
Acara Launchingpun selesai, satu persatu tamu menghampiri Jiang Xi dan juga Zahra dan mengucapkan selamat atas kesuksesan Launching Brand kali ini. Tak terkecuali Jessica beserta Jiazhen suaminya yang dengan antusias mendatangi Zahra dan memeluknya. Melihat Jiazhen yang ikut-ikutan ingin memeluk Zahra, hal itu langsung dihadang Lu Chen. Lu Chen langsung menyambar pelukan Jiazhen yang ditujukan untuk Zahra saat itu.
“Terima kasih telah datang!.” Ucap Lu Chen untuk menutupi rasa cemburunya kepada Jiazhen dan membuat Jessica mengulum senyumnya.
“Ternyata kekasihmu sangat posesif!.” Bisik Jessica di telinga Zahra yang seketika membuat Zahra malu atas sikap kekanakkan Lu Chen.
Dan tak berapa lama datanglah Robby yang mengucapkan selamat kepada Jiang Xi dan juga Zahra. Robby hanya mengulurkan tangannya kepada Zahra sebagai tanda selamat, ingin dirinya memeluk Zahra tapi sepertinya Lu Chen tak akan rela.
“Selamat Zahra atas keberhasilanmu!. Setelah ini aku tunggu kolaborasimu dengan perusahaan kami!.” Ucap Robby yang tak lepas dari lirikan maut Lu Chen yang tepat berada di sebelah kanan Zahra.
Robbypun setelah itu juga menjabat tangan Lu Chen, dan membisikkan sesuatu di telinganya.
“Aku tidak akan pernah melanggar batas, tapi jika sedikit saja kau membuatnya menangis aku akan melewati batas itu!.” Kata-kata Robby yang terdengar seperti ancaman kepadanya. Tapi Lu Chen hanya bersikap santai seolah-olah tak mendengar perkataan Robby dan tetap tersenyum seperti biasa.
Lu Chen tahu maksud dari ucapan Robby, dan ia tahu hal itu tidak mungkin terjadi kepada Zahra. Karena dia sangat mencintai kekasihnya dan tidak akan pernah membuatnya menangis apapun yang terjadi.
***
Keesokkan harinya di media tengah heboh mengenai gosip seorang idol terkenal asal Cina yang bernama Lu Chen, anak seorang pengusaha sukses yang mengencani seorang gadis asal Indonesia. Terlihat di headline foto Lu Chen bersama Zahra yang sedang berada di Kota Tua. Namun foto itu hanya terlihat dari kejauhan dan wajah Zahra tak terlihat jelas dari samping.
Saat itu Bu Siti tetangga Bu Mirna tengah berbelanja di Warung Mba Tri, di sela-sela kesibukkannya yang tengah memilih sayuran. Bu Rachel datang dengan membawa gosip baru, seperti biasanya Bu Siti yang pada dasarnya suka berghibah itu menanggapi dengan antusias Bu Rachel.
“Eh Bu, udah tahu gosip baru?. Itu tuh artis terkenal yang baru-baru ini lagi populer di Indonesia. Siapa tuh namanya?. Lu Chen!. Iya Lu Chen!.” Tegas Bu Rachel yang akhirnya mengingat nama dari artis tersebut.
“Oh yang wajahnya ada di halte depan itu ya?. Iya aku ingat kalau yang itu, secara cakep. Pokoknya kalau yang cakep-cakep aku mah yes!.” Semangat Bu Siti.
“Katanya dia punya pacar orang Indonesia.” Ungkap Bu Rachel.
“Siapa Bu?.” Bu Siti yang mulai penasaran dengan lanjutan ceritanya.
“Ah mana aku tahu!. Namanya juga baru katanya. Nih lihat aja gambarnya aja dari samping begini.” Bu Rachel memperlihatkan artikel yang ada di halaman Gu-Gle yang ada di ponselnya. Dan Bu Sitipun mulia menelisik siapa wanita yang tengah bersama Lu Chen. Dan seperrti mengingatkan dirinya akan seseorang yang sangat dirinya kenal.
