
Di rumah lama milik keluarga Lu, Lu Chen tampak menatap ke arah jendela dengan tatapan kosongnya.
“Tuan Muda, apa anda sudah siap?.” Tanya Mr. Lucas kepada Lu Chen.
“Ayo Mr. Lucas!.” Jawab Lu Chen kemudian beralih dari lamunannya dan mengikuti Mr.Lucas pergi.
Hari ini adalah hari peringatan setahun kematian Mr. Zao Lu kakek Lu Chen. Hari di mana ia harus bertemu dengan ayahnya, Jackson Lu. Setelah sepuluh tahun lamanya akhirnya mereka dapat bertatap muka kembali. Semenjak kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah Lu Chen dan Jackson hampir tak pernah bertemu kembali, karena memang hubungan mereka yang tidak pernah baik sedari dulu.
Lu Chen tak pernah berkunjung walau hanya bertegur sapa dengan ayahnya tersebut. Pabila adapun hanya pertengkaran yang ada antar keduanya, hal ini tak jauh berbeda dengan Mommynya Jiang Xi hanya saja Jiang Xi lebih sering bertemu dengan anaknya Lu Chen. Bagi Lu Chen saat ini ada ataupun tidak orang tuanya adalah sama saja, karena mereka tak pernah hadir di saat-saat penting dalam hidupnya bahkan disaat dirinya lulus sekolah.
Di depan mansion keluarga besar Lu telah dipenuhi oleh para pemburu berita yang telah menunggu kedatangan Jason Lu aka Lu Chen.
Mobil Lu Chenpun yang datang dengan dikawal Mr. Lucas dan bodyguard langsung diserbu saat itu juga. Namun Lu Chen hanya membuka kaca mobilnya dan menampilkan senyumannya kepada para wartawan. Dan hal tersebut sudah membuat para wartawan puas karena telah berhasil mengambil gambar Lu Chen yang berada di kediaman Jackson Lu. Tentu ini menjadi bukti kuat kalau berita yang tersebar benar adanya, bahwa Lu Chen adalah anak dari Jackson Lu yang merupakan pengusaha sukses di Indonesia.
Suasana di mansion tampak hening walaupun terdapat banyak tamu di sana, dan semua tamu yang hadir mengenakan pakaian bernuansa hitam. Kehadiran Jason Lu saat itu, membuat semua pemegang saham yang hadir di sana serempak melirik ke arahnya. Pasalnya Tuan Muda pewaris JF Group baru menampakkan dirinya setelah sekian lama.
Hiks! Hiks!.
Bunyi tangisan dari seorang wanita yang diketahui adalah Nyonya Summer, Mommynya Robby.
“Pa, kenapa kau pergi secepat ini?. Aku sendirian, Pa. Hiks! Hiks!.” (bahasa mandarin) Tangis Nyonya Lu melihat abu jenazah mendiang ayahnya.
“Mommy, sudah My!.” (bahasa mandarin) Pinta Robby kepada Mommynya untuk menghentikan tangisannya.
Tampak disamping Nyonya Summer, berdiri tegak ayah Lu Chen, Jackson Lu yang menatap datar foto Mr. Zao Lu yang ada di balik abu jenazahnya. Tak ada sedikitpun guratan kesedihan di wajahnya, sepertinya air matanya telah mengering seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
Tak lama datanglah Lu Chen yang berjalan perlahan ke pusara kakeknya. Langkahnyapun terhenti tepat di tengah-tengah Jackson dan Robby Lu. Ia kemudian mulai memberikan penghormatan kepada abu jenazah Mr. Zao Lu, begitu dirinya selesai memberikan penghormatan Lu Chenpun berbalik arah dan hendak pergi dari mansion. Namun langkahnya terhenti begitu mendengar sapaan Jackson Lu, ayahnya.
“Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu, tunggulah aku di ruangan!.” Dengan nada sedikit berbisik ke telinga Lu Chen agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh yang lain.
