Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Bicara Empat Mata


__ADS_3

1 Minggu Sebelumnya


Zahra yang sedang tidak dapat fokus dengan pekerjaan, karena seharian ini moodnya sedang tidak baik. Alhasil dirinya hanya sibuk memutar pena dengan kedua jarinya, sambil melamun ke arah jendela.


Tiba-tiba datang Chyou asisten Jiang Xi memanggilnya.


“Nona Zahra, anda dipanggil Bu Jiang ke ruangannya!.” (bahasa inggris) Perintah Chyou kepada Zahra.


“Oh, baiklah!.” (bahasa inggris) Zahrapun langsung mematuhi perintah dari atasannya tersebut dan mengikuti Chyou sampai ke ruangan Jiang Xi.


Sampai di ruangan, Zahra diajak duduk sambil bercengkrama oleh Jiang Xi di rooftop dekat ruangannya. Hari itu untuk pertama kalinya Jiang Xi berhadapan dengan Zahra tanpa ada ketegangan diantara ke duanya. Hari ini Jiang Xi mengajak berbicara empat mata Zahra dengan sangat ramah.


“Silahkan duduk Zahra!. Silahkan di minum tehnya!.” Jiang Xi mempersilahkan Zahra duduk di sofa yang ada di hadapannya sambil menunjuk minuman teh yang sudah disiapkan untuk Zahra.


“Zahra kamu tahu tujuanku memanggilmu kemari?.” Perkataan Jiang Xi yang mulai membuang formalitasnya saat berbicara dengan Zahra.


“Saya tidak tahu, Bu Jiang.” Jawab Zahra yang tidak tahu maksud dan tujuan Jiang Xi memanggilnya.


“Sebenarnya aku sudah tahu hubunganmu dengan Lu, anakku.” Jiang Xi berkata sambil tersenyum ke arah Zahra.


“Lalu?.” Tanya Zahra dengan rasa penasarannya.


“Lalu? Apa kamu takut aku tidak merestuinya hhmm?.” Tanya Jiang Xi kembali yang ingin melihat reaksi dari Zahra.


“Tidak bukan itu maksud saya...” Belum juga dirinya berbicara Jiang Xi sudah menyelanya.


“Kamu tenang saja, aku bukanlah orang tua yang kolot Zahra. Aku hanya sedikit posesif kepadanya. Aku hanya tidak ingin anakku satu-satunya itu salah dalam memilih pendamping.” Jiang Xi berkata sambil menyeruput teh yang ada di tangannya.


“Maafkan karena saya telah melanggar janji saya.” Ucap Zahra yang merasa bersalah terhadap bosnya itu.


“Untuk apa kamu meminta maaf? Dari awal aku sudah mengetahuinya. Sejak pertemuan kalian sepuluh tahun yang lalu, aku melihat perubahan di diri Lu saat itu. Sudah lama aku tidak melihatnya tersenyum lepas. Dan aku tahu siapa yang membuatnya seperti itu. Dan aku semakin yakin saat bertemu denganmu kembali di Beijing.” Ungkap Jiang Xi yang seketika membuat Zahra terperangah dengan kata-katanya.


“Maksud Anda?.” Tanya Zahra yang tidak mengerti dengan perkataan Jiang Xi.

__ADS_1


“Jason Lu maksudku Lu Chen anakku sangat menyukaimu sedari dulu tanpa dia sadari. Dan akhirnya kalian dipertemukan kembali di ajang kompetisi yang aku adakan. Sungguh suatu takdir yang tidak di duga.” Ungkap Jiang Xi kembali dengan fakta bahwa Lu Chen menyukai Zahra sedari dulu.


“Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan menghalangi hubungan kalian. Hanya saja saat ini aku hanya menginginkan yang terbaik untuk kalian. Aku hanya meminta satu hal yang berhubungan dengan pekerjaan saat ini dan pastinya ada hubungannya dengan gosip yang beredar.” Pinta Jiang Xi kepada Zahra sambil tersenyum simpul.


“Apa itu kalau boleh saya tahu?.” Tanya Zahra yang mulai penasaran dengan permintaan Jiang Xi kepadanya.


“Aku hanya ingin kamu pulang ke Jakarta untuk persiapan project berikutnya. Intinya aku meliburkanmu dulu sebelum memulai project berikutnya. Lupakanlah Lu Chen untuk saat ini dan kembalilah ke Jakarta!.” Pinta Jiang Xi yang sontak membuat Zahra termangu dengan kata-katanya.


“Apa benar bahwa Lu Chen sudah memiliki tunangan?.” Tanya Zahra yang langsung pada intinya.


“Anggaplah seperti itu, dan anggap saja aku hanya ingin kamu mengerti posisi Lu saat ini. Jadi untuk saat ini yang terbaik bagi kalian adalah berpisah untuk sementara. Dan aku harap kamu dapat mengerti dengan keputusanku Zahra.” Pinta Jiang Xi sambil memegang tangan Zahra.


Zahrapun yang mendengar permintaan Jiang Xi hanya bisa terdiam tak bisa berkata-kata. Namun perkataan Jiang Xi ada benarnya juga, bahwa inilah yang terbaik untuk dirinya dan Lu Chen, yaitu berpisah untuk sementara.