Dan tak lama suara klakson mobilpun berbunyi di dekat mereka. Dan ternyata orang yang membunyikan klakson tersebut adalah Zahra yang hendak pergi ke kantor saat itu.
“Eh comot!.” Kaget ala Bu Siti.
“Maaf!. Permisi Ibu-Ibu!.” Sapaan ramah Zahra yang meminta izin untuk melewati mereka.
“Ya ampunn!!. Emang deh si Zahra makin cakep aja makin hari!.” Bu Rachel yang terkagum-kagum dengan kecantikkan Zahra.
__ADS_1
“Ah paling juga oplas Bu!. Jaman sekarang yang penting ada duit bisa cantik!.” Nyinyir Bu Siti.
“Tapi Bu, ngomong-ngomong Zahra seperti mirip siapa ya?.” Bu Rachel yang mulai menerka-nerka sesuatu.
Dan Bu Rachelpun akhirnya kembali melihat ke halaman Gu-Gle dan terpampanglah semua foto antara Lu Chen dan kekasih rahasianya. Kebetulan saat itu Zahra menggunakan baju yang sama dengan yang dirinya pakai saat di Kota Tua. Dan hal itu menjadi sorotan Bu Rachel tetangganya.
“Kok mirip ya?.” Tanya Bu Rachel kepada Bu Siti
“Mirip siapa Bu?.” Tanya Bu Siti kembali yang masih dalam keadaan bingung melihat tatapan Bu Rachel.
“Mirip Zahra, Bu!. Nih gak lihat bajunya aja sama!. Potongan rambutnya sama!. Itu loh bodynya juga sama persis!. Gak salah lagi ini!.” Yakin Bu Rachel bahwa wanita yang bersama Lu Chen adalah Zahra.
“Ah mana mungkin Bu!. Zahra itu belum punya pacar!. Lagian kalau punya, gak mungkin dapat yang seperti itu. Heh!. Ibu ini ada-ada aja!.” Ucap Bu Siti yang masih tak percaya dengan terkaan Bu Rachel.
“Ya sudah kalau gak percaya!. Gak apa-apa, Bu!. Aku kan cuma nerka aja!. Kok kamu yang sewot!.” Kesal Bu Rachel yang langsung berlalu pergi dari hadapan Bu Siti.
“Eh dia malah marah!. Di kasih tahu kok ngeyel!.” Kesal Bu Siti yang melihat Bu Rachel menjauh.
***
Di kantor Zahra waktu yang harusnya menjadi hari libur, dirinya malah disibukkan dengan orderan yang membludak. Tiba-tiba saja klien memesan banyak orderan untuk produk akhir tahun mereka, dan Zahrapun harus turun tangan menanganinya.
Semua karyawan sibuk mencari pabrik tekstil yang dapat menerima orderan mereka. Karena Zahra menggunakan bahan-bahan premium untuk setiap designnya.
“Waduh!. Bagaimana bisa kita menyelesaikan semua orderan itu dalam waktu 1 bulan saja?. Apa tidak ada pabrik tekstil lain sebagai opsi?.” Sambil berpikir keras untuk masalah yang dihadapinya.
Tiba-tiba saja ponsel Zahra bergetar.
Drrtt!. Drrtt!.
“Halo Rob!.” Ternyata orang yang menelponnya adalah Robby.
“Zahra apa kamu sibuk?.” Tanya Robby.
“Yaa, lumayan!.” Jawab Zahra.
“Aku dengar saat ini perusahaan LC memesan banyak produk kepadamu?. Dan kudengar dirimu sedang kesulitan mencari pabrik tekstil?.” Ucap Robby yang tahu kondisi Zahra saat ini.
“Ya, itu benar. Bagaimana kau tahu?.” Zahra yang penasaran terhadap Robby, tentang bagaimana dirinya bisa tahu hal tersebut.
