Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Kencan Orang Biasa


__ADS_3

Sore itu sesuai janji Lu Chen yang telah berjanji untuk mengajak kencan Zahra seperti orang biasa. Namun kali ini Zahra yang berantusias untuk menentukan tempat kencannya, karena sebenarnya Lu Chen juga tak tahu harus membawa Zahra ke mana?. Karena memang Lu Chen sudah 10 tahun lamanya tidak pulang ke Jakarta. Akhirnya hari itu Zahra memutuskan membawa Lu Chen berkeliling Kota Tua.


Dan walaupun Lu Chen sudah jauh dari negeri Cina tapi tetap saja status dirinya adalah seorang Idol terkenal yang tak hanya terkenal di Cina saja tapi di beberapa negara salah satunya Indonesia. Ia tetap mengenakan atributnya topi dan juga kacamata hitam.


Sepanjang jalan Zahra terus menggandeng Lu Chen dengan mesranya seolah Lu Chen akan menghilang dari pandangan saja. Zahra mengajaknya berfoto bersama patung manusia yang ada di pinggiran Kota tua, ia beberapa kali mengerjai kekasihnya itu untuk berpose layaknya patung manusia yang ada di sebelahnya. Dan tak segan-segan Zahra menguncir rambut Lu Chen ke atas hingga tampak seperti anak kecil yang manis. Dengan tampang Lu Chen yang memang masih awet muda walaupun diusia yang sudah terbilang matang membuat pesonanya semakin terlihat saja, sampai mata wanita-wanita yang ada di sekitarnya terpesona dengan ketampanannya.


Hingga Zahra menjadi kesal dibuatnya, akhirnya iapun kembali mengacak-ngacak rambut Lu Chen agar wanita lain tak lagi meliriknya.


“Kenapa kamu mengacak rambutku? Kamu kan sudah susah payah membuatnya?.” Lu Chen heran dengan Zahra yang sedang mengacak-ngacak rambutnya.


“Kamu terlihat jelek dengan itu!.” Zahra berkata sambil menarik kunciran rambut Lu Chen lalu membuangnya ke sembarang tempat.


“Apa kamu sedang cemburu?.” Lu Chen menatap manik mata Zahra dan melihat adanya kecemburuan di sana. Iapun tersenyum karena ternyata kekasihnya itu bisa cemburu karena wanita lain.


“Tidak!. Hanya aku baru sadar kalau model rambut seperti itu tidak cocok denganmu!.” Ketus Zahra sambil memanyunkan bibirnya yang membuat Lu Chen menjadi gemas.


“Tidak apa-apa sayang, kalau cemburu bilang saja.Karena aku pun pernah merasakan cemburu karena mu." Kata-kata Lu Chen yang langsung membuat Zahra sumringah.


“Oh ya!. Benarkah?. Apa karena Sam kemarin?.” Zahra pun merasa sangat senang karena Lu Chen juga memiliki rasa cemburu bila Zahra didekati lelaki lain.


“Tidak hanya dia sayang, lelaki manapun yang mendekatimu aku tidak akan suka. Karena kamu hanya milikku.” Lu Chen mengatakan hal tersebut sambil menggenggam jemari Zahra, hal itu sontak membuat Zahra menjadi tersentuh oleh kata-katanya. Di dalam hatinya ia sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan lelaki manis dan hangat seperti Lu Chen. Rasanya saat-saat seperti ini, Zahra berharap waktu berhenti agar ia dapat merasakan moment indah bersama kekasihnya dalam waktu yang tak dapat ditentukan.


“Bunga, sebelumnya aku minta maaf karena tak bisa lama berada di Jakarta. Kamu tahu jadwalku sangat padat, dan aku tidak ingin menyusahkan Xiao Feng dan Paman. Karena dengan absennya diriku selama beberapa hari ini sudah membuat mereka membatalkan beberapa jadwalku.” Kata-kata Lu Chen langsung menghentikan lamunan Zahra saat itu.


“Kapan kamu kembali?.” Tanya Zahra dengan wajah sedihnya.


“Besok pagi, aku sudah memesan tiket ke Beijing jam 8 pagi.” Lu Chenpun turut bersedih karena harus berpisah kembali dengan kekasihnya. Iapun langsung memeluk Zahra yang terlihat sedang menahan air matanya.