Selepas percakapannya dengan Jiang Xi, Mommy Lu Chen, Zahra kembali ke ruangannya dengan keadaan yang kalut. Air matanya tiba-tiba saja menetes tanpa permisi, dadanya saat itu terasa sakit bagaikan ditusuk ribuan panah. Ternyata begini rasanya jatuh cinta, sungguh sakit! Membayangkan berpisah jauh dari Lu Chen saja membuat dirinya tak dapat menahan rasa rindunya. Apalagi harus mengakhiri hubungannya dengan Lu Chen walau hanya bersifat sementara. Ia berpikir bagaimana bila Lu Chen sampai melupakannya? Dan lebih memilih wanita itu daripada dirinya? Inilah yang sangat ia khawatirkan, pabila Lu Chen hanya ingin bermain dengannya dan mempermainkan hatinya. Sungguh Ia belum siap untuk saat-saat itu, Zahrapun menangis sejadi-jadinya untuk melepas semua kesedihannya.


FlashBack Selesai


Jakarta, 2 Minggu kemudian


Sebuah lirik lagu dari penyanyi kenamaan di Indonesia yang terdengar dari radio milik Zahra. Terlihat Zahra yang bersandar di jendela kamarnya sambil melamun. Ya, begitulah Zahra semenjak sampai di Jakarta dirinya hanya menghabiskan waktu dengan lamunan dan mendengarkan lagu mellow. Mungkin karena suasana hatinya yang memang sedang gundah gulana, hingga lagu-lagu mellow tersebut menjadi simbol kegundahan hatinya yang sedang porak poranda karena si “Bunga Sekolah.”


Sampai akhirnya lamunan Zahra terusik dengan suara panggilan dari Ibunya.


“Zahra!!.” Teriak Bu Mirna.


“Kenapa sih, Bu?.” Jawab Zahra dengan kesal.


“Kamu pasti lagi ngelamun lagi kan?. Ibu perhatiin sejak baru datang sampai sekarang, kamu ngelamunnn aja!! Daripada bengong lebih baik bantuin Ibu bersih-bersih!.” Teriak Bu Mirna yang kesal dengan kelakuan anaknya yang seperti kesambet setan itu.


“Ibu mulai bawel deh! Iya! Iya Bu! Gak bisa liat orang lagi mellow!.” Kesal Zahra lalu mematikan radio kesayangannya. Lalu pergi untuk mengambil peralatan bersih-bersih yang ada di belakang rumah.


“Eh nih anak pake ngedumel! Ada apa sih sama dia? Kayaknya ada yang aneh nih?.” Curiga Bu Mirna karena melihat gelagat anaknya yang sedikit aneh itu.

__ADS_1


Di ruang keluarga terlihat Pak Sulam yang sedang asik makan kacang kulit kesukaannya hingga kulitnya berserakan di mana-mana.


“Ayah! Kalau makan tuh liat-liat! Tuh kulit kacangnya jatuh semua!.” Bu Mirna yang kesal dengan Pak Sulam karena telah membuat lantai jadi kotor.


“Minggir Ibu! Ayah lagi nonton sih!.” Kesal Pak Sulam karena Bu Mirna menghalangi TV.


“Emang lagi nonton apa sih Yah?.” Tanya Bu Mirna penasaran.


“Itu ada cowok cakep banget! Bagus banget suaranya!. Di sini kok gak ada yang kayak gini ya?.” Jawab Pak Sulam yang terkesima dengan penampilan cowok cantik yang Ia lihat di TV.


Ternyata Pak Sulam sedang melihat idol kenamaan Cina yang akhir-akhir ini namanya sedang menjadi trending topic dikancah Internasional. Siapa lagi kalau bukan Jason Lu aka Lu Chen kekasih hati Zahra yang telah mengobok-obok hatinya.


“Itu mah dandanan Yah! Pake anting kok ya? Kayak perempuan?. Tapi bisa cakep banget, mukanya mulus banget kayak porcelain Cina?.” Bu Mirna yang terheran-heran dengan lelaki yang sangat tampan sekaligus cantik yang dilihatnya di TV.


“Lah, namanya juga asal dari Cina Bu. Ya pantes lah mukanya kayak Porcelain Cina? Ya kan?.” Timpal Pak Sulam yang bingung dengan perkataan istrinya itu.


Zahra yang melihat Ayah dan Ibunya yang beradu argumen itu lantas mendatangi mereka dengan wajah kesalnya.


“Ada apa sih Ibu sama Ayah kok berantem?.” Tanya Zahra sambil berkacak pinggang.


“Itu tuh ayahnya lagi liat cowok cantik di TV. Ibu bilang mukanya kayak porcelain dia malah ketawa?.” Ketus Bu Mirna yang kesal dengan ledekan Pak Sulam padanya.


“Emang siapa sih yang Ibu sama Ayah maksud?.” Akhirnya Zahra pun membalikkan badannya ke arah Televisi dan terlihatlah wajah sang pujaan hati yang sangat Ia rindukan. Ingin menangis namun dirinya tahan karena masih terlihat Ayah dan Ibunya. Dengan cepat Zahra pun pergi berlari ke kamarnya dengan tergesa-gesa. Pak Sulam dan Bu Mirna pun dibuat heran dengan tingkah anaknya yang semakin aneh di mata mereka.


“Ada apa sama anak kita Bu?.” Tanya Pak Sulam kepada Bu Mirna dan Bu Mirna pun hanya dapat menjawab dengan gelengan kepala.


 


Author


Zahra lagi Gegana


Kita musti sabar ya bacanya!

__ADS_1


__ADS_2