Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Amber VS Niki


__ADS_3

Di sebuah lokasi syuting di Jakarta.


“Niki, Pak Sutradara sudah memanggil. Bisa diselesaikan secepatnya?.” Pinta seorang Crew PH kepada Niki yang sibuk dengan make up nya dan mengacuhkan Crew PH tersebut.


“Ayo!. Semuanya!. Sudah dua jam ini harus segera di mulai!. Kalau tidak akan segera turun hujan!.” Teriak Sutradara yang sengaja agar Niki mendengarnya.


“Bawel sekali sutradara itu!. Kalau saja aku tidak ingat ini project besar, aku sudah mengundurkan diri!. Heh!.” Kesal Niki yang kemudian menggebrak meja yang ada di ruangan make up dan langsung segera beralih ke lokasi syuting.


“Maaf Pak, Niki tadi agak sedikit kurang enak badan. Mohon dimaklumi.” Pinta manajer Niki yang merasa tidak enak hati dengan Pak Sutradara.


“Heh!. Kalau saja aku tak ingat bahwa dirinya istri dari Jackson Lu dan pemilik sponsor sinetron ini!. Sudah aku Cut sedari dulu!.” Ucap Sutradara itu sambil melirik kesal ke arah Niki.


Niki hari ini sedang melakukan syuting sinetron yang sudah memasuki episode ke 55-nya. Ini merupakan project sinetron ke 15-nya dari awal dirinya debut sebagai seorang aktris. Saat ini Niki menjadi aktris kelas A berkat pernikahannya dengan Jackson Lu yang merupakan sponsor utama di sejumlah sinetron besar yang ada di Indonesia termasuk sinetron yang saat ini di lakoni nya.


Sejak pernikahannya dengan Jackson Lu, Niki arrogancy-nya semakin menjadi karena merasa sebagai Nyonya dari keluarga Lu dan posisinya sebagai pemilik sponsor. Tak tanggung-tanggung ia tak mau berperan sebagai pemeran pendukung maupun second lead. Ia harus menjadi pemeran utama dari sinetron tersebut, untuk itu sutradara dan Crew lain tak bisa berbuat apa-apa selain menerima bulat-bulat keputusan tersebut.


Walau dengan konsekuensi Niki yang selalu bertindak semena-mena saat syuting berlangsung. Contohnya hari ini Niki membuat Sutradara, Crew dan talent lain menunggunya selama dua jam lebih hanya karena Niki hari ini kurang tidur dan harus di make up agar menutupi kantung matanya. Dan ia kerap beberapa kali bersitegang dengan tim make up hanya karena membuat wajahnya terlalu tua. Belum lagi ia juga sering merubah naskah hanya karena ia tak mau melakukan adegan yang seharusnya.


Begitulah yang terjadi selama syuting sinetron itu berlangsung, sampai Sutradara hampir menyerah dan beberapa kali ingin mengundurkan diri dari sinetron tersebut kalau saja pihak sponsor tidak mencegahnya mungkin saja hal itu benar terjadi dan syuting dapat terhenti hanya karena ulah Niki.


Saat itu selain sponsor produk kecantikan milik JF Group, ada beberapa sponsor kostum yang ada melengkapi sinetron tersebut. Salah satunya sponsor wardrobe dari GG Group yang beberapa bulan lalu launching di Jakarta. Yaitu baju-baju hasil rancangan Zahra, karena sinetron tersebut banyak menggunakan kantor sebagai lokasinya.


Dan pihak sponsor yang hari itu datang sebagai supervisi adalah Amber, ia harus datang untuk mengecek bahwa produknya telah ter-delivery dengan baik. Iapun harus bertemu dengan Niki sebagai aktris utama sinetron tersebut, tapi sayangnya mereka tidak berhubungan dengan baik. Apalagi sejak insiden Robby yang dibawa paksa oleh Niki ke sebuah hotel untuk dijebak. Niki masih merasa kesal dengannya karena peristiwa itu.


“Mau apa kamu kemari?.” Tanya Niki begitu melihat keberadaan Amber di lokasi syuting.

__ADS_1


“Maaf, saya dari salah satu sponsor di sini. Jadi sudah sewajarnya saya harus melihat proses syuting saat ini. Dan baju yang anda kenakan saat ini adalah dari perusahaan kami, begitupun dengan aksesorisnya.” Tunjuk Amber ke arah baju yang di kenakan Niki saat itu.


“Oh ya!. Baiklah mulai saat ini aku tidak akan menggunakan pakaian ini lagi. Bilang pada Crew yang bertugas mulai detik ini, aku tidak akan mengenakan pakaian yang di sponsori oleh perusahaannya.” Niki yang kembali dengan tindakan yang semena-menanya.


Ia tidak sadar dengan berlaku seperti itu kepada pihak sponsor dapat membuat citranya sebagai artis rusak. Dan bukan hanya itu, hal ini dapat merugikan pihak Production House sebagai tim produksi. Karena hampir 30 persen dari budget keseluruhan di sponsori oleh GG Group.


