
Sore yang indah ditambah pemandangan taman yang mengundang para pengunjung untuk datang walau hanya sekedar melepas penat. Jia Li terlihat menduduki sebuah kursi taman yang berada di tepi sungai dipinggir kota Beijing. Ia meratapi nasibnya saat ini yang tak lagi dipercaya oleh Daddy nya sendiri. Jia Li termenung menatap lurus ke arah sungai, walau matanya memandang sungai namun hati dan pikirannya sedang di tempat yang berbeda.
Habis sudah kata-kata yang ia ingin ucapkan kepada Daddy nya itu, tapi nampaknya Daddy nya lebih memilih tidak mempercayainya. Ia tak tahu harus berbuat apa kali ini?. Sekejap ia mencoba berpikir namun yang terjadi otaknya menjadi buntu karena ingatannya yang mengarah kepada sosok Daddy nya yang mulai menatapnya dengan tatapan yang berbeda.
Hingga lamunannya akhirnya buyar oleh seseorang yang mendekatinya.
“Nona Jia Li?.” (bahasa mandarin) Sapa seorang pria yang terlihat seumuran dengannya.
“Anda siapa?.” (bahasa mandarin) Tanya Jia Li yang menatap lelaki itu dengan tatapan heran.
“Saya adalah R orang yang membantu anda selama ini. Dan anda yang mengundang saya kemari.” (bahasa mandarin) jawab lelaki itu kembali.
“Oh jadi kamu adalah lelaki yang selalu membantuku lewat telpon?. Aku pikir kau tidak akan menemui ku?. Dan kupikir kau juga tidak akan menunjukkan wajahmu.” (bahasa mandarin) Jia Li yang berpikir bahwa lelaki itu masih tetap ingin menyembunyikan identitasnya.
“Tenanglah!. Berakting lah seolah-olah kita baru berkenalan karena saya yakin ada orang lain yang membuntuti kita dan jangan menoleh ke manapun tetaplah menatap saya!.” (bahasa mandarin) Pinta Lelaki misterius itu yang tak ingin gerak-gerik mereka di lihat orang lain.
“Kau memang hebat!. Pantas saja aku tidak pernah ketahuan meski sudah berada lama di Beijing, semua berkat dirimu akhirnya aku bisa kembali lagi ke sini.” (bahasa mandarin) Ucap Jia Li yang berterima kasih atas jasa-jasanya.
“Itu sudah tugas saya dan anda membayar saya dengan jumlah yang tidak sedikit. Lantas kali ini apa yang membuat anda menghubungi saya?.” (bahasa mandarin) Tanya lelaki itu kepada Jia Li.
“Aku dijebak oleh seseorang, dan sepertinya orang itu sengaja menyudutkan ku atas perbuatan yang tidak pernah aku lakukan. Dan aku frustasi bagaimana cara mengetahuinya. Siapa sebenarnya orang itu?.” (bahasa mandarin) Ucap Jia Li yang tampak benar-benar frustasi saat menceritakan hal tersebut.
“Anda bisa jelaskan detail kejadiannya bagaimana?. Dan bagaimana bisa anda menyimpulkan bahwa orang itu menjebak anda?. Karena bisa saja itu semua hanya sebuah kebetulan.” (bahasa mandarin) Ucap lelaki itu yang mencoba menerka-nerka.
Akhirnya Jia Li pun menceritakan detail kejadian yang dirinya alami. Dari mulai dirinya yang tiba-tiba dikirimi foto-foto Lu Chen dan Zahra sampai kasus penculikan yang terjadi kepada Zahra. Dan semua mengarah kepada dirinya, karena kebetulan sekali semua kejadian mengarah kepada Lu Chen dan orang-orang disekitarnya.
Dan Jia Li berharap bahwa lelaki tersebut dapat membantunya untuk menemukan si pelaku bagaimanapun caranya.
“Saya tidak dapat menjanjikan hasil dengan cepat, tapi untuk itu saya membutuhkan sejumlah bukti yang dapat membantu pencarian saya. Karena dengan tidak adanya cukup bukti, saya akan kesulitan untuk mencarinya.” (bahasa mandarin) Pinta lelaki tersebut agar Jia Li membantunya untuk menemukan bukti.
