
Bunga mawar merah menghiasi hotel mewah yang ada di Jakarta. Makanan mewah tersaji hangat di atas meja dengan berbagai varian rasa. Belum lagi para artis dan pengiring musik yang melengkapi kemeriahan Gala Dinner yang diadakan JF Group hari itu.
Gala dinner ini diadakan untuk menyambut pewaris JF Group yaitu Jason Lu. Di mana orang-orang yang hadir dibawa penasaran siapakah sosok pewaris yang telah ditunjuk oleh Jackson Lu. Pasalnya Jason Lu hampir tak pernah menunjukkan wajahnya di setiap pesta yang di adakan JF Group sebelumnya.
Dan hari ini seakan menjadi sebuah moment paling istimewa di mana setiap karyawan, baik golongan eksekutif sampai golongan staff biasa turut hadir dalam menyambut bos baru mereka.
Dan Jason pun dengan di dampingi Zahra memasuki aula Gala Dinner tersebut. Mereka berdua menuruni tangga hotel dan langsung di sambut oleh Jackson yang sudah berada di bawah dengan ditemani Mr. Lucas.
Jason dan Zahra yang hadir bak pangeran dan putri di negeri dongeng itu telah membuat ratusan mata yang melihatnya terpesona dengan penampilan mereka. Mereka terlihat sangat serasi dengan kostum yang berwarna senada yaitu merah dan hitam.
Dan ini juga pertama kalinya Zahra berhadapan langsung dengan Jackson Lu, Ayah Jason. Jackson langsung meraih jemari Zahra lalu menciumnya tanda dirinya menghormati kehadiran Zahra di pestanya.
“Para hadirin sekalian kita sambut “Presiden Direktur baru JF Group” Jason Lu bersama tunangannya Azzahra Falisha.” Host memberikan sambutan kepada Jason dan juga Zahra yang memasuki aula pesta.
Seluruh mata memandang ke arah mereka tanpa henti, mungkin karena mereka berdua adalah pusat dari Gala Dinner malam ini. Dan tak dapat dipungkiri visual mereka yang sangat sempurna hingga membuat seluruh mata menatap ke arah mereka tanpa berkedip.
Hari itu Jiang Xi tak dapat menemani Jason dan juga Zahra dalam Gala Dinner mereka malam itu, karena urusan di perusahaannya yang sangat mendesak sehingga membuatnya harus kembali lebih cepat ke Beijing dari jadwal yang ditentukan.
Zahra pun diperkenalkan oleh Jackson kepada seluruh koleganya yang menghadiri perhelatan tersebut. Ia memperkenalkan Zahra sebagai calon menantunya sekaligus sebagai salah satu pemegang saham JF Group nantinya.
Jason pun tak hentinya menemani Zahra dan terus menggandeng tangannya seakan takut Zahra pergi di bawa orang. Mereka bertiga seakan seperti keluarga yang tengah bahagia bila di lihat dari pancaran wajah mereka.
Tanpa disadari ada sepasang mata yang melihat kebahagiaan mereka di sudut ruangan pesta. Sepasang mata itu milik Robby yang saat itu memperhatikan mereka dari kejauhan. Ada rasa cemburu dan iri yang menghinggapinya saat itu, namun ia tahan karena ia merasa dirinya sudah tidak memiliki hak lagi terhadap Zahra semenjak keputusannya untuk menyerah saat itu.
Di saat dirinya yang masih terpaku dengan keberadaan Zahra, ia dikejutkan dengan perkataan dari seseorang.
“Cinta bukan berarti harus memiliki, ada kalanya ikhlas adalah jalan yang terbaik.” Ucap seseorang yang datang dari arah belakang Robby.
Dan orang tersebut adalah Mr. Lucas yang datang menawarkan segelas Champaign kepada nya. Dan Robby pun menerima segelas Champaign tersebut dari Mr. Lucas lalu menenggaknya hingga habis.
“Apa rasanya sangat pahit?.” Tanya Mr. Lucas kepada Robby.
“Ya, sedikit pahit.” Jawab Robby.
