
Lu Chen menarik Zahra hingga ke dalam ruangannya, ruangan pribadi Lu Chen yang ada di perusahannya sama seperti suasana di apartemen mewahnya semua interior di dominasi warna kuning dan oranye. Dan di dalam ruangan terdapat ruang rahasia Lu Chen untuk menulis lagu dan beristirahat. Lu Chen membawa Zahra hingga ke ruang rahasianya, Lu Chenpun saat itu langsung merangkul pinggang Zahra dari belakang.
“Aku Rindu.” Kemudian membalikkan tubuh Zahra ke arahnya.
Tak ada yang dapat terucap dari mulut Lu Chen hanya sebuah kata rindu, karena memang dirinya sudah dua minggu lamanya tidak bertemu dengan kekasih hatinya itu. Zahra yang melihat tatapan mesra Lu Chen, kemudian merangkul leher Lu Chen lalu mencium keningnya.
“Apa kamu juga merindukanku?.” Lu Chen menatap manik mata Zahra seolah mencari jawaban atas pertanyaannya.
“Bukankah kamu sudah tahu jawabannya?.” Zahra tersenyum manja ke arah Lu Chen dan membelai wajah kekasihnya itu.
Mendengar jawaban dari Zahra, Lu Chenpun memeluk kekasihnya itu dengan erat.
“Apa ada yang ingin kamu tanyakan?.” Lu Chen tahu sedaritadi kekasihnya itu nampak terlihat gelisah dengan keberadaan Aaron Lu.
“Maksudmu?.” Zahra mencoba menela’ah pertanyaan Lu Chen.
“Apa kamu ingin bertanya soal paman Aaron?.” Lu Chen kemudian mencium punggung tangan Zahra.
“Paman? Apa Tuan Aaron Pamanmu?.” Zahra bertanya dengan wajah yang sangat penasaran.
“Ya, Aaron Lu adalah pamanku. Tepatnya Paman angkatku, adik angkat dari ayahku.” Lu Chen seraya menatap wajah kekasihnya itu.
Zahra yang mulai mengerti dengan hubungan Lu Chen dan Aaron Lu seketika hanya menganggukkan kepala tak ingin bertanya lebih jauh. Dirinya takut Lu Chen merasa tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung keluarganya, Zahra lebih memilih Lu Chen sendiri yang membuka suara.
“Kenapa diam saja? Aku tahu kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang itu?. Baiklah aku akan menceritakan semua denganmu. Bagaimana aku bisa pindah ke Cina dan menjadi seperti sekarang ini. Karena aku ingin kita mengenal lebih jauh.” Lu Chenpun akhirnya menceritakan kejadian awal mengapa dirinya bisa hijrah ke Cina, dari mulai perceraian yang terjadi antara mommynya dengan ayahnya Jackson Lu hingga akhirnya dirinya dekat Paman Aaron dan menjadi artis sukses seperti sekarang. Bahkan Lu Chen juga menceritakan keretakan hubungannya dengan ke dua orang tuanya itu.
Zahra merasa sedih dengan apa yang menimpa Lu Chen selama sepuluh tahun belakangan ini. Di balik kesuksesannya ternyata kekasihnya itu menyimpan luka yang mendalam. Bagaimanapun seorang anak butuh kasih sayang orang tuanya, meski anak itu adalah Lu Chen yang memang sangat sempurna di mata orang-orang. Zahrapun memeluk Lu Chen dan menghapus air mata yang membasahi wajahnya.
“Lu, ingatlah di saat orang lain meninggalkanmu datanglah kepadaku. Aku akan selalu ada untukmu, kapanpun itu.” Zahra berbicara sambil menatap lekat manik mata Lu Chen, agar Lu Chen percaya kata-katanya.
Lu Chenpun menganggukkan kepalanya dan tersenyum dan kembali memeluk kekasihnya itu dengan mesra.
“Bunga, lain waktu aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” Lu Chen berkata sambil merangkul pinggang Zahra, membuat Zahra lagi-lagi dibuat terpesona oleh kekasihnya itu. Memang tak bosan-bosannya Lu Chen menggoda Zahra yang selalu dibuat tersipu malu dengan semua perlakuannya.
“Apa itu?.” Zahra memasang wajah penasarannya sambil menggenggam tangan Lu Chen.
__ADS_1
“Minggu ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat, jadi bersiaplah aku akan menjemputmu.” Lu Chen kemudian mencium kening Zahra hingga membuat Zahra semakin penasaran dengan apa yang akan Lu Chen tunjukkan padanya. Namun Lu Chen tak kunjung menceritakannya, justru membungkam bibir Zahra yang hendak bertanya dengan ciuman mesra.
