
Jason Lu kecil terlihat sedang berlari dengan seorang anak perempuan. Ia tampak sangat bahagia saat itu.
Tiba-tiba…
Terlihat ayah Jason, Jackson Lu memanggilnya dari kejauhan. Wajah Jason berubah jadi sendu, dengan takut-takut dia mengikuti perintah ayahnya untuk pulang.
Namun gadis itu terlihat menangis melihat kepergian Jason. Dia berteriak-teriak dan terus memanggil Jason.
“Jason! Jason! Jangan Pergi!.”
Adegan berubah menjadi tegang antara Jason dan Jackson Lu.
“Mereka tidak pantas bermain denganmu! Mulai besok jangan dekati gadis yang bernama Aurora itu lagi!! Ayah sudah memecat keluarganya dari perusahaan, besok mereka akan meninggalkan negara ini! Kau tidak akan pernah menemuinya kembali!.” Teriak Jackson Lu kepada Jason anaknya.
Adegan berubah menjadi tragis.
Terdengar kabar pesawat yang dinaiki oleh Aurora dan keluarganya mengalami kecelakaan, dan dikabarkan tidak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut.
Jason terlihat sedih, Jiang Xi memeluk dengan erat anak semata wayangnya itu. Adegan itupun berubah menjadi blur dan menjadi gelap seutuhnya…
***
Lu Chen terbangun dari mimpi buruknya itu, ia kemudian melirik ke arah jam weakernya terlihat jam 02.00 AM pagi hari. Mimpi buruk ini selalu menghiasi tidur Lu Chen setiap harinya, tak ada satupun obat yang bisa menghilangkan mimpi buruk itu. Lu Chen lalu menarik laci mejanya dan mengambil beberapa pil tidur untuk dia minum.
Kehidupan Lu Chen yang bersinar dimata orang-orang tak seindah realitanya. Jason Lu aka Lu Chen banyak mengalami penderitaan bahkan dari usianya yang terbilang dini.
__ADS_1
Sejak usia delapan tahun dirinya mengalami Mysopobhia, terutama saat berhadapan dengan anak perempuan sebayanya. Dia sering sekali berteriak dan menjauh dari teman-temannya begitu melihat anak perempuan mendekat padanya. Bahkan Lu Chen harus istirahat lima tahun lamanya sampai ia bisa kembali berinteraksi dengan teman sekolahnya. Sampai akhirnya ia kembali masuk dunia sekolah saat dirinya berusia 14 tahun. Lu Chen masuk satu sekolah dengan Zahra saat itu, dan ia terkenal sebagai “Bunga Sekolah” yang banyak digilai oleh kaum hawa.
Itu dikarenakan selain wajahnya yang tampan dan cantik, dirinya juga terkesan dingin dan tak tersentuh oleh para siswi di sekolahnya. Hal itu bukan karena dirinya yang sombong, tapi memang dirinya tidak dapat berdekatan dengan intim dengan seorang gadis karena paska traumanya. Namun karena dirinya yang dapat berakting di hadapan semua orang, tak terlihat bahwa Lu Chen menderita penyakit Mysopobhia.
Namun Lu Chen sering kali izin ke toilet untuk menenangkan diri dari penyakitnya, yang orang-orang tahu saat itu Lu Chen sedang mencuci wajahnya dari keringat. Dan sering kali hal tersebut dijadikan headline di mading sekolah dengan judul “Wajah Tampan Si “Bunga Sekolah” Saat Basah. Miris bukan nasib seorang Lu Chen? Bahkan sampai saat ini ia tak dapat beradegan intim dengan lawan mainnya saat di drama maupun di film yang ia bintangi karena keterbatasannya itu. Hingga akhirnya sutradara melakukan adegan fake kisses khusus untuk Lu Chen. Namun hal itu sudah tidak menjadi hambatan bagi Lu Chen, karena talenta yang dimilikinya saat ini menutupi semua kekurangannya.
Di saat dirinya yang frustasi dengan penyakit Mysopobhianya dia menemukan sosok Zahra yang secara tidak sengaja mengingatkannya pada sosok Aurora teman masa kecilnya. Lu Chen merasa nyaman berada di dekat Zahra sejak kejadian di gedung tua sepuluh tahun lalu, entah perasaan apa yang ia rasakan terhadap Zahra saat itu. Yang jelas sejak saat itu Lu Chen tidak pernah melupakan Zahra, sampai akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali di Beijing. Lu Chen bersumpah tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang tuhan berikan padanya.
***
Perusahaan GG Group
Suara ketukan terdengar dari depan ruangan Jiang Xi
Tok! Tok! Tok!
Zahrapun masuk ke dalam ruangan Jiang Xi dengan anggunnya. Dan betapa kagetnya Jiang Xi saat bertemu sosok Zahra secara langsung, ia mengingat seorang gadis yang pernah ia temui sepuluh tahun lalu.
