Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Kerinduan Ibu & Anak


__ADS_3

Seminggu kemudian


Light Entertainment


“Lu, jadi bagaimana keputusanmu?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron kepada Lu Chen yang tampak sedang memandangi padatnya kota Beijing dari atas Rooftop.


“Aku rasa mari kita akhiri kontrak kita sampai di sini.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen sambil menghela nafas kasar seolah beban telah terlepaskan dari dirinya.


“Akhirnya kau sudah memutuskan sesuatu dengan matang, Lu!.” (bahasa mandarin) Ucap Aaron yang kemudian menepuk bahu Lu Chen dengan perlahan. Ia kagum atas keputusan besar yang telah keponakannya ambil untuk dirinya.


“Apa kau sudah mengatakan hal ini kepada Zahra?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron sambil menyalakan rokoknya.


“Aku rasa aku harus menyelesaikan satu permasalahanku terlebih dahulu, sebelum aku menceritakan hal ini kepadanya.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen sambil menghela nafasnya kembali karena ia teringat sesuatu yang belum terselesaikan.


“Apa itu soal Jiang Xi?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron sambil menghisap rokoknya dan melepaskan asapnya ke atas langit pagi hari itu.


“Ya!. Aku harus menyelesaikan masalah pribadi ku terlebih dahulu. Aku tak ingin masalah pribadi ku akan menjadi penghalang rumah tangga kami nantinya.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen dengan tegasnya.


“Ternyata kamu sudah dewasa, Lu. Aku bangga, ternyata anak yang ku besarkan sudah tumbuh dengan baik seperti ini.” (bahasa mandarin) Aaron yang menatap kagum Lu Chen yang berada di hadapannya.


Aaron saat itu merasa senang sekaligus sedih karena harus kehilangan aset berharganya yang telah membesarkan perusahaan miliknya. Walaupun dulu ia sempat menginginkan Lu Chen sebagai penerus usahanya, namun ia tak boleh bertindak egois. Ia harus memikirkan posisi keluarga Lu yang banyak berjasa terhadapnya.


Mungkin inilah saat yang tepat bagi Aaron untuk melepaskan Lu Chen, dan memulai usahanya kembali dari nol tanpa adanya Lu Chen di sisinya.


“Paman!. Aku akan melakukan konser terakhir ku!.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang meminta permohonan terakhirnya.


“Baiklah!. Aku akan mewujudkan permintaanmu. Dan kali ini harus diadakan dengan sangat spektakuler!.” (bahasa mandarin) Ucap Aaron dengan mata berkaca-kaca. Ternyata di detik-detik terakhir Lu Chen masih memikirkan dirinya.


Aaron yang membayangkan banyaknya sponsor yang akan masuk pada konser kali ini dan tentu saja akan ada banyak Yuan yang masuk di kantongnya. Mungkin ini agak sedikit picik tapi Aaron merasa bahagia atas pemikiran Keponakannya.

__ADS_1


“Terima kasih Lu, kau masih memikirkan kebahagiaanku.” (bahasa mandarin) Batin Aaron yang merasa terhura.


“Aku tahu apa yang ada di pikiran Paman saat ini. Tapi keputusan ini murni atas keinginanku, karena aku ingin memberikan yang terbaik untuk semua fans ku. Paman tahu?. Enam tahun bukanlah tahun yang mudah tanpa mereka.” (bahasa mandarin) Ucapan Lu Chen yang seketika membuat Aaron menyesali pemikiran tentang Lu Chen.


“Terserah kamu saja!. Yang penting konser ini harus menjadi sangat spesial nantinya.” (bahasa mandarin) Ucap Aaron yang masih menjaga gengsinya di depan Lu Chen karena sudah berpikiran picik terhadapnya.


Setelah obrolannya bersama Aaron, Lu Chen siang itu memutuskan untuk menemui Jiang Xi ke kantornya. Ia rasa inilah hari yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya bersama Mommy nya itu.


Kantor GG Group


Lu Chen sudah berada di hadapan Jiang Xi dalam posisi duduk saling berhadapan dengannya. Kecanggungan masih terjadi diantara keduanya. Lu Chen hanya menatap wajah Jiang Xi dengan tatapan datar, ia mencoba ingin mengucapkan sesuatu tapi bibirnya masih terasa berat seakan ter lem oleh sesuatu.


Sedang Jiang Xi berusaha untuk menetralkan suasana dengan menyesap teh hijaunya yang selalu ia lakukan di saat dirinya tengah gugup berhadapan dengan orang di hadapannya.


Dan Jiang Xi pun memutuskan untuk membuka suaranya terlebih dahulu.


“Lu, apa kabarmu?.” Tanya Jiang Xi sembari merekahkan senyum indahnya ke arah putra kesayangannya.


“Mommy?.” Panggil Lu Chen saat itu di kala melihat senyuman Jiang Xi yang kembali hadir dalam hidupnya.


