
Lu Chen malam itu pergi menemui kekasihnya Zahra yang tengah tertimpa musibah. Ia memarkirkan mobilnya di parkiran GG Group, namun siapa sangka dirinya bertemu dengan Robby yang baru saja memasuki parkiran. Robby yang kala itu melihat Lu Chen yang baru saja keluar dari mobilnya, ia kemudian menghampiri Lu Chen dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa.
Dan tiba-tiba saja…
“BUGHH!!.”
Suara pukulan yang mengenai pipi mulus Lu Chen.
Robby melayangkan pukulannya ke wajah tampan Lu Chen, Lu Chen yang langsung mengusap darah segar yang keluar dari bibir manisnya itu menatap Robby dengan tatapan nyalang nya.
“Apa-apaan ini?.” Kesal Lu Chen kepada Robby yang memukulnya tanpa alasan.
“Apa-apaan katamu?. Itu hal yang pantas kau dapatkan karena tak bisa melindungi Zahra!. Heh!.” Jawab Robby yang tak ingin lagi menahan amarahnya. Biarlah dia meluapkan kemarahannya saat ini.
“Hoh aku tahu pasti kau menyalahkan ku atas apa yang terjadi kepada Zahra?. Apa yang terjadi kepada Zahra adalah urusanku bukan urusanmu!. Dan lagi apa yang menjadi alasanmu datang ke tempat ini?.” Ucap Lu Chen yang tak ingin Robby mencampuri urusan Zahra.
“Aku sudah memperingatkan mu sebelumnya bahwa kau harus menjaganya!. Tapi apa yang terjadi dia malah diculik dan bahkan baru saja Zahra dikirimin ayam mati oleh salah satu fansmu!. Sepertinya aku tak bisa menyerah begitu saja terhadap Zahra, karena aku tidak akan tinggal diam!.” Tegas Robby kepada Lu Chen agar Lu Chen bersiap akan gencatan senjata yang akan diberikan oleh Robby untuk merebut Zahra.
“Lakukan saja semau mu!. Karena aku yakin Zahra tidak akan berpaling dariku!. Kami sudah berjanji untuk bersama selamanya. Oh!. Dan satu hal yang kau harus tahu, aku sudah melamar Zahra dan ia sudah menerimanya. Jadi berhentilah mengharapkannya!. Karena aku tak ingin ada orang yang mengganggu calon istriku!.” Tegas Lu Chen yang berhasil membuat Robby termangu seketika.
Robby tak menyangka bahwa Lu Chen dengan cepat melamar Zahra. Karena ia yakin dengan segala masalah yang dihadapi oleh Lu Chen, Lu Chen tak akan berani sampai tahapan itu. Ternyata dugaannya salah, Lu Chen tanpa ragu mengambil tindakan yang dapat merubah seluruh masa depannya.
“Apa kau sudah menyerah atas karir dan juga keluarga Lu?. Aku pikir kau adalah orang yang memiliki obsesi?. Apa Ayahmu tahu hal ini?. Dan pantas saja Fans gila mu itu berani mengancam Zahra?. Aku yakin itu karena kau mengambil tindakan dengan tidak memikirkannya. Kau masih saja bertindak egois Lu!.” Ucap Robby yang mencoba memprovokasi Lu Chen bahwa keputusannya salah.
“Aku tidak peduli dengan semua itu, lagipula dunia keartisan itu tidak akan selamanya. Dan aku tak pernah mengharapkan warisan keluarga Lu sedari dulu. Dan soal masalah yang menimpa Zahra, tidak mungkin aku membiarkannya, kau pikir aku diam saja?. Kau tahu otakku selalu lebih cerdas darimu sejak dulu!.” Tegas Lu Chen kembali dan membuat Robby semakin terpuruk dengan kata-katanya.
“Dan Kak!. Berpikirlah terlebih dahulu sebelum kau bertindak dan berucap!. Karena semua itu akan menjadi boomerang untukmu bila kau salah sedikit saja!. Dan satu lagi jangan pernah menemui Zahra tanpa sepengetahuanku!. Kau tahu sebuah batasan?. Di situlah batas dirimu!. Heh!. Ini semua membuang-buang waktuku!.” Lu Chen yang kemudian pergi meninggalkan Robby yang masih diam tak bergerak dari tempatnya berdiri, seakan puluhan peluru telah menusuk tubuhnya.
Kata-kata dari Lu Chen seperti peluru tajam yang bisa kapan saja membunuh lawannya dan tampaknya Robby bukanlah lawan yang sepadan dengannya.
__ADS_1
***
“Bagaimana bisa?. Aku tak mungkin meninggalkan urusanku di sini Jess!. Aku bukanlah pihak yang tidak bertanggung jawab seperti itu.” Ucap Zahra yang menanggapi perkataan Jessica.
“Aku rasa itu adalah satu-satunya solusi dari masalahmu saat ini. Aku yakin fans gila itu pasti akan melakukan sesuatu yang lebih gila yang akan mengancam nyawamu!. Jadi lebih baik kamu kembali ke Jakarta secepatnya!.” Jessica yang masih bersikeras agar Zahra memutus kontraknya dan segera membuat Zahra kembali ke Jakarta.
“Jess, kamu jangan cerita apa-apa sama orang tuaku soal ini ya!. Aku tak mau mereka mencemaskan ku, kamu tahu bagaimana reaksi mereka bila tahu aku tertimpa musibah!. Kemarin saja Ibuku tak berhenti menangisi ku.” Pinta Zahra kepada Jessica.
“Tenang saja!. Kali ini aku akan diam saja, kamu bisa mempercayaiku.” Ucap Jessica.