“Apa masih ada yang perlu kita bicarakan?.” Tanya Lu Chen tanpa menatap wajah ayahnya.
“Aku tahu kau mengerti maksudku. Ini soal mendiang kakekmu.” Jawab Jackson yang seketika membuat Lu Chen terdiam. Lalu iapun pergi meninggalkan Jackson menuju ke ruang tunggu di dampingi Mr. Lucas.
Kepergian Lu Chen dari hadapan keluarganya dengan terburu-buru itu membuat para tamu yang hadir bertanya-tanya akan hubungan ayah dan anak tersebut. Karena sangat terlihat bahwa hubungan mereka tidaklah harmonis.
Selang dua jam lamanya satu per satu tamu mulai berpamitan kepada Jackson Lu. Di kala Jackson yang sedang melepas kepergian para tamunya. Jackson dikejutkan dengan kedatangan seseorang di masa lalu, masa lalu yang sampai saat ini masih memenuhi hati dan pikirannya dan masa lalu itu adalah seseorang yang pernah menjadi pasangan hidupnya selama belasan tahun lamanya.
Seketika pandangannya mengarah kepada sosok wanita cantik yang sangat ia rindukan belasan tahun ini. Ketidakhadirannya yang ia pikir dapat digantikan oleh siapapun itu, nyatanya tak pernah ada satupun wanita yang dapat menggantikannya. Walau hati dan pikirannya sekeras batu, tapi untuk wanita ini hati dan pikirannya selalu dapat melunak kapan saja. Andai saat itu waktu dapat diulang kembali, mungkin ia dapat mengubah pandangan wanita yang sangat dirindukan ini.
Senyumanpun terbit dari wajah Jackson yang melihat mantan istrinya itu. Namun berbeda dengan Jiang Xi, wanita itu hanya menampilkan senyum getirnya dikala melihat mantan suaminya. Mantan suami yang sudah meninggalkan banyak luka di hati dan juga fisiknya. Mantan suami yang tak pernah menghargainya sebagai seorang istri. Dan mantan suami yang tak pernah ingin tahu isi hati dan pikiran istrinya. Bagaimana Jiang Xi dapat memberikan senyuman manisnya kepada lelaki seperti itu?.
“Jackson.” Sapa Jiang Xi kembali dengan senyum getirnya.
Jacksonpun menghampiri Jiang Xi yang berdiri berseberangan dengannya. Tidak tahu mengapa saat ini raga Jiang Xi tak mampu digerakkan, sulit rasanya bertemu kembali dengan Jackson. Ingin hati menolak permintaannya saat itu, namun selalu soal Lu Chen ia tak pernah bisa mengacuhkannya dan Jackson sangat tahu kelemahannya.
Jackson mencoba meraih jemari Jiang Xi saat itu, namun langsung di tepis oleh Jiang Xi. Tanpa mengurangi rasa hormatnya kepada Jackson yang merupakan tuan rumah dari acara tersebut, Jiang Xipun memilih masuk ke dalam mansion tanpa dipersilahkan kembali oleh Jackson.
Di dalam mansion seketika para tamu gempar dengan kehadiran Jiang Xi, mereka berpikir bahwa Nyonya besar mansion telah kembali. Yang diartikan bahwa Jackson telah kembali kepada mantan istrinya. Tapi Jiang Xi tidak peduli dengan ocehan-ocehan para tamu dan terus melangkahkan kakinya ke pusara, Mr. Zao Lu. Dan iapun memberikan penghormatannya kepada mendiang kakek Lu Chen, biar bagaimanapun Mr. Zao Lu pernah berjasa kepada perusahaan keluarganya. Berkat pernikahan antara dirinya dan Jackson Lu harga saham perusahaan milik keluarganya meningkat pesat. Walau harus dibayar dengan kehidupan menyakitkan bagi Jiang Xi selama belasan tahun lamanya.