“Aku memiliki beberapa bukti foto, namun di amplop penyimpanan foto tersebut tidak disertakan alamat pengirim.”* (bahasa mandarin)* Ucap Jia Li yang sedang mengingat-ingat sejumlah bukti yang ada di tangannya.
“Siapa pengirimnya?. Apa saat itu CCTV di rumah anda berfungsi?.” (bahasa mandarin) Tanya lelaki tersebut dengan sedikit menerka-nerka.
“Oh iya CCTV apartemen?. Aku tidak terpikir sampai ke situ. Baiklah!. Aku akan coba ke sana!. Tapi aku harus pergi diam-diam.” (bahasa mandarin) Ucap Jia Li yang sedang berpikir keras untuk menghindar dari pengawal Daddy nya.
__ADS_1
Jia Li pun bergegas mengakhiri percakapannya dengan lelaki tersebut. Dan bangun dari posisi duduknya untuk segera pergi ke apartemennya.
“Nona!. Saya rasa orang yang menjebak anda bukanlah orang yang jauh dari anda. Ku rasa dia adalah orang yang sangat dekat dengan anda!. Berhati-hatilah!.” (bahasa mandarin) Pinta lelaki tersebut.
“Terima kasih atas peringatannya!. Dan senang bisa bekerja kembali denganmu!.” (bahasa mandarin) Jia Li yang menjabat tangan lelaki itu dan langsung pergi ke mobilnya yang terparkir di depan taman.
***
“Aww!!.” Teriak seorang wanita yang ada di lorong ruang kantor Zahra.
“Apa yang terjadi?.” (bahasa mandarin) Teriak beberapa orang yang menghampiri wanita tersebut.
Zahra yang sedang fokus dengan beberapa designnya terganggu oleh suara teriakkan tersebut. Dan ia pun memilih untuk melihat apa yang terjadi di depan ruangannya. Dan ia semakin terkejut dengan seorang wanita dengan kotak berisi ayam mati yang ada di depannya.
“Astaga!. Siapa yang melakukan ini?.” (bahasa inggris) Tanya Zahra kepada wanita tersebut.
“Ra, ada apa?.” Jessica yang menghampiri Zahra yang terlihat terkejut dengan apa yang terjadi.
“Maaf, Bu. Tadi saya hanya ingin mengantarkan paket ini kepada Ibu. Namun diperjalanan saya melihat darah menetes dari balik kotak tersebut. Dan sayapun penasaran dengan isi kotak tersebut, lalu saya membukanya dan ternyata isinya ini. Saya tidak tahu siapa yang mengirimnya, yang saya tahu paket ini saya terima dari jasa pengantar.” (bahasa mandarin) Ucap wanita tersebut masih dengan tergagap karena shock.
“Dia bilang kotak itu ditujukan untukmu dan dia tidak tahu siapa yang mengirimnya.” Ucapan Jessica yang menterjemahkan omongan wanita yang merupakan receptionist GG Group .
“Sudah Ra!. Kita masuk dulu ke dalam, biar kita pikirkan pelan-pelan.” Pinta Jessica yang ingin sahabatnya tetap tenang dalam berpikir.
“Kalian bereskan ini!. Dan tolong jangan sebarkan berita kepada siapapun!. Anggap kau tak pernah melihatnya!.” (bahasa mandarin) Pinta Jessica dan beberapa karyawan yang melihat peristiwa itu.
Semenjak kejadian penculikan yang terjadi kepada Zahra, sedikit demi sedikit hal-hal yang disebabkan oleh itu semakin terasa. Salah satunya gosip Zahra yang merupakan pasangan Lu Chen sebenarnya hingga gosip perebut pacar orang bertebaran di mana-mana. Sampai akhirnya Zahra harus mendapat Ayam mati dari orang yang membencinya.
Apakah semua itu karena kedekatannya dengan Lu Chen?. Padahal dari mereka berdua belum melakukan klarifikasi apa-apa, hanya saja mereka sudah tidak malu-malu untuk memamerkan kedekatan mereka kepada semua orang terutama di area kantor Zahra dan Lu Chen. Walaupun Lu Chen menjamin para karyawannya tutup mulut, namun tetap saja apa yang terjadi tak selamanya dapat disembunyikan dan Zahra harus menanggung konsekuensinya. Dan iapun tak dapat mengelak lagi, Zahra mencoba untuk menghadapi badai yang menerjang.
