
Lu Chen dan Xiao Feng bersama membawa Sipir yang bernama Huan itu ke Mansion peninggalan Mr. Zao Lu. Mereka membaringkan sipir tersebut ke atas tempat tidur untuk dirawat oleh dokter keluarga Lu.
“Lu, aku sudah menelpon Dokter Tao. Kira-kira setengah jam ia akan sampai ke Mansion.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang melaporkan kalau dirinya sudah menghubungi dokter untuk merawat Sipir tersebut.
“Baiklah!. Kau beristirahatlah!. Biar aku yang jaga dia.” (bahasa mandarin) Pinta Lu Chen yang ingin Xiao Feng meninggalkannya berdua bersama Sipir itu.
“Lu, apa yang kau pikirkan saat memutuskan untuk membawa orang ini?. Kau tahu ini sangat berbahaya!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng yang masih penasaran dengan tindakan nekad Lu Chen.
“Aku tahu ia tidak bersalah, sebagai manusia sudah seharusnya kita menolongnya.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang masih memandangi sipir itu yang tengah tertidur karena kelelahan.
“Aku tahu kamu memiliki hati yang baik, tapi kamu juga harus ingat!. Bahwa kita berhadapan dengan seorang mafia.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang kemudian menutup pintu kamar dan pergi dari hadapan Lu Chen.
Lu Chen tahu keputusannya ini pasti akan membuat Mr. Feng geram. Tapi sebagai manusia ia tak dapat membiarkan ketidak adilan terjadi di hadapannya. Ia sangat tahu bahwa lelaki dihadapannya ini tidak bersalah, ia hanya korban dari kesalah pahaman.
***
Di bawah Mansion terdengar teriakan seorang wanita yang suaranya sampai ke lantai atas Mansion.
“Ada apa ini?. Siapa tamu yang berani masuk tanpa seizinku?.” (bahasa mandarin) Teriak Nyonya Summer yang tinggal di Mansion peninggalan Mr. Zao Lu tersebut.
“Nyonya Summer!. Tuan Muda Lu Chen datang bersama ke dua temannya. Mereka berada di lantai atas.” (bahasa mandarin) Ucap kepala pelayan Mansion tersebut.
“Heh!. Lu Chen?. Mau apa anak itu datang kemari?. Kau tahu Mansion ini adalah tanggung jawabku!. Aku Tuan rumah di sini!.” (bahasa mandarin) Ucapan angkuh seorang Summer Lu seperti biasanya.
“Maaf Nyonya, Tuan Jackson Lu lah pemilik Mansion ini dan Tuan muda Lu Chen adalah pewaris sah dari Mansion ini.” (bahasa mandarin) Ucap Kepala pelayan tersebut yang mengoreksi perkataan Nyonya Summer.
“Apa kau bilang?. Itu hanya di atas kertas saja buktinya Ayahku menitipkan Mansion ini kepadaku!.” (bahasa mandarin) Nyonya Summer yang kemudian menaiki tangga untuk menghampiri Lu Chen.
“BraKKk!.” Suara pintu yang di dobrak paksa oleh Nyonya Summer.
“Ada apa ini?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen dengan tatapan nyalang nya.
“Ada apa kamu bilang?. Siapa dia?. Dan kenapa kau kemari tanpa izin denganku?. Kau tahu akulah Nyonya rumah di sini!.” (bahasa mandarin) Ucap Nyonya Summer sambil membulatkan matanya ke arah Lu Chen.
__ADS_1
“Tante, Ayahku lah pemilik Mansion ini. Dan Mansion ini sebentar lagi akan menjadi milikku. Apa perlu aku langsung memindahkan surat ke pemilikkan sekarang juga?.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang masih berusaha bersikap sopan dengan tantenya itu.
“Kau berani-beraninya melangkahi ku yang merupakan kakak dari Ayahmu, Lu?.” (bahasa mandarin) Tegas Nyonya Summer yang masih tak mau mengalah.
“Pak Shilin!. Tolong bawa Tante Summer pergi dari sini!. Aku tak ingin orang di sini menjadi terbangun karena suara berisik darinya!.” (bahasa mandarin) Pinta Lu Chen kepada kepala pelayan Shilin untuk membawa Nyonya Summer menjauh dari kamar tamu agar tak mengganggu istirahat tamunya.
“Nyonya!. Tolong ikut saya!. Maafkan saya yang tidak sopan!. Kali ini saja turuti perintah saya, Nyonya!.” (bahasa mandarin) Kepala pelayan tersebut langsung menggendong dan membawa pergi Nyonya Summer dari hadapan Lu Chen. Nyonya Summer yang masih berusaha teriak kepada Lu Chen, namun tak dihiraukan oleh siapapun.
“Apa dosaku memiliki keluarga yang rumit seperti ini?.” (bahasa mandarin) Gumam Lu Chen yang menyesal telah lahir di keluarga Lu yang memiliki hubungan yang rumit.
Lu Chen tahu Summer Lu adalah kakak tiri dari Jackson Lu, Ayahnya. Namun dirinya tidak pernah dekat dengannya, karena Summer Lu tinggal di Beijing bersama Robby. Ia memang menempati Mansion milik Mr. Zao Lu sedari dulu, hanya karena dirinya ingin menjauh dan bersembunyi dari seluruh keluarganya karena telah hamil di luar nikah.
Dan Robby pun memasuki usia remaja memilih untuk tinggal terpisah dari Mommy nya, karena tak sanggup melihat kelakuan Mommy nya yang selalu mengamuk dan menangis dan selalu mengingatkan dirinya yang merupakan seorang anak haram.
