
Pagi hari Zahra merasa malas untuk beraktivitas, sudah pukul sembilan pagi Zahra masih belum beranjak dari kamar tidurnya. Sampai sebuah ketukan pintu terdengar di telinganya dan membuat Zahra mau tak mau beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu. Dan terlihat Jessica yang berkacak pinggang di depan pintu kamar.
“Jam segini belum bangun juga, Ra? Kamu udah lihat berita hari ini?.” Jessica meminta Zahra untuk segera melihat notifikasi di ponselnya.
Dan benar saja terlihat di halaman depan Gu-gle.. terpampang foto Lu Chen dan Zahra yang sedang berdansa. Sontak mata Zahra menjadi melotot melihat berita tersebut, lalu dirinya melihat semua berita dan isinya semua tentang seorang gadis misterius yang di duga adalah pacar Lu Chen. Zahra terlihat panik bukan main, karena dia sudah menduga hal ini dari dulu. Karena kalau sudah berurusan dengan seorang Idol akan sulit ke depannya. Inilah yang paling Zahra takutkan, hidupnya akan sulit bila berdekatan dengan Jason Lu aka Lu Chen.
“Hari ini aku akan usahakan membantu kamu untuk menutup berita yang tersebar. Mungkin suamiku sudah menelpon Lu Chen untuk klarifikasi. Kamu tunggulah beberapa jam lagi, untuk sementara kamu jangan keluar rumah dulu. Masalah sponsor biar aku yang urus.” Jessica berusaha untuk membuat sahabatnya tenang, karena dia tahu ini pertama kalinya Zahra terlihat panik seperti ini.
Beberapa saat kemudian Jessica kembali menemui Zahra, dan memberitahu soal percakapan Jiazhen suaminya dengan Lu Chen. Dan ternyata pihak Lu Chen tidak ingin mengklarifikasi apapun mengenai berita tersebut, seolah-olah Lu Chen membenarkan berita tersebut.
Zahrapun memutuskan menghubungi Lu Chen, untuk membicarakan masalah ini.
-Pesan-
Pengirim : Zahra
"Lu Chen aku Zahra, sepertinya kita harus bicara. Bisakah kita bertemu sore ini?.”
Zahra mengajak Lu Chen untuk bertemu membicarakan permasalahan antara dirinya dan Lu Chen.
Tak berapa lama kemudian Lu Chen membalas pesan dari Jessica.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
"Akhirnya kamu menghubungiku juga, masalah apa? Sepertinya aku tidak punya masalah denganmu?. Aku merasa senang jika kita bertemu untuk berkencan bukan untuk membicarakan masalah. Bagaimana?.”
Pesan dari Lu Chen membuat Zahra sedikit kesal bisa-bisanya Lu Chen bercanda di saat seperti ini.
-Pesan-
Pengirim : Zahra
"Terserah kamu saja, tapi ku mohon kita harus bertemu secepatnya. Karena aku tak ingin berita itu semakin menjadi-jadi. Pliss, ku mohon!”
Zahra meminta tolong Lu Chen agar bisa bekerja sama dengannya dan memintanya agar bisa bertemu secepatnya. Wajah panik Zahra tampak jelas terlihat saat menunggu jawaban dari Lu Chen karena sudah satu jam lamanya Lu Chen tidak membalas pesan darinya.
Namun tak berapa lama muncul notifikasi dari ponsel Zahra. Zahra langsung melihat layar ponselnya dan benar saja itu pesan dari Lu Chen.
- Pesan -
Pengirim : Lu Chen
“Hari ini aku sibuk sampai sore nanti, karena ada syuting salah satu produkku. Mungkin sekitar jam 4 sore aku akan menemuimu di taman dekat hotel S, kebetulan aku syuting tak jauh dari sana. Oh ya, jangan kenakan pakaian yang menonjol dan gunakan masker. Aku khawatir kamu akan jadi santapan paparazi.”
Lu Chen terlihat sangat mencemaskan Zahra saat ini, mungkin dia tahu kalau dekat dengan artis seperti dirinya sungguh berbahaya. Zahrapun terlihat agak tenang saat mendapatkan pesan darinya, lalu membalas kembali pesan dari Lu Chen.
__ADS_1
- Pesan -
Pengirim : Zahra
“Baiklah aku akan menunggumu di sana. Terima Kasih sebelumnya.”
Zahra kemudian meletakkan kembali ponsel, lalu tak lama terdengar kembali suara notifikasi dari ponselnya.
- Pesan -
Pengirim : Lu Chen
“Dalam beberapa jam ke depan aku tak bisa menghubungimu, cukup tinggalkan pesan jika kamu atau aku sudah sampai di lokasi. Sampai berjumpa lagi Bunga!.”
