
Sore itu Zahra dan Jessica sudah berada di Rumah Sakit, tempat di mana saksi wanita itu berada. Di sana ia dan Jessica langsung menemui pihak kepolisian yang berada di salah satu ruang kantor Rumah Sakit tersebut.
“Sore, Nona Zahra, Nona Jessica!.” (bahasa mandarin) Sapa polisi lelaki yang ada di sana, tampaknya dialah polisi yang telah menelpon Zahra bila di dengar dari suaranya.
“Kami berdua baik!. Jadi bagaimana perkembangannya?.” (bahasa mandarin) Jawab Jessica mewakili Zahra.
“Begini, Nona Zahra dan Nona Jessica. Saya dari penyidik kasus ini ingin anda berdua membantu kami sebagai saksi. Dan kebetulan hari ini saksi utama sudah sadar dan kami harap Nona Zahra dapat membantu kami.” (bahasa mandarin) Pinta Polisi tersebut.
“Tidak, maksudku wanita itu sudah sadar sejak kapan?. Dan bagaimana keadaannya saat ini?.” (bahasa mandarin) Pinta Jessica yang ingin polisi itu memberikan keterangan detail wanita tersebut.
“Ia bangun sekitar dua jam yang lalu, dan sekarang ia sedang berada dalam perawatan dokter. Karena kami harus memastikan bahwa ia harus sehat sebelum kami mewawancarainya.” (bahasa mandarin) Tutur petugas penyidik tersebut secara detail.
“Baiklah!. Apa sebelum itu saya bisa menemuinya terlebih dahulu?.” (bahasa mandarin) Pinta Zahra kepada penyidik tersebut.
“Memang itu yang ingin kami usulkan kepada anda, Nona. Karena lebih baik anda menemuinya terlebih dahulu. Kita tunggu sekitar setengah jam lagi, karena para dokter belum selesai dengan tugasnya.” (bahasa mandarin) Pinta petugas tersebut sembari melirik jam tangan miliknya.
Zahra beserta Jessica akhirnya setelah setengah jam, mereka akhirnya menemui wanita tersebut ke dalam kamarnya.
Terlihat wanita cantik berwajah oriental yang memiliki wajah sayu berkulit putih mulus dan badan sedikit berisi yang terduduk di tempat tidurnya sembari memandangi pemandangan dari jendela Suite Room-nya.
Wanita seketika terkejut dengan kedatangan Zahra dan Jessica yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu. Padahal yang sebenarnya terjadi Zahra dan Jessica sudah mencoba mengetuk pintu dan memanggil dirinya, namun karena dirinya yang sedang melamun itu hingga tak menyadari kedatangan mereka.
“Sore!. Maaf kami mengganggu, kami sudah berusaha mengetuk pintu dan memanggil anda dari pintu tapi anda tidak menjawab.” (bahasa mandarin) Ucap Jessica kepada wanita itu.
__ADS_1
“Siapa kalian?.” (bahasa mandarin) Tanya wanita itu yang sepertinya masih merasa insecure dengan orang-orang di sekitarnya.
“Tenang!. Kami adalah orang yang menyelamatkan anda saat anda mencoba lari dari kejaran orang-orang itu!.” (bahasa mandarin) Ucap Jessica.
“Saya tahu soal orang-orang itu.” (bahasa mandarin) ucap Jessica kembali.
“Bagaimana kalian tahu?.” (bahasa mandarin) Wanita itu yang masih menatap Jessica dan Zahra dengan tatapan takutnya.
“Nona, saya tahu penyebab kematian para penculik itu. Dan perlu anda ketahui bahwa sayalah korban penculikan itu.” Ucap Zahra dengan dibantu Jessica sebagai translator-nya.
Wanita itu langsung menangis sejadi-jadinya mendengar penjelasan dari Zahra. Dan ia akhirnya menyebutkan siapa namanya, ia bernama Ah Cy, ia bekerja sebagai pelayan Nyonya Feng baru beberapa bulan yang lalu. Dan ia yang memiliki ibu yang sakit-sakitan dan juga adik laki-laki yang masih sangat kecil itu terpaksa melakukan perbuatan keji itu karena suruhan dari Nyonya Feng.
Zahra dan Jessica pun terkejut dengan penuturan wanita bernama Ah Cy itu, dan mencoba bertanya lebih lanjut detail kejadian yang terjadi sampai dia berakhir di Rumah Sakit ini.
