
3 Bulan Kemudian
**Kantor GG Group **
Tampak Lu Chen yang sedang mengambil beberapa sample foto untuk launching product terbaru GG Group. Lu Chen menampilkan koleksi terbaru rancangan Zahra dengan tema Office In Fashion. Dengan kemeja putih dan celana bahan ketatnya membuat Lu Chen terlihat sangat maskulin. Dengan diawasi Amber sebagai wakil dari Zahra dalam pengambilan gambarnya, Lu Chen berhasil mengambil beberapa gambar dengan baik.
Cekrekk !
Cekrekk !
Terdengar jepretan kamera yang mengarah kepada Lu Chen yang sedang berpose.
Dan kurang lebih tiga jam lamanya proses pengambilan gambarpun selesai. Lu Chen berterima kasih kepada semua crew yang terlibat dan kemudian menuju ke kamar gantinya untuk membersihkan diri.
“Lu Chen, hari ini kau terlihat maskulin sekali!.” Puji Amber yang puas untuk hasil hari ini.
“Terima kasih, aku senang kalau kalian puas dengan hasilnya.” Lu Chen yang merasa tersanjung dengan pujian yang diberikan Amber kepadanya.
“Aku rasa penjualan kali ini pasti akan naik drastis, karena kamu sebagai modelnya. Ya, karena yang orang tahu kamu belum menampilkan sisi maskulinmu ini kepada semua fansmu. Aku tak sabar untuk menunggu reaksi mereka.” Antusisas Amber yang penasaran dengan reaksi fans Lu Chen dengan penampilan barunya.
“Aku sungguh menantikannya.” Lu Chen membalas perkataan Amber sambil meneguk minumannya dan kemudian meraih handuk kecil lalu menyeka wajahnya yang sedikit basah karena keringat.
Di sela-sela kegiatan mereka, ponsel Amberpun berbunyi. Dan ternyata itu adalah panggilan video dari Zahra.
“Halo sayang!. Eh maksudku Zahra.” Tingkah Amber yang lagi-lagi lupa kalau Zahra sudah punya kekasih.
“Am, bagaimana sesi fotonya?.” Zahra yang penasaran dengan hasilnya.
“Wah bagus banget say!. Nanti aku langsung kirim ke kamu ya!. Oh, by the way Lu Chen ada di sebelah aku nih!. Tuh lihat!.” Amber yang mengarahkan kamera ponselnya ke arah Lu Chen yang sedang sibuk mengelap wajahnya.
“Eh sayang!. Apa kabarmu!.” Sapa Lu Chen kepada Zahra dan langsung menyambar ponsel Amber saat itu juga.
“Lu, bagaimana sesi fotonya?. Apa kamu lelah?.” Tanya Zahra yang khawatir kekasihnya itu kelelahan karena sesi foto yang memakan waktu lama.
__ADS_1
“Yah, demi kekasihku bagiku hal ini bukanlah apa-apa. Aku harus menampilkan sisi maskulinku untuk rancanganmu ini.” Sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Zahra.
“Baiklah sayang, aku harus mengganti bajuku terlebih dahulu. Kecuali kamu ingin melihatnya juga?.” Goda Lu Chen yang membuat wajah Zahra menjadi merah.
Tak lama percakapan merekapun dihentikan oleh Zahra yang tak ingin menyaksikan Lu Chen melepas baju dihadapannya. Dan ponselpun dikembalikan Lu Chen kepada Amber, agar Amber meneruskan percakapannya bersama dengan Zahra.
Dan beberapa saat kemudian Zahrapun menerima notifikasi dari sahabatnya Amber yang mengirimkan beberapa foto Lu Chen yang dirinya ambil dengan ponsel pribadinya. Seketika Zahra yang melihat pose Lu Chen saat itu menjadi merah merona. Ia tak menyangka Lu Chen yang terlihat sangat cantik dan manis dapat berubah menjadi sangat maskulin di foto tersebut. Dalam hatinya ia bersyukur dapat memiliki Lu Chen sebagai kekasih di saat wanita lain banyak yang tergila-gila terhadap kekasihnya itu.
Foto Lu Chen yang terlihat maskulin memakai kemeja putih
***
Ruang Meeting JF Group
Di ruangan yang dipenuhi para pemegang saham JF Group, rapat tersebut dipimpin oleh Jackson Lu, ayah Lu Chen. Saat itu meeting diadakan untuk memperkenalkan Robby sebagai partner kerja baru Jackson Lu. Dirinya dipindahkan dari cabang Beijing ke Indonesia untuk menangani beberapa project yang ada di Jakarta. Tentunya beberapa pemegang saham mempertanyakan keberadaan Lu Chen sebagai pewaris JF Group yang ditunjuk oleh Zao Lu ketua umum pemegang saham JF Group.
