
“BRakk!!.” Suara Bangku terjatuh.
Seketika bangku yang Lu Chen duduki terjatuh karena Lu Chen yang tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.
“Apa yang kau katakan?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen dengan nada suara yang tinggi kepada Xiao Feng.
“Zahra diculik, aku baru mengetahuinya dari Sunny.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng masih dengan suara yang terengah-engah.
Langsung saja Lu Chen beranjak dari tempatnya dan menuju ke arah parkiran berada. Dan baru saja seorang crew ingin menghampirinya namun dicegah oleh Xiao Feng.
“Maaf ini keadaan mendesak!. Aku akan memberikan penjelasan nanti!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng kepada crew tersebut. Dan iapun akhirnya menyusul Lu Chen ke parkiran.
Lu Chen seperti orang yang kehilangan akal ia mengambil alih kemudi dan hampir saja Xiao Feng tertinggal karenanya. Namun di detik-detik terakhir Xiao Feng berhasil menghentikan mobil Lu Chen dengan kedua tangannya.
“Minggir!.” (bahasa mandarin) Teriak Lu Chen kepada Xiao Feng yang sedang merentangkan tangannya di depan mobil Lu Chen.
“Lu, tenanglah!. Karena cuma aku yang mengetahui petunjuk keberadaannya. Percayalah padaku!.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang mencoba menenangkan Lu Chen dari kegilaannya dan akhirnya Xiao Feng berhasil membuat Lu Chen sedikit tenang.
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat Sunny berada untuk mengetahui lebih lanjut kejadiannya.
Sesampainya di restoran yang ditunjuk Sunny, Sunny sudah menunggu mereka dengan wajah paniknya dan sedikit basah karena air mata. Sunny merasa bersalah dengan mengajak Zahra pergi hari ini, ia berpikir bila hari ini Zahra tidak mengikuti kemauannya mungkin saja kejadian penculikan ini tidak akan terjadi.
Kedatangan Lu Chen dan Xiao Feng saat itu tidak lepas dari para pengunjung restoran yang heboh dengan kedatangan artis fenomenal seperti Lu Chen. Dan merekapun tak luput dari jepretan kamera ponsel semua pengunjung yang ada saat itu. Tapi mereka tidak peduli dengan itu semua, karena Lu Chen hanya ingin mencari keberadaan Zahra melalui Sunny.
“Sunny, bagaimana kejadiannya?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen langsung pada intinya.
“Maafkan aku Lu Chen, ini semua salahku.” (bahasa mandarin) Sunny yang kemudian kembali mengeluarkan air mata yang sempat mengering itu. Dan Lu Chen pun menenangkan Sunny Chen dengan menepuk pundaknya sebagai bentuk simpati. Ini pertama kalinya Lu Chen terlihat intim dengan seorang wanita selain dengan Zahra. Namun lagi-lagi moment tersebut diabadikan oleh para pengunjung yang melihatnya yang dianggap sebagai moment mesra diantara mereka berdua.
Sampai akhirnya Lu Chen meminta tolong kepada Xiao Feng untuk mengosongkan restoran tersebut. Dan akhirnya restoran dikosongkan dari semua pengunjung hingga tinggallah mereka bertiga di dalam restoran.
“Bisa kamu ceritakan bagaimana kejadiannya?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada Sunny.
Dan Sunny pun menceritakan awal mula dirinya meminta pertolongan kepada Zahra, mereka makan siang bersama dan berakhir dengan Zahra yang tiba-tiba dibawa paksa oleh sebuah Van.
“Tapi apa kamu hafal nomor platnya?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada Sunny kembali dan dijawab dengan anggukan darinya.
“Apa kamu sudah laporkan ini kepada polisi?.” (bahasa mandarin) Dan ditanggapi dengan anggukan kembali oleh Sunny.
“Apa kau tahu siapa lelaki… maksudku wajahnya.... seperti apa orang yang menculik Zahra.” (bahasa mandarin) Sunny menggelengkan kepala sebagai jawabannya kepada Lu Chen.
Dan Lu Chen pun tak dapat menahan amarahnya, ia menendang kursi yang ada di hadapannya. Sontak membuat Sunny terkejut dengan tindakan Lu Chen. Dan akhirnya Xiao Feng pun mengambil alih pertanyaan kepada Sunny karena ia tahu Lu Chen sudah tak dapat menahan emosinya.
