
Suasana di Lobby GG Group seketika ricuh karena kedatangan seorang selibriti cantik yang namanya akhir-akhir ini sedang jadi trending di setiap pemberitaan. Siapa lagi kalau bukan Sunny Chen, Sunny Chen saat ini sedang berkunjung ke Perusahaan GG untuk menemui Zahra.
Langkah yang indah ditambah tampilan wajah yang cantik nan rupawan itu di sambut oleh puluhan mata yang memandang.
“Wahhh!!. Cantiknya!. Pantas aja Lu Chen mau sama dia, pasangan yang serasi!.” (bahasa mandarin) Beberapa karyawan yang menggosipkan Sunny Chen saat dirinya melewatinya.
“Ada perlu apa dia kemari ya?.” (bahasa mandarin) Tanya karyawan yang lain.”
“Ssstt dia kan BA kita, kamu gak tahu?.” (bahasa mandarin) Jawab karyawan lain sambil berbisik.
Dan langkah Sunny pun terhenti tepat di depan ruangan Zahra. Dan iapun mulai membuka handle pintu di depannya.
“Zahra!.” Panggil Sunny Chen begitu masuk ruangan Zahra.
Zahra yang melihat itupun dibuat terkejut dengan kehadirannya. Pasalnya ia merasa tak memiliki janji dengan dirinya.
“Hei Sunny!. Ada apa kamu kemari?.” Tanya Zahra kepada Sunny.
“Apa kamu sibuk?.” Tanya Sunny kembali.
“Ya sedikit, aku sedang menyiapkan bahan presentasi untuk project selanjutnya.” Jawab Zahra yang terlihat sedang sibuk dengan laptopnya.
“Aku datang ingin meminta bantuan kepadamu!. Tapi jika kamu tidak sibuk.” Pinta Sunny Chen yang ingin meminta sesuatu kepada Zahra.
“Oh sebentar aku akan selesaikan beberapa halaman lagi, setelah itu aku akan pergi untuk menemanimu!.” Ucap Zahra yang meminta waktu kepada Sunny untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.
“Ok!. Aku akan menunggumu di sini!.” Ucap Sunny yang kemudian beralih duduk di sofa yang berada di ruangan Zahra.
“Silahkan!.” Zahra yang mengizinkan Sunny untuk menunggunya dan mulai fokus pada layar komputernya kembali.
Dan tak lama Zahrapun sudah merampungkan pekerjaannya, dan mulai membereskan beberapa file untuk esok hari.
“Kita akan pergi ke mana?.” Tanya Zahra kepada Sunny.
“Ikut saja dulu!. Nanti setelah sampai aku akan memberitahumu.” Sunny yang kemudian menarik lengan Zahra keluar dari ruangan.
__ADS_1
“Ayo!.” Ajak Sunny Chen kepada Zahra diiringi dengan senyuman menawannya.
Hari ini Sunny khusus datang sendiri tanpa menggunakan Van dari perusahaan. Ia memilih menyetir sendiri untuk menjemput Zahra saat itu. Dengan kendaraannya Sunny membawa Zahra ke sebuah butik yang cukup mewah di pusat kota.
Zahra yang melihat butik tersebut menjadi bertanya dalam hati dengan maksud dan tujuan Sunny mengajaknya kemari.
“Ayo!.” Ajakan Sunny yang seketika membuyarkan lamunan Zahra.
Sesampainya di dalam butik, Sunny memesan dua dress sekaligus kepada pelayan yang ada di butik tersebut.
“Zahra!. Bagaimana menurutmu?.” Tanya Sunny kepada Zahra.
“Ini sangat bagus!. Warna kuning sangat cocok untukmu!.” Zahra yang menilai sebuah dress lengan buntung cantik dengan panjang di atas lutut dan berwarna kuning itu sangat cocok dipakai oleh Sunny Chen yang berkulit cerah.
“Bagaimana kalau kita pakai kembaran?.” Pinta Sunny yang ingin Zahra menggunakan dress yang sama dengan dirinya.
“Ku rasa aku tidak cocok menggunakan dress itu.” Ucap Zahra yang tak ingin dibandingkan dengan Sunny Chen yang sangat cantik bila dibanding dengan dirinya.
“Siapa bilang!. Coba lekas kamu ganti dengan ini!. Aku senang bisa kembaran denganmu!.” Pinta Sunny yang ingin Zahra tetap memakainya.
“Wah kita kembaran!.” Sunny Chen yang sangat senang karena permintaannya terpenuhi. Langsung saja ia mengabadikan moment tersebut dan mempostingnya di sosial media.
Dan Sunny membungkus beberapa baju lainnya untuknya atas arahan Zahra sebagai stylishnya saat itu.
