
Lu Chen sampai ke restoran S satu jam lebih dulu dari waktu yang ditetapkan oleh Mr. Feng. Ia telah memesan ruang VIP untuk menyambut Mr. Feng. Lu Chen selama satu jam sebelum pertemuan melakukan kontak dengan Xiao Feng untuk update penyelidikan nya tentang para pemeriksa Penjara M.
Xiao Feng saat ini juga sedang melakukan pertemuan dengan Kepala Sipir untuk menyelidiki lebih lanjut kasus keracunan yang terjadi. Dan sampai detik ini Xiao Feng sudah mendapatkan sejumlah bukti rekaman CCTV yang sudah dikirim kepada Lu Chen saat ini. Dan Lu Chen akhirnya berhasil mendapatkan sejumlah bukti untuk menangkap sang pelaku.
Dan lima menit sebelum waktu yang ditentukan Mr. Feng datang bersama beberapa bodyguardnya yang tampak membawa senjata di balik jas formalnya. Tampaknya pertemuan kali ini akan menjadi sangat serius diantara keduanya.
“Siang, Lu?.” (bahasa mandarin) Sapa Mr. Feng yang kemudian menjabat tangan Lu Chen.
“Siang, Mr. Feng.” (bahasa mandarin) Sapa Lu Chen kembali.
“Bagaimana?. Apa kau sudah memutuskan?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang tak ingin ber basa basi.
“Bagaimana maksudnya?. Bisa anda jelaskan?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang sedikit tidak mengerti dengan maksud Mr. Feng.
“Apa kau akan memberikan orang itu atau tidak?. Karena aku tidak suka ber basa basi, kau tahu aku?.” (bahasa mandarin) Jawab Mr. Feng yang mulai melirik ke dua bodyguardnya yang tengah berjaga di kanan dan kiri Lu Chen.
“Sebelum itu aku akan memberikan sejumlah bukti tentang pelaku yang sebenarnya.” (bahasa mandarin) Lu Chen memberikan bukti rekaman CCTV dan foto dari rekaman tersebut yang sudah diperbesar oleh Lu Chen kepada Mr. Feng.
Mr. Feng memperhatikan dengan seksama rekaman CCTV tersebut, dan ia melihat dengan jelas wanita yang ada di rekaman tersebut, ia sepintas mengingat siapa wanita bermasker itu.
Namun hal itu tetap tak membuat Mr. Feng puas dengan bukti yang ada terlihat dari raut wajahnya.
“Lu, kau tahu di dunia ku tak ada yang boleh hidup setelah berada dalam jeratan mafia?. Karena itu akan menyulitkan kami, terlepas dari bersalah atau tidaknya orang tersebut. Karena dunia kami harus tetap tak terlihat dan tersentuh oleh pihak lain apalagi pihak kepolisian. Jadi aku tanya sekali lagi, apa kau akan memberikan tahanan ku itu?.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng kepada Lu Chen dan sepertinya ke dua bodyguard di samping Lu Chen sudah siap dengan senjata di balik jasnya.
“Tunggu Mr. Feng!. Bukankah kita sudah seperti keluarga?. Dan aku tahu dengan anda yang bertindak gegabah seperti ini justru akan lebih menyulitkan posisi anda?. Coba anda bayangkan seorang Lu Chen idol terkenal hilang secara misterius setelah melakukan pertemuan dengan seorang pengusaha bernama Mr. Feng. Aku rasa polisi tidak akan tinggal diam dengan ini?.” (bahasa mandarin) Ancam Lu Chen kepada Mr. Feng.
“Jadi kau berani mengancam ku?. Heh!.” (bahasa mandarin) Senyum licik mengembang di wajah Mr. Feng karena tidak menyangka bahwa dirinya kan diancam oleh seorang anak ingusan seperti Lu Chen.
“Ya!. Dan aku yakin keluarga ku tidak diam begitu saja apalagi anak buah kakekku Zao Lu.” (bahasa mandarin) Dan kemudian masuk 2 orang berbadan kekar yang muncul dari balik pintu dan kemudian berdiri di belakang Mr. Feng.
__ADS_1
“Rupanya kau cepat belajar Lu!. Aku semakin suka denganmu!. Hahaha!.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang tertawa terbahak-bahak menanggapi Lu Chen yang berani terang-terangan mengancamnya.
“Kau tahu kakekmu adalah ketua mafia paling kejam pada zamannya, hanya saja ia memilih pensiun dari dunianya. Karena namanya yang sangat ditakuti itu membuat ribuan anak buahnya menjadi loyal, tak kusangka sampai detik inipun mereka masih tetap loyal kepada keluargamu. Aku tak menyangka!.” (bahasa mandarin) Tepuk tangan menyertai ucapan Mr. Feng saat itu.
“Mungkin sudah saatnya mereka memiliki Tuan yang baru yang bisa membawa mereka kepada masa bakti selanjutnya.” (bahasa mandarin) Senyum kemenangan mengiringi Lu Chen kala itu.
“Untuk itu mari kita bekerja sama kembali jalani sesuai kesepakatan di awal!. Kita akan saling membantu. Bagaimana?. Aku akan memberikan sejumlah bukti untuk menjerat pelaku.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang kembali menawarkan kerjasama kepada Mr. Feng.