“Maafkan Lu, Sunny!. Ia tidak bermaksud bersikap kasar, itu dirinya lakukan untuk melampiaskan kekesalannya saja. Ok?.” (bahasa mandarin) Xiao Feng yang menenangkan Sunny sebelum melontarkan pertanyaan kembali.
“Kapan kau menghubungi polisi?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang tiba-tiba menyela Xiao Feng.
"Kurang lebih satu jam yang lalu." (bahasa mandarin) Jawab Sunny masih dengan wajah yang menahan air matanya.
__ADS_1
“Mengapa mereka sangat lamban?.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang mulai berteriak karena tak sabar.
“Tenanglah Lu!. Kau hanya membuat Sunny semakin memburuk!. Kau tak bisa sedikit saja memikirkannya?.” (bahasa mandarin) Teriak Xiao Feng kepada Lu Chen.
“Apa kau tahu bagaimana perasaanku?. Dan bagaimana Zahra yang diculik, Xiao Feng?. Maafkan aku Sunny!. Aku tidak bermaksud.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang mulai tampak frustasi dengan membuang nafasnya kasar dan menjambak rambutnya sendiri.
Dan tak lama setelah mereka berdua menyidang Sunny, polisi setempat pun datang ke tempat kejadian. Dan mereka bertanya kejadian detailnya kembali kepada Sunny saat itu.
***
Di sebuah gedung tua yang tak tahu entah di mana keberadaannya, terdengar sayup-sayup dua orang yang sedang bertengkar.
“Bodoh!.” (bahasa mandarin) Teriak seorang lelaki yang berada tak jauh dari pandangan Zahra yang sedikit blur karena pengaruh obat bius.
“Maaf bos!. saya tidak tahu kalau ternyata gadis yang saya bawa salah!.” (bahasa mandarin) Ucap lelaki yang berada di hadapan lelaki yang sepertinya bos dari para penculik itu.
“PlAakk!.” Tamparan yang mewakili kemarahan bosnya karena dirinya telah gagal membawa tawanan.
Masih dengan pandangan yang sedikit blur Zahra berusaha untuk sadar dari obat bius, ia kemudian mencoba merasakan jemari tangan dan kakinya yang ternyata terikat kuat oleh seutas tali.
“Di mana aku?.” Zahra yang mulai bergumam di batinnya.
“Apa aku diculik?. Siapa pria itu?. Apa yang mereka bicarakan?.” Zahra yang mulai menyadari keberadaannya saat itu.
“Aku harus segera sadar!. Jangan sampai para penculik itu menyadarinya.” Batin Zahra yang mulai menyusun rencana untuk kabur dari tempat tersebut.
“Aku harus berpura-pura pingsan saat ini!.” Zahra yang akhirnya memilih berpura-pura pingsan saat dihampiri salah satu penculik.
“Bos!. Tampaknya dia masih tertidur!.” (bahasa mandarin) Teriak penculik itu yang sudah memastikan keadaan Zahra.
Kemudian bos dari merekapun mencoba mendekati Zahra, yang terlihat tak berdaya. Dan mulai mencoba menyentuh tubuhnya dengan tangan kotornya.
“Kalau dilihat-lihat cewek ini cantik banget, mana mulus!.” (bahasa mandarin) Dan iapun mulai mengelus paha putih milik Zahra. Dan sontak Zahra pun membuka matanya dan menggigit tangan lelaki itu hingga dirinya teriak kesakitan.
“Akkhh!.” Teriak bos penculik itu.
“Sialan!.” (bahasa mandarin) Lelaki itu mengumpat ke arah Zahra.
“Ternyata dia cuma berpura-pura pingsan bos!.” (bahasa mandarin) Ucap anak buah penculik.
“Beraninya kau!.” (bahasa mandarin) Teriak bos penculik dengan tatapan nyalang kepada Zahra.
Dan lelaki itu mulai mencekik leher Zahra dan menjambak rambutnya yang terurai.
“Lepasin!.” Teriak Zahra kepada bos penculik yang menjambak nya.