“Maaf ya Zahra, aku minta tolong hari ini untuk memilihkan beberapa baju untukku. Karena aku tidak pandai memilih baju, bahkan aku pernah dijuluki sebagai artis yang terburuk dalam berpakaian hanya karena aku salah memilih pakaian. Untung saja ada dirimu!. Terima kasih ya!.” Ungkap Sunny Chen yang memang hari ini khusus meminta bantuan Zahra untuk memilihkan pakaian untuknya.
“Sangat mudah memilihkan pakaian yang cocok untukmu. Karena kulitmu sangat bagus, hanya saja mungkin kau kurang percaya diri dengan apa yang kamu pakai!. Itu sangat mempengaruhi penampilanmu.” Ucap Zahra yang tak ingin Sunny menjadi tidak percaya diri dengan apa yang ia pakai.
“Oh ternyata itu sangat mempengaruhi?. Aku baru tahu.” Ucap Sunny sembari menganggukkan kepalanya tanda dirinya mengerti.
Hari itu setelah memilih baju, Sunny membawa Zahra ke Cafe kucing yang berada dekat dengan restoran tersebut. Sunny dan Zahra menikmati makan siang mereka sambil bermain-main dengan kucing yang ada.
“Kamu suka kucing?.” Tanya Sunny.
“Yah, hanya saja saat ini aku memilih tidak memeliharanya karena kesibukkanku. Aku takut nanti kucingku tidak ada yang merawatnya.” Jawab Zahra.
__ADS_1
“Oh ya Zahra!. Aku ingin bertanya sesuatu.” Sunny yang mulai berbicara serius kepada Zahra.
“Apa itu?.” Tanya Zahra sembari mengelus kucing yang ada di pangkuannya.
“HHmm.. apa kamu tidak marah dengan gosip antara diriku dan Lu Chen?.” Tanya Sunny dengan penuh ke hati-hatian dalam berbicara.
“Tidak!.” Jawab Zahra dengan santainya.
“Tapi kamu tahu gosip seperti apa antara diriku dan Lu Chen?.” Tanya kembali Sunny yang masih tidak percaya dengan reaksi Zahra.
“Aku tahu Sunny, walaupun Lu Chen tak pernah memberitahukannya akupun sudah tahu lebih dulu. Dan aku sama sekali tidak keberatan soal itu, karena aku percaya dengannya.” Tegas Zahra yang memang mempercaya Lu Chen kekasihnya.
“Syukurlah!. Tadinya aku baru ingin meminta maaf kepadamu soal ini. Tapi kurasa itu sudah tidak perlu.” Ucap Sunny sembari tersenyum hangat.
Dan merekapun menyelesaikan makan siangnya kurang lebih satu jam lamanya. Dan kemudian Sunny beserta Zahra pergi dari restoran tersebut dan berjalan keluar menuju parkiran mobil yang letaknya agak jauh dari restoran.
Tapi tanpa sengaja Sunny lupa membawa tas miliknya yang ternyata tertinggal di dalam restoran. Iapun kembali lagi untuk mengambil tas tersebut dan di saat Sunny yang sedang mengambil tas, tiba-tiba saja ada mobil van yang berhenti tepat di depan Zahra dan pintu Vannya terbuka terlihat seorang lelaki membekap Zahra dari belakang dan membawanya ke dalam Van.
Sunny yang melihat itu dari kejauhan langsung mengejar Van tersebut menggunakan taxi. Namun usaha Sunny sia-sia, ia kehilangan jejak Van tersebut. Iapun langsung men-dial nomor Lu Chen saat itu. Tapi usahanya sia-sia Lu Chen tak dapat dihubungi, dan iapun beralih menghubungi Xiao Feng dan kali ini usahanya berhasil Xiao Feng menjawab panggilannya.
“Xiao Xiao!. Zahra diculik!. Bantu aku!. Aku sudah melaporkan hal ini pada polisi.” (bahasa mandarin) Ucap Sunny dengan nada yang bergetar karena panik.
“Hah!. Baiklah tunggu aku di sana!. Posisimu di mana?. Jangan ke mana-mana tetaplah di tempatmu!. Ok?.” (bahasa mandarin) Pinta Xiao Feng yang tak ingin Sunny panik.
“Baiklah!. Aku akan menunggumu di sini!.” (bahasa mandarin) Jawab Sunny yang langsung menutup panggilannya saat itu.
Xiao Feng yang saat itu sedang berada di sebuah acara Off Air menemani Lu Chen. Langsung bergegas menghampiri Lu Chen yang berada di ruang tunggunya.
“Lu, aku tahu ini bukan waktu yang tepat!. Tapi aku harus mengatakannya!.” (bahasa mandarin) Ucap Xiao Feng dengan hanya satu tarikan nafas.
“Ada apa Xiao Feng?. Kau membuatku takut.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen sambil mencerna setiap ucapannya.
“Zahra..!. Zahra!.. Dia diculik!.” (bahasa mandarin) Dengan kalimat terakhir yang diucapkan Xiao Feng langsung membuat Lu Chen membulatkan matanya.
***
__ADS_1
Bersambung….