
Beberapa Minggu Kemudian
Jason Menatap cermin yang ada di depannya seakan ingin melihat penampilan terakhirnya sebagai Lu Chen. Dengan mengenakan kostum panggungnya ia menatap dirinya dengan kagum, di mana seorang Lu Chen yang telah berhasil melebarkan sayapnya hingga ke manca negara itu kini harus menggantung micnya.
Ia sadar bahwa hal inilah yang sangat dicintainya, dan mungkin ia tak dapat mengambil jalan kembali setelah memutuskan untuk pensiun saat konferensi pers beberapa minggu lalu. Jason pun mengambil sarung tangannya di atas meja dan memakaikannya ke jemari tangannya.
Kini penampilannya telah sempurna ditambah dengan polesan make up yang menghiasi wajahnya, Jason Lu tampak seperti pria cantik yang dikagumi para wanita di luar sana.
“Tok!. Tok!. Tok!.” Suara ketukan pintu terdengar di depan ruangan Jason.
“Ya!. Masuk!.” (bahasa mandarin) Jawab Jason.
“Lu, apa kau sudah siap?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng.
“Mau tunggu apalagi?. Ayo!.” (bahasa mandarin) Jawab Jason langsung berjalan ke arah panggung mengikuti Xiao Feng.
“AarggHHHH!! Lu Chen!. Lu Chen!.” Suara teriakan fans Lu Chen dari seluruh penjuru dunia terdengar di stadion saat itu.
“Are you ready?.” Sapa Lu Chen kepada fansnya yang diselingi riuh suara teriakan keras para fansnya.
“Ready!.” Teriak penonton saat itu.
Lu Chen pun memulai menyanyikan lagu pembuka dengan diiringi 25 dancer memasuki panggung megah tersebut.
__ADS_1
“AarrGhhh!!.” Teriakan kembali menggema saat Lu Chen mulai melantunkan lirik lagunya dan bergoyang mengikuti irama lagu tersebut.
Ternyata inilah rasanya menjadi seorang artis yang digilai jutaan fans, Jason bersyukur dengan semua dukungan para fansnya karena mereka lah dirinya dapat berada di puncak karir seperti ini.
Air mata tak terasa meleleh di saat dirinya berhasil menyelesaikan lagu pertamanya. Lu Chen mengucapkan terima kasih kepada para fansnya yang telah hadir di konser terakhirnya, dirinya pun meminta maaf kepada mereka karena tidak bisa menemani dalam hari-hari mereka nantinya. Namun dirinya berjanji bahwa di konser terakhirnya kali ini ia akan memberikan performa yang terbaik untuk mereka.
Zahra pun yang melihat itu ikut menangis, karena bagaimana pun ia tahu perjuangan Lu Chen. Dan ia juga sangat mengagumi sosok Lu Chen yang berdiri di atas panggung saat ini. Dan pastinya ia akan merasakan kerinduan akan sosok Lu Chen yang cantik nan rupawan dan sangat bertalenta itu sama seperti para penggemar Lu Chen saat ini.
Dan kemudian Lu Chen mulai menyanyikan lagu keduanya di mana ia membukanya dengan tarian solo yang memukau. Lu Chen menyajikan solo dance dengan koreografi yang ia buat sendiri selama beberapa bulan ini. Ia bekerja sama dengan beberapa koreografer yang terkenal di Cina untuk dipersembahkan untuk terakhir kalinya.
Konser Lu Chen kali ini di siarkan secara Live Streaming di aplikasi khusus yang disediakan oleh pihak penyelenggara.Bagi siapa saja bisa mendapatkan tiket konser onlinenya secara gratis bila mendaftarkan diri di aplikasi yang tersedia.
Dan penontonnya pun sudah melebihi dari kapasitas yang tersedia, konser Lu Chen kali ini sangat-sangat dinantikan oleh jutaan penggemarnya. Mungkin saja mereka tak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat konser terakhir dari artis kesayangan mereka.
“Hai kalian semua yang sudah sudi menonton konser terakhir saya kali ini. Saya di sini memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tak bisa menemani kalian dalam waktu yang lebih lama.” (bahasa mandarin) perkataan Lu Chen yang lagi-lagi di selingi isak tangis karena dirinya yang tak dapat menahan rasa sedih di hatinya karena harus meninggalkan dunia entertain yang begitu di cintainya.