“Hhmm baiklah!. Untuk saat ini aku akan membiarkan dirimu dengan spekulasi mu. Namun aku tak akan diam bila kejadian ini sampai kau bawa ke pihak kepolisian. Aku tak ingin sipir itu menyebutkan organisasi kami dan kalau itu sampai terjadi ku pastikan kau akan menanggung konsekuensinya.” Ancam Mr. Feng yang akhirnya memberikan jalan damai kepada Lu Chen.
“Ku pastikan hal itu aman!. Aku akan membuat sipir itu tak terlihat oleh polisi dan pihak keamanan lainnya.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang tak ingin mengingkari janjinya kepada Mr. Feng.
“Dan satu hal lagi!. Jika kau ingin masuk dunia hitam ada satu hal yang kau harus tahu sebelum mengambil jalan itu!. Dan aku yakin kau tidak akan sanggup mendengarnya.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang ingin mengingatkan Lu Chen akan sisi dunia hitam.
“Kau harus merelakan orang yang paling kau cintai pergi, karena dunia ini tidak cocok untuk seseorang yang bucin sepertimu.” (bahasa mandarin) Bisik Mr. Feng yang seketika membuat bulu kuduk Lu Chen merinding.
“Bos!. Apa yang harus kami lakukan selanjutnya?.” (bahasa mandarin) Tanya dua anak buah Lu Chen saat itu.
“Biarkan mereka terlebih dahulu, tapi tetap selidiki gerak geriknya aku takut mereka akan menyerang seseorang yang paling aku jaga.” (bahasa mandarin) Lu Chen membuang nafasnya kasar, ia lelah karena percakapan yang berlangsung antara dirinya dan Mr. Feng. Sepertinya ia belum siap untuk mengambil alih kepemimpinan Mr. Zao Lu kakeknya.
“Apa yang ku lakukan?.” (bahasa mandarin) Batin Lu Chen yang tersiksa akibat keputusannya.
***
Siang itu Zahra sedang dalam perjalanan menyusuri pinggiran kota Beijing untuk mendatangi kliennya yang berada di ujung desa yang agak jauh di kota Beijing.
“AZZAHRA FALISHA!!!.” Teriak Jessica terdengar jelas dari ponsel Zahra.
“Udah aku bilang jangan bertindak sendirian!. Bisa-bisanya kamu pergi tanpa sepengetahuan ku?. Apalagi ke desa yang jauh di ujung Beijing!!. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu di sana?.” Ucap Jessica dengan nada tingginya yang sudah seperti Ibu Tiri seperti biasanya terhadap Zahra.
__ADS_1
“Iya!. Iya!. Kalian semua sedang sibuk urusan masing-masing aku tidak enak Jess. Lagi aku yang paling menganggur diantara kalian, jadi aku yang memutuskan pergi. Lagi juga aku kan sama supir kamu Jess?.” Ucap Zahra yang mencoba membela dirinya.
“Kau gila!. Bagaimana kalau Lu Chen sampai tahu?. Kamu tahu Lu Chen nitipin kamu sama aku?.” Tegas Jessica.
“Iya Jess, kamu tenang aja ya?. Aku gak akan lama di sini, aku pastikan sampai di sana aku akan hubungi kamu. Okay?.” Ucap Zahra yang tak ingin Jessica mengoceh lagi.
“Ya tapi kan?. Kamu udah pergi Ra!. Kecuali kamu ngomong kayak gitu masih dalam posisi kamu ada di sini. Dan aku setidaknya bisa nemenin kamu ke sana.” Tegas Jessica kembali.
“Iya udah ya, duhhh sinyal aku bermasalah nih!. Udah dulu ya Jess!. Dah!!.” Zahra akhirnya memutuskan teleponnya agar sahabatnya itu berhenti mengomel padanya, padahal yang terjadi ponsel Zahra dalam keadaan baik-baik saja.
Dan tak lama di pinggir jalan tol mobil Zahra seperti menabrak sesuatu di jalan.
“BrAAKK!!.” Suara mobil Zahra yang menabrak sesuatu.
Dan sontak membuat driver Zahra memeriksa apa yang tengah menabrak mereka. Driver Jessica yang bernama Rahmat tersebut memeriksa di luar mobilnya, pandangannya mengarah ke depan dan ke samping tempat yang memungkinkan berdasarkan sumber suara yang di dengarnya.
Dan Pak Rahmat menemukan seseorang di bawah tol tepat di samping kiri mobilnya. Ia pun melaporkan kejadian itu kepada Zahra.
“Nona, ter.. ternyata yang kita tabrak manusia Nona. Ucap Pak Rahmat dengan suara gemetaran.
“Apa?. Di mana orang itu Pak?.” Tanya Zahra.
“Itu Non, ada di bawah sepertinya sudah meninggal.” Ucap Pak Rahmat dengan suara yang masih gemetaran.
Zahra pun akhirnya menghampiri orang tersebut yang sepertinya jatuh terguling setelah menabrak mobilnya. Ia mencoba mendekatinya, dan terlihat seorang wanita cantik yang beberapa jam lalu masih menjadi tahanan Nyonya Feng, wanita yang menjadi dalang di balik pembunuhan ke empat orang penculik Zahra.
Wanita itu terlihat bersimbah darah dan seperti tak bernafas.
“Apakah Ia sudah mati?.” Gumam Zahra ragu-ragu.
__ADS_1