Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Pertemuan Zahra dengan Jackson Lu


__ADS_3

“Kringgg!!. Kringg!!.” Suara telpon berbunyi.


Tangan Zahra mulai meraba-raba meja kantor dan mengambil gagang telpon yang ada dihadapannya. Dengan keadaan yang masih sangat mengantuk Zahra menjawab telpon tersebut.


“Halo!. Siapa ini?.” Jawab Zahra dengan mulut yang masih menguap.


“Zahra!. Kamu di mana Nak?.” Suara orang yang sangat familiar bagi Zahra yaitu Bu Mirna menelponnya.


“Ya Bu?. Kenapa telpon?.” Tanya Zahra masih dengan suara beratnya yang baru bangun tidur.


“Kamu kok nanya?. Kamu ke mana saja kok tidak pulang?. Handphone kamu di mana?. Ibu telpon gak diangkat-angkat?.” Tanya Bu Mirna yang cemas dengan Zahra yang belum pulang juga ke rumah.


“Hah?. Memang ini sudah jam berapa?.” Tanya Zahra yang mulai mencari jam yang ada di kantor. Dan dia melihat di jam dinding kantornya ternyata sudah pukul 10 pagi.


“Ya ampun!. Sudah pagi, Bu!.” Zahra yang terkejut dengan hari yang ternyata sudah berganti.


“Cepet pulang!. Ayah kamu sudah cemas!.” Pinta Bu Mirna agar Zahra segera pulang ke rumahnya.


“Duhh!. Zahra sampai lupa dengan waktu. Yaudah Bu, setengah jam lagi Zahra siap-siap pulang. Zahra tutup dulu ya!. Dah!!.” Zahra yang kemudian segera merapihkan perlengkapannya ke dalam tas, dan dengan wajah dan rambut yang masih terlihat acak-acakan ia bergegas menuju parkiran mobil untuk pulang ke rumah.


Zahra dan juga beberapa rekan kerjanya yang sudah beberapa hari ini disibukkan dengan project terbarunya terpaksa menginap di kantor karena harus menyelesaikan project ini pada akhir tahun. Semua karyawan sudah pulang terlebih dahulu dari hari mulai memasuki fajar, terkecuali Zahra yang masih sibuk dengan designnya. Akhirnya dirinya ketiduran hingga hari menjelang siang.


Diperjalanan dirinya masih saja disibukkan dengan panggilan dari beberapa kliennya yang meminta update-an mengenai produksi barang yang dijanjikan Zahra padanya.


“Iya Bu, saya akan usahakan produksinya akan selesai tepat waktu. Saya sudah mengeceknya sendiri kemarin malam, mereka sedang memprosesnya. Oh ok Bu!. Sama-sama!. Baiklah!. Sama-sama!.” Hingga tanpa sengaja Zahra hampir menabrak pejalan kaki yang ada di depannya.


Untung saja Zahra tak sempat menabraknya, ia masih sempat untuk menginjak rem. Zahra mengelus dadanya karena kejadian itu, iapun keluar dari mobilnya dan menghampiri pengendara yang ada di belakangnya, karena dirinya yang berhenti mendadak hingga menyebabkan pengendara dibelakang juga harus menghentikan mobil secara mendadak pula.


“Maaf, apa anda dan penumpang lainnya baik-baik saja?.” Tanya Zahra pada pengemudi yang ada di hadapannya. Dan ketika kaca mobil itu terbuka, terkejutlah Zahra ternyata yang mengemudi adalah Mr. Lucas.


“Mr. Lucas?.” Sapa Zahra.


“Yah nona apa kabar?.” Jawab Mr. Lucas dengan tatapan yang sedikit melirik ke arah belakang.


“Nona, kami baik-baik saja!. Saya rasa anda tidak perlu khawatir.” Jawab Mr. Lucas yang lagi-lagi sedikit melirik ke arah belakang kursinya.