Melihat Niki yang bertindak semena-mena, Amber tak dapat membiarkannya begitu saja. Iapun mengirimkan beberapa bukti pelecehannya terhadap Robby malam itu kepada Niki, agar dirinya tak lagi merusak proses syuting hari itu.


“Anda tak seharusnya berkata seperti itu, coba lihat sesuatu yang telah saya kirimkan?.” Pinta Amber agar Niki segera melihat video yang dikirimnya.


Niki langsung membulatkan matanya begitu melihat video tersebut. Ada rasa takut di dirinya bila Amber sampai melaporkannya ke pihak polisi.


“Baiklah!. Anggap saja aku sedang berbaik hati saat ini. Dan anggap saja kau sedang beruntung kali ini!.” Ucap Niki yang mencoba menutupi rasa gugupnya.


“Heh!. Dasar!. Mana ada kadal yang mencoba menang dari ular?.” Ledek Amber sambil tersenyum penuh kemenangan.


Di sisi lain para Crew saat itu bersyukur dengan bantuan Amber yang berani melawan Niki, karena selama belum pernah ada Crew yang berhasil melawan sikapnya. Mereka belum tahu  saja bahwa Amber memiliki kartu merah milik Niki, yang tidak akan mungkin dapat dia lawan.


***


JF Group


“Mr. Lucas, ada kabar apa dari Beijing?. Ku rasa sudah beberapa bulan ini kau belum melaporkan perkembangan di sana.” Tanya Jackson Lu kepada asistennya Mr. Lucas.


“Maaf Tuan, saat ini Tuan muda sedang terlibat sebuah kasus penculikan yang menyeret namanya. Dan saya rasa hal ini juga berkaitan dengan Mr. Feng dan jaringannya.” Ungkap Mr. Lucas kepada Tuan Besarnya.

__ADS_1


“Apa?. Mr. Feng?. Kenapa kau baru memberitahukan aku?.” Kesal Jackson Lu kepada Mr. Lucas yang tak segera melaporkan hal tersebut.


“Karena Tuan Muda tak ingin anda tahu, saya rasa Tuan Muda ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, Tuan. Dan saya yakin kali ini Tuan Muda dapat menyelesaikannya dengan baik.” Ucap Mr. Lucas yang yakin akan kemampuan Lu Chen.


“Lu, tidak mengenal Mr. Feng. Dan aku tahu bagaimana dirinya, makanya sampai saat ini aku tak ingin bersinggungan dengan dirinya dan juga komplotannya. Aku tak ingin melibatkan diriku dengan seorang mafia seperti dirinya. Untuk itu aku memilih untuk memutuskan kerjasama kami sejak Ayahku mengalihkan kekuasaannya kepadaku.” Ucap Jackson Lu yang tak ingin sesuatu terjadi kepada anaknya Lu Chen.


“Apa Lu memiliki kontak denganmu beberapa hari ini?.” Tanya Jackson memastikan.


“Beberapa hari yang lalu Tuan Muda meminta akses untuk memasuki Mansion peninggalan Tuan Besar di Beijing.” Ungkap Mr. Lucas.


“Mansion peninggalan Ayahku?.” Jackson Lu yang membulatkan matanya seketika mendengar pengakuan Mr. Lucas.


“Iya Tuan.” Jawab Mr. Lucas.


“Apa yang anak itu rencanakan?. Mungkinkah?.” Terka Jackson Lu bahwa Lu Chen tengah melakukan sesuatu yang di luar nalarnya. Dan sepertinya tebakannya saat ini benar adanya.


“Saya tidak tahu pasti untuk apa, Tuan. Karena saya tidak berani bertanya.” Ucap Mr. Lucas yang berkata apa adanya.


“Cari tahu tentang rencana Lu dari sekarang Mr. Lucas!. Kalau perlu kau berangkat ke Beijing hari ini!. Jangan sampai sesuatu yang Aku pikirkan saat ini terjadi!.” Pinta Jackson agar Mr. Lucas melindungi Lu Chen anaknya.


“Baik, Tuan!.” Jawab Mr. Lucas yang langsung bergegas mematuhi perintah Tuan Besarnya.


“Lu, apa yang kamu lakukan?. Jangan pernah terlibat dengan dunia hitam itu. Aku tak ingin kamu mengikuti jejak kakekmu.” Gumam Jackson Lu yang memasang wajah cemasnya karena mendengar berita soal Lu Chen dari Mr. Lucas.


Tampaknya Jackson tahu Lu Chen mengambil alih Mansion yang berarti dia mengambil alih kepemimpinan Mr. Zao Lu sebagai pemilik dari Mansion itu. Dan itu artinya Lu Chen mengambil alih kepemimpinan Mr. Zao Lu sebagai genk Mafia yang telah lama kakeknya tinggalkan, walaupun Jackson belum 100% yakin akan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2