“Bukan maksudku perasaan mu saat melihat seseorang yang kau cintai dimiliki orang lain?.” Ucap Mr. Lucas yang seketika membuat Robby menatapnya dengan penuh tanya.
“Aku tahu kau sudah lama mencintainya, Tuan Robby.” Ucap Mr. Lucas yang ucapannya terdengar seperti orang bijak.
“Aku?. Dengan siapa?.” Robby yang mencoba menyembunyikan kebenaran.
__ADS_1
“Orang itu Nona Zahra, bukan?.” Sambil menatap ke arah Zahra yang sedang bersama Jason saat itu.
“Heh!. Apa sangat terlihat?.” Ucap Robby yang sedikit malu untuk mengakuinya.
“Aku mengerti mengapa orang sempurna seperti Tuan Muda dan dirimu\, Tuan. Sangat menyukai wanita sepertinya.” Ucap Mr. Lucas yang kemudian menenggak *Champaign-*nya hingga habis.
“Menurut mu kenapa?.” Tanya Robby penasaran.
“Nona Zahra adalah wanita yang teguh pada pendiriannya. Ia tak mudah tergoyahkan, walau apapun yang terjadi. Mungkin sulit mencari wanita yang seperti dirinya di dunia ini. Dan ku rasa ia sangat cocok dengan Tuan Muda yang sama seperti dirinya.” Mr. Lucas yang kemudian meninggalkan Robby di tempatnya.
“Kau pikir aku tidak cocok dengannya?.” Robby yang merasa kurang setuju dengan perkataan Mr. Lucas.
“Mungkin saja karena Lu bertemu dengannya lebih dulu dibanding diri ku.” Robby yang masih berandai-andai terhadap Zahra.
Pesta hari itu pun tak lengkap rasanya bila tak di sempurnakan dengan berdansa, di mana si Tuan Rumah yaitu Jason Lu di wajibkan untuk membuka acara tersebut dengan berdansa bersama pasangannya.
Jason pun mengajak Zahra untuk berdansa bersamanya di tengah aula, Zahra yang saat itu lupa bahwa keluarga Lu masih mengikuti aturan lama bahwa di setiap pestanya pasti ada yang namanya dansa.
Pasalnya Zahra hanyalah rakyat biasa yang tak pernah mengikuti pesta dansa, dan memang kenyataan Zahra tak bisa berdansa. Dan ia sangat merutuki kebodohannya karena tidak memperkirakan hal ini.
“Hadeuhhh!. Bagaimana ini?. Aku kan gak bisa dansa?.” Batin Zahra yang ingin menolak tapi tak bisa.
“Kenapa kamu tidak memberitahu ku soal dansa?.” Bisik Zahra di telinga Jason.
“Percuma juga memberitahu mu, kita tak ada waktu untuk latihan. Cukup ikuti gerakanku seperti biasanya.” Jason yang kemudian seakan membawa Zahra terbang di lantai dansa saat itu.
Gerakan Jason yang luwes dan ringan, Zahra seakan di bawa terbang ke awan olehnya, hingga Jason yang mulai merasakan sakit di area kakinya karena terinjak oleh heels milik Zahra.
"Aww!." Pekik Jason yang secara spontan keluar dari mulutnya.
“Oh maafkan aku Lu!. Aku tidak sengaja.” Ucap Zahra yang hampir saja menghentikan tariannya, tapi Jason kembali menarik pinggang Zahra dan kemudian suasana mulai berubah. Musik berganti menjadi musik tango.
Zahra terlihat semakin bingung dengan apa yang terjadi pasalnya berdansa saja ia tidak bisa apalagi menari tango.
Namun mau bagaimana lagi musik terus saja mengalun tanpa mempedulikan Zahra. Dan di dansa kali ini mereka akan berganti pasangan dalam sekejap. Zahra semakin di buat bingung apalagi melihat Jason yang tiba-tiba melepas genggaman tangannya dan memberikan tangan Zahra kepada orang lain.
Zahra pun terlihat kikuk dalam dansanya, ia mencoba mengikuti gerakan yang lain namun hasilnya tetap saja kikuk. Sampai sebuah tangan meraih jemari tangannya, dan tangan itu membawanya kembali terbang ke angkasa.