“Aku akan mengantarmu ke bandara besok pagi.” Pinta Zahra agar Lu Chen mengizinkan dirinya untuk mengantar ke bandara besok pagi.

__ADS_1


“Tidak perlu sayang, kamu tahu bandara tempat di mana para wartawan memangsa berita. Tetaplah di rumahmu sayang!. Aku janji begitu aku sampai di Beijing aku akan mengabari mu.” Lu Chen tak ingin Zahra menjadi santapan paparazi, dan juga selain hal itu pastinya Mr. Lucas tidak akan tinggal diam. Lu Chen juga tak ingin keberadaan Zahra saat ini diketahui oleh ayahnya Jackson Lu, karena sekarang masih belum saatnya Lu Chen mengumumkan hubungannya dengan Zahra ke seluruh media termasuk keluarganya.


Dan Zahra pun yang mendengar kata-kata Lu Chen hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya. Karena ia sangat mengerti dengan posisi Lu Chen yang tak bisa sembarangan dalam bertindak. Sebagai kekasihnya Lu Chen, ia harus bisa memposisikan dirinya terlebih dahulu dibanding dengan perasaannya saat ini.


Namun dibalik mereka yang sedang berpelukan mesra ternyata ada seorang lelaki misterius yang mengambil beberapa foto mereka di balik keramaian kota tua. Lelaki dengan menggunakan kacamata hitam dan topi itu tengah asik mengambil gambar Lu Chen dan Zahra dari balik pohon yang ada di kota tua.


Tampaknya usaha Lu Chen untuk menyembunyikan Zahra untuk sementara waktu tak dapat terlaksana karena ternyata ada mata-mata suruhan seseorang yang telah berani mengusik dirinya.


***


Di sebuah Club Malam terlihat wanita cantik yang sedang menari seperti orang yang tak terkendali. Wanita itu tampak menggunakan dress yang sangat ketat dengan warna merah menyala dan tatanan rambut juga riasan wajah yang sangat mencolok dikala dirinya di antara orang-orang yang menari di club malam tersebut.


Wanita tersebut menari sambil berteriak seperti orang gila. Ya, dialah artis cantik bernama Niki Freya yang dinikahi oleh ayah Lu Chen, Jackson Lu beberapa bulan ini. Inilah keseharian dirinya di saat mengisi waktu luang di sela-sela kegiatannya sebagai seorang aktris.


Tak lama datanglah seorang pria dengan badan proporsional dan wajah yang sensual mendekati Niki yang sedang asik menari. Lelaki itu menari sambil menatap Niki dengan tatapan nafsunya. Tak lama Niki pun jatuh ke pelukan lelaki itu, karena sepertinya saat itu dia sedang dalam keadaan mabuk parah, hingga dapat dengan mudah di kendalikan orang lain.


Lelaki itu membawanya ke sebuah meja tamu, lalu lelaki tersebut langsung memesankan minuman untuk mereka berdua.


“Hhmm… kau tidak lihat aku sangat baik!. Lihatlah aku!!.” Niki yang berteriak seperti orang tak sadarkan diri karena masih dalam pengaruh alkohol.


“Kau masih sama saja seperti sebelum menikah. Aku pikir dengan menikahi lelaki kaya kau akan menjadi wanita patuh dan tak liar seperti ini.” Ucap Lelaki tersebut sambil membelai rambut Niki yang ada dihadapannya.


“Tidak mungkin!. Dan tidak akan!. Karena aku Niki, yang selalu liar di manapun diriku berada!. Jangan panggil aku Niki kalau aku berubah!.” Ungkap Niki yang masih dengan pengaruh alkoholnya.


“Mau sampai kapan kau bermain-main dengan pria tua itu?.” Tanya lelaki itu yang mulai merayu Niki dengan mengecup pipinya.


“Sampai aku puas dengan hartanya!.” Ungkap Niki yang memang menikahi Jackson karena hartanya saja.


“Apa kita masih bisa bersenang-senang seperti dulu?.” Tanya lelaki itu dengan tatapan rayuannya.