Entah mengapa perasaan Zahra mendadak jadi berbunga-bunga melihat pesan itu. Zahra seakan lupa pada maksud dan tujuan sebenarnya Zahra bertemu dengan Lu Chen.
Author
Memang pesona Lu Chen luar biasa, bahkan pesannya aja udah bikin Zahra berbunga-bunga
***
Sampailah Zahra di tujuan yang di maksud kurang lebih sepuluh menit sudah berlalu, namun Lu Chen belum terlihat batang hidungnya. Di saat dirinya yang sedang menunggu Lu Chen, Zahra melihat ada seseorang yang di copet di depan matanya. Sontak jiwa superhero Zahra terpanggil, Zahra berusaha mengejar si pencopet itu.
Di saat yang sama Lu Chen melihat Zahra yang sedang mengejar pencopet, langsung ikut mengejar Zahra dan si pencopet yang sedang kejar-kejaran. Zahra terus berlari mengejar si pencopet, sehingga si pencopet itu terjebak di jalan buntu sebuah gang. Namun saat itu si pencopet bukannya takut malah terlihat sumringah, seketika Zahra menjadi merinding. Dan benar saja di samping kanan kiri pencopet itu datang empat orang lainnya.
“Hei, cewek cantik ngapain kamu di sini? Kamu ‘gak mungkin kan ngelawan kita-kita?,” (bahasa mandarin) Pencopet itu berbicara kepada Zahra, ia mengira Zahra mengerti bahasanya padahal Zahra tidak mengerti sama sekali perkataannya.
“Ayo maju semua!. Kau pikir aku takut?.” (bahasa inggris) Zahra langsung menendang biji terong si pencopet yang hendak menyentuhnya itu.
DUAKKK…!!
Para pencopet itupun menghajar Zahra secara berbarengan tanpa peduli kalau Zahra adalah seorang wanita. Zahrapun tanpa ampun menghajar mereka satu persatu dengan gerakan beladirinya. Jason yang melihat itu dari kejauhanpun merasa takjub dengan beladiri Zahra yang ternyata luar biasa.
Zahra berhasil mengalahkan ke lima pencopet itu dengan cepatnya. Iapun mengambil kembali dompet yang dikantongi pencopet itu lalu berbalik arah menuju taman. Disaat Zahra berbalik, salah satu pencopet hendak memukul Zahra dengan tongkat dari belakang. Langsung saja Lu Chen yang melihatnya berlari dan menghajar pencopet dengan tendangan mautnya. Zahra terkesima dengan laki-laki yang membantunya itu, lalu laki-laki itupun membuka maskernya dan betapa kaget Zahra, ternyata lelaki itu adalah Lu Chen.
“Kamu tidak apa-apa? Maaf aku terlambat mengejarmu. Dan saat kulihat kau sudah membantai habis mereka.” Lu Chen salut dengan kemampuan Zahra dan kemudian memberikan dua jempol atas perbuatannya.
“Te.. terima kasih. Tapi ngapain kamu ke sini? Nanti ada yang melihat bagaimana?.” Zahra mencemaskan Lu Chen yang notabene-nya seorang idol harus membantunya menghajar pencopet. Bisa gawat, apalagi gosip mereka berdua sedang hot-hotnya.
“Tenang saja, aku sudah memeriksa keadaan dan lagipula aku 'kan menggunakan masker, mudah-mudahan aman.” Lu Chen mengangkat tangannya dan mengkodekan kalau dia baik-baik saja dengan simbol OK.
Zahra dan Lu Chen kembali ke taman dan memberikan dompet yang dicuri itu kepada pemiliknya. Namun tak disangka ternyata tak jauh dari taman, Lu Chen melihat seorang paparazi yang mengambil foto mereka berdua. Lu Chenpun langsung menarik tangan Zahra, lalu berlari membawa Zahra jauh dari taman.
__ADS_1
“Kita mau ke mana?.” Zahra bertanya ke arah Lu Chen yang tiba-tiba menariknya.
Lu Chen tak menjawab pertanyaan Zahra, Lu Chen justru semakin kencang berlari. Sampai Lu Chen menemukan toilet umum yang sepi dari pengunjung dan tempatnya jauh dari taman. Lu Chen membawa Zahra ke dalam toilet dan menguncinya.
“Kenapa kita ke sini? Bisa kamu jelaskan Lu Chen? Kenapa juga harus dikunci? Jangan sampai aku menghajarmu sama seperti para pencopet itu!.” Zahra mengancam Lu Chen jikalau dia macam-macam. Namun yang ada mulutnya malah dibekap oleh Lu Chen, dan alhasil Zahra terjepit dibekapan Lu Chen dibalik pintu toilet.