“Ra!. Kayaknya kamu juga harus diskusi sama Lu Chen mengenai hal ini. Karena aku yakin ini juga ada hubungan dengannya.” Pinta Jessica yang tak ingin Zahra memendamnya sendiri.
“Aku tahu lambat laun ini pasti terjadi. Tapi ini dari siapa?. Apakah ada sangkut pautnya dengan kejadian penculikan lalu?.” Zahra yang menerka-nerka semua rentetan kejadian yang menimpanya.
“Tok!. Tok!.” Dan mereka saat itu dikejutkan dengan suara ketukkan dari depan ruangan Zahra.
__ADS_1
“Masuk!.” Zahra dengan cepat memanggil orang yang mengetuk ruangannya.
“Zahra!.” Panggil seorang pria yang sangat merindukannya akhir-akhir ini. Ya, dialah Robby Lu yang dengan tergesa-gesa memesan tiket untuk pulang ke Beijing. Walaupun rencana kembalinya dia sudah dari dua minggu lalu, tapi akhirnya baru terlaksana kemarin karena banyaknya pekerjaan yang harus ia lakukan sebagai wakil dari CEO.
“Robby?.” Zahra yang terkejut dengan kedatangan Robby yang tiba-tiba.
Robby langsung memeluk Zahra dan tidak tahu bahwa di sana juga ada Jessica yang melihat mereka berpelukkan.
“Kamu tidak apa-apa?. Maaf aku baru bisa datang hari ini.” Ucap Robby sambil memeluk Zahra.
“Ehem!.” Jessica mencoba melepaskan pelukan Robby dengan mengeluarkan suaranya.
“Oh maaf!. Ternyata ada kamu Jess?.” Tanya Robby yang seketika malu dengan tindakannya.
“Ingat Rob!. Di sini ada orang bukan patung!.” Pinta Jessica yang seperti pengganggu dihadapan mereka.
“Maaf aku tidak menyadari akan kehadiranmu Jess.” Lagi-lagi Robby meminta maaf kepada Jessica.
“Gak apa-apa kok!. Kalau aja Zahra masih jomblo pasti aku biarkan!.” Ucap Jessica yang seakan mengingatkan Robby bahwa Zahra sudah ada yang punya.
“Oh ya!. Ada apa kamu tiba-tiba kemari, Rob?.” Tanya Zahra kepada Robby.
“Aku dengar kamu diculik?. Apa benar Zahra?.” Tanya Robby yang mulai menelisik setiap inchi tubuh Zahra. Dan lagi-lagi dapat hadiah dehaman oleh Jessica.
“Ehem!!. Udah puas lihatnya?.” Jessica yang bertindak seperti bodyguard Zahra yang diutus oleh Lu Chen.
“Tenang aja Jess, aku kemari hanya ingin memastikan bahwa Zahra tidak kenapa-kenapa. Itu saja!.” Ucap Robby yang tak ingin disalah artikan oleh Jessica.
“Kan sudah ada Lu Chen, lagipula ada aku dan Jiazhen yang menjaganya kamu tidak usah khawatir. Ya kan, Ra?.” Jessica yang masih saja mengingatkan Robby akan posisinya saat ini.
“Iya Rob, aku di sini sudah aman. Tapi terima kasih sudah mencemaskan ku.” Ucap Zahra yang masih mencoba menghargai tindakan Robby.
Dan Robby pun hari itu memutuskan tidak lama berada di kantor Zahra karena merasa diawasi gerak-geriknya oleh Jessica. Jessica yang sudah seperti ibu tiri itu tak bosan-bosan mengingatkan Robby akan posisinya, walaupun sebenarnya dulu ia sempat mendukung hubungan Robby dengan Zahra. Namun melihat ketulusan Lu Chen kepada sahabatnya Zahra, ia memutuskan untuk membantu Lu Chen melindungi Zahra dan mendukung hubungan mereka.
***
__ADS_1
Author
Kasihan Koko Robby, Zahra udah punya Anjing penjaga