“Dia ngomong apa bos?.” (bahasa mandarin) Tanya anak buah penculik tersebut yang tidak mengerti dengan omongan Zahra.
__ADS_1
“Udah gak usah tanya!. Langsung aja kita kerjain dia!.” (bahasa mandarin) Bos penculik itu mulai menggerayangi Zahra yang sedang dalam kondisi terikat.
Namun ditengah aksi ke dua penculik tersebut, terdengar suara dobrakan pintu.
“BRAAKK!!.”
“Zahra!.” Teriak seorang pria yang ternyata adalah Lu Chen.
“Lu!.” Teriak Zahra yang menjawab panggilan Lu Chen kemudian.
Lu Chen datang bersama Xiao Feng dan juga polisi yang sedang bersembunyi di depan gudang. Lu Chen beserta Xiao Feng mengajukan diri sebagai sukarelawan yang akan memancing para penculik untuk keluar dari sarangnya.
Untung saja Lu Chen dan Xiao Feng memiliki basic bela diri sehingga mampu menghajar ke lima penculik itu dengan mudahnya.
Lu Chen yang melihat Zahra sedang di sekap oleh bos komplotan, membuat Lu Chen geram. Dan Lu Chen pun langsung menghadiahkan pemimpin komplotan itu dengan bogeman mautnya khas seorang fighter.
“BUGHH!!.” Pemimpin komplotan tersebutpun terjungkal jatuh ke lantai tak berdaya.
Lu Chen yang melihat Zahra yang terikat dengan kondisi memprihatinkan dan hampir saja jadi korban pelecehan. Membuat dirinya merasa sesak dan langsung memeluk kekasihnya itu dan kemudian melepaskan ikatannya.
“Maafkan aku sayang yang tidak menemukanmu dengan cepat.” Ucapan Lu Chen yang diiringi dengan buliran air mata yang membasahi wajahnya dikala melihat kekasihnya Zahra.
“Aku memang bukan kekasihmu yang baik hingga membuatmu seperti ini. Aku kekasih yang payah!.” Lu Chen yang menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa Zahra. Ia terus saja mencium dan memeluk Zahra berkali-kali saat itu.
“Tidak sayang!. Dengarkan aku!. Kamu gak salah!. Yang penting kamu sudah berhasil menemukanku.Benar kan?.” Pinta Zahra agar Lu Chen tak terus menerus menyalahkan dirinya atas kejadian yang terjadi.
“Sekarang lihatlah aku!. Aku tak kurang satu apapun!.” Zahra yang berdiri di hadapan Lu Chen dan memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja.
“Zahra, kamu tidak apa-apa?.” (bahasa inggris) Tanya Xiao Feng yang saat itu pergi untuk melihat langsung keadaan Zahra.
“Di mana Sunny?. Pasti dia yang melaporkan hal ini kepada polisi?.” (bahasa inggris) Tanya Zahra yang mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sunny.
“Dia tidak ikut, karena dia merasa bersalah kepadamu.” (bahasa inggris) Ucap Xiao Feng dengan sedikit ragu-ragu.
“Sayang, bagaimana kamu bisa memakai baju yang sama dengan Sunny?.” Tanya Lu Chen heran dengan baju yang dikenakan Zahra.
“Panjang ceritanya, aku akan menceritakan kejadian detailnya saat di kantor polisi. Hey! Di mana orang cabul itu?.” Zahra yang mencari keberadaan penculik yang mencoba melecehkannya.
Dan iapun melihat penculik tersebut sedang di bawa menuju mobil polisi. Dan Zahra pun menghentikan polisi yang membawa penculik itu.
“Tunggu!.” (bahasa inggris) Pinta Zahra kepada Pak Polisi.
Zahra menghampiri bos penculik itu dan kemudian menendang biji terongnya dengan keras. Seketika bos penculik itupun merasakan sakit yang teramat di bagian intimnya akibat tendangan maut Zahra.
“Itu hadiah untuk anda yang berani menyentuh saya!.” (bahasa inggris) Ucap Zahra dengan tatapan membunuhnya.
Author
__ADS_1
Belum tahu aja dia, kalau Zahra mampu membuat biji terongnya tak dapat merasakan nikmatnya dunia