__ADS_1
“Aku punya beberapa klien yang dapat membantumu. Namun posisinya di luar kota apa kamu keberatan?.” Tanya Robby yang memastikan bahwa Zahra menerima tawarannya.
“Apa dia dapat membantuku dengan cepat?. Karena aku harus produksi dalam minggu ini?.” Tanya Zahra kembali.
“Aku sudah memastikannya, mereka memiliki bahan dengan kualitas yang sama dengan yang produkmu gunakan. Dan mereka selalu ready setiap saat, hanya saja lokasinya agak sedikit jauh.” Ungkap Robby yang khawatir bila lokasi menjadi kendala.
“Aku rasa tidak masalah dengan itu, selama dapat dijangkau dengan kendaraan.” Jawab Zahra yang sangat lega akhirnya masalahnya terselesaikan.
“Baiklah!. Aku akan segera mengabarkan klienku itu.” Ucap Robby.
“Terima kasih, Rob!. By The Way siapa yang memberitahumu?.” Tanya Zahra yang masih penasaran dengan orang yang membocorkan masalahnya.
“Kamu tak perlu tahu, dan aku sangat senang bisa membantumu. Lagipula dengan ini aku juga sekaligus membantu Tanteku.” Ucap Robby yang tak ingin Zahra terbebani dengan bantuannya.
Dan selang beberapa lama Zahrapun memutus sambungan telpon Robby dan kembali berpikir. Di hatinya masih ada rasa penasaran, siapa yang memberitahukan ini kepada Robby. Namun Zahra akhirnya memilih tak ambil pusing yang terpenting saat ini masalahnya sudah teratasi dengan baik.
Tak lama ponsel Zahrapun kembali bergetar.
Drrtt!. Drrtt!.
Terdapat nomor tak dikenal di layar ponselnya.
“Halo!.” Jawab Zahra.
“Bu Zahra, saya dari Hotel X ingin memberitahukan bahwa rekaman CCTV kemarin malam sudah berhasil kami selidiki. Kami ingin mengundang Bu Zahra untuk datang memeriksanya.” Ungkap seorang lelaki yang sepertinya salah satu karyawan hotel tempat Launching Brand diadakan.
“Baiklah mas!. Saya akan segera menghubungi pihak Lu Chen untuk ini.” Zahrapun kemudian memutuskan sambungan telponnya dan lanjut menghubungi Xiao Feng.
“Xiao Feng!. Pihak hotel X sudah berhasil mengambil beberapa bukti rekaman CCTV pada malam itu. Bisakah kau ikut denganku malam ini?.” (bahasa inggris) Tanya Zahra kepada Xiao Feng.
“Zahra, saat ini aku sedang berada di kantor imigrasi. Aku sedang mengurus Paspor Lu dan Sunny. Aku akan menghubungi setelah ini!. Oh!. Dan satu lagi!. Jangan beritahukan Lu Chen soal ini, karena aku tahu pasti dia akan nekad pergi!. Kau tahu awak media sedang mengincarnya!.” (bahasa inggris) Pinta Xiao Feng agar Zahra tak memberitahu Lu Chen soal ini.
“Aku mengerti!. Aku akan menunggumu!.” (bahasa inggris) Jawab Zahra lalu tak lama memutus panggilannya dengan Xiao Feng.
Zahra belum sempat memeriksa berita yang ada di Gu-Gle saat ini, karena ia tengah sibuk dengan pekerjaannya. Iapun beralih kepada layar ponselnya dan mulai men-searching berita mengenai Lu Chen hari ini. Dan sontak Zahra dibuat terperangah dengan foto-fotonya bersama Lu Chen saat kencan di Kota Tua.
Namun untungnya wajahnya tidak tampak jelas di berita tersebut. Dan iapun mulai menaruh curiga kepada seseorang yang berani mengambil foto dirinya secara diam-diam. Siapa lagi kalau bukan mantan tunangan kekasihnya, Jia LI.
__ADS_1
Author
Babak baru di mulai, apa Zahra dan Lu Chen berhasil melewatinya?.