
Kantor Zahra
Tampak di ruangan Zahra sedang sibuk memilah milih design yang akan dia sertakan dalam kompetisi di Beijing nanti. Zahra bersama Amber beserta 2 asistennya, sibuk mempersiapkan mengikuti kompetisi.
Ya, walaupun Zahra sudah memiliki dua asisten designer tapi dirinya tetap harus turun langsung dalam kompetisi. Termasuk men-design kostumnya sendiri, jadi ia ingin dalam kompetisi ini murni adalah design-nya sendiri.
Amber yang menjabat sebagai asisten sekaligus wakil direktur di perusahaan Zahra kali ini tidak dapat menemani Zahra dalam kompetisi. Dikarenakan masih ada project yang harus ia handle di perusahaan karena absennya Zahra nanti. Dan untuk mempermudah Zahra, Jessica memutuskan untuk turun langsung membantu sahabatnya. Yang memang kebetulan dirinya tinggal di Beijing dan menguasai bahasa di sana.
Dering ponsel Zahra berbunyi
Tampak di layar panggilan Video dari Jessica
Zahra pun menghentikan kegiatannya saat itu, dan mengangkat panggilan video dari sahabatnya Jessica.
“Hai… Zahra sayang!!.” Panggil mesra dari Jessica.
“Hei Jes.. pa kabar? Udah terima email aku kan?.” Membalas sapaan Jessica dan langsung menanyakan email mengenai kompetisi kemarin.
“Ia, aku udah denger dan aku putusin buat nemenin selama dua bulan full sepuasnya!!. Aku juga kan udah lama gak ketemu kamu Ra! Pokoknya kali ini juga harus menang ya!.” Jessica mendukung dan menyemangati temannya itu dengan sangat antusias.
Amber lalu menyambar ponsel zahra dan juga menyapa Jessica.
“Eh Jess, jangan lupa jagain si jomblo akut ini ya!.” Sambil menunjuk ke arah Zahra.
“Dia suka ilfil sama cowok soalnya! Ada bagusnya juga kalau di sana kamu sekalian cariin dia jodoh, biar ilang penyakitnya.” Amber cekikikan bersama Jessica yang ada di layar video.
__ADS_1
Zahra merebut kembali ponselnya dan membicarakan soal persiapannya dan memperlihatkan beberapa rancangannya ke Jessica untuk mendapatkan masukan. Percakapan pun selesai sampai Jessica mendapatkan panggilan dari suaminya di seberang sana.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu di ruangan Zahra.
Amber menghampiri pintu dan terlihat salah satu asistennya yang meminta Amber dan Zahra untuk melihat hasil foto bersama Robby di studio.
Dengan langkah malas Zahra akhirnya mengikuti Amber dan asistennya ke studio tempat Robby berada.
***
Ruang Studio Foto
Robby adalah Photographer professional yang saat ini bekerjasama dengan perusahaan Zahra. Awalnya Zahra sempat tertarik dengan Robby yang memang sangat baik dan ramah pada siapapun. Namun saat dirinya tahu kalau ternyata Robby sering gonta-ganti pasangan dan sering kepergok olehnya Robby yang sedang menggoda model-modelnya. Langsung dirinya ilfil seketika, dipikirannya saat ini Robby hanyalah lelaki playboy cap kupu-kupu. Julukan itu dia sematkan kepada Robby, karena dirinya yang sering bermalam dengan wanita-wanitanya.
“Gak usah pegang-pegang juga. ‘Kan dari sini juga bisa lihat!.” Tekan zahra yang berusaha profesional di depan Robby.
Robby yang selalu mendapatkan kata-kata ketus dari Zahra pun sudah terbiasa. Karena dirinya memang sudah lama terpesona dengan sosok Zahra sejak pertemuan di fashion show enam bulan lalu. Dari saat itu Robby mendekati temannya Amber untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Zahra sekaligus agar bisa mendekati Zahra.
Di sisi lain sebenarnya Robby bukanlah seperti yang ada di pikiran Zahra. Dia bukanlah seorang playboy cap kupu-kupu, walaupun terkesan seperti itu. Ada sesuatu hal yang belum diketahui oleh Zahra mengenai sosok Robby yang sebenarnya.
Author
Masih aku umpetin ya.. soal koko Robby
Setelah memilih beberapa foto, Robby menyampaikan bahwa dirinya akan pergi ke Beijing selama beberapa bulan untuk mengurus sesuatu. Dan lagi kontraknya dengan Perusahaan Zahra juga sudah berakhir, Robby pun untuk terakhir kalinya mengatakan sebuah permintaan.
__ADS_1
Dirinya ingin mengambil foto Zahra untuk dijadikan model contoh di porto folionya. Robby mencoba membujuk Zahra dengan susah payah, dibantu dengan Amber Akhirnya Zahra pun menyetujui dengan syarat tidak boleh dipublikasikan.
Robby pun tersenyum sumringah mendapatkan persetujuan dari wanita pujaan hatinya.
“Yes!!.” Batin Robby terhura mendengar itu.
Zahra memposisikan dirinya di depan kamera dengan gayanya yang berusaha luwes. Dengan Amber yang membantu dalam pose Zahra agar terlihat ciamik saat di foto.
Cekrekk…!
Cekrekk…!
Robby tak berhenti tersenyum sambil mengarahkan kamera ke arah Zahra.
Zahra berpose lurus ke depan melihat ke arah kamera. Zahra terlihat sangat cantik walau terlihat tak tersenyum dan matanya menatap kosong ke depan kamera. Robby semakin takjub dengan wanita satu ini, setelah sekian lama akhirnya ia dapat juga mengabadikan foto pujaan hatinya itu.
Setelah melihat Zahra mengambil gambar, Amber pun tidak mau kalah dia meminta Robby untuk mengambil foto dirinya. Robby memberikan kesempatan pada Amber yang notabene-nya memang seorang model. Amber adalah model unik, dengan tubuhnya yang proposional namun sangat manly itu membuat banyak agency model yang menawarkan kerjasama dengannya. Hanya saja dirinya tidak mau fokus hanya di dunia modeling saja, Amber juga ingin menjadi designer sukses dengan bekerja bersama Zahra.
Amber sangat terlihat manly dengan balutan t-shirt dan celana kulit hitamnya. Sangat tak terlihat kalau dirinya ternyata seorang wanita, mungkin kalau bergandengan dengan Zahra mereka akan dikira sepasang kekasih.
Author
Jangan lupa dukung othor ya! Dengan cara like, kasih gift dan vote teruss!!
Wo Ai Ni!! 😘
__ADS_1