__ADS_1


Zahra yang melihat sedikit tatapan aneh Mr. Lucas akhirnya mengerti dengan maksud dari sikapnya. Dan iapun sedikit melirik ke arah belakang kursi kemudi. Dan entah perasaan apa yang ada di dirinya saat itu, ia berpikir mungkin saja yang ada di belakang kemudi adalah Ayahnya Lu Chen yaitu Tuan Jackson Lu.


DEG


Seketika jantung Zahra berdetak dengan cepat hanya dengan berpikir seperti itu. Tapi ia tak sanggup untuk mengetahuinya lebih jauh dan memilih undur diri dari hadapan Mr. Lucas.


“Baiklah kalau begitu saya undur diri dulu. Dan sekali lagi saya minta maaf karena berhenti secara mendadak.” Lalu Zahrapun kembali ke mobilnya dan lanjut melajukan kendaraannya.


Sedang di dalam mobil terlihat Jackson Lu yang menatap ke arah mobil Zahra dari balik kursi kemudi Mr. Lucas.


“Siapa dia Mr. Lucas?.” Tanya Jackson.


“Oh dia kenalanku, Tuan.” Jawab Mr. Lucas mencoba menyembunyikan fakta bahwa Zahra adalah kekasih Lu Chen.


“Oh!. Apa ia tidak tahu kalau jalanan ini bukan miliknya?.” Ucap Jackson yang merasa kesal karena tiba-tiba ia harus dikejutkan dengan rem mendadak yang disebabkan oleh Zahra.


“Sepertinya itu tidak disengaja olehnya, Tuan.” Jawab Mr. Lucas yang coba membela Zahra.


“Heh!. Anak zaman sekarang banyak yang lupa peraturan!. Semuanya sulit diatur!.” Ucap Jackson yang terkesan seperti menyindir seseorang.


Jackson sesungguhnya belum mengetahui hubungan Zahra dan Lu Chen dan iapun belum tahu detail perempuan yang ada di artikel yang terakhir kali Mr. Lucas berikan, karena Mr. Lucas belum melaporkannya hingga saat ini. Dan kalimat terakhir yang dirinya katakan mengenai perempuan yang dekat dengan Lu Chen, hanya sebuah kalimat yang dibuat Jackson untuk mengancam Lu Chen.


Dan sebenarnya apa yang membuat Mr. Lucas menyembunyikan fakta yang sebenarnya kepada Tuannya itu?. Semuanya hanya Mr. Lucas yang tahu, mungkin saja karena waktu yang belum tepat sehingga Mr. Lucas memilih untuk menyembunyikan semuanya seorang diri.


***


Perusahaan S


Jia Li yang datang dengan wajah merekah sempurna hendak menemui Daddy tercintanya, Mr. Feng. Ya, hari ini adalah hari pertemuannya dengan Mr. Feng untuk menemaninya berbelanja di mall. Namun siapa sangka bahwa Mr. Feng sudah menunggunya dengan amarah.


“Ceklek!.” Pintu ruangan Mr. Fengpun terbuka, terlihat dari arah pintu Mr. Feng yang sedang mengetuk-ngetuk mejanya. Mendengar pintu terbuka akhirnya ia mengalihkan pendangannya kepada siapa yang berani membuka pintu ruangan. Dan terlihatlah olehnya putri tercintanya Jia Li yang masuk dengan penuh harapan bahwa Daddynya itu menyambutnya dengan suka hati. Akan tetapi malah sebaliknya Mr. Feng memasang tatapan marah kepadanya.


“Daddy!.” Sambil membuka kedua tangannya mengarah kepada Mr. Feng.


Namun melihat Daddynya itu tak bereaksi dengan pelukannya iapun menurunkan kembali kedua tangannya.

__ADS_1


“Kenapa aku tidak disambut?. Setelah dua hari ini tidak bertemu apa Daddy tidak merindukanku?.” (bahasa mandarin) Tanya Jia Li kembali dengan mode manjanya kepada Mr. Feng.


