
Di antara para pengusaha terkenal tak terkecuali perwakilan dari JF Group datang ke acara Launching Brand tersebut, yaitu perusahaan dari keluarga Lu dan perwakilan yang datang saat itu adalah Robby Lu. Namun tak satupun dari Zahra dan kedua temannya yang mengetahui kalau Robby adalah seorang General Manager dari JF Group.
Tampak terlihat Nyonya Lu dengan dandanan mencoloknya itu datang bersama asisten setianya yaitu Miss Nuca aka Sebastian yang merupakan Stylish utama di JF Group. Mereka bak pinang dibelah kampak, sama-sama menggunakan motif Zebra dengan nuansa kuning dan oranye. Pabila mereka berjalan,nampak seperti Jus Lemon dan Jeruk berjalan.
“Hai, anakku Robby yang paling tampan. Akhirnya kamu datang juga ke sini nak! Pasti kamu bawa calon menantu mommy kan?. Mana coba mommy lihat.” (bahasa mandarin) Nyonya Summer memeluk anaknya dengan hangat, dan langsung bertanya to the point soal janjinya Robby untuk membawa calon istrinya.
Langsung saja Robby menunjuk ke arah Amber yang terlihat sangat maskulin yang berada di sebelahnya.
“Rob, pliss deh jangan bercanda masa kamu jeruk makan jeruk? Kan masih banyak cewek cantik yang lainnya?. Jangan bikin mommy malu!. (bahasa mandarin) Nyonya Summer berkata sambil berbisik ke telinga Robby agar tak terdengar oleh yang lain.
“Oh, iya my ini partner aku Amber. Yang pasti dia ini perempuan my, cuma beda taste aja!.” (bahasa mandarin) Robby mengedipkan matanya ke arah Nyonya Summer, seolah-olah menggoda mommy nya itu.
Amber pun tak tinggal diam, diapun memulai aksinya yang langsung memeluk Robby tanpa malu di depan Nyonya Summer. Hingga membuat Nyonya Summer terbelalak tak percaya.
“Hai tante! Aku Amber aku memang pasangan putra anda saat ini. Aku ini perempuan tulen tante, cuma casingnya aja bisa di request!. Jadi cewek bisa! Jadi cowok bisa!. Tergantung permintaan!.” (bahasa mandarin) Amber menjabat tangan Nyonya Summer Lu sembari mengedipkan matanya dengan tampang cool nya.
Nyonya Summer seketika langsung memijit dahinya seolah tak percaya dengan selera anaknya itu. Dia takut Robby jadi frustasi dan memutuskan untuk berpindah gender. Melihat hal itu kepala Nyonya Summer mendadak pusing dan tubuhnya hampir ambruk namun ditahan oleh Robby. Robby saat itu membawa Nyonya Summer keluar dari aula dan mendudukinya di ruang istirahat depan aula.
“Rob, kamu gak serius kan kali ini? Mommy 'gak mau punya menantu modelan kayak gituh Rob! Mending kamu 'gak usah nikah sekalian! Daripada harus nikah sama cowok!.” (bahasa mandarin) Nyonya Summer berbicara sambil memukul-mukul bahu anak satu-satunya itu.
“My! Amber itu perempuan cuma dandanannya aja kayak cowok. Lagian dia itu bukan pacar Robby kok my, cuma bareng aja ke sini.” (bahasa mandarin) Robby meyakinkan Mommy nya kalau dirinya tidak memiliki hubungan dengan Amber.
“Kamu serius Rob?.” (bahasa mandarin) Dengan wajah khawatirnya, Nyonya Summer memastikan jawaban dari Robby. Dan Robby pun mengangguk pertanda mengiyakan pertanyaan mommy nya.
Di saat yang bersamaan, terlihat oleh Robby dan Nyonya Summer, Jiang Xi berjalan bersama asisten beserta Zahra selaku designer utama Launching Brand tersebut. Jiang Xi pun berhenti ditempat Robby dan Nyonya Summer duduk untuk sekedar menyapa.
__ADS_1
“Selamat siang Robby dan… Sum… Summer.. Ah! aku hampir lupa namamu. Apa kabar kalian?.” (bahasa mandarin) Jiang Xi menyapa mereka dengan wajah angkuhnya.
“Halo, tante kabar kami baik. Bagaimana kabar tante?.” (bahasa mandarin) Robby membalas sapaan Jiang Xi dengan ramah.
“Rob, buat apa kamu menyapanya? Lagipula dia sudah tidak mengenali kita. Hanya buang-buang waktu saja!.” (bahasa mandarin) Nyonya Summer berbicara ketus ke arah Jiang Xi dan menatapnya dengan tatapan yang jijik.
Di tengah-tengah perang dingin antara Jiang Xi dan Summer Lu. Robby melihat ke arah Zahra yang berdiri di samping Jiang Xi yang terlihat sangat cantik dengan gaun merahnya.
“Hai Ra! Kamu akan ke panggung saat ini?. Kamu terlihat sangat cantik!.” Terlihat sekali pancaran kekaguman dari Robby ke Zahra saat itu. Membuat Jiang Xi dan Nyonya Summer terkejut dengan sikap Robby Lu yang ditujukan ke Zahra.
“Maaf, aku belum memperkenalkan dirinya. Dia adalah Zahra Designer utama kami, pemenang Beijing Fashion Competition bulan lalu.” Jiang Xi memperkenalkan Zahra kepada Robby dan juga Nyonya Summer.
“Kami sudah saling mengenal Bu Jiang, karena Robby adalah Fotografer kami saat di Indonesia.” Zahra menegaskan kepada Bu Jiang bahwa dirinya dan Robby sudah saling mengenal, sehingga Jiang Xi tidak perlu repot-repot mengenalkannya kepada Robby maupun Nyonya Summer.
