya yang sudah tak terbilang muda.


“Putri Papa!. Ini Jason Lu, tampan bukan?.” (bahasa prancis) Lelaki itu memperlihatkan foto candid Lu Chen yang sedang berada di sebuah acara penghargaan beberapa waktu lalu.


“Wah!. Dia sangat tampan Papa!. Apa dia artis?. Dia mirip idol K pop yang aku suka.”* (bahasa prancis)* Antusias gadis cantik itu yang menatap kagum foto Lu Chen yang ada di tangan Papanya.


“Apa kamu suka?.” * (bahasa prancis)* Tanya lelaki itu yang ingin melihat reaksi anaknya.


“Suka?. Tentu saja Papa!. Aku sangat menyukai Idol K pop seperti dia!. Papa kan tahu?.Tapi aku kok baru melihatnya?. Kira-kira dia dari agency mana?. Apakah dari YG atau SM?.”  (bahasa prancis) Gadis itu yang semakin penasaran dengan Lu Chen.


“Dia adalah idol di Cina, sayang. Dia bukan orang Korea.” (bahasa prancis) Jawab lelaki itu kepada putrinya.


“Oh, mereka tak ada bedanya, Papa!. Sama-sama putih dan tampan!. Aku suka!.” (bahasa prancis) Ucap wanita itu sambil memamerkan senyum bahagianya.


“Dia akan datang saat ulang tahun mu nanti!.” (bahasa prancis) Ucap lelaki tersebut yang langsung di balas oleh sebuah pelukan bahagia dari putrinya.


“Benarkah!. Itu pasti akan menjadi hari yang paling bahagia untuk ku, Papa!." (bahasa prancis) Ucap gadis itu sambil memeluk erat Papanya.

__ADS_1


“Apapun untuk mu Isabelle!.” (bahasa prancis) Ucap lelaki itu sambil mengecup kening putrinya.


__ADS_2