Author
Ya ampun Lu Chen makin kayak soang main nyosor aja
***
Hari minggu, hari yang ditunggu-tunggu Zahrapun akhirnya datang. Tampak Zahra sedang memilah-milih baju yang akan dia pakai untuk kencannya bersama Lu Chen hari ini. Karena Zahra sama sekali tidak punya pengalaman berkencan, iapun seperti orang ling lung hanya karena baju. Dan tingkahnya itu disaksikan oleh kedua sahabatnya Jessica dan Amber yang diam-diam memperhatikan dirinya dari balik pintu.
“Hadeuhhh… yang mau kencan sibuk banget!!.” Goda Amber berteriak dari arah pintu kamar Zahra. Dan Zahra yang mendengar suara sahabatnya itu seketika menoleh ke arah suara berasal.
“Eh! kenapa kalian di depan pintu?.” Zahra yang mendapati kedua sahabatnya ternyata diam-diam mengintip dirinya, merasa kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
“Ra, kalau butuh bantuan bilang sama kami. 'Kan katanya designer terkenal masa tiba-tiba 'gak bisa pilih baju?.” Zahra semakin dibuat geram dengan ledekkan Amber kepadanya, apalagi melihat Jessica yang ikut menertawakannya.
“Pasti Lu Chen bakal klepek-klepek sama kamu sayang.” Jessica membawa Zahra untuk melihat cermin yang ada di kamarnya. Zahrapun tersipu malu dengan penampilannya saat ini, sambil membayangkan dirinya yang sedang kencan dengan Lu Chen.
Zahra yang udah cantik, lagi nunggu kekasih hatinya datang guys!
“Ra, Ayang kamu udah datang…!.” Amber berlari ke arah kamar Zahra memberitahukan kalau Lu Chen sudah ada di depan rumah.
DEG
Jantung Zahra semakin tak karuan mendengar Lu Chen sudah sampai untuk menjemput dirinya. Zahra akhirnya menuju ke arah lobi untuk bertemu sang pujaan hatinya itu.
Tampak Lu Chen yang tersenyum dengan indahnya menatap Zahra yang terlihat cantik di matanya. Lu Chen menyadari ternyata memiliki seorang kekasih benar-benar membuat harinya begitu berbeda, buktinya hanya dengan melihat Zahra saja langsung membuat hatinya berbunga-bunga. Begitulah Cinta!
***
__ADS_1
Lu Chenpun akhirnya mengendarai mobil mewahnya membelah kota Beijing ke arah tempat yang dituju. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah kawasan underground yang ada di sudut kota Beijing, Zahra yang melihat tempat tersebut membuat dirinya mengerutkan dahi seakan bingung dengan tempat tujuan mereka. Namun dirinya sungkan untuk bertanya kepada Lu Chen dan lebih memilih pasrah.
Sampailah mereka di sebuah kawasan underground yang terlihat seperti klub malam dari depan. Zahrapun akhirnya membuka suaranya, dan bertanya kepada Lu Chen.
“Lu, kita di mana? Tempat apa ini?.” Zahra bertanya sambil melihat ke seluruh arah tempat itu.
“Ikutlah, kamu akan tahu.” Lu Chen menggandeng tangan Zahra masuk ke dalam tempat tersebut.
Di dalamnya terlihat dua orang lelaki yang mengenakan setelan jas, berwajah sangar terlihat menjaga tempat tersebut.
“Hanzi.” Lu Chen memberikan sebuah kata seperti password kepada penjaga, dan Lu Chenpun dapat masuk dengan mudahnya melalui pintu yang dijaga ke dua lelaki berbadan kekar itu.
Pintu terbuka dan betapa tercengangnya Zahra melihat riuhnya suasana yang terlihat seperti arena tinju itu. Semua mata yang berteriak menuju ke arah Lu Chen, mereka semua meneriakkan nama Jason Lu. Zahra semakin tidak mengerti dibuatnya, dan Lu Chen yang melihat reaksi kekasihnya langsung menarik Zahra ke ruang gantinya.
“Lu, sebenarnya tempat apa ini? Kenapa mereka tahu nama aslimu?.” Zahra yang penasaran menanti jawaban Lu Chen dengan perasaan takut dan cemas.
“Aku adalah seorang petarung di sini, dan itu nama panggilanku saat bertanding.” Lu Chen menggenggam erat tangan Zahra yang terlihat ketakutan itu.
Walaupun Zahra basicnya adalah orang yang jago bela diri tapi tetap saja dirinya belum pernah ke tempat seperti itu dan pasti ada rasa takut di dalam dirinya yang tidak punya pengalaman.
--------
Author
Bagaimana kisah Lu Chen dan Zahra selanjutnya??
Apakah Zahra menikmati kencan pertamanya?
--------
Jangan lupa di pencet tombol likenya, kasih gift plus vote dan comment di sini ya guys!!
Xie Xie!
__ADS_1