“Ah iya sa.. saya fotografer perusahaan Zahra…” (bahasa mandarin) Robby menegaskan kembali ke Jiang Xi kalau dirinya hanya seorang fotografer di mata Zahra, dan berusaha membuat jiang Xi dan mommy nya itu agar tidak memberitahu yang sebenarnya kepada Zahra.
Jiang Xi yang melihat gelagat Robby yang aneh terhadap Zahra, membuat Jiang Xi yakin kalau Robby sangat menyukai Designer nya ini. Lain hal dengan Nyonya Summer memandang rendah ke arah Zahra, karena tidak suka kalau anaknya hanya dituduh sebagai Fotografer. Namun Robby berusaha untuk membuat mommy nya itu diam sampai acaranya di mulai.
***
Aula sudah dipenuhi para wartawan yang haus akan berita, Zahra yang melihat itu langsung menutup wajahnya dari kilatan cahaya yang menyilaukan mata. Sebelum acara di mulai Jiang Xi melakukan jumpa pers terlebih dahulu dengan memperkenalkan Zahra dan Lu Chen sebagai Designer Utama dan Brand Ambassador GG Group.
Tapi di tengah pertanyaan para wartawan, salah satu wartawan bukannya bertanya seputar Launching Brand malah bertanya soal gosip kedekatan Lu Chen dan Zahra. Namun Lu Chen maupun Zahra tak ingin menjawab pertanyaan itu, dan Jiang Xi mengambil alih pertanyaan wartawan dengan memberikan jawaban bahwa konferensi pers ini tidak untuk hal pribadi. Dan akhirnya konferensi pers pun selesai dengan tertib.
__ADS_1
Lu Chen beserta Zahra berjalan menuju arah back stage, namun di tengah jalan, wartawan tiba-tiba menyerbu keduanya. Zahra yang terhimpit oleh banyak orang sontak tersandung kabel lighting yang ada di samping stage. Lu Chen yang berdiri di sampingnya langsung menangkap Zahra dengan kedua tangannya, terlihatlah oleh wartawan posisi mereka persis seperti saat di aula dansa. Langsung saja para wartawan mengabadikan moment tersebut tanpa pikir panjang.
Robby yang dari kejauhan melihat Zahra yang terlihat kesulitan berjalan, hendak ingin menolongnya namun sayang Lu Chen selangkah lebih maju darinya. Mungkin karena Lu Chen posisinya saat itu lebih dekat dengan Zahra. Dan Nyonya Summer yang melihat ekspresi anaknya Robby saat melihat Zahra, kini yakin bahwa anaknya menyukai wanita yang sama dengan Lu Chen.
“Rob, di dunia masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dari dia! Kenapa harus wanitanya Lu?” Bathin Nyonya Summer tak habis pikir dengan anaknya itu, karena dia sudah dipusingkan dengan anaknya yang belum menikah sekaligus rencana untuk menyingkirkan Lu Chen dari hak waris. Kini dirinya harus dipusingkan dengan anaknya yang menyukai wanita yang sama dengan Lu Chen, bisa mati berdiri pikirnya.
***
Lu Chen menarik tangan Zahra agar menjauh dari wartawan hingga ke arah back stage. Sampai di back stage Lu Chen pun melepaskan sepatu Zahra agar Zahra terlihat nyaman saat berjalan. Adegan romantis itupun terlihat oleh kedua sahabatnya Zahra yaitu Jessica dan Amber. Jessica dan Amber melihat dua insan itu seolah-olah sedang melakukan adegan drama romantis. Wanitanya di papah dan sang pria membawakan sepatu kekasihnya. Sungguh tontonan yang menarik dan indah di lihat karena keduanya memanglah sangat indah dipandang.
“Wah… wah… ada yang kita ‘gak tahu nih Ra? Apa yang terjadi sama kalian?. Trus kenapa sama kaki kamu?. Amber bertanya tanpa ba bi bu ke arah Lu Chen dan Zahra.
“Hush! Kita dengerin dulu penjelasan Zahra dan Lu Chen pelan-pelan Amber. Kamu ‘gak lihat tuh Zahra kesakitan. Kasihan kan?.” Jessica membantu Zahra mendudukkannya ke tempat duduk yang ada di back stage.
“Aku titip Zahra kepada kalian, karna aku harus bersiap-siap naik panggung. Tolong ya! Zahra aku pergi dulu, nanti kita bertemu kembali di akhir acara. Ok?.” Lu Chen memberi isyarat agar Zahra menunggunya di akhir acara. Lu Chen pun berlalu dari mereka bertiga menuju ruang ganti.
Zahra menganggukkan kepalanya dengan ragu-ragu, tanda menyetujui permintaan Lu Chen.
“Cieee..! Yang CLBK! Emang kekuatan cinta pertama itu luar biasa! Susah lupanya!. Amber tak henti-hentinya menggoda Zahra yang ketahuan dekat dengan Lu Chen. Dan saat ini Zahra pun tak bisa mengelak godaan dari Amber, karena itu benar adanya bahwa Zahra sedang dekat dengan Lu Chen walaupun belum ada hubungan spesial.
Jessica yang melihat perlakuan Amber yang kalau ngomong suka ceplas-ceplos tanpa diayak itu. Membuatnya geleng kepala, memang susah kalau sudah berurusan dengan Amber apapun tak bisa disembunyikan pasti ketahuan karena Amber selalu mencoba untuk mengorek-ngorek dan mencari tahu sendiri. Mungkin karena Amber terlalu sering baca komik Detektif Conan, yaitu komik kesayangan nya yang selalu dibawa Amber bahkan sampai ke tempat tidur.
Author
__ADS_1
Zahra sepertinya udah mulai buka hati sama Lu Chen