“Aku tahu kalian pasti akan mempertanyakan perihal keberadaan putraku, Jason. Iya masih belum menempati posisinya, karena masih fokus dengan karirnya. Awal tahun depan aku pastikan dia dapat segera bergabung dengan kita di JF Group!.” Janji Jackson kepada semua pemegang saham yang hadir pada meeting tersebut.
Robbypun memperkenalkan dirinya sebagai wakil CEO yang ditunjuk oleh Jackson Lu saat itu. Beberapa komisaris sangat mendukung kehadiran Robby yang memang terkenal cakap dalam pekerjaannya sedari dulu, dan mereka mengharapkan Robby sebagai pengganti Jackson Lu dibandingkan Jason. Karena dirinya yang tak kunjung hadir dalam setiap meeting pemegang saham.
“Halo, perkenalkan saya Robby yang akan mengisi posisi Wakil CEO di perusahaan ini. Untuk itu saya mohon bantuannya kepada Bapak dan Ibu sekalian!.” Dengan menunduk hormat kepada para pemegang saham yang ada di ruang meeting.
Selang dua jam kemudian meetingpun selesai, Jackson beserta Robby keluar dari ruang meeting dan menuju ke ruangannya masing-masing. Di tengah perjalanan ke ruangannya Jackson dikejutkan dengan kehadiran Niki istrinya.
“Mau apa wanita ini kemari?. Siapa yang mengizinkannya untuk datang kemari?.” Bisik Jackson kepada Mr. Lucas.
“Sayang, aku datang untuk menjengukmu.” Ucap Niki dengan gestur menggodanya mendekati Jackson Lu suaminya.
“Mau apa kau datang kemari?. Sudah kukatakan kau tidak perlu menemuiku di kantor. Kita hanya perlu bertemu di rumah besar saja.” Tegas Jackson yang tampak muak dengan kehadiran istrinya itu.
“Paman, jika sudah tidak ada urusan lagi. Aku permisi ke ruanganku.” Ucap Robby yang hendak permisi untuk ke ruangannya.
__ADS_1
Niki yang melihat kehadiran Robby saat itu, terperangah dengan sosok Robby yang sangat tampan bak aktor Korea itu. Karena Jackson tidak pernah memperkenalkan Niki dengan sanak saudaranya. Niki yang melihat Robby dengan tatapan nafsunya itu mendapatkan hadiah deheman dari Jackson.
“Ehem!. Apa yang kau lihat?.” Tanya Jackson yang tahu bahwa Niki sedari tadi memperhatikan Robby Lu tanpa berkedip.
“Siapa dia sayang?. Aku tak pernah melihatnya.” Tanya Niki yang masih saja melirik ke arah Robby pergi.
“Kau tak perlu tahu siapa dia. Karena itu bukan urusanmu!. Dan sekarang kau sudah melihatku, untuk itu kau bisa pergi segera!.” Usir Jackson yang sudah tidak tahan dengan kehadiran Niki yang menurutnya mengotori pandangannya itu.
“Apa tidak bisa kamu memberi waktu sedikit sayang!.” Tanya Niki masih dengan gayanya yang seperti wanita malam saja. Ia tak memperdulikan lirikan dan tatapan semua pemegang saham yang keluar dari ruang meeting. Hingga akhirnya Jackson memilih pergi dan tidak memperdulikan Niki yang ada di hadapannya.
Nikipun terlihat kesal dan menghentakkan heelsnya ke lantai tanda dirinya yang sangat kesal dengan sikap acuh suaminya.
“Tunggu saja pembalasanku!. Tapi siapa dia?. Tadi kurasa dia memanggil si tua itu dengan panggilan paman?. Apa dia keponakannya?.” Niki yang bermonolog pada dirinya sendiri, kemudian senyum terbit di bibirnya karena sudah memiliki mangsa baru.
Author
Koko Robby hati-hati ya!
Di sebuah apartemen Jia Li sedang melakukan treadmill hariannya, sambil mendengarkan musik dari girlband kesukaannya yaitu Blackpink.
Tiba-tiba saja terdengar bunyi bel pintu dari pintu rumahnya. Iapun segera mematikan alat treadmillnya dan menuju ke arah pintu. Dan di depan pintu tak terlihat siapapun kecuali amplop coklat besar yang berada di depan pintu apartemennya.
Setelah menutup kembali pintunya, Jia Li membuka amplop coklat tersebut dan melihat beberapa foto dengan gambar Lu Chen dan Zahra di dalamnya. Wajah Jia Li seketika berubah menjadi merah karena kesal, karena ia tak habis pikir ternyata Lu Chen memang memiliki hubungan spesial dengan Zahra. Yang selama ini hanya sebuah dugaan dibenaknya, entah siapa yang mengirim foto-foto tersebut?. Dan apa maksud dan tujuan orang itu mengirimkannya?. Jia Lipun masih belum tahu pasti. Hanya saja dia tak akan membiarkan Zahra hidup tenang karena ini, dan tampak tangan Jia Li yang meremas foto-foto tersebut dengan kasarnya.
Author
Ada udang di balik bakwan guys!
__ADS_1