Selepas penghormatan terakhirnya Jiang Xi dibawa oleh Mr. Lucas ke ruangan di mansion tersebut untuk beristirahat. Jackson hanya bisa melihat Jiang Xi dari kejauhan karena tak ingin menjadi beban mantan istrinya itu. Ia tahu Jiang Xi masih sangat membenci dirinya, ingin menyesalpun percuma karena nasi sudah menjadi bubur. Mereka sudah berpisah dan pengadilan telah menjadi saksi perceraian mereka.
__ADS_1
***
Di sebuah ruangan tampak Lu Chen yang menatap lelaki dihadapannya dengan mata yang nyalang. Lelaki itu adalah Jackson Lu, ayah Lu Chen sendiri yang sudah sepuluh tahun terakhir ini tidak pernah bertemu.
“Aku tahu banyak pertanyaan di dalam dirimu kepadaku, Lu.” Ucap Jackson dengan menatap tegas ke arah putranya Lu Chen.
“Untuk apa kau mengundangku ke sini?. Katakan saja langsung pada intinya.” Ucap Lu Chen yang tak ingin berlama-lama di ruangan itu.
“Baiklah, Lu. Kau tahu kakekmu menitipkan perusahaan kepadamu. Dan maksudku yang mengundangmu kemari adalah untuk menagih janjimu kepadanya. Aku ingin awal tahun depan kau sudah bisa bergabung di perusahaan!.” Pinta Jackson kepada Lu Chen yang terdengar seperti perintah kepadanya.
“Heh!. Sudah kuduga kau memang tak pernah berubah!. Hanya perusahaan yang kau khawatirkan. Setelah sekian lamanya kita tak bertemu dan hanya ini yang kau katakan?.” Tanya Lu Chen dengan geramnya.
“Apalagi memangnya, Lu?. Apa kau tahu perusahaan kita saat ini seperti apa?. Apa kau tahu perjuanganku setiap hari dalam menangani perusahaan seperti apa?. Lihat kau yang hanya sibuk dengan karirmu itu, tanpa memperdulikan omongan para investor kita?. Sudah cukup kau bermain-main!.” Kata-kata yang selalu diucapkan Jackson kepada Lu Chen sedari kecil. Seketika mulai terngiang-ngiang dipikirannya kembali dan mulai membuat Lu Chen berkeringat dingin.
“...bermain-main…” Kata-kata Jackson yang menggema dan berputar-putar di ingatannya saat ini. Lu Chen mulai memijat dahinya karena teringat dengan kata-kata tersebut.
“Heh! Apa kau pernah memikirkan perasaanku?. Bagaimana perjuanganku sedari kecil karena dirimu!. Dan bagaimana menderitanya aku saat itu?.” Ucap Lu Chen dengan airmata yang berlinang dan rahang yang mengeras kepada Jackson Lu, Lu Chen tak kuasa menahan amarahnya.
Lu Chenpun memilih segera pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Jackson. Disaat Lu Chen berbalik arah, Jackson mengucapkan kata-kata yang sangat memancing emosinya.
“Aku tahu soal wanita itu, Lu!.” Ucap Jackson yang langsung membuat Lu Chen memutar badannya kembali ke arahnya.
“Jangan pernah kau sentuh dia!. Aku tak akan pernah memaafkanmu seumur hidup!.” Ucap Lu Chen dengan tatapan membunuhnya ke arah ayahnya sendiri. Dan Lu Chen langsung pergi begitu saja dari hadapan Jackson.
“Dasar kau anak tak tau diuntung!. Kau pecundang!. Kau…!. Kau…!.. Hingga sesak di dada kembali menghampiri Jackson Lu karena kata-kata pedas dari mulut Lu Chen. Namun Lu Chen tak melihat ke arah Jackson saat itu dan terus melangkahkan kakinya keluar ruangan.
__ADS_1