Namun kali ini gerakannya lebih badass dari saat dirinya bersama Jason. Siapa orang ini? Hingga orang itu akhirnya menarik pinggang Zahra agar berdekatan dengannya. Dan Zahra pun akhirnya tahu siapa lelaki yang menarik tangannya kali ini.
__ADS_1
Dia adalah Robby, lelaki yang telah dikecewakan olehnya dan dirinya masih saja merasa tidak enak terhadapnya sampai detik ini.
Robby terlihat sangat tampan seperti seorang Raja saat itu, ia tampak mengenakan stelan tuxedo hitam dan rambut yang tertata rapih. Tatapan Robby saat itu seakan mengisyaratkan bahwa Zahra harus tetap tenang karena ada dirinya di hadapannya.
Dan musik pun berhenti, Zahra dan Robby melakukan pose terakhir dengan posisi Robby yang menopang pinggang Zahra. membuat semua orang yang ada di pesta bertepuk meriah melihat performa dansa mereka berdua yang terlihat luar biasa.
Zahra yang melihat tatapan orang-orang terhadapnya, langsung bangkit dari posisinya dan kemudian menunduk ke arah semua orang sebagai ucapan terima kasih. Dan Robby pun mengerti atas sikap Zahra saat itu, dan ia pun mengikuti gerakan Zahra dengan sama-sama menunduk hormat ke hadapan para undangan yang melihatnya.
Dan tak berapa lama, Jason pun menghampiri Zahra, lalu membawa Zahra kembali ke pelukannya. Seakan menandakan bahwa dirinya lah pasangan Zahra yang sesungguhnya. Dan Robby yang melihat itu langsung undur diri dari hadapan mereka berdua.
“Robby!. Tunggu!.” Teriak Zahra yang saat itu hendak menghampirinya.
“Kamu mau ke mana?.” Tanya Jason yang menarik tangan Zahra.
“Aku harus menemui Robby.” Ucap Zahra yang ingin Jason mengizinkannya.
“Aku akan pergi bersama mu.” Jason yang ingin Zahra membawanya serta.
“Baiklah!.” Zahra pun membawa Jason bersamanya.
Zahra yang melihat Robby berhenti di sebuah sofa yang berada di sudut hall langsung saja menghampirinya.
“Hai Rob!.” Sapa Zahra.
“Hai Zahra. Oh kamu juga Lu.” Sapa balik Robby.
“Bagaimana kabar mu?.” Tanya Zahra yang sedikit canggung diantara mereka, karena ini pertama kalinya mereka mengobrol dengan adanya Jason Lu diantara mereka.
“Maaf aku harus menganggu kalian, tapi tunanganku ini sama sekali tak ingin berpisah sedikitpun dari diri ku.” Ucap Jason yang sedikit berlebihan di dalamnya.
“Aku tahu diri mu Lu, aku tidak akan mencuri apa yang sudah menjadi milik mu!. Kau tenang saja!.” Ucap Robby sambil menepuk bahu Jason.
“Siapa bilang, aku hanya ingin menjaganya di sisi ku. Kau lihat kami tak mungkin terpisahkan setelah ini.” Sambil memamerkan cincin pertunangan mereka ke arah Robby.
“Rob, maafkan Lu!. Dia agak sedikit berlebihan. Kau tahu!.” Ucap Zahra yang merasa tidak enak dengan Robby.
“Aku mengerti Zahra, aku pun akan melakukan hal yang sama bila aku jadi Lu.” Robby yang berusaha baik-baik saja.
Namun tetap saja, rasanya melepaskan itu lebih sakit daripada yang dibayangkan. Ingin rasanya Robby melarikan diri dari pesta secepatnya, namun ia tak bisa karena dirinya adalah panitia penyelenggara Gala Dinner kali ini. Akan runyam urusannya bila dirinya tiba-tiba menghilang dari pesta itu. Ia memilih bersabar dan terus berusaha bersikap biasa saja saat di dekat Zahra dan Jason.
__ADS_1