__ADS_1


“HHmm.. tentu saja sayang!. Aku selalu bernafsu dengan paras dan fisikmu!. Malam ini puaskan aku!.” Sambil tersenyum menggoda lalu mengalungkan tangannya di leher lelaki itu. Dan akhirnya merekapun saling bertukar saliva dengan penuh nafsu membara.


Berakhirlah kedua insan tersebut disebuah hotel tak jauh dari club malam itu berada. Ditemani cahaya remang-remang, mereka bergulat satu sama lain di atas ranjang berukuran king size itu. Dan yang tersisa hanya setumpuk pakaian keduanya yang berserakan di bawah tempat tidur di mana mereka memadu kasih.


Niki aktris Indonesia berusia 33 tahun itu terkenal lewat perannya di sejumlah sinetron dan film terkenal di Indonesia. Dan tak hanya itu, iapun terkenal dengan berbagai sensasinya di dunia gosip hiburan tanah air. Banyak pengusaha dan politikus yang terlibat skandal dengannya, terutama skandal perselingkuhan. Namun beberapa kali dirinya menampik skandal tersebut dan selalu berperan sebagai wanita tak berdosa dalam setiap skandalnya. Dan salah satu korban dirinya adalah Jackson Lu, Ayah Lu Chen.


Niki selalu menyukai lelaki tampan dan juga kaya raya, dia sangat peduli dengan semua itu karena baginya kesempurnaan harus bisa ia dapatkan. Kali ini ia mendapatkan tiket emas untuk mewujudkan impiannya menjadi orang kaya raya, namun Jackson Lu tahu rencananya sedari dulu dan dia tidak akan membiarkan Niki mendapatkan apa yang dia mau termasuk mendapatkan hartanya. Jackson tak pernah memberikan akses untuk masuk ke keluarga besarnya termasuk saham di perusahaan. Bahkan ia tak pernah memberikan kartu unlimited miliknya untuk istrinya itu. Dan yang paling penting Niki tak pernah bertemu dengan keluarganya termasuk Jason Lu anaknya Jackson. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dengan Jason aka Lu Chen bila Niki bertemu dengannya, mungkin bisa tercipta Jia Li kedua apabila itu terjadi.


***


Lu Chen sampai di rumah lamanya di Jakarta setelah mengantarkan Zahra kembali ke rumah orang tuanya. Setelah melemparkan kunci mobilnya Iapun menelpon seseorang melalui ponselnya.


“Halo Xiao Feng!. Ini aku!.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen kepada seseorang di sebrang telponnya yang ternyata Xiao Feng manajernya.


“Lu?. Ke mana saja kamu!. Kamu tahu bagaimana marahnya Pamanmu Aaron padaku!.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng yang terdengar kesal pada Lu Chen.


“Maaf, aku baru bisa memberimu kabar. Aku hanya ingin memberitahumu sekarang aku di Jakarta dan aku sudah bertemu Zahra. Besok aku kembali ke Beijing.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen yang saat itu tahu kalau sahabatnya itu sedang kecewa padanya.


“Aku sudah tahu, kalau kamu pasti akan nekad ke sana!. Aku hanya kecewa kenapa bisa kamu melakukan dengan cara seperti itu?. Kamu tidak tahu, betapa malunya aku yang ketahuan tertidur di ruang latihan, Lu?.” (bahasa mandarin) Ungkap Xiao Feng yang kecewa bahwa Lu Chen telah membuatnya tertidur di ruang latihan.


“Bagus bukan?. Aku tahu kamu sangat lelah sob!. Sudah waktunya kamu bisa beristirahat, aku hanya memberimu bonus!.” (bahasa mandarin) Ungkap Lu Chen tanpa ada rasa bersalah di kata-katanya.


“Sial kau!. Lagi-lagi aku tak bisa berkata-kata karena ulah mu!.” (bahasa mandarin) Marah Xiao Feng yang selalu tak pernah ditanggapi oleh Lu Chen.


“Pokoknya kamu tunggu saja aku di Bandara!. Ingat bawa beberapa bodyguard!. Aku tahu pasti media sudah mengincar ku.” (bahasa mandarin) Was was Lu Chen yang sudah memprediksi keadaan di sana, yang tahu bahwa Lu Chen menghilang dari Cina.


***


Author 

__ADS_1


Happy reading guys!.


__ADS_2