Dan tak lama Lu Chen pun datang menghampiri mereka yang sedang terlibat dengan percakapan serius.
“Ada apa ini?. Apa aku mengganggu?.” Tanya Lu Chen kepada Zahra dan Jessica.
“Oh Lu, kamu datang?. Pasti Jessica yang menghubungimu?.” Zahra yang langsung melihat ke arah Jessica karena ia tahu pasti dirinya yang mengadu pada Lu Chen atas kejadian yang menimpanya.
“Iya mana mungkin kamu yang memberitahuku, karena aku tahu bagaimana kepribadianmu.” Ucap Lu Chen yang langsung memeluk Zahra saat itu.
“Aku tidak apa-apa Lu, lagipula yang membuka kotak itu bukan diriku tapi salah satu receptionist yang ada di sini.
“Tapi tetap aja, Ra!. Itu namanya ancaman yang ditujukan kepada dirimu!. Kamu suka gak peka!. Gimana aku gak kesel!.” Jessica yang selalu seperti Ibu Tiri kalau sudah marah.
“Iya!. Iya!. Maaf ya Jess!.” Zahra yang tahu bahwa sahabatnya itu begitu mengkhawatirkannya.
“ Sayang, kamu jangan menyalahkan Jessica soal itu, karena aku yang memintanya untuk melaporkan apa saja mengenai dirimu.” Pinta Lu Chen agar Zahra memaklumi tindakan Jessica yang mengadu padanya.
“Hah!. Lu kamu tahu aku tak selemah yang kamu kira. Aku rasa ini semua agak berlebihan untukku. Aku tidak ingin terlalu berlarut-larut dalam trauma yang mendalam. Bisakah kalian memberikan aku sedikit ruang untuk bernafas, setidaknya biarkan aku yang memutuskan setiap hal yang berkaitan dengan diriku sendiri.” Pinta Zahra dengan tatapan memelas nya kepada Lu Chen juga Jessica.
Zahra tahu Lu Chen dan Jessica adalah orang-orang yang sangat mempedulikan dirinya. Namun ia tak ingin hanya karena sebuah insiden dirinya jadi tak bebas melakukan apapun termasuk bicara dengan siapapun. Terbukti Robby saja di awasi oleh Jessica saat sedang berbicara dengan Zahra, ia merasa seperti diawasi saat ujian saja.
__ADS_1
Bagaimana bisa hidupnya jadi seperti terpenjara oleh orang-orang terdekatnya. Ini sangat membuat Zahra merasa tidak nyaman.
***
Di sebuah Cafe dekat dengan Perusahaan GG Group. Jiang Xi yang tengah berbicara serius dengan seorang wanita yang tampak familiar.
“Jadi kamu yang bernama Maylin?.” Tanya Jiang Xi yang berada tepat di hadapan wanita itu.
“Ya, anda benar Nyonya. Ngomong-ngomong apa tujuan anda menemui saya?.” Tanya wanita yang bernama Maylin itu.
“Aku tahu bahwa kau sudah lama menjalin sebuah kerjasama dengan wanita yang bernama Jia Li.” Ucap Jiang Xi yang seketika membuat wanita dihadapannya sedikit terkejut dengan kata-katanya.
“Saya tidak mengerti maksud anda, Nyonya.” Ucap wanita tersebut.
“Aku tahu bahwa dirimu lah yang bekerjasama dengannya untuk membuat berita-berita palsu yang berkaitan dengan Lu Chen dan orang-orang di sekitarnya.” Ucap Jiang Xi yang semakin membuat wanita itu terkejut.
“Sebenarnya siapa anda?. Saya tidak mengerti dengan omongan anda?. Karena sayapun tidak kenal siapa Jia Li?.” Ucap wanita itu mencoba menyangkal semua tuduhan yang ditujukan kepadanya.
“Aku adalah Mommy nya Lu Chen, Jiang Xi.” Seketika wanita itu tubuhnya langsung bergetar dan di dahinya keluar keringat dingin.
“Pantas saja aku seperti pernah melihat dirinya. Bodoh sekali aku yang tak segera menyadarinya.” Batin wanita itu yang menyesal karena tidak waspada.
“Apa kau terkejut?. Tenang saja aku tak akan melaporkanmu kepada polisi. aku hanya ingin meminta bantuan mu.” Pinta Jiang Xi yang langsung pada intinya.
“Aku benar tidak tahu kalau wanita itu bernama Jia Li, Nyonya. Dan itu cuma masa laluku aku sudah tidak melakukannya lagi.” Masih dengan wajah yang berusaha menutupi rasa takutnya.
“Lalu apa ini?.” Jiang Xi yang menunjukkan foto Lu Chen dan Zahra yang berada di Kota Tua yang bulan lalu menjadi perbincangan di dunia per gosip-an.
“Itu… Nyonya!. Saya tahu saya bersalah atas berita-berita yang telah kami rilis. Tapi berita terakhir itu bukanlah dari Nona Jia Li dan ia sendiri yang datang menghampiri saya bulan lalu untuk mengkonfirmasinya. Dan bila anda tanya siapa orang yang membocorkannya, saya tidak tahu nyonya. Kami berhubungan hanya melalui pesan singkat dan surel saja. Dan itupun ia menggunakan akun palsu.” Ucap wanita tersebut kepada Jiang Xi yang meyakinkan bahwa berita yang ia rilis terakhir bukan berasal dari Jia Li.
__ADS_1
Jiang Xi yang mulai berpikir siapa yang tengah mengancam Lu Chen dengan mencoba menggunakan Jia Li sebagai tamengnya?. Ini sungguh di luar dari dugaan Jiang Xi selama ini.