Lu Chen memilih menghadapi tingkah tantenya itu dengan berkepala dingin, melihat dari sikapnya selama ini. Dan selepas kepergian Nyonya Summer, Lu Chen kembali duduk mengawasi sipir tersebut yang masih tertidur.
***
“Drrtt!. Drrtt!.” Suara getaran ponsel milik Mr. Feng.
“Tuan, gawat!. Sipir itu lari dibawa kabur!.” (bahasa mandarin) Ucap Shawn yang melaporkan situasi terkini dari markasnya.
“Siapa yang membawanya kabur?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang tampak geram.
“Sepertinya Lu Chen, Tuan. Karena tiba-tiba dia menghilang tanpa jejak. Dan kami menemukan anak buah suruhan Tuan terjebak di dalam sel tempat Sipir itu berada.” (bahasa mandarin) Terang Shawn yang menemukan fakta dari hasil laporan anak buahnya.
“Apa!. Berani-beraninya Lu Chen melakukan hal itu?. Tapi apa ada bukti dia yang membawa kabur?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang tidak yakin bahwa Lu Chen berani mengkhianatinya.
“Benar, Tuan!. Kami sudah menanyakan langsung petugas yang dihajar oleh Lu Chen hingga pingsan.” (bahasa mandarin) Jawab Shawn yang masih sedikit ragu-ragu dalam penuturannya.
“Awas saja kau Lu Chen!!.” (bahasa mandarin) Kesal Mr. Feng karena merasa dicurangi oleh Lu Chen.
“Di mana Lu Chen sekarang?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang ingin tahu keberadaan Lu Chen.
__ADS_1
“Sepertinya ia di Mansion Mr. Zao Lu, Tuan!.” (bahasa mandarin) Jawab Shawn.
“Sialan!. Pintar sekali ia bersembunyi!. Biar hal ini aku yang urus Shawn!. Karena aku yang sudah mengizinkannya untuk menemui sipir itu.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng karena ia ingin menyelesaikan sendiri urusannya.
“Dan bagaimana kondisi Mansion?. Apa kau sudah melakukan apa yang ku suruh?.” (bahasa mandarin) Tanya mr. Feng yang ingin memastikan keadaan di Mansion miliknya.
“Ada sesuatu yang harus saya selidiki kembali, Tuan. Setelah penyidikan saya berhasil, saya pasti akan segera melaporkannya kepada anda.” (bahasa mandarin) Terang Shawn yang tak ingin gegabah dalam mengambil tindakan.
“Bagus!. Awasi terus Mansion!. Aku yakin ada orang terdekatku yang mencoba bermain-main dengan keluargaku.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng yang ingin segera menangkap ular berbisa di dalam Mansion nya.
Mr. Feng pun kemudian memutuskan panggilannya dengan Shawn dan beralih menghubungi seseorang dari ponselnya.
“Halo Lu Chen?.” (bahasa mandarin) Sapa Mr. Feng kepada Lu Chen dengan nada yang sedikit dingin.
“Halo Mr. Feng.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen dengan santainya.
“Apa kau membawa sesuatu yang bukan milikmu?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang mulai seperti ancaman.
“Kalau bukan milikku?. Lantas milik siapa Mr. Feng?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kembali.
“Kau memang pintar berdalih Lu. Kau tahu benar yang aku maksud?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang tak ingin Lu Chen mengalihkan pembicaraan.
“Kau tahu benar dia adalah tawananku?. Kenapa kau membawanya lari?. Apa sekarang kau ingin bermain denganku?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang mulai menunjukkan taringnya.
“Aku tidak berani melakukan itu Mr. Feng, tapi jika tidak ku lakukan pasti anda tidak akan membiarkannya hidup sampai esok hari. Anda pasti tahu dia tidak bersalah, lantas apa yang membuat anda dan anak buah anda menyiksanya seperti ini?.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang ingin berterus terang kepada Mr. Feng.
“Kau tahu apa soal duniaku, Lu?. Kau anak kemarin sore yang tak tahu kekejaman dunia mafia. Kau tahu aku sangat benci berurusan dengan polisi?. Jadi cepat serahkan sipir itu segera!.Dan aku akan membiarkanmu hidup!.” (bahasa mandarin) Ancaman Mr. Feng yang mulai tak main-main.
“Apa yang bisa membuat lelaki ini terbebas dari anda?. Karena aku yakin ada jalan untuk itu dan aku sudah menemukan sedikit petunjuk untuk mencari pelaku yang sebenarnya. Bisakah kita membicarakannya dengan jalur damai?. Anda tahu keluarga kita sudah berteman baik sejak dulu.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang ingin bernegosiasi dengan Mr. Feng.
“Heh!. Rupanya kau mencoba bernegosiasi dengan ku?. Baiklah aku akan melihat performa mu besok siang di restoran S tempat kita bertemu kemarin. Jangan telat sedetikpun, karena aku tidak akan mentolerir nya!.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang lagi-lagi mengancam Lu Chen dengan kata-katanya.
“Tenang saja!. Aku akan menepati janji!.” Lu Chen yang berusaha untuk meyakinkan Mr. Feng dan berharap memiliki jalan untuk membebaskan sipir itu dari jeratan Mr. Feng dan anak buahnya.
__ADS_1
“Apa ini jalan yang terbaik bagi lelaki ini?. Aku akan berusaha untuk membebaskan mu!. Karena kamu adalah kunci di mana pelaku sebenarnya!.” Gumam Lu Chen yang masih mengawasi sipir tersebut dari bangku sofa yang berada di seberang tempat tidur.