“Permisi nyonya, saya Azzahra Falisha designer utama GG Group saat ini.” Zahra memperkenalkan dirinya kepada Jiang Xi. Seketika Zahra mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Jiang Xi, dan Zahra juga terkejut dengan sosok Jiang Xi yang dulu dia kenal sebagai Nyonya Lu Mommynya Jason.
“Hai, Zahra apa kabar? Senang berjumpa denganmu kembali.” Senyum hangat Jiang Xi ke arah Zahra saat itu membuat kenangan indah saat dipeluk Nyonya Lu sepuluh tahun lalu terngiang kembali di kepalanya.
“Kabar baik nyonya L… maksud saya Ibu Jiang.” Lidah Zahra hampir saja terpeleset ingin berkata Nyonya Lu, namun ia masih sempat memperbaikinya.
“Saya sudah melihat profilmu dan melihat hasil karyamu. Dan sayapun sangat puas dengan hasil juri pada saat kompetisi, hanya sayang pada saat itu saya tidak dapat melihatnya secara langsung. Karena beberapa pekerjaan di New York yang tidak bisa ditinggalkan. Namun pada akhirnya sayapun dapat menemuimu secara langsung, dan saya tak menyangka ternyata kamu adalah gadis penyelamat Lu Chen sepuluh tahun lalu. Sungguh takdir yang tidak disangka-sangka, saya harap ini adalah suatu takdir yang baik. Benarkah begitu nona Zahra?.” Dengan tatapan intimidasi dari seorang Jiang Xi yang dapat membuat Zahra menjadi bertanya-tanya atas sikapnya.
__ADS_1
“Maksudnya bagaimana Bu Jiang? Saya sedikit tidak mengerti? Mohon anda jelaskan!." Zahra meminta penjelasan atas maksud dari pertanyaan Jiang Xi kepadanya.
“Saya tidak suka berbasa-basi, saya hanya ingin bertanya padamu maksud dari kedatanganmu mengikuti kompetisi ini? Apakah itu murni karena kompetisi atau ada sesuatu dibaliknya?.” Jiang Xi kembali bertanya dengan tatapannya yang mengintimidasi Zahra.
“Apa ini ada hubungannya dengan Lu Chen? Kalau memang benar? Sungguh ini murni karena saya ingin mengikuti kompetisi ini. Dan bahkan saya tidak tahu kalau Lu Chen berada di Beijing dan kami baru bertemu setelah sepuluh tahun. Mungkin bila anda tidak percaya, anda bisa menanyakannya langsung pada project manager anda. Dialah yang menyeleksi saya, dan menghubungi perusahaan kami melalui surel.” Zahra menjelaskan dengan detail pertemuannya dengan Lu Chen yang tidak ada hubungannya dengan kompetisi yang dia ikuti.
“Lalu bagaimana Lu Chen bisa tiba-tiba tampil di kompetisi itu? Yang bahkan sebelumnya dia tidak pernah mau menjadi Brand Ambassador perusahaan kami?.” Jiang Xi kembali bertanya seolah tak percaya perkataan Zahra kepadanya.
“Mungkin hal itu bisa anda tanyakan langsung kepada putra anda. Karena sungguh saya tidak tahu menahu hal itu. Dan maaf, adakah hal lain yang ingin anda sampaikan kepada saya? Kalau tidak saya ingin undur diri, karena saya harus mempersiapkan Launching Brand besok.” Zahra mulai jengah dengan pertanyaan Jiang Xi yang selalu menyudutkannya, padahal dirinya sendiri tidak tahu jawaban dari semua pertanyaannya dan menurutnya ini sangat membuang-buang waktu.
“Ah… saya bukanlah orang yang menuduh dengan sembarangan seperti itu. Saya hanya ingin mengenal lebih dekat dirimu, dan ingin tahu kejadian yang sebenarnya dari mulutmu sendiri. Satu hal lagi yang ingin saya tanyakan kepadamu. Apa kamu memiliki hubungan spesial dengan Lu?.” Jiang langsung bertanya to the point kepada Zahra.
“Saya tidak memiliki hubungan spesial apapun dengan Lu Chen. Dan dapat dipastikan hal itu tidak akan terjadi ke depannya. Kalau begitu Saya pamit undur diri Bu Jiang, Permisi.” Zahra langsung berlalu dari hadapan Jiang Xi dengan wajah yang datar, ia berusaha menjadi sosok yang tegar dihadapan Jiang Xi agar dirinya tidak semakin diintimidasi.
Begitu Zahra menuju arah pintu, Jiang Xi kembali memanggilnya.
“Zahra! Saya tunggu performamu di Launching Brand kali ini! Saya harap kamu tidak mengecewakan Saya!.” Senyum kembali menghiasi wajah Jiang Xi, dan Zahrapun keluar dengan perasaan lega karena ia tidak harus menarik urat ataupun menahan amarahnya saat di hadapan Jiang Xi.
Author
Zahra dapat serangan dari Ibu Mertua guys!
__ADS_1
Terus dukung Othor ya guys! Dengan cara Like, kasih gift dan votenya donk!!😘❤️