“Dan sebelum itu seperti yang dulu pernah saya katakan, saya akan memperkenalkan kekasih hati saya kepada kalian.” (bahasa mandarin) Seketika riuh penonton memenuhi stadion, ungkapan kekecewaan yang di teriakan fans Lu Chen di stadion. Rasa kecewa mereka menjadi berlipat ganda selain Lu Chen yang mengumumkan pensiunnya ternyata Lu Chen juga mengumumkan bahwa dirinya sudah memiliki tambatan hati.
“Saya tahu kalian pasti kecewa kepada saya, tapi balik lagi saya adalah manusia biasa sama seperti kalian. Dan untuk lagu kali ini adalah lagu yang saya persembahkan untuk kekasih saya tercinta, yang telah membuat hari-hari saya semakin berwarna akhir-akhir ini. Dan lagu ini merupakan lagu duet saya bersama Sunny Chen.” (bahasa mandarin) Dan Sunny Chen pun memasuki panggung sambil membawa bunga matahari kesukaan Zahra.
Dan mereka pun berduet bersama seolah Sunny mewakili pesan yang di sampaikan Lu Chen kepada Zahra. Dan di pertengahan lagu kamera mengarah kepada Zahra yang ada di backstage. Zahra yang melihatnya pun terkejut karena tiba-tiba saja wajahnya menghiasi LED besar yang berada di beberapa titik stadion. Suara riuh penonton pun kembali dan kali ini lebih keras dari sebelumnya, pasalnya akhirnya mereka melihat wajah kekasih Lu Chen yang selama ini disembunyikan Lu Chen dari media.
Dan lagu pun berakhir di mana Lu Chen mengatakan kata-kata manis untuk kekasih tercintanya.
__ADS_1
“Bunga, Wo Ai ni!.” Lagi-lagi suara riuh penonton menghiasi stadion, mereka kali ini ikut terharu dengan kata-kata dari Lu Chen. Dan mereka akhirnya mengikhlaskan Lu Chen idola mereka yang telah memiliki tambatan hati.
Dan bunga matahari yang di bawa Sunny Chen telah berpindah kepada pemiliknya yaitu Zahra. Zahra menaiki panggung di dampingi oleh Sunny Chen dan menerima Bunga matahari pemberian Lu Chen.
Betapa bahagianya Zahra kala itu, akhirnya dengan ini ia dapat mengumumkan kepada dunia bahwa dirinya adalah kekasih Lu Chen.
Walaupun sebenarnya ia sedikit kikuk dengan ungkapan Lu Chen yang tiba-tiba. Dan Lu Chen pun berakhir memeluk Zahra di hadapan para penggemarnya saat itu. Sambil malu-malu Zahra membalas pelukan Lu Chen. Dan seketika tangisnya pun pecah di saat Lu Chen memeluk dirinya, ia tak menyangka bahwa hari ini akan terjadi.
Jiang Xi yang melihat hal itupun turut bahagia dari balik panggung, ia merasa Jason anaknya sudah dewasa hingga dapat mengambil keputusan ini.
“Akhirnya kamu dewasa, nak. Mommy bangga!.” Ucap Jiang Xi dalam hatinya.
Konser pun berakhir dengan Lu Chen yang mengumumkan akan membagikan CD gratis plus tanda tangannya setelah konsernya berakhir. Ia pun menuju ke ruang gantinya dan berganti pakaian untuk sesi tanda tangan.
Zahra dan Lu Chen tak henti-hentinya mendapatkan ucapan selamat dari para crew yang ada karena telah resminya hubungan mereka. Di sisi lain Zahra merasa tersipu malu dari ucapan selamat yang diberikan para crew kepadanya.
“Kamu tunggulah di sini!. Aku akan menyusul mu setelah acara pembagian CD berakhir.” Pinta Jason kepada Zahra.
“Baiklah!.” Zahra pun menuruti perintah Jason saat itu.
Namun entah kenapa hati Zahra menjadi gelisah, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia teringat sepenggal mimpi yang pernah ia alami beberapa bulan lalu. Di mana ia menghadiri konser Lu Chen dan Lu Chen berakhir tertikam dan bersimbah darah.
“ARrrGGhh!.” Suara teriakan banyak orang yang terdengar histeris membuat Zahra berlari keluar menuju ke arah Lu Chen berada.
__ADS_1
Dan di tempat itu Zahra menemukan seseorang yang terkapar di hadapan Lu Chen.