Seketika air mata mengalir dari pelupuk mata Jiang Xi saat itu mendengar putranya kembali memanggilnya dengan sebutan Mommy. Iapun memeluk erat Lu Chen tanpa mempedulikan harga dirinya, ia memeluknya dengan sangat erat seolah tak ingin melepaskannya lagi.


“Mommy, maafkan aku!. Hiks!.” Tangis Lu Chen pun pecah saat itu. Ia menyesali semua perbuatannya kepada Mommy nya yang tak mau mengerti perasaannya.


Lu Chen tahu bahwa Mommy nya melakukan semua itu untuk melindunginya dan di sisi lain Mommy nya juga butuh ruang untuk menyendiri atau melupakan semua masa lalunya. Tapi yang ada dirinya malah merasa dicampakkan, sehingga memilih menghindari Jiang Xi.


Jiang Xi yang merasa dijauhi oleh putranya sendiri akhirnya memutuskan untuk menitipkan anaknya kepada Aaron karena takut mempengaruhi psikologinya. Sungguh saat itu Jiang Xi sangat ingin membawa putranya itu pergi bersamanya ke New York. Namun penolakan membuatnya berpikir bahwa putranya membenci dirinya.


Lu Chen tahu dirinya salah, namun karena keegoisan di dalam dirinya ia selalu menganggap Mommy nya itu menjauhi dirinya. Kini ia sangat menyesali dan ingin menebus semua kesalahannya. Dan akhirnya ia menyadari senyum yang menghilang dari Mommy nya itu bukan karena Ayahnya Jackson Lu melainkan karena dirinya.

__ADS_1


“Maafkan aku, Mommy!. Aku bersalah!.” Ucap Lu Chen yang tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri atas semua sikapnya selama ini.


“Sayang!. Bukan salah kamu, tapi salah Mommy yang membuat dirimu seperti ini. Aku adalah Ibu yang jahat!. Bagaimana seorang Ibu seperti diriku membuat dirimu hidup bersama orang lain?.” Tangis Jiang Xi yang tak hentinya ia luapkan kepada putra semata wayangnya.


“Bukan My, aku yang salah karena menjauhi Mommy. Aku tahu Mommy menderita selama ini, tapi aku malah membenci dan menolak kehadiranmu. Aku yang jahat!.” Isak tangis yang ikut keluar dari Lu Chen saat meluapkan perasaannya yang ia tahan selama ini terhadap Mommy nya itu.


“Hiks!. Hiks!.”


Suara tangis menggema di ruang milik Jiang Xi saat itu, dan ruangan itu menjadi saksi atas berkumpul kembalinya Ibu dan anak yang telah terpisahkan oleh sebuah kesalahpahaman.


Mereka akhirnya bersatu kembali sebagai sebuah keluarga, dan hari itupun Lu Chen menceritakan kepada Mommy nya perihal dirinya yang sudah melamar Zahra dan juga keputusannya untuk mundur dari dunia entertain.


Jiang Xi mengatakan kepada Lu Chen bahwa itulah keputusan yang terbaik untuknya. Dan iapun merestui Lu Chen menikahi Zahra. Dan ia akan berusaha untuk membantu Lu Chen agar mendapatkan restu dari Ayahnya, Jackson Lu.


Karena ia tahu Jackson bukan orang yang dapat dengan mudah merubah keputusannya. Yang ia tahu Jackson hanya mementingkan sesuatu yang dapat menguntungkan bisnisnya termasuk soal pernikahan. Sampai detik ini Jiang Xi belum tahu rencana perjodohan Lu Chen dari mantan suaminya itu. Karena sedari dulu keluarga Lu selalu memanfaatkan perjodohan sebagai jalan dalam mengikat kerjasama.


Dan Jiang Xi tahu, Jackson adalah orang yang masih memegang teguh cara lama tersebut. Ia harus mencari sejuta cara untuk membuat Lu Chen dapat terbebas dari perjodohan tersebut.


Untuk saat ini Jiang Xi tak ingin membuat putranya terbebani dengan hal itu, yang ia inginkan saat ini agar Lu Chen melakukan sesuatu yang sangat diinginkannya, karena ia sadar sebagai seorang Ibu yang sudah mencampakkannya selama 10 tahun ini. Ia tak berhak mengekang keinginan putranya itu, cukup kebahagiaannya yang dapat menebus semua dosa masa lalunya.


***


JF Group, Jakarta


“Tuan, ada undangan dari Prancis untuk anda." Ucap sekretaris Jackson Lu.


"Taruh saja di atas meja!.Aku akan memeriksanya." Pinta Jackson pada sekretarisnya.


Jackson pun membuka undangan tersebut dan mulai membaca isi undangannya. Isinya adalah undangan pesta ulang tahun seorang putri pengusaha di Prancis. Di sana tercantum seorang nama wanita "Isabelle Josephine".

__ADS_1


"Rupanya sudah tidak ada waktu lagi, aku harus segera meminta Lu untuk bergabung di perusahaan." Gumam Jackson.


__ADS_2