
Di mansion mewah milik keluarga Lu, Jackson terlihat sedang menenggak pil obatnya. Tak lama masuklah Mr. Lucas asisten sekaligus orang kepercayaannya.
“Apa kau sudah memberitahukannya?.” Tanya Jackson kepada Mr. Lucas.
“Sudah dan Nyonya.. ehmm maksud saya Ibu Jiang menjawab dirinya akan datang.” Jawab Lucas yang sedikit terpeleset saat menyebut Jiang Xi. Karena ia sepertinya sudah terbiasa dengan panggilan Nyonya Lu terhadap mantan majikannya tersebut.
“Baguslah, sisanya biar aku yang urus. Apa anak itu sudah sampai?.” Tanya Jackson kepada Mr. Lucas mengarah kepada tamunya yang dirinya tunggu di rumah mewahnya.
“Saya belum melihatnya Tuan, mungkin sebentar lagi ia akan sampai.” Jawab Mr. Lucas.
“Baiklah, oh dan satu lagi. Jangan kau biarkan wanita murahan itu berada di rumah ini selama acara berlangsung. Kau tahu siapa yang aku maksud?.” Pinta Jackson kepada Mr. Lucas agar tak membolehkan Niki istrinya untuk berada di mansion selama acara peringatan kematian Mr. Zao Lu di gelar.
“Baiklah, saya akan menempatkan beberapa bodyguard untuk mengawasinya.” Jawab Mr.Lucas lalu tak lama iapun izin untuk pergi dari ruangan.
Di halaman depan rumah, Niki yang baru saja masuk ke mansion dikejutkan dengan kedatangan Robby keponakan Jackson Lu suaminya. Mobil Robby berhenti persis setelah mobil Niki sampai di lobi mansion.
“Wah! Wah! Siapa ini?.” Sapa Niki kepada Robby dengan tatapan menggodanya.
“Permisi tante, apa Paman Jackson ada di dalam?.” Tanya Robby Lu yang saat itu berpikir kalau Niki tahu keberadaan Jackson Pamannya.
“Tante?. Kau tidak lihat aku masih muda?." Protes Niki yang memang terlihat lebih tua dibandingkan dengan umurnya, mungkin karena riasan berlebihan yang dikenakannya.
"Apa kamu keponakan suamiku?.” Tanya Niki kemudian dengan wajah penasarannya.
“Maaf, apa tante istri Paman?.” Robby yang sontak terkejut dengan sebutan suami kepada Pamannya dari mulut Niki. Karena iapun tidak tahu kalau Pamannya itu telah menikah lagi, maklum karena Robby tidak peduli dengan gosip saat ia masih berada di Jakarta dulu dan iapun tak diundang di pernikahan Pamannya itu.
“What?. Apa Jackson tak pernah memberitahumu?.” Bingung Niki mengapa Robby tidak tahu, padahal ia adalah keponakan Jackson.
“Maaf saya tidak tahu dan… “ Baru saja Robby ingin meneruskan kata-katanya sudah dipotong oleh Mr.Lucas.
“Tuan muda Robby!. Tuan sudah menunggu kehadiran anda.” Pinta Mr. Lucas agar Robby segera mengikutinya pergi dan agar mengacuhkan Niki istri Tuannya.
“Saya permisi dulu Nona Niki.” Ucap Mr.Lucas yang masih memiliki sedikit hormat untuk Niki.
“Mr. Lucas!. Panggil aku Nyonya!. Aku ini istri Tuanmu!.” Kesal Niki kepada Mr.Lucas yang masih saja enggan memanggil dirinya Nyonya.
“Baiklah, Nona!.” Lagi-lagi Mr. Lucas memanggil Niki dengan sebutan Nona, dan iapun berlalu begitu saja tanpa mempedulikan ocehan Niki.
***
Kantor Zahra
__ADS_1
Dua haripun telah berlalu kini waktunya Lu Chen untuk kembali bekerja, saat ini ia dan beberapa model lainnya harus mengambil beberapa gambar untuk dipajang di majalah fashion ternama di Indonesia.
Model yang ditunjuk untuk mendampingi Lu Chen saat itu adalah Sunny Chen. Dan Sunny Chenpun diperkenalkan oleh Amber sebagai penanggung jawab model saat itu.
“Ra, ini Sunny Chen Penyanyi plus model terkenal yang sedang naik daun di Cina.” (bahasa inggris) Ucap Amber yang memperkenalkan Sunny Chen kepada sahabatnya.