“Jia, apa ada yang harus kamu katakan jujur pada Daddy?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang sudah tak ingin menyembunyikan amarahnya.


“Maksud Daddy apa?.” (bahasa mandarin) Jia Li yang mulai bingung dengan pertanyaan Daddynya.


“Dari kapan kamu pulang ke Beijing?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng dengan tatapan menelisiknya.


“Tiga bulan lalu Daddy.” (bahasa mandarin) Jawab Jia Li yang mulai sedikit takut kepada Daddynya.


“Lalu apa ini?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng memperlihatkan bukti-bukti kepulangan Jia Li enam bulan yang lalu di Beijing. Dan Jia Lipun tak dapat berdalih lagi dengan semua bukti yang ada.


“Daddy, ini tak seperti yang Daddy pikirkan. Aku hanya tak ingin mengganggu Daddy dengan kepulanganku.” (bahasa mandarin) Bohong Jia Li.


“Mengganggu?. Lantas apa ini?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng memberikan bukti wawancaranya dengan sebuah media, konferensi pers Lu Chen, berita pertunangan dirinya dengan Lu Chen dan yang terakhir dengan artikel Lu Chen bersama dengan seorang wanita.


“itu.. itu… tapi Daddy yang terakhir ini bukan perbuatanku. Aku pastikan akan mencari siapa pelakunya.” (bahasa mandarin) Jawab Jia Li dengan terbata-bata.


“Jia, kamu ingat apa yang telah kuperingatkan kepadamu?. Bahwa jangan pernah ganggu keluarga Lu lagi terutama dengan Jason Lu. Apa kamu lupa Jia?.” (bahasa mandarin) Peringatan Mr.Feng kepada putrinya.


“Daddy, Lu Chen itu tunanganku. Apa aku salah?.” (bahasa mandarin) Jawab Jia Li yang mulai sedikit menampilkan wajah memelasnya.


“Bukan Jia!. Dia bukan tunanganmu!. Itu sudah berakhir!. Apa perlu Daddy buka suara kepada pers untuk mengklarifikasi semua?.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng kepada Jia Li.


“Tidak perlu Daddy, maafkan aku.” (bahasa mandarin) Maaf Jia kepada Daddynya.


“Mulai saat ini kamu tidak boleh tinggal di apartemen lagi!. Pindahlah ke mansion!. Biar Mommymu mengurus dirimu!. Aku akan meminta beberapa penjaga untuk mengawasimu!.” (bahasa mandarin) Pinta Mr. Feng yang tak ingin putrinya mengulang perbuatannya.


“Daddy, kumohon jangan lakukan itu!. Ampuni aku Daddy!.Hiks!.” (bahasa mandarin) Sambil menangis dan berlutut di bawah kaki Mr. Feng.


“Sudahlah aku tahu ini semua karena perbuatanku yang selalu memanjakanmu dan membiarkanmu tinggal jauh dariku.” (bahasa mandarin) Sesal Mr. Feng.


Jia Li yang masih saja menangisi nasibnya itu dan berlutut berharap Mr. Feng akan mengubah keputusannya. Namun sepertinya keputusan Daddynya itu sudah bulat dan tak dapat diubah meski Jia Li menangis darah.


“Kita tunda acara kita hari ini karena Daddy ada pertemuan penting dengan Aaron Lu. Jadi kamu pulanglah!. Biarkan Shawn mengantarkanmu ke Mansion dan kamu tak perlu mengurusi barang-barangmu di apartemen biar anak buah Shawn yang mengurusnya!." (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng.

__ADS_1


Dan tak lama masuklah Shawn lalu membawa Jia Li pergi dari hadapan Mr. Feng. Mr. Feng yang sedikit tak tega dengan kepergian Jia Li yang masih dalam keadaan menangis itu membalikkan tubuhnya membelakangi Jia Li. Ia tak ingin terpengaruh karena menatap wajah Jia Li, karena sekeras apapun dirinya sangat sulit pabila menghadapi putrinya sendiri.


__ADS_2