Dan tak lama setelah satu minggu di sekap di rumah kumuh itu, akhirnya ia di bawa oleh sebuah mobil menjauh dari Kota Beijing entah ke mana tujuannya. Dan dengan bermodal nekad, Ah Cy mencoba melepaskan diri dari sekapan anak buah Nyonya Feng dan mendobrak lalu melompat dari mobil milik mereka.
Dengan sisa tenaga yang ada Ah Cy menerobos jalan tol yang saat itu tengah sepi dari keramaian dan ia berpikir dapat dengan mudah lolos karena itu. Namun yang terjadi dia malah tertabrak mobil milik Zahra dan tubuhnya terguling di samping jalan tol. Ia saat itu berpikir bahwa dirinya telah mati, tapi kenyataannya ia terkapar di Rumah Sakit ini dan dikelilingi polisi.
Entah apa ia harus mendekam di penjara karena perbuatannya?. Atau ia berharap lebih baik dirinya mati saat itu dan bebas dari orang-orang yang mengejarnya?. Karena sungguh ia lelah dengan hal yang akhir-akhir ini menimpanya.
Namun Zahra meyakinkan wanita tersebut untuk bersabar dengan apa yang terjadi, karena ia yakin banyak jalan agar keluarganya bisa hidup dengan baik tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Wanita itu akhirnya menuruti permintaan Zahra agar mau mengakui semua perbuatannya kepada polisi. Dan Jessica menjanjikan akan mengurus keluarga dari wanita tersebut, dan bersedia menyekolahkan adiknya hingga ke perguruan tinggi.
__ADS_1
Wanita itupun seketika menangis dan memeluk Zahra dan Jessica bergantian karena terlalu bahagia. Sampai ia tak tahu harus berkata apa, dan ia sungguh menyesali perbuatannya dulu. Andai saja ia dapat mengulang waktu ia tak akan mungkin menuruti perkataan Nyonya Feng yang menjerat dirinya, atau bahkan ia tak sudi menerima tawaran bekerja di Mansion milik Mr. Feng kalau tahu kejadian seperti ini terjadi kepadanya.
***
“Mr. Lucas?.” Lu Chen yang menatap heran kedatangan Mr. Lucas yang tiba-tiba di Mansion nya.
“Tuan Muda.” Sapa Mr. Lucas yang masih berada di lobby dengan sejumlah barang bawaannya.
“Siapa yang menyuruh kau kemari?.” Tanya Lu Chen dengan masih menatap tak percaya Mr. Lucas yang menyusulnya hingga ke Beijing.
“Tuan Besar, Tuan Muda.” Ucap Mr. Lucas.
“Ayahku?. Apa ia tahu aku di sini?.” Tanya Lu Chen yang akhirnya tahu maksud dari Ayahnya mengirimkan Mr. Lucas kepadanya.
“Ia, Tuan Muda.” Jawab Mr. Lucas yang selalu dengan wajah datarnya kepada siapapun lawan bicaranya.
Akhirnya Mr. Lucas diizinkan menginap untuk beberapa hari ke depan oleh Lu Chen, karena sebenarnya Lu Chen memerlukan bantuan Mr. Lucas untuk melacak keberadaan kerabat kakeknya. Karena Mr. Lucas merupakan asisten yang datang kepada keluarga Lu atas rekomendasi dari kerabat kakeknya itu. Dan Lu Chen tahu bahwa Mr. Lucas masih berhubungan dengannya sampai detik ini.
Dan benar saja Mr. Lucas mengakui semua latar belakangnya kepada Lu Chen, hingga Lu Chen terperangah mendengar bahwa Mr. Lucas adalah anggota genk mafia jaringan milik Forest kerabat jauh kakek Zao Lu.
Ia ditugaskan untuk menjaga keluarga Lu sampai titik darah penghabisan, dan ia telah bersumpah di depan nisan Mr. Zao Lu. Dan dari situlah Lu Chen memberitahunya soal permasalahan dirinya dengan Mr. Feng dan anak buahnya. Dia ingin Mr. Lucas membantunya menghubungi Tuan Forest yang berada di Prancis.
Mr. Lucas akhirnya menuruti permintaan Lu Chen untuk menghubungi Tuan Forest bos besarnya itu. Dan Mr. Lucas berhasil menghubungi lelaki itu, yang saat ini sedang berada dalam sebuah kamar hotel dikelilingi oleh wanita sexy nan cantik.
__ADS_1
“Halo, Luke apa kabarmu?. Lama kau tak menghubungiku?. Kali ini ada apa?.” (bahasa Prancis) Sapa lelaki bernama Forest tersebut yang merupakan ketua genk mafia yang berada di Prancis.