DEG
Jantung Zahra berdegup sangat kencang, karena jarak mereka yang cukup dekat apalagi wajah mereka hampir saja menempel.
“Sstt.. nanti bisa terdengar mereka.” Lu Chen meminta Zahra diam dengan telunjuknya, agar tak terdengar oleh paparazi yang mengejar mereka.
Lalu tak lama Lu Chen mengecek keadaan di luar, dan terlihat olehnya bahwa di luar keadaan sudah aman. Dan Lu Chen mulai membuka suaranya atas apa yang sebenarnya terjadi sehingga dirinya harus menyeret Zahra ke toilet umum. Dan Zahra akhirnya mengerti keadaan tersebut, Zahrapun memulai percakapan tentang maksud dan tujuannya mengajak Lu Chen bertemu.
“Kenapa kamu tidak mengklarifikasi berita yang sebenarnya? Kalau aku bukan pacarmu? Kalau aku hanya temanmu saja.” Zahra mulai bertanya tanpa basa basi kepada Lu Chen.
“Apakah harus?.” Lu Chen kembali bertanya kepada Zahra.
“Ya, harus karena aku memang bukan pacar kamu! Bahkan kita belum lama saling mengenal. Dan lagi kamu itu seorang idol tidak mungkin memiliki pacar seperti aku. Benar kan?.” Zahra meyakinkan Lu Chen untuk segera mengklarifikasi berita antara dirinya dan Lu Chen.
“Kenapa tidak mungkin, aku seorang manusia biasa sama sepertimu? Aku juga pria yang pantas untuk dicintai, dan lagi aku tidak perduli dengan pendapat orang lain mengenai siapapun pacarku.” Lu Chen mengatakan dengan tegas apa pendapatnya saat itu, dia tak mau Zahra salah mengerti tentang arti dirinya yang seorang idol dan tidak boleh berpacaran dengan kalangan biasa seperti Zahra.
Zahra yang mendengar itu mencoba menela'ah setiap ucapan Lu Chen yang seakan-akan tidak keberatan kalau dia jadi pacarnya.
“Tapi aku ini memang bukan pacar kamu Lu Chen, jadi aku ingin kamu klarifikasi secepatnya.” Zahra menekankan sekali lagi kalau dirinya memang bukan kekasih Lu Chen.
“Alasan apa kamu tidak ingin jadi pacarku? Apakah harus saling mengenal lebih dalam agar kamu mau? Dan ku rasa aku sudah cukup mengenalmu.” Lu Chen mengatakan kata hatinya yang ia pendam selama ini dan berhasil membuat Zahra terperangah dengan kata-katanya.
DEG
Jantung Zahra seketika kembali berdetak tak karuan, sungguh pengalaman yang sangat aneh kalau dirinya mendapat pernyataan cinta di dalam toilet umum. Dan orang tersebut adalah Lu Chen idol terkenal seantero Cina yang ketampanannya dapat membuat berjuta wanita terpesona.
“Bunga! Jadi apa kamu keberatan?.” Lu Chen menegaskan kembali kata-katanya agar Zahra segera menjawab pertanyaannya.
Tak lama suara ketukan pintu terdengar, Lu Chenpun membuka pintu toilet dan terlihat Xiao Feng di luar pintu. Xiao Feng lagi-lagi melihat adegan ambigu antara Lu Chen dan Zahra sama persis seperti saat mereka tertangkap sedang berpelukan di back stage saat acara kompetisi.
“Ehemm..! Maaf aku mengganggu.” (bahasa mandarin) Lalu Xiao Feng kembali menutup pintu toilet tersebut, agar Lu Chen melanjutkan percakapannya dengan Zahra.
Lu Chen dan Zahra kembali saling bertatapan, tatapan mata Lu Chen saat itu penuh dengan kesungguhan. Akan tetapi tatapan Zahra terlihat masih penuh keraguan, karena dirinya takut dipermainkan oleh seorang pria apalagi orang itu adalah Lu Chen.
“Jika kamu tidak bisa menjawab sekarang, kamu bisa menjawabnya tiga hari lagi. Saat Launching Brand perusahaan GG nanti, karena saat itu akupun hadir sebagai pengisi acara di sana. Ayo lebih baik kita pergi sekarang, karena bila terlalu lama aku takut paparazi akan menemukan kita.” Lu Chen menggandeng tangan Zahra menuju arah mobilnya dengan ditemani Xiao Feng dan beberapa pengawal mereka.
Author
Kira-kira apa jawaban Zahra ya guys?
__ADS_1