
Sudah seminggu Jason menemani Zahra di Prancis, dan sudah seminggu pula ia cuti dari pekerjaannya. Jason memutuskan mengambil cuti selama 2 bulan lamanya untuk menemani sang istri.
Dan sejak itu pula hari-hari Zahra di penuhi dengan kebahagiaan yang luar biasa, karena ia dapat melakukan honeymoon yang kesekian kalinya dengan sang suami tercinta. Untuk urusan perusahaan Jason sudah tidak mengkhawatirkannya, karena ia memiliki Robby sebagai wakilnya dan juga Mr. Lucas sebagai tangan kanannya.
Dan saat ini Jason harus menemani Zahra yang pergi bekerja di GG Group. Di sana Zahra akan memperkenalkan Jason sebagai suaminya sekaligus anak dari pendiri perusahaan yaitu Jiang Xi.
Karena cabang perusahaan di sana masih tergolong baru, oleh karena itu banyak dari karyawan di sana yang belum mengenal Jason. Dan mereka pun terkejut dengan kehadirannya yang terkesan tiba-tiba, karena tidak ada acara khusus untuk menyambut kedatangannya. Itu semua karena Zahra tak ingin membuat Jason istimewa, ia ingin semua karyawan memperlakukan dirinya dan Jason sebagai keluarga bukan sebagai superior.
Dan karena hal ini Zahra dihormati oleh para karyawannya yang berpikir bahwa atasan mereka sangatlah rendah hati.
“Bagaimana menurut mu?.” Tanya Zahra kepada Jason yang masih terperangah dengan interior yang ada di ruangan Zahra.
“Bagus, designnya sederhana tapi sangat elegan. Sesuai selera mu.” Ucap Jason yang sangat mengerti dengan selera istrinya.
“Aku yang menata interiornya, satu bulan sebelum kantor ini diresmikan.” Ucap Zahra.
“Aku selalu yakin akan hasil kerja mu sayang. Sempurna!.” Puji Jason yang kemudian mencium pipi kanan Zahra sebagai hadiah.
“Kamu selalu tahu cara memuji ku.” Zahra yang membalas ciuman Jason di pipinya, namun langsung disambar dengan ciuman di bibir Zahra oleh Jason.
“Kecupan di pipi tak cukup untuk ku, sayang.” Goda Jason yang selalu berhasil membuat wajah Zahra memerah.
Zahra pun langsung membuka laptopnya untuk segera menghindar dari terkaman Jason lebih jauh, karena ia yakin Jason tidak akan membiarkannya begitu saja bila ia membalasnya.
Jason yang melihat istrinya itu mencoba menghindarinya lalu mendekatinya perlahan.
“Apa kamu sudah mulai bekerja, sayang?.” Tanya Jason yang memasang wajah kekanakannya.
Zahra tahu Jason sedang meminta sesuatu kepadanya, namun ia berpura-pura tidak tahu maksud dari suaminya.
“Kamu tahu aku adalah CEO perusahaan ini, tentu saja pekerjaan ku sangat lah banyak.” Zahra yang berdalih.
__ADS_1
“Kamu tidak sayang dengan diri ku yang menganggur ini?. Bisakah kamu libur beberapa hari?. Setidaknya jangan membuat diri ku menganggur.” Ucap Jason masih dengan tatapan memohonnya.
“Tidak!.” Tegas Zahra.
“Ayolah!.” Pinta Jason mencoba merayu Zahra.
“Lu, aku belum bisa.” Ucap Zahra yang masih teguh pada pendiriannya.
Lalu tiba-tiba saja Jason mengeluh kesakitan.
“Aww!. Sepertinya perut ku sakit.” Jason yang mencoba menahan rasa sakit di perutnya.
“Ada apa?. Apa yang sakit?.” Zahra yang panik lalu menghampiri Jason yang terlihat kesakitan.
“Mungkin aku salah makan pagi ini.” Ucap Jason.
“Tidak mungkin!. Aku membeli bubur itu di tempat langganan ku dan aku tidak kenapa-kenapa sampai detik ini.” Ucap Zahra yang masih tidak yakin dengan penyebab sakit perut suaminya.
Lalu Zahra merebahkan Jason di tempat tidur yang ada di ruangan miliknya. Saat itu Jason langsung memeluk Zahra dengan erat, lalu menindih tubuhnya di tempat tidur tersebut.
“Tidak sebelum aku memakan mu!.” Ucap Jason yang kemudian mencumbui Zahra dengan liar.
Dan mereka pun berakhir dengan mengarungi lautan surgawi, seperti yang mereka lakukan pada malam-malam sebelumnya. Dan bukan hanya malam, Jason juga melakukannya di pagi, siang dan sore hari. Bahkan kadang tidak mengenal tempat, seperti hari ini dia melakukannya di kantor Zahra.