“Oh, halo aku Zahra designer utama Launching Brand di sini.” (bahasa inggris) Sapa Zahra dengan senyum manisnya.
“Hai hai, aku Sunny Chen. Kau bisa panggil aku Sunny!.” Sapa Sunny yang ternyata bisa bahasa Indonesia.
“Wah, kamu bisa bahasa Indonesia?.” Tanya Zahra yang terkejut bahwa Sunny fasih berbahasa indonesia.
“Ya, kebetulan aku campuran Indonesia. Dan aku waktu kecil pernah tinggal di Indonesia.” Jawab Sunny yang memang campuran Indonesia itu.
“Akhirnya aku menemukan teman sebangsa di Cina!.” Semangat Zahra saat mendengar ungkapan dari Sunny.
Tak lama Xiao Fengpun datang dan menginterupsi mereka.
“Apa pemotretannya sudah bisa dimulai?. Lu Chen sudah siap di ruang make up.” (bahasa inggris) Pinta Xiao Feng yang menginginkan pemotretan segera di mulai.
“Apa Lu Chen sudah datang?. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.” (bahasa mandarin) Antusias Sunny saat mendengar Lu Chen sudah datang.
“Mau apa memang?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang kesal dengan sikap Sunny karena tak bisa menjaga sikapnya di depan Zahra.
Di ruang make up Zahra, Amber, Sunny Chen dan Xiao Fengpun menghampiri Lu Chen.
“Hai semua apa kabar?.” Sapa Lu Chen yang selalu dihiasi dengan senyum manisnya.
“Hai Lu Chen!. Apa kau sudah lama di sini?. Aku baru akan mengirim teks!.” (bahasa mandarin) Sapa Sunny Chen yang sangat bersemangat saat bertemu dengan Lu Chen.
“Aku baru saja sampai, kau tidak perlu mengirimiku teks. Karena aku pasti datang tepat waktu.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen yang terlihat sangat menghargai rekannya Sunny.
“Baiklah kalian lanjutkan make upnya, aku dan fotografer akan menunggu kalian di set.” Pinta Zahra yang berusaha untuk profesional diantara mereka. Walaupun dalam hati ia sedikit bertanya soal hubungan Sunny dengan Lu Chen.
Akhirnya Lu Chen dan Sunny pun siap dengan segala atributnya, mereka sudah siap untuk berpose di depan kamera. Wajah Sunny sangat terlihat merah merona dikala dirinya harus berhadapan langsung dengan Lu Chen sebagai rekan modelnya.
Dan merekapun mulai berpose satu sama lain, dan kerap kali Sunny selalu terlihat gugup di hadapan Lu Chen. Akhirnya membuat fotografer yang memotret mereka merasa sedikit kesulitan dalam mengambil gambar. Padahal saat itu Lu Chen sudah berusaha agar rekannya itu tidak tegang dengan selalu tersenyum ke arahnya. Namun yang ada Sunny semakin tegang karena senyuman Lu Chen.
Akhirnya Amber pun memiliki ide untuk membuat model contoh pada sesi foto kali ini. Ia meminta Zahra sebagai model contoh pengganti Sunny. Zahra sempat menolak hal itu namun demi lancarnya project kali ini iapun menurut saja, apalagi dengan melihat tatapan Lu Chen yang sangat berharap padanya.
Dan alhasil Zahra pun mengganti bajunya sama seperti milik Sunny dan mulai berpose bersama Lu Chen di depan kamera. Lu Chen pun tak malu-malu mengumbar kemesraan mereka, Xiao Feng dan Amber pun dibuat terperangah dengan pasangan kasmaran yang satu itu. Lu Chen beberapa kali kerap memeluk Zahra di depan kamera hingga sedikit membuat Zahra menjadi risih.
__ADS_1
Dan Sunny pun dibuat bingung dengan gestur Lu Chen yang tak pernah ia lihat saat bersama wanita lain. Sunny melihat adanya chemistry yang tak biasa antara mereka berdua. Hingga iapun memilih bertanya kepada Xiao Feng manajer Lu Chen.
“Apa ada sesuatu diantara mereka berdua?.” (bahasa mandarin) Tanya Sunny kepada Xiao Feng.
“Kau bisa lihat sendiri, tak perlu aku jelaskan. Makanya jangan pernah berharap lagi pada Lu Chen!.” (bahasa mandarin) Tegas Xiao Feng yang secara tidak langsung memberitahukan soal hubungan spesial antara Zahra dengan Lu Chen.
Sunny pun tak dapat berkata-kata setelah mendengar penjelasan dari Xiao Feng. Iapun membuang nafasnya kasar, dan terlihat menahan air matanya untuk menerima kenyataan itu. Bagaimana tidak enam tahun lamanya Sunny memendam perasaan kepada Lu Chen, Ia berusaha mendekati Lu Chen secara diam-diam dengan mencoba menjadi teman baiknya. Namun sulit untuk Lu Chen dapat berhubungan dekat dengan rekan wanitanya, walaupun beberapa kali Sunny sempat menjadi rekan sepanggung nya Lu Chen. Tapi tak sedikitpun Lu Chen melirik dirinya, yang ada Lu Chen hanya bertukar sapa seperlunya terhadap Sunny. Hal yang dilakukan Lu Chen, yaitu menawarkan untuk bergabung di agency nya adalah rasa bersalah dirinya terhadap kekejaman yang dilakukan Jia li karena sempat membuat Sunny mendekam di penjara hingga karirnya terjatuh.
Akhirnya sesi model percontohan pun selesai, Amber melihat hasil dari foto yang di ambil fotografer. Iapun sangat puas dengan itu, karena memang pada dasarnya Lu Chen dan Zahra adalah visual yang indah. Hanya saja itu tidak bisa dijadikan sebagai foto pilihan untuk di majalah karena Zahra bukan seorang artis maupun seorang model. Tugas Amber adalah untuk memberikan Sunny contoh agar dapat berpose seperti Lu Chen dan Zahra.
Sunny pun yang sedang berusaha untuk bersikap profesional itupun memukul-mukul dadanya seolah-olah ingin menghilangkan beban di hatinya. Xiao Feng pun yang melihat itu menghampirinya dengan berusaha membuat Sunny kembali semangat dalam pemotretan.
“Aku tahu kamu bisa profesional!. Ingat! Kamu adalah artis di bawah naungan LE, karena kami tidak sembarangan dalam memilih para talent!.” (bahasa mandarin) Kata-kata semangat yang diucapkan Xiao Feng kepada Sunny Chen. Dan seketika kata-kata tersebut menjadikan Sunny tersadar dengan tujuannya bergabung di Light Entertainment, yaitu membangun karirnya kembali yang sempat berjaya dulu.
Akhirnya Sunny pun kembali seperti sedia kala, iapun mulai bersikap profesional dan melakukan pose bersama dengan Lu Chen. Dan akhirnya beberapa pose pun dapat diambil dengan baik walau dengan sedikit pengulangan.
Sesi Foto pertama pun selesai, Lu Chen beserta Sunny Chen bersiap -siap untuk sesi foto berikutnya. Lu Chen pun tampak menggandeng jemari Zahra dan membawanya menuju ke ruang ganti miliknya.
Sunny Chen pun yang melihat itu menatap Lu Chen dan Zahra dengan tatapan kecewanya. Sunny pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di ruangannya demi mengistirahatkan pikiran dan juga hatinya.
Di dalam ruangan tak ada yang dilakukan Sunny, ia hanya menatap cermin riasnya dengan tatapan kosong. Lagi-lagi Sunny tak dapat menahan rasa sedihnya karena melihat Lu Chen sudah memiliki kekasih. Tak lama datanglah Xiao Feng yang hendak memberitahukan Sunny bahwa sebentar lagi ia harus segera bersiap-siap untuk sesi foto berikutnya. Namun yang dirinya temukan Sunny sedang melamun di depan cermin riasnya.
“Ehem!. Apa kau sudah siap!.” (bahasa mandarin) Dehaman Xiao Feng yang seketika membuyarkan lamunan Sunny.
“Oh, baiklah Xiao Xiao!.” (bahasa mandarin) Lagi-lagi Sunny asal memanggil Xiao Feng dengan panggilan baru.
“Kau memanggilku dengan sebutan apa?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang lagi-lagi dibuat kesal dengan panggilan baru dari Sunny Chen.
“Tidak, aku hanya terpeleset hingga memanggilmu seperti itu.” (bahasa mandarin) Lagi-lagi Sunny berbohong untuk menutupi kesalahannya.
“Hapus air mata mu dengan riasan!.” (bahasa mandarin) Pinta Xiao Feng yang tahu kalau Sunny habis menangisi Lu Chen.
Author
Xiao Feng udah mulai perhatian guys!
__ADS_1
Visual Sunny Chen