Ternyata sakit perut yang dirasakan Jason hanyalah pura-pura, ia lakukan sebagai alasan untuk menerkam Zahra. Dan Zahra yang tidak menyadari sudah habis menjadi korban pelampiasannya. Kalau saja ia tidak ingat bahwa Jason telah menjadi suaminya, mungkin ia sudah melaporkan tindakan pelecehan Jason kepada pihak kepolisian. Zahra hampir tak dapat mengimbangi permainan Jason yang semakin hari semakin gahar saja, seakan 3 kali sehari tak cukup untuknya.
***
1 Bulan Kemudian
Zahra hari itu menemani Jason yang ikut dalam festival musik di Prancis. Jason terpilih sebagai duta dari Cina untuk menerima penghargaan. Walaupun ia sudah pensiun dari dunia entertain namun karyanya masih di kenal dunia, ia menerima penghargaan sebagai musisi terbaik asal Cina. Ini merupakan penghargaan pertamanya yang ia terima dari kedutaan Prancis.
__ADS_1
Dan di sini ia menyebutkan nama Zahra sebagai salah satu inspirasinya dalam bermusik. Zahra yang mendengar hal tersebut dari suaminya merasa terharu, karena ini pertama kalinya Zahra ikut ke acara seperti ini untuk menemani Jason. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa di saat namanya di sebutkan oleh suami tercintanya.
Dan hari itu pun Zahra juga menemani suaminya itu untuk menemui para koleganya. Namun entah mengapa Zahra merasa sedikit tidak enak badan, apalagi setelah dirinya keluar dari acara penghargaan Jason. Tubuhnya seakan lemas dan tak bertenaga, padahal sebelum pergi ke acara, ia sudah mengisi perutnya yang kosong.
Dan pada saat di jamuan makan malam berlanjut tubuhnya semakin tak kuasa menahan rasa mual di perutnya. Apalagi setelah dirinya menyantap hidangan laut yang disajikan, ia semakin tak dapat menahan rasa mual itu. Ia pun lantas izin ke kamar kecil untuk menumpahkan semua isi perutnya.
Jason yang melihat Zahra tak kunjung kembali ke tempat duduknya, iapun mencoba menghubungi istrinya. Namun telpon darinya tak kunjung diangkat oleh Zahra. Perasaan Jason semakin tak karuan, ia akhirnya menyusul Zahra ke kamar kecil. Dan menemukan Zahra yang tergeletak di depan kamar kecil. Untung saja Jason sampai tepat waktu, Jason langsung membawa Zahra ke ruang istirahat yang ada di restoran itu. Lalu ia melakukan pertolongan pertama kepada Zahra dengan membalurkan minyak angin di kepala dan juga perutnya.
Setelah beberapa menit kemudian, Zahra mulai membuka matanya dan ia pun terkejut dengan Jason yang sudah ada di hadapannya.
“Apa yang terjadi?.” Tanya Zahra yang melihat Jason dan beberapa orang berkumpul menatapnya.
“Kamu pingsan tak sadarkan diri di depan kamar kecil. sebenarnya apa yang terjadi?.” Jason yang sangat mengkhawatirkan Zahra.
“Perut ku sangat mual setelah menelan makanan laut itu. Aku memuntahkan semuanya di kamar kecil tadi. Dan ketika aku keluar dari kamar kecil tiba-tiba saja kepala ku pusing tak tertahankan." Ucap Zahra sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Apa yang terjadi?." (bahasa Prancis) Ucap seorang dokter laki-laki yang datang karena panggilan dari Jason.
Lalu dokter itu langsung memeriksa denyut nadi Zahra. Seketika ia pun tersenyum sumringah ke arah Zahra dan juga Jason.
"Apa yang terjadi dok?." (bahasa inggris) Jason yang sudah tak sabar untuk mengetahui hasilnya.
"Istri mu harus istirahat total karena dirinya sedang hamil saat ini. Dan sebaiknya segera periksakan ke dokter kandungan karena aku bukan ahli dalam bidang ini." (bahasa inggris) Ucap dokter itu yang langsung membuat Zahra dan Jason tersenyum bahagia.
Jason langsung memberikan pelukan bahagianya kepada Zahra. Dan Zahra yang mendengar kabar bahagia ini langsung meneteskan air mata. Dengan ini semakin lengkap kebahagiaan mereka, karena seorang anak akan lahir diantara mereka.
Author
Terima kasih bagi pembaca setia cerita othor!
Dengan ini cerita Cowok Cantik Milik Zahra selesai sudah.
__ADS_1